NovelToon NovelToon
Love Is Deep

Love Is Deep

Status: sedang berlangsung
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Maelani

Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.

Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

HAPPY READING

hari Sabtu pun tiba mereka pun jadi berangkat ke Bandung dengan Ikhsan yang membawa mobil.

Untuk menemani mama Iren akhirnya Ikhsan pun mengajak mamanya juga.

Perjalanan yang hampir memakan waktu selama tiga jam tidak terasa karena Ikhsan ngobrol dengan Pian dan Mama Iren ngobrol dengan mamanya Ikhsan.

Dari spion tengah mobil Ikhsan nampak memperhatikan kedua ibu-ibu itu

ngobrol namun entah apa yang mereka bicarakan Ikhsan tidak tau.

Yang jelas hati Ikhsan sedang bahagia karena beberapa saat lagi ia akan bertemu dengan gadis yang selalu mengusik hari-harinya beberapa bulan terakhir ini.

Vika yang saat itu sedang asik bermain dengan teman-temannya tidak tau jika mamanya dan juga Ikhsan datang.

Ia juga membawa dua ekor bebek untuk di potong dan di bakar bersama teman-temannya disebuah saung di tengah sawah milik keluarga Ujang.

Mereka nampak asik sekali begitu terlihat kompak dan saling berkejaran sama.

Semuanya mengerjakan sesuatu kecuali Vika.

Ujang melarangnya untuk membantu, ia hanya cukup mendampingi Ujang yang sedang sibuk membakar bebek.

Sebelumnya bebek itu sudah di potong dan di rendam air panas dirumah Ujang.

Ikhsan pun tiba di rumah nenek Dilla, mama Iren sedikit terkejut karena Ikhsan begitu hafal letak rumah mertuanya.

"Wah kok kamu tau sih San rumah neneknya Vika?" tanya Mamanya sedikit heran.

Ia hanya tersenyum.

"Udah sampe Mah, tante Iren ayo turun" ajak Ikhsan begitu bersemangat.

"Ciee semangat banget sih yang mau ketemu kakak gw" celetuk Pian menggoda Ikhsan.

Iksan tidak menjawab, ia hanya tersenyum sambil mengeluarkan barang bawaannya dan juga oleh-oleh untuk nene Dilla

"Assalamualaikum " ucap Pian sambil membuka pintu depan.

Nenek Dilla yang sedang berada di dapur langsung mematikan kompornya sementara saat mendengar suara orang yang mengucap salam

"Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh, sebentar" jawabnya sambil berjalan menuju ruang depan.

Sejenak ia berhenti dan dan terkejut saat melihat Pian dan juga Iren sudah berdiri didepan pintu.

"Nenek ...." tegur Pian

"Ini betul kalian yang datang?" tanya nenek Dilla masih belum percaya.

"Betul Nek, ini aku Pian cucu nenek yang paling ganteng" ujar nya berkelakar.

Mama Iren pun langsung mencium tangan mertuanya lalu memperkenalkan Iksan dan Mamanya.

Mereka pun duduk diruang tamu sambil menikmati satu gelas teh hangat dan juga beberapa cemilan yang nenek Dilla buat.

Ikhsan nampak tidak tenang, matanya terus saja mencari sesuatu.

Pian yang tau jika Ikhsan sedang mencari Vika hanya tersenyum.

"Emang kalo lagi jatuh cinta kaya begitu apa ya?" batinnya

"Nek ...Kaka Vika kemana, kok gak keliatan?" tanya Pian berniat membantu Ikhsan agar sedikit lebih tenang.

"Oh..si Vika lagi ngumpul bareng temennya disawah sambil bakar bebek, tadi minta bebek dua buat di potong" ucap Nenek Dilla menjelaskan.

"Jauh gak Nek sawahnya?" tanya Pian lagi

"Di sawahnya Ujang sebelah wetan"

Pian terlihat bingung ia tidak mengerti apa yang neneknya ucapankan.

Ia pun mengeluarkan ponselnya lalu berusaha menelpon Kakanya.

"Pasti dia lagi sama si Ujang" batin Ikhsan

Vika yang kebetulan sedang memegang ponselnya langsung menerima panggilan dari adiknya.

"Apa loe ada di rumah nenek, ya udah sini aja gabung" jawab Vika melalui sambungan telepon.

"Gw gak tau loe ada dimana Kaka" jawab Pian

"Ya udah sebentar ya gw jemput" Vika pun menutup sambungan telponnya.

"Jang ada Pian sama mama di rumah nenek, gw pulang dulu ya" pamit Vika.

"Ya udah ayo aku anterin" Ujang pun menyerahkan kipas yang ia pegang pada salah satu temannya dan memintanya untuk menggantikan sementara tugasnya.

Dengan diantar Ujang Vika pun kembali kerumah nenek Dilla

Namun ia sedikit heran saat melihat mobil yang terparkir di garasi neneknya bukanlah mobil papanya.

Ia pun langsung masuk dan melihat ada mamanya.

"Assalamualaikum, mama, tante" sapa nya lalu mencium kedua tangan mamanya dan juga Mamanya Ikhsan.

Ikhsan yang tadi senang melihat kehadiran Vika langsung menjadi kesal saat melihat ternyata Ujang juga ikut.

"Kenapa sih dia selalu ikut kemana Vika pergi" gerutu Ikhsan kesal.

"Jang katanya lagi bakar-bakar bebek ya? boleh gabung gak" tanya Pian

"Boleh lah, hayu atuh kayanya udah Mateng juga" jawab Ujang sambil tersenyum.

Vika pun pamit untuk kembali melanjutkan acara bersama teman-temannya.

Ikhsan yang tadi nya enggan untuk ikut akhirnya ikut juga.

Ia berpikir jika ia tidak ikut, pasti mereka makin dekat.

Dengan sedikit rasa iri ia pun mengikuti Vika dari belakang.

Sedangkan Ujang berjalan bersama Vika sambil bergandengan tangan.

"Sial kenapa gw nyesel ya liatnya, andai saja waktu itu gw tau kalo gw bakal suka sam loe Vika, gw gak akan nolak loe" batin Iksan.

Begitu tiba di saung semuanya sedang selesai dan dengan beralaskan daun pisang dan nasi liwet yang di buat memanjang mereka pun makan bersama.

Ikhsan yang awalnya ragu untuk makan bersama akhirnya ikut mencicipi juga.

Pian yang baru kali ini ikut makan seperti itu nampak begitu lahap.

"loe laper apa gimana dek, kaya abis nguli aja " ucap Vika sambil menggoda adiknya.

"Enak Kaka, gratis lagi wkwkwk"jawab Pian sambil tertawa.

Setelah selesai makan dan bercanda mereka pun segera pulang sebelum nanti sore akan ikut menghadiri pertandingan bola Voly antar kampung.

Setelah mengantar Vika pulang Ujang pun pamit.

"Ini kesempatan gw buat dekat dengan Vika" batin Iksan.

Vika yang saat itu baru selesai mandi langsung ikut bergabung bersama Mama dan juga mamanya Ikhsan.

Sementara itu Pian yang tau jika Ikhsan ingin mendekati Kakanya langsung mengajak Ikhsan untuk mancing di kolam yang ada di samping rumah neneknya.

Dengan rasa enggan Ikhsan pun mengikuti Pian sebenarnya ia juga belum pernah memancing sama sekali.

Vika yang memang juga bisa memancing langsung ikut bergabung.

"Pake serokan aja biar cepat" saran Ikhsan.

"Gak seru kalo pakai serokan, lebih enak mancing ya Kaka ada seninya" jawab Pian sambil melihat ke arah Kakanya.

Vika hanya tersenyum mendengar ucapan adiknya, ia tau jika Pian ingin sedikit mengerjai Ikhsan.

"Iya San lebih enak pake pancingan bisa ngelatih kesabaran loh" ucap Vika sedikit menyindir Ikhsan.

"Apa hubungannya sih Vika kesabaran sama mancing"

"Ya kan harus sabar nungguin ikan nya makan umpan" jawab Vika sambil tersenyum.

Jantung Ikhsan berdegup kencang saat melihat senyum manis Vika.

Ia pun menjadi sedikit grogi.

"Vik, mumpung gw lagi di Bandung, nanti malem jalan-jalan yuk" ajak Ikhsan.

"Boleh aja tapi ajak semuanya ya, Ujang juga boleh gak?" tanya Vika ragu

1
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
sindiri terooosss Vik, Kay. Malu hati sendiri tuh si Ikhsan🤣🤣🤣
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
Untung si Vika kagak jadi sama si Ikhsan. cowo plinta plintut ngga punya pendirian. Mau aja di porotin abis2, udah gitu pake di marah2in lagi
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
Kasiah...diomelin mulu sama pacar. Baru jadi pacar aja, udah ngomel mulu. Gimana kalo udah jadi istri. Makan Hati lo San🤣🤣🤣
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
lo itu cuma terobsesi sama cewek Cantik San, kalo cewek nya ngga cantik mana mungkin mau lo deketin
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
Nyesel kan lo sekaran San. Vika ngga cuma cantik Fisik nya sekarang, Tapi Hati nya pun Cantik
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
Ngga Usah di Inget Vik, Ambil aja Hikmah nya, karena Perkataan Ikhsan lah akhirnya sekarang kamu jadi kurus, jadi cantik
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
kuat banget ya ikatan Batin Vika sama Mama nya. Untung Vika cepet² datang. Ikhsan egois amat, sana sini mau😣
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
Bener kata Nenek Dilla. Yang lalu biarlah berlalu Vik. Cuma kok di kenyataan nya susah ya buat jalanin nya🤔🤔🤔
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
ahhh... Sweet banget Aa Ujang Ini. Jadi kepengen di suapin juga😊
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
mungkin bisa jadi kepala sama badanmu misah dech, San😁😁😁
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
keysa sahabat yg baik ya vik, dia selalu jadi temen buat kamu, moga kedepannya kalian tetep bersahabat dg baik
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
pembully an verbal memang menyakitkan, sabar ya vik, harusnya gk usah didengerin tuh omongan sampah semua
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
astagfirullah nih bocil minta dikremes mulutnya, becandanya kelewatan kalik.. bagi cewek tuh ya paling anti klo dikatakan gemuk. sabar vika, aq juga gemuk kok 😅
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
yang pahit jangan diiinget2 ya fik, kan kamu sudah buka lembaran baru. sokkkkk berangkat, biar rasain gimana kangennya sama ujang ps ldr😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kenyang makan baper🤣🤧
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
eah ujang udah mulai mpok cecif😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
bebek e ilang dimasak🤣🤣🤣
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
semogaaa aja vikaaa bs mencintai ujang
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
hayooo nek kawal sampai jadian😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
setuju tuh, ujang bs nerima kamu dalam keadaan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!