NovelToon NovelToon
COOL BOY GUS FASHAN

COOL BOY GUS FASHAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

COOL BOY GUS FASHAN

🌸SEASON DUA DARI USTADZ MUDA ITU SUAMIKU🌸

Seorang pria gagah, tampan, pemalu dan dingin. Sangat menyayangi keluarganya. Seorang pria berumur 25 tahun, Muhammad Fashan Ali Zainul Majdi. Si sulung dari 4 bersaudara.

Kisah cintanya tak berlangsung mulus, apalagi saat dia dituduh atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Namun, walaupun begitu. Dia adalah pria yang taat agama dan Sholeh. Menginginkan pasangan terbaik, bahkan keislamannya pun sangat berharga untuk nya. Gus Fashan adalah seorang pebisnis muda, guru dan pengurus pesantren keluarganya Al Bidayah. Karena kejadian malam itu, setelah yakin dengan sholat istikharah. Dia menikahi seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh-jauh darinya, dingin, cuek, galak dsn ketus. Gus Fashan berusaha menjadi sosok yang baik untuk istrinya tercinta Raihanah Sufu Embrace, 22 tahun, santriwati baru di pesantren. Gus Fashan berusaha menjadi pencair suasana, jika dia masih bersikukuh dengan sikap cueknya, entah bagaimana rumah tangga nya dengan Raihanah. Gus Fashan akan terus berusaha mendapatkan penerimaan yang ikhlas dari istrinya, walaupun sulit dan memerlukan waktu. Akankah si ketus Raihanah luluh? kita simak kisahnya..

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Rai sakit

Gus Fashan berhenti menulis di papan tulis, saat ada dua orang murid yang terus berisik dan menganggu yang lain. Gus Fashan mengangkat tangannya, dan melemparkan spidol.

Tak.... Spidol membentur dinding cukup keras, dan membentur kepala murid yang berisik tadi.

”Jangan berisik” tegas Nida.

Murid tadi mengusap-usap kepalanya yang terasa ngilu.

”Fadlan, Cahya dan kamu Egi ikut bapak” seru Gus Fashan lantang, ketiga murid yang namanya dipanggil tidak bisa menghindar lagi. Gus Fashan membawa ketiganya ke lapangan, sementara di kelas. Fara yang menulis di papan tulis, untuk disalin teman-temannya yang lain.

Ketiga murid tadi diminta berlari 10 keliling, Gus Fashan berkacak pinggang dan sesekali melangkah memperhatikan ketiganya.

”Cepat!” teriak Gus Fashan, suaranya menggema dan membuat guru lain yang sedang mengajar mengintip, dan melihat apa yang sedang dilakukan guru termuda di sekolah itu, termuda tapi paling disiplin dan galak.

”Pak Fashan kalau udah marah serem ya" ujar pak Romi. Dia dan Bu Nurma sedang di ruangan guru.

”Enggak ah, tambah cute malahan” jawab Bu Nurma. Pak Romi melongo dan menoleh memperhatikan Bu Nurma, yang cengengesan memperhatikan Gus Fashan.

"Inget umur Bu, sudah punya suami juga” ejek pak Romi.

”Kalau sekedar cuci mata kan gak apa-apa pak, lihat yang di rumah melulu, bosen" kata Bu Nurma tanpa ragu, pak Romi menggeleng kepala dan memilih pergi meninggalkannya.

****

Raihanah terlihat murung, dia sendirian di kantin. Tiba-tiba Zaskia datang dan tersenyum, dengan terpaksa walaupun malas, Raihanah akhirnya tersenyum.

”Kamu kenapa Rai?” ujar Zaskia.

”Enggak apa-apa” jawab Raihanah, lalu meminum minumannya.

”Kamu bisa cerita sama aku ya, jangan sungkan-sungkan. Kita kan temen” Zaskia membujuk, Raihanah mengangguk ragu.” Apa ini tentang suami kamu Rai? ayo cerita aja, seperti apa dia. Sampai kamu galau begini” Zaskia antusias.

”Enggak, aku cuma lagi capek aja. Gak ada masalah kok” Raihanah berucap sambil tersenyum, lalu Zaskia mengenggam tangannya.

”Jujur sama aku Rai” pinta Zaskia.

Raihanah menggeleng kepala dan tersenyum lagi.” Enggak aku gak apa-apa” katanya yakin, padahal dia sedang dilema saat ini. Zaskia cemberut karena tak berhasil membujuk Raihanah, Raihanah merogok tas nya dan pesan masuk dari suaminya.

”Assalamu'alaikum, kamu dimana?” pesan masuk dari Gus Fashan.

Raihanah bangkit dan Zaskia memperhatikannya.” Aku duluan ya, dah” Raihanah pamit dan Zaskia hanya mengangguk.

Gus Fashan menunggu dan dia tersenyum melihat kedatangan istrinya. Raihanah terdiam saat Gus Fashan menyodorkan hapenya.

”Hape kamu” ucap Gus Fashan.

Raihanah menariknya kasar dan mendelik sebal.” Kamu baik-baik begini, supaya aku gak marah lagi?” ketus Raihanah.

”Kenapa begitu sih ngomongnya, kenapa masih marah sih. Saya kan sudah minta maaf” lirih Gus Fashan, suaranya serak dan tatapannya sendu. Raihanah menepis tangan Gus Fashan yang ingin mencubit pipinya.” Rai” panggil Gus Fashan.

Raihanah meleos pergi, dan masuk sendiri ke dalam mobil. Gus Fashan menyusul dan tak kunjung melajukan mobilnya.

”Saya cium ya” ancam Gus Fashan. Karena Raihanah terus cemberut.

”Enggak!” sedikit membentak.

”Senyumnya mana?” goda gus Fashan. Raihanah malah berpaling dan tidak mau melihat suaminya.

Sabar Shan sabar, untung sayang. Kalau gak sayang udah aku suruh keluar kamu Rai.

Gus Fashan hanya mampu berkicau dalam hati, dia pun lekas melajukan mobilnya dan Raihanah tetap diam. Sepanjang perjalanan keduanya diam membisu, sesampainya di pesantren. Raihanah terdiam memperhatikan seorang pria yang sedang memangku anak kecil di depan rumah. Sedang mengobrol dengan abi Farhan.

”Rai, kamu kenal sama itu cowok?” ujar Gus Fashan.

”Dia sepupu aku, bang Fatur. Nama anaknya Rayyan.” Jawab Raihanah sambil tersenyum memperhatikan Rayyan, Gus Fashan merasa panas dan mengunci pintu mobil kembali.” Gus aku mau turun”

”Kamu belum senyum sama saya, lihat pria lain malah senyum-senyum begitu” sewot Gus Fashan dan Raihanah melongo.

”Aku senyum lihat Rayyan, bukan bang Fatur. Ayo buka Gus” ucapnya sambil menggoyangkan lengan Gus Fashan.

Gus Fashan mendelikan matanya sebal, Raihanah menahan tawanya. Melihat reaksi suaminya yang sedang cemburu. Begitu lucu, seperti anak kecil.

Sadar Rai, kamu sedang marah. Harus cuek, gak boleh senyum-senyum sama Gus Fashan untuk sekarang, biarin Gus Fashan tahu kalau kamu bisa protes dengan diam seperti ini. Gumam Raihanah dan menahan bibirnya agar tidak tersenyum.

Gus Fashan dan Raihanah keluar dari mobil, keduanya melangkah bersama menuju ke rumah, Fatur tersenyum melihat sepupunya Raihanah, Raihanah yang dulu terlihat begitu berbeda, balutan busana muslimah membalut tubuh tinggi gadis itu, kerudung berwarna Army yang dia pakai, Raihanah sangat cantik memakai kerudung. Fatur bahkan baru sadar, sepupunya sungguh luar biasa.

”Assalamu'alaikum” ucap Gus Fashan dan Raihanah.

”Wa'alaikumus Salaam” jawab Abi Farhan dan Fatur.

”Fatur sudah menunggu kamu, ajak dia dan Rayyan masuk” seru Abi, Raihanah mengangguk dan menyalami tangan ayah mertuanya itu. Abi pun pergi untuk beristirahat, tidur siang menjadi salah satu aktivitas yang wajib untuknya, usia yang tak muda lagi, tak bisa dipungkiri, mudah sakit dan harus banyak beristirahat.

”Bang” sapa Raihanah.

”Aku pangling lihat kamu Rai, ini suami kamu?” ujar Fatur, Raihanah tersenyum dan menoleh ke arah suaminya. Gus Fashan meraih tangan Raihanah dan Raihanah melotot.

”Emm, iya bang. Ini suami Rai, Gus Fashan.” Kata Raihanah dan Fatur tersenyum seraya mengulurkan tangannya, Gus Fashan melepaskan genggaman tangannya lalu berjabat tangan dengan Fatur sekilas.

Rayyan tersenyum melihat Raihanah, menyalami tangan Raihanah. Setelah itu semuanya masuk ke dalam rumah, untuk berbicara lebih leluasa. Umi dan Faiza meletakkan air dan kudapan untuk semuanya. Raihanah merasa tidak enak hati, karena Fatur adalah tamunya.

”Biar Rai aja mi” kata Raihanah, mengambil alih nampan tapi umi tak memberikannya.

”Kamu baru pulang kuliah, pasti capek. Duduk aja” ucap umi lemah lembut dan akhirnya Raihanah duduk, Fatur tersenyum melihat kedekatan keduanya, dia merasa lega melihat keluarga suaminya Raihanah begitu menyayangi Raihanah. Faiza dan Fatur terlihat saling melirik, saling tertarik satu sama lain. Fatur adalah seorang duda, sudah lama istrinya meninggal karena sakit. Dia akan menikah lagi jika Rayyan yang memilih. Tapi sekarang, Fatur malah terpesona dengan sosok Faiza.

”Terima kasih" kata Raihanah kepada Faiza, Faiza mengangguk dan pergi bersama uminya.

”Aku senang mendengar kamu sudah menikah, keluarga ini sangat baik, kamu beruntung Rai. Suami kamu juga baik sepertinya” kata Fatur dan Gus Fashan melongo. Kenapa kalimat sepertinya itu seperti sebuah keraguan.

”Iya Alhamdulillah, Gus Fashan juga baik banget sama aku. Kami menikah memang mendadak bang, gak banyak undangan yang dibuat, banyak saudara juga yang gak bisa hadir.” Tutur Raihanah, senyuman manis terukir manis di bibir Gus Fashan. Mendengar sebuah pengakuan dari istrinya tersayang.

Nyengir lu, gak mungkin kan aku bilang kamu kayak guru BK. Gumam Raihanah. Dan memperhatikan suaminya yang terus tersenyum.

”Selamat atas pernikahan kalian berdua, semoga sakinah mawadah warahmah.” Ujar Fatur begitu lembut, matanya tidak beralih dari Raihanah.

”Aamiin” jawab Raihanah dan Gus Fashan.

Fatur meraih hadiah yang dia bawa, dia sodorkan kepada Raihanah dan Raihanah menerimanya.” Terima kasih bang” ucap Raihanah.

”Sama-sama, aku sama Rayyan tinggal di rumah nenek. Aku dipindahkan ke kota ini, kita akan sering bertemu” ujar Fatur dan Raihanah terdiam.

”Rayyan dijagain sama siapa kalau abang kerja?” Raihanah khawatir dan mengusap rambut Rayyan.

”Ada mbak” jawab Rayyan dan semuanya menoleh.

”Iya, aku bawa baby sitter juga ke sini. Gak usah khawatir” lirih Fatur dan Raihanah mengangguk.

Setelah sekian lama berbincang, Gus Fashan hanya menjadi pendengar, dan penonton. Matanya terus memperhatikan Raihanah, matanya, hidungnya, pipinya dan bibirnya. Dia perhatikan dengan teliti, penuh penghayatan, dan semua itu adalah miliknya.

”Aku dan Rayyan pamit ya, in sha Allah kita kesini lagi. Aku senang sudah melihat kamu” tutur Fatur pamit.

”Iya, nanti aku juga ke rumah nenek. Hati-hati di jalan” kata Raihanah dan Fatur mengangguk. Raihanah dan Gus Fashan mengantarkan keduanya sampai ke depan pintu, setelah mengucapkan salam dan dijawab, Fatur dan Rayyan pergi.

Raihanah menoleh saat tangan Gus Fashan merangkul pinggang nya.

”Jangan macam-macam” tegas Raihanah, dia sikut dada suaminya itu dan refleks Gus Fashan melepaskan rangkulannya. Raihanah masuk untuk membereskan semuanya yang berserak di atas meja.

”Rai” panggil Gus Fashan, namun tidak ada sahutan.

Malam hari tiba, Gus Fashan pulang dari masjid dan melihat semua keluarganya makan malam bersama, namun Raihanah tidak ada.

”Raihanah mana?” tanya Gus Fashan, sembari duduk disebelah Fara.

”Teteh sudah tidur bang, tadi Fara udah ngajakin makan, katanya gak lapar” tutur Fara dan Gus terdiam.

”Coba kamu yang ajak” titah umi Nailah dan Gus Fashan mengangguk, dia bangkit dan pergi untuk melihat istrinya.

Sesampainya di kamar, Raihanah sudah bangun dan sedang menyenderkan punggungnya di bahu ranjang tempat tidurnya.

”Assalamu'alaikum” ucap Gus Fashan

”Wa'alaikumus Salaam” jawab Raihanah, dia diam saat Gus Fashan mendekatinya.

”Kenapa gak mau makan? kamu mau makan apa Rai, saya beliin ya, atau mau makan diluar? jangan sampai gak makan. Nanti kamu sakit sayang” tutur Gus Fashan begitu lembut, Raihanah terdiam mendengar panggilan 'sayang' di telinganya. Gus Fashan tidak salah kan? atau dia yang mendadak tuli.

”Mau makan apa hmm?” tanya Gus Fashan lagi, dia usap rambut panjang Raihanah lembut.

”Aku gak bisa makan Gus, sakit” adu Raihanah sambil merengek, dia bergeser dan menyenderkan kepalanya di dada suaminya, sungguh dia tak sanggup lagi, marah terlalu lama dan tidak memeluk Gus Fashan, tubuh suaminya yang wangi dan membuatnya candu serta nyaman.

”Sakit gigi?”

”Gusi aku bengkak kayaknya, sakit banget leher aku juga” kata Raihanah, Gus Fashan meraih hapenya di atas nakas lalu menyalakan senter. Dia arahkan ke bibir Raihanah yang berwarna pink alami itu.

”Aaaa buka mulutnya, aku lihat” titah Gus Fashan, Raihanah membuka mulutnya, dan Gus Fashan memeriksanya sudah selesai seorang dokter, dokter khusus untuk Raihanah, dia perhatikan gigi rapih dan tidak ada yang bolong, tapi gusinya memang bengkak. Gus Fashan berhenti dan Raihanah menyenderkan kepalanya kembali.

”Leher aku sakit” kata Raihanah.

”Makan bubur ya, saya buatin” ucap Gus Fashan dan Raihanah mengangguk.

Gus Fashan meletakkan peci dan kain sorbannya, Raihanah ingin ikut keluar dan Gus Fashan merangkul bahunya. Dia minta istrinya itu duduk sambil menonton televisi. Gus Fashan membuat teh terlebih dahulu dan Raihanah memperhatikannya.

”Beruntungnya aku punya suami seperti kamu Gus, jangan berubah ya. Aku sayang sama kamu” kata Raihanah berbisik dan Gus Fashan menoleh, Raihanah tersenyum lebar dan Gus Fashan mendekatinya, membawa segelas teh hangat manis.

”Rai sakit?” tanya umi yang baru datang ke lantai dua tersebut.

”Tenggorakan nya sakit katanya mi, gusinya juga bengkak. Fashan mau buat bubur aja buat Raihanah” tutur Gus Fashan, Umi Nailah langsung mendekat lagi dan menempelkan punggung tangannya di kening menantunya itu.

”Agak panas juga, habis makan minum obat ya” lirih umi dan Raihanah mengangguk. Kini, umi beralih menatap Gus Fashan.” Jagain” kata umi singkat, tapi penuh penekanan dan tatapannya sedikit sinis kepada Gus Fashan. Raihanah yang melihat Gus Fashan sepertinya disalahkan, merasa tidak tega.

”Gus Fashan jagain aku dengan baik mi, cuma Rai kecapean aja, tugas kuliah banyak banget, terus kemarin kan dari puncak, Rai kecapean. Jangan nyalahin suami Rai ya umi” tutur Raihanah membela suaminya, umi Nailah langsung tertawa dan Gus Fashan tersenyum malu-malu.

Raihanah kebingungan melihatnya.

”Nah begitu dong, saling jaga, saling bela. Umi cuma bercanda, tanpa umi minta. Umi yakin Fashan bakal jagain kamu dengan baik, semoga cepat sehat ya. Jangan lupa minum obat nanti” tutur umi Nailah dan Raihanah mengigit bibir bawahnya kelu, dia terus melirik suaminya yang masih tersenyum. Umi Nailah pun tidak lama pergi, Raihanah diam dan sesekali memperhatikan suaminya yang sedang sibuk di dapur kecil itu, begitu teliti padahal hanya membuat bubur. Setelah bubur siap, Gus Fashan mendekat. Obat pun sudah dia sediakan dia atas meja.

”Panas, tiup dulu” pinta Raihanah dan Gus Fashan mengaduk-aduk bubur buatannya itu. Setelah merasakan bubur mulai dingin, Gus Fashan mulai menyuapi istrinya.

”Bismillah...” Ucap Gus Fashan berbisik, satu suapan masuk dan Raihanah tetap merasakan nyeri saat menelan buburnya.” Masih susah? buat susu aja deh” Gus Fashan heboh, hendak bangkit tapi Raihanah meraih tangannya.

”Ini sudah cukup Gus, gak usah. Aku bisa kok nelen nya. Cuma sakit sedikit” ucap Raihanah dan menarik lengan suaminya agar duduk kembali. Gus Fashan duduk dan Raihanah membuka mulutnya, ingin di suapi lagi.

”Oke, aku suapi lagi. Pelan-pelan aja nelen nya, besok kita ke klinik ya. Kamu harus diperiksa” Gus Fashan sangat khawatir, Raihanah mengangguk menurut.” Semoga cepet sehat” ucap Gus Fashan kembali, dia memegang dagu Raihanah, kedua mata Raihanah membulat dan..

Cup..

Kecupan lembut mendarat di bibirnya sekilas. Gus Fashan diam, dan menyuapi Raihanah kembali, bersikap biasa saja walaupun dia juga grogi saat ini.

1
Elfi Rahmi
/Wilt/
Cah Dangsambuh
waaah aku baru nemu ni cerira religi padahal udah lama di terbitin ,,dari prolognya lansung suka
Olivia Mahen
nangiss kejerrr aku kakkk, berat banget ujian hidup mu raiii😭😭
Olivia Mahen
baru baca ini novel ditahun 2025 liat ending nya ngilu banget hatiku ya allah gk nyangka Gus fashan meninggal duluan 😭😭, rai penuh banget ya cobaan nya. malam malam baca yg sad end bengkak nih mata
Nabil Mauza: baca jug kk yg perbedaan 18 tahun bagus banget
total 1 replies
Izza Nabila
Luar biasa
Liii
luar biasa MasyaAllaah 😭🫂✨
Liii
usaha nya Gus fashan si kenapa Thor? kenapa ga dilanjutkan oleh Gus mu?
Liii
Fara Fahira Faiza gimana apa kabar? kenapa episode nya dikit Thor?
Liii
astaghfirullah banjir ini mah bantal😭😭
Liii
apa karena Gus fashan syok dengar teman nya yang meninggal istri temannya sudah menikah lagi?? kenapa bisa begitu Thor?? ga rela Gus fashan ga mungkin begitu cepat Thor, gimana ini???
Liii
MasyaAllaah keluarga Cemara sekali 😍
Liii
innalillahi wa innailaihi roji'uun nenek Riska udah meninggal? kenapa gimana cerita Thor?
Liii
emang wafi sekarang umur brp si?
Liii
gimana cerita nya ko tiba" fara nikah sama Nafis, sesingkat itu kah ceritanya?? padahal Fara baru ulang tahun di bahagiain bang Raihan, kasian pisan bang Raihan🥲 sabar ya bang hehe
Liii
ai cnh Ning Rai th hoyong gaduh opat😭🤣
Liii
pengen punya suami kaya Gus fashan😭
Liii
ikut senang MasyaAllaah Tabarakallaah Selamat Ning Rai Dan Gus Fashan🥰
Liii
sedih pisan Gusti 😭😭😭
Liii
ga ngerti ini kapan dibocorin si Anisa hamil sama siapa ?
Liii
jadi penasaran Fara jodohnya siapa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!