NovelToon NovelToon
Ling Tian

Ling Tian

Status: tamat
Genre:Komedi / Petualangan / Karir / Ahli Bela Diri Kuno / Murid Genius / Bepergian untuk menjadi kaya / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Adib Mudzofar

Mengisahkan sosok Jamal si bocah biasa dari desa, namun akhirnya mampu meroket hingga kekancah dunia. Entah itu dunia nyata atau bahkan dunia imajinasi.

Dia dipilih menjadi murid pribadi Sang Pendekar Legenda. Dilatih berbagai ilmu tentang pendekar. Seperti jurus-jurus, alcemis, formasi, dan penempaan senjata.

Ada apakah? Mengapa demikian? Simak kisahnya!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adib Mudzofar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ling Tian

"Tapi tiba-tiba fenomena itu lenyap dan saya kehilangan arah," ucap Jendral Po dengan bergetar.

"Dasar tak berguna!" ucap Kaisar Iblis sambil menampar Jendral Po dengan kekuatan energi.

Bommmmm

Jendral Po tak berdaya dan menabrak tembok istana hingga hancur. Dia kemudian bangkit dan kembali menghadap Kaisar Iblis.

"Mohon hukum hamba atas kesalahan ini Yang Mulia" ucap Jendral Po dengan bersujud.

"Haaa! Dimana tempat itu Jendral Po?" tanya Kaisar Iblis.

"Ampuni hamba Yang Mulia. Tempat itu adalah Benua Langit," jawab Jendral Po yang masih terus bersujud.

"Hm, Benua Langit? Bukankah itu tempat terendah berpenghuni manusia fana?"

"Benar Yang Mulia,"

"Akan menjadi masalah jika kita diketahui oleh para dewa b*ngsat saat memasuki Benua Langit dan perang besar bisa saja terjadi karena ini," ucap Kaisar Iblis.

Dia menjadi ragu untuk mengirim pasukan untuk menyusup di Benua Langit. Jika para dewa penjaga benua tahu, maka konsekuensinya adalah perang melawan Kaisar Langit. Sementara dengan kekuatan yang saat ini dimiliki, belumlah cukup untuk menghadapinya.

Namun yang tidak Kaisar Iblis ketahui adalah Kaisar Langit itu sendiri juga mengirim pasukan dewanya untuk memburu dan membunuh bayi yang dilahirkan hari itu di seluruh Benua.

Di Alam Dewa...

Semua pasukan dewa yang ditugaskan Kaisar Langit telah kembali. Kini mereka sedang menghadap untuk melapor pekerjaannya.

"Apakah kalian sudah selesaikan tugas dariku?" tanya Kaisar Langit.

"Ampun Yang Mulia Kaisar, kami telah membunuh semua bayi di seluruh Benua yang lahir dihari kemarin pasca terjadinya fenomena khususnya di Benua Langit yang menjadi pusat bencana," jawab salah satu pimpinan pasukan dewa.

"Bagus, aku puas dengan kinerja kalian! Sekarang kalian boleh pergi,"

"Baik Yang Mulia." jawab mereka serentak.

Setelah kepergian pasukannya, Kaisar Langit menghela nafas lega. Dia merasa bahwa ancaman orang yang akan mampu menggulirkan tampuk kekuasaannya.

Kaisar langit saat ini memang sosok Dewa yang sangat berambisi. Dia sangat berbeda dengan sifat Kaisar sebelumnya. Padahal sebelum dia diangkat menjadi Kaisar Langit, Kaisar sebelumnya sudah memperingati agar bersifat adil dan tidak sembrono. Namun seperti yang saat ini bisa dilihat semua dewa, Kaisar Langit sekarang tidak pernah melaksanakan dan mengindahkan nasehat Kaisar terdahulu.

Kaisar terdahulu sendiri turun tahta karena sebab dia telah mencapai satu ranah yang dianggap Suci oleh para dewa. Akhirnya dia memberikan jabatan Kaisar Langit kepada satu-satunya murid yang dia punya. Dia lalu pergi mengasingkan diri entah kenama dan tak mau berkecimpung lagi urusan duniawi seperti para pendahulunya yang telah mencapai ranah itu.

Di Klan Ling...

"Istriku, akhirnya kau siuman." ucap Ling Jun dengan bahagia. Sudah dua hari dia selalu menunggu istrinya yang tak kunjung membuka mata. Dia langsung mendekat dan memeluk erat istrinya itu.

"Suamiku, apa yang terjadi dan dimana kita sekarang?" tanya Hei Si kebingungan. Dia agak linglung dengan tempatnya berada.

"Kita saat ini berada dirumah kakak Bo Teng," jawab Ling Jun.

Hei Si mengerutkan keningnya, dia merasa aneh dengan keadaan. Sebelumnya dia ingat saat hendak melahirkan anaknya. Namun saat ini dia malah dirumah kakak iparnya. 'Apa yang terjadi?' fikirnya.

"Mengapa kita berada disini suamiku? Mengapa tidak dirumah?" tanya Hei Si.

"Ah! Istriku, rumah kita saat ini sedang diperbaiki," kata Ling Jun.

Hei Si semakin bingung.

"Hancur?"

"Benar istriku..." jawab Ling Jun.

Akhirnya Ling Jun menceritakan semua kejadian serta fenomena alam yang melanda dua hari yang lalu. Ling Jun tidak sedikitpun menutupi hal-hal aneh yang terjadi kepada Hei Si. Dia menceritakan semua yang tabib Yi katakan. Hei Si yang mendengarkannya hanya tersenyum. Dia sangat bangga pada suaminya yang mengadu kepada dewa, lalu dewa memberkati pengaduannya. Dan untuk masalah kemunculan naga hitam yang mengelilinginya saat tak sadarkan diri, Hei Si tidak mau ambil pusing. Dia menganggap mungkin itu adalah bentuk berkah itu.

"Jadi begitu?" ucap Hei Si yang masih dengan senyuman.

"Benar istriku, anakku telah kembali. Jadi aku dan ayah mertua memberikan semua kompensasi pada orang-orang atas rasa syukur. Tak apa kan?" tanya Ling Jun.

"Tidak apa-apa suamiku. Justru aku malah senang mendengarnya. Hanya saja sepertinya ayahku sedang agak kesurupan, hingga dia tiba-tiba berubah jadi dermawan," ucap Hei Si sambil tersenyum melucu. Dia faham betul siapa ayahnya. Selama ini ayah Hei Si atau Patriark Klan Hei terkenal sangat perhitungan untuk masalah harta. Lebih tepatnya dia terbilang pelit.

"Hahaha." Ling Jun hanya menanggapi ucapan istrinya dengan tertawa lantang.

Ling Jun dan Hei Si saling mengobrol dan bercanda ria berdua, hingga para anggota keluarga mendengar sayup-sayup tawaan Ling Jun didalam kamar. Akhirnya merekapun datang dan menghampiri sepasang suami istri itu.

Tok tok tok!

"Jun'er, apa kamu baik-baik saja?" tanya Patriark Hei.

"Ah! Ayah mertua dan saudara semua. Hei Si telah sadarkan diri saat ini," ucap Ling Jun setelah membuka pintu.

Semua orang lantas masuk kedalam kamar untuk melihat kondisi terkini Hei Si.

"Putriku, bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Patriark Hei.

"Ayah, aku sudah baikan, ayah dan saudara semua tidaklah perlu khawatir," jawab Hei Si.

"Syukurlah jika begitu. Lalu bagaimana dengan kandunganmu itu? Apa tidak sakit lagi?" tanya Patriark Hei.

"Tidak ayah, kandunganku baik dan anakku sehat." jawab Hei Si tersenyum manis.

Semua orang mengangguk meskipun masih terasa aneh. Bagaimanapun, sebelumnya anak dalam kandungan Hei Si sudah divonis tabib Yi meninggal dan harus dikeluarkan. Namun sekarang Hei Si mengatakan bahwa anaknya baik-baik saja dan itu merupakan kebenaran. Sungguh keajaiban yang nyata, ucap semua orang dalam fikirannya.

Hari-hari telah berlalu. Rumah-rumah warga yang rusak telah kembali berdiri tegak. Begitupun dengan kediaman sederhana milik Ling Jun. Sebelumnya, setelah mengetahui Hei Si dan bayinya dalam kondisi baik, Patriark Hei menginap beberapa hari di Klan Ling. Dia berniat menunggu kelahiran cucu pertamanya. Namun setelah beberapa hari menginap, Hei Si belum memperlihatkan reaksi akan melahirkan. Akhirnya ayah mertua Ling Jun itu kembali ke Klannya.

Hingga saat ini Hei Si belum menunjukan reaksi. Padahal sudah sebelas bulan total waktu dia mengandung. Tabib Yi juga beberapa kali diundang Ling Jun untuk memeriksa kandungan Hei Si dan jawabannya pun tatap sama yaitu baik-baik saja.

Di sore hari itu, Ling Jun dan Hei Si sedang duduk di bangku taman kecil dibelakang rumahnya. Keduanya bercengkrama dengan mesra sekali. Beberapa kali Hei Si juga terlihat tertawa karena candaan dari Ling Jun.

"Suami. Jika anak kita nanti lahir, kamu hendak memberi nama siapa?" tanya Hei Si.

"Siapa ya? Aku juga bingung. Menurutmu nama apa yang bagus buat calon anak kita?"

"Issh! Kamu ini ditanya malah balik nanya. Mana aku tau!" ucap Hei Si sambil menggembungkan pipinya.

"Hihihi. Istriku, kamu makin cantik dengan ekspresi begitu," kata Ling Jun sambil mencubit ringan kedua pipi istrinya itu.

"Tch," gerutu Hei Si.

"Hahaha. Si'erku sayang. Anak kita adalah anak yang telah mendapatkan berkah dari Dewa Agung dari langit. Jika dia perempuan maka akan aku beri nama Ling Ru'er. Namun jika anak kita laki-laki, aku akan memberikan nama yang berartikan Penguasa Langit!" ucap Ling Jun.

"Nama apa itu?" tanya Hei Si.

"LING TIAN" jawab Ling Jun.

Jdaaaarrrrrrrrrr....

______&&&&

Tinggalkan like, komentar, atau votenya...

Kata-kata hari ini:

"cukuplah jadi orang yang mampu meng orang kan orang!" 😎 ... (keren kan kata-kata gua?) 😎😂

1
Jade Meamoure
judulnya Ling Tian kirain novel Xian Xia ckckck
Kangee: loncat baab 22🙄 kan wes ditulis nang ngarepan mau🙄 buta tah piye🙄
total 1 replies
RH
ternyata beneran bertele²
nyimak ae dulu dah
kanjeng ribet
bagus banget
kanjeng ribet
lebih sadis dari pada kaisar iblis cok 😡😡
🌠Galih Tinarbuko👁
Lumayan
Hary
CENGENG... nyesel lo belum di ewek. paeh...
Hary
MC nya DONGOK macam Penulisnya
Hary
MC TIDAK BERGUNA, BUNUH DIRI SAJA
Hary
belum di ewek. geus paeh...
Hary
yg DUNGU MC ATAU THOOOR YA
Hary
ngencuk sik, ben fresh otakmu...
🤣🤣🤣
Hary
dalam bentuk burung Phoenix pasti tidak pakai celana dalam tuh...
ngintip dong lobang pantatnya... 🤣
Hary
ngarep. com
Hary
SAPI
Hary
PEMALAS, SELALU BANYAK ALASAN...!!!
Hary
KAMPRET...
PEMALAS...!!!
Hary
KAMPRET...!!!
ISI SATU JILID TAK SEBANDING DG IKLAN...
DASAR PENULIS MALAAAS...!!!
My: bikin VIP bg,,, biar nggk ada iklan.. cuman 30 rebu ko,, 😅
total 1 replies
Hary
NGENTOOOOOOT.....
HARAM JADAH IKLAN NYA, SANGAT MENGGANGGU...!!!
Hary
PELAJARAN SBG SANTRI DI PONDOK PESANTREN, LENYAP SDH...!!!
Hary
NGENTOOOOOOT... IKLAN BANGSAAAT
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!