NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Anak SMA 3 ( Menikahi Guru Killer)

Pernikahan Rahasia Anak SMA 3 ( Menikahi Guru Killer)

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Terpaksa Menikahi Murid / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: LichaLika

Di hari pernikahan Kakaknya, seorang gadis terpaksa menggantikan sang kakak menjadi pengantin wanita. Ia didesak oleh kedua orang tuanya karena sang kakak lari di hari pernikahan.

Kehidupan baru dimulai bagi seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA sebagai seorang istri yang tak diinginkan. Ia terpaksa menjadi istri seorang guru yang juga mengajar di sekolahnya.

Aku melakukan semua ini demi menutupi rasa malu kedua orang tuaku. (Putri Anastasya)

Jangan pernah berharap aku memperlakukanmu sebagai seorang istri. Karena aku hanya menganggapmu sebagai muridku. (Rama Airlangga)

"Ingat, Putri! Mungkin di rumah, kita adalah suami istri. Tapi tidak di sekolah, kamu tetap saja muridku dan aku adalah gurumu. Jangan sampai ada yang tahu jika kita sudah menikah, mengerti!"

Bagaimana kisah rumah tangga mereka? Akankah cinta bersemi di antara guru dan siswa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kue donat

Sementara itu di sisi lain. Putri sedang sibuk membuatkan masakan kesukaan sang suami. Ini ia lakukan untuk merayu Rama agar tidak marah lagi kepadanya. Rama tahu apa yang sedang istrinya lakukan di dapur.

Harum masakan Putri tercium sampai di hidung Rama. Sebenarnya pria itu sangat tergoda dengan aroma masakan sang istri. Namun, karena hari ini dia sedang mengerjai istrinya. Maka, Rama harus bersabar untuk menahan rasa laparnya untuk menyantap makanan sop buntut kesukaannya.

"Ahhh hmm ... harum banget! Pasti dia suka, sepertinya aku harus mengantarkan masakan ini ke ruangan tengah, mudah-mudahan aja dia nggak marah lagi. Tapi, aku harus mandi dulu, gerah habis masak!!" ucap Putri sambil menutup kembali panci berisi sop buntut itu. Ia kemudian segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Rama yang saat itu sedang mengendap-endap mengintip sang istri yang sedang memasak. Ia pun melihat Putri yang saat itu sedang naik ke kamarnya. Ada senyum terukir dari bibir pria itu. Rama mencoba mendekati panci dimana Putri sudah memasak sesuatu untuknya.

Sesampainya di dekat panci yang masih panas itu. Rama membuka tutupnya dan ia seketika mencium aroma yang begitu wangi dari masakan sang istri.

"Hmmm ... harum sekali! Istriku benar-benar pandai memasak. Pantas saja Ibu sangat menyayanginya. Sangat berbeda dengan Dinda. Jika Dinda dia anti masuk dapur dan tidak suka bau bawang. Tapi, Putri! Ah sudahlah, aku tidak boleh membanding-bandingkan mereka berdua. Putri dan Dinda sama-sama mempunyai kekurangan dan kelebihan. Tapi nggak tahu kenapa aku lebih sreg dengan Putri, padahal dia muridku yang pecicilan ..." Rama tampak senyum-senyum sendiri dan tiba-tiba saja terdengar suara dering telepon yang berasal dari ruang tengah.

Rama pun gagal mencicipi sop buntut buatan sang istri. Ia segera beranjak pergi ke ruangan tengah untuk mengangkat telepon.

"Halo ... oh iya, Pak! Bagaimana-bagaimana sudah lancar??"

Ternyata itu adalah telepon dari salah satu rekan seprofesinya. Rama tampak berbicara cukup serius dengan rekan kerjanya itu.

Sedangkan di dalam kamar. Putri selesai mandi dan ia segera mengambil baju dari dalam lemari.

Sejenak, Putri mengerutkan keningnya, ia bingung harus memakai baju warna apa. Hingga akhirnya bola matanya tertuju pada sebuah baju berwarna pink cerah. Putri mengambilnya, ia teringat jika baju itu ia dapatkan dari sang ibu saat dirinya diboyong ke rumah suaminya.

Saat ini, Putri pun penasaran ingin memakai baju tidur itu. Dulu awal-awal Putri enggan memakainya karena malu dilihat Rama. Pasti gurunya itu akan menertawakan dirinya.

Putri berputar-putar di depan cermin sambil mengepaskan baju itu pada tubuhnya.

"Suka warnanya. Pakai saja lah, sudah saatnya aku memakai baju ini. Risih sih sebenernya, mana nggak nutupin banget, ketek kelihatan, gunung mengintip, tapi aku juga ingin membuktikan keampuhan baju ini jika dipakai di depan suami. Kata teman-teman baju ini baju setan dan kurang bahan. Hmm kalau nggak dicoba nggak bakalan tahu!" ucap Putri sambil memakai baju itu pada tubuhnya.

Tentu saja ia memakainya tanpa menggunakan dalaaman apapun. Demi sebuah misi untuk mendapatkan maaf dari suaminya. Putri rela melakukan apapun agar Rama bisa memaafkan dirinya.

Untuk sejenak, Putri menatap dirinya di depan cermin. Ia pun terperangah saat bentuk tubuhnya gampang terlihat dan terlihat begitu seksi.

"Ampun deh nih baju! Gini amat terbukanya. Eh tapi lucu juga!! Kira-kira Mas Rama akan suka nggak, ya? Takutnya dia cuek-cuek aja lihat penampilanku!"

Setelah Putri berputar-putar di depan cermin. Ia pun segera memoles tipis-tipis wajahnya dengan bedak. Setelah itu ia menyisir rambutnya agar ia terlihat rapi. Kemudian tak lupa Putri menyemprotkan parfum pada titik-titik tertentu seperti leher dan pergelangan tangannya.

"Hmmm ... udah wangi! Sekarang waktunya beraksi! Hari ini aku harus bisa menaklukkan guru killer itu. Hmm ... kita lihat saja seberapa kuat kamu marah padaku, Mas!"

Putri berjalan keluar dari kamar. Ia menuju ke arah dapur terlebih dahulu sambil menawarkan sop buntut kesukaan Rama. Sedangkan Rama masih sibuk berbincang dengan rekan kerjanya di telepon. Putri pun meletakkan sop buntut itu ke dalam sebuah mangkok.

Dengan sangat hati-hati, Putri segera membawa mangkok berisi sop buntut itu kepada suaminya yang sedang berada di ruangan tengah.

Putri berjalan dengan pelan-pelan dan tanpa alas kaki. Ia melihat suaminya yang masih membelakangi dirinya sambil memegang telepon di tangannya.

"Oh ya, Pak! Tentu saja saya sangat setuju dengan usul ba ... pak ...!" Rama tidak melanjutkan kata-katanya saat ia membalikkan badan. Dilihatnya sang istri yang sedang memakai baju penggoda iman sambil membawa sebuah mangkok berisi sop buntut kesukaan sang suami.

Rama memperhatikan penampilan Putri dari ujung kaki sampai ujung kepala. Rama menelan ludah sendiri dan ia pun cepat-cepat menutup ponselnya.

"Em ... maaf, Pak! Sebaiknya kita lanjutkan obrolan kita besok pagi. Saya sedang ada tamu!!"

Setelah mengucapkan alasan tidak masuk akal itu. Rama pun segera menutup ponselnya dan melemparkannya di atas sofa. Putri melirik ponsel itu dan tersenyum menatap wajah sang suami yang tampak masih berpura-pura cuek.

"Kenapa kamu kesini? Aku sedang sibuk!" ucap Rama sambil pura-pura duduk di sofa, lalu ia meraih laptopnya.

Putri mendekati Rama dan meletakkan mangkok sop itu di atas meja. Rama spontan mencium aroma harum saat Putri meletakkan sop itu di atas meja.

"Ini harum tubuhnya? Ah sial! Dia tahu saja kelemahanku!" batin Rama sambil melirik ke arah sang istri yang saat itu terlihat begitu cantik dan segar.

Kemudian, Putri duduk di samping sang suami dan sedang menatap suaminya yang sedang menghadap ke layar laptop.

"Ngapain kamu kesini? Aku tidak menyuruhmu ke sini!" ucap Rama yang mulai berkeringat dingin. Putri pun mulai mengusap pundak suaminya dan meletakkan dagunya di atas pundak Rama.

"Aku ke sini, untuk menawarkan sesuatu kepada suamiku!" seru Putri sambil berbisik dan mengusap-usap pipi Rama.

"Maaf, aku tidak tertarik dengan tawaran apapun darimu!" sahut Rama yang masih pura-pura jutek.

"Benarkah kamu tidak mau biar aku bawa pergi dan aku makan sendiri!" sahut Putri sambil beranjak pergi. Tiba-tiba saja Rama menghentikannya.

"Tunggu!"

Spontan, Putri kembali duduk. Rama mulai menoleh ke arah sang istri dan bertanya, "Memangnya kamu ingin menawarkan apa?"

Putri menyunggingkan senyumnya dan ia mulai menunjukkan pesonanya.

"Aku minta maaf jika aku tanpa sengaja membuatmu marah. Aku berjanji tidak akan membicarakan masalah itu lagi. Sebagai permintaan maafku, aku sudah membuatkan sop buntut kesukaanmu. Apa kamu ingin aku ambilkan!" tawar Putri.

Rama hanya terpaku dan tidak menjawabnya. "Mas! Kamu mau aku ambilkan sekarang?" tanya Putri sekali lagi.

"Aku tidak mau sop buntut. Tapi aku mau yang lainnya. Sop buntut aku sudah bosan!" sahut Rama.

"Hmm ... memangnya sekarang kamu mau makan apa? Bukankah kamu suka banget dengan sop buntut?" tanya Putri bingung.

"Iya, hari ini aku tidak ingin memakan sop buntut. Tapi, aku ingin menyantap kue serabi yang rasanya pasti sangat gurih dan manis, sedangkan minumnya aku ingin susu segar yang langsung diperah dari tempatnya."

Mendengar ucapan dari Rama. Seketika Putri dibuat malu karena ia tahu kemana arah pembicaraannya.

"Tapi aku tidak pandai membuat kue serabi, Mas!" protes Putri.

"Lalu, kamu bisanya membuat kue apa?" tanya Rama dengan tatapan yang mulai nakal.

"Aku ... aku lebih suka membuat kue donat yang tengahnya berlubang, dan aku sangat yakin kamu pasti suka!!" balas Putri sembari tersenyum malu-malu.

Keduanya pun mulai memasang senyum masing-masing, hingga akhirnya Rama spontan membawa tubuh sang istri dan menggendongnya ke kamar.

"Awww ... Mas! Kita mau kemana?" tanya Putri saat tubuhnya berada dalam gendongan sang suami.

"Menikmati kue donat yang kamu tawarkan!!" sahut pria itu sambil terus berjalan menuju ke kamar mereka.

...BERSAMBUNG ...

1
Betri Betmawati
bodoh nya sirama masih mau SM Dinda yg jelas Udh pergi meninggalkannya di hari pernikahan lg, klu aku ogah,
Betri Betmawati
berarti bukan putri istri nya ttp kakak nya yg dinikahi, mana bisa gitu Thor,
lagian ayah siputri kok ngk jjr aja sm besan nya, klu diganti sm adek nya, kakak nya kbur
Sri Widiyarti
😂😂😂😂😂😂
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Vira
Luar biasa
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
RAMA PUTRI.YUDHA DINDA
Mamahnya Rayhan
Luar biasa
Mamahnya Rayhan
ya Allah Thor aku pd mu❤️❤️
Mamahnya Rayhan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mamahnya Rayhan
ya Allah Thor aku ketawa smp kering gigiku😁😁😁😁
Norhamidah Suhaimi
Luar biasa
Blurr
Rama guru matematika ya?
Sri Utami Sedyowadi
ini ga ada kelanjutanya
Idha Saja
panas dingin ya pak, yg sabar tahan dulu pak belom waktunya 😄
Idha Saja
menyala pak guruku 🔥😅
Noval Firdaus
Seru nih, buatin lagi dong thor season 4 nya
Noval Firdaus
Adegan yg paling aku sukai hehe
ibeth wati
Luar biasa
ibeth wati
kenapa ya klo ada dugaan perselingkuhan yg disalahkan selalu wanitanya ..bukanya adanya perselingkuhan itu Krn andil keduanya ya ..wanita selalu terlihat jelek Dimata masyarakat
~v
🤣🤣🤣🤣 put suami mu ni bikin perut ku sakit aj 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!