Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 : Pertarungan Shen Yan , Pelaku Tertangkap!
Bab 24 : Pertarungan Shen Yan , Pelaku Tertangkap!
_________
"Dia orangnya!"
Shen Yan mengikuti jejak residu yang terus menuntunnya ke sebuah lembah yang penuh dengan kaktus pemakan darah. Ia melihat pria misterius itu berdiri di antara dua batu besar. Pria itu lalu terbang menuju ke sebuah air terjun yang menjulang tinggi , ia melompat lalu menghilang.
"Sepertinya ini tempatnya!" gumam Shen Yan.
Shen Yan turun menapak di atas sebuah batu besar di depan air terjun. Menatap tirai air di depannya dengan serius. Belum sempat berkata , 4 buah avatar pedang melesat dari balik tirai air.
"Tap Tap Tap"
Shen Yan sudah memprediksi itu , ia dengan mudah menghindari semua serangan itu. Lalu dari dalam tirai air sosok pria dengan jubah hitam muncul secara misterius , ia berdiri mengambang di atas udara kosong.
"Kau memang berbeda dengan teman temanmu yang mati di tanganku!" ucapnya.
Ia mengangkat pedangnya , mengacungkannya ke arah Shen Yan dengan niat membunuh di matanya. 16 pedang muncul satu persatu di belakangnya menjadi formasi pedang yang siap melesat. Hanya dengan satu ayunan , semua pedang itu melesat dengan kecepatan tinggi.
"Bergabunglah dengan teman temanmu!" teriaknya.
Melihat serangan mematikan seperti itu , Shen Yan mencabut pedang dari pinggangnya dengan cepat. Hanya dalam satu sabetan pedangnya formasi 16 pedang itu tercecer ke segala arah. Menancap lalu menghilang setelah kehilangan momentumnya.
"Penebas Langit : Phoenix Hitam!"
Shen Yan melesat dengan api hitam di tangannya , satu sayatan pedangnya meledakkan seluruh area pertempuran mereka. Dengan raungan Phoenix Hitam yang membumbung ke angkasa.
"Formasi jiwa!" gumam Shen Yan.
Pria dengan jubah hitam tersebut tertawa dingin , sudut bibirnya melengkung setelah tahu pemuda yang ia lawan terkejut dengan kekuatannya. Ia berkata dengan sombong bahwa ia mampu membunuh Shen Yan hanya dengan tiga gerakan.
"Teknik Pedang : Tiga Goresan Langit!"
Tubuh pria berjubah hitam terbang cukup tinggi , ia membuat gerakan pembukaan teknik pedang di atas langit. Tepat saat pedang mengarah ke bawah , ia berteriak keras sambil menyerang.
"Teknik Pertama : Goresan Bayangan!"
Tubuhnya berkedip , lalu muncul 4 sosok bayangan dari tubuhnya yang menyerang bersama sama ke arah Shen Yan. Namun dengan kemampuan mata dewanya , Shen Yan dengan mudah menebak satu sosok yang asli. Ia menebasnya dengan Tian Zhan membuat pria itu terbang mundur.
"Tidak buruk!" ucapnya.
Pria itu lalu melakukan gerakan kedua , ia kembali melesat dengan gaya yang berbeda.
"Teknik Kedua : Goresan Petir!" teriaknya.
Serangan kedua pria berjubah hitam itu kini mengandung kekuatan petir yang merusak , sabetan pedangnya merobek ruang kosong. Shen Yan memblokirnya dengan melepas satu segel Tian Zhan menjadi Artefak Kaisar. Tekanannya mampu meredam petir yang merusak itu , pria berjubah hitam itu terkejut saat serangannya mampu di tekan oleh pusaka pemuda di bawahnya. Ia lalu mengerutkan keningnya ketika melihat pusaka Shen Yan , sangat menarik minatnya.
"Pusaka itu harus menjadi milikku!" gumamnya.
Pria berjubah hitam itu lalu membuat gerakan berbeda yang cukup menarik perhatian Shen Yan. Shen Yan tahu , orang tersebut sedang mengalirkan kekuatan jiwanya terhadap serangan ketiganya. Gelombang kejut tiba tiba tercipta , waktu di sekitarnya melambat beberapa kali. Daun yang berjatuhan seperti berhenti di udara kosong.
"Teknik Ketiga : Goresan Jiwa!"
Saat ini Shen Yan cukup serius , ia berdiri mengangkat kepalanya menatap tajam serangan yang datang. Shen Yan membuka ikat penutup mata dengan pelan , mata yang bertabur bintang terlihat mencolok kontras dengan warna di sekitarnya.
"Teknik Mata Dewa : Serangan Jiwa!"
Cahaya putih bergerak seperti kilat , itu menembus serangan pria berjubah hitam itu dengan kecepatan yang mengerikan. Itu tepat mendarat di kening pria berjubah hitam itu dengan kejam.
"Arrrrh!" teriaknya pilu.
Tubuhnya mendadak kaku , lautan jiwanya runtuh seketika. Ia hanya sempat melihat mata aneh pemuda di bawahnya dengan keterkejutan di matanya. Pria berjubah hitam itu jatuh menghantam tanah di bawahnya dengan keras. Ia tidak mati , namun saat ini keadaannya tidak berbeda dengan orang gila.
"Merepotkan saja!" ucap Shen Yan.
Shen Yan menarik jubah hitam itu dan ternyata pria itu memakai tanda pengenal dari Sekte Pagoda Langit. Shen Yan terlihat tak peduli dengan tanda pengenal itu , ia lalu membawa pria berjubah hitam itu terbang kembali ke Sekte Puncak Terang.
________
Gerbang Besar , Sekte Puncak Terang.
Dua penjaga sedang berdiri dengan tenang , mengawasi sekitar dengan waspada. Salah satu pemuda yang berjaga tiba tiba melihat sosok terbang dari kejauhan , ia memberitahu rekannya dan bersiap untuk serangan jika yang datang adalah musuh.
"Sepertinya dia Shen Yan! Murid Puncak Meditasi! Siapa yang dia bawa!" ucap penjaga bertubuh tinggi besar.
Shen Yan tiba dengan tenang , menapak lantai giok di hadapan para penjaga. Setelah melapor , ia bersiap untuk terus melanjutkan perjalanannya membawa pria berjubah hitam ke Puncak Terlarang. Dua penjaga itu hanya membatin heran , namun mereka tak mempermasalahkan siapa yang di bawa oleh Shen Yan karena sebelumnya para Tetua telah memberi tahu semua penjaga.
Saat ini beberapa Tetua terlihat sedang berada di Puncak Terlarang untuk berdiskusi , tiba tiba suara lonceng kecil terdengar di pintu besar Puncak Terlarang.
"Kling Kling Kling "
"Dia datang!" gumam Leluhur Wu Chen.
Semua orang yang ada di ruangan itu menyapu pandangannya ke pintu masuk bersama sama. Ming Yue ada di antara mereka , ia mencium aura Shen Yan yang datang lalu ia tersenyum.
"Masuklah!" transmisi suara Leluhur terdengar jelas.
Shen Yan dengan cepat masuk ke dalam ruangan besar dengan sosok pria berjubah hitam di tangannya. Para Tetua mengerutkan keningnya menatap tajam pria yang kehilangan akal di hadapan mereka.
"Jelaskan , Yan'er!" ucap Leluhur Wu Chen.
Shen Yan menjelaskan dengan detail kejadian sebelumnya , ia juga memberikan bros tanda pengenal dari tubuh pria berjubah hitam itu kepada Leluhur Wu Chen.
"Sekte Pagoda Langit!" ucapnya.
Shen Yan mengangguk pelan , tapi urusan ini tak semudah itu. Beberapa Tetua sedikit penasaran dengan pria yang kehilangan akal di belakang Shen Yan. Mereka juga ingin meminta penjelasan tentang orang tersebut. Karena semua orang tahu , pria berjubah hitam itu memiliki aura seorang Formasi Jiwa.
"Aku menghancurkan lautan jiwanya!" ucap Shen Yan.
Para Tetua tersentak , kemampuan Shen Yan memang membuat banyak orang tak bisa bernafas.
"Kau menghancurkan lautan jiwa seorang Formasi Jiwa?" Tetua Chang Sheng menyipitkan matanya.
"Itu benar!" jawabnya.
Para Tetua saling bertukar pandangan , menunggu Leluhurnya memutuskan perkara di hadapan mereka.
"Bawa dia ke ruang interogasi! Gunakan teknik pencarian jiwa!" Leluhur Wu Chen berseru.
Tetua Gui Ze Zun berdiri menerima perintah , ia merupakan Tetua Puncak Hukum yang ahli dalam hal pencarian jiwa. Meskipun kondisi pria tersebut telah runtuh lautan jiwanya. Ia bergegas membawanya terbang ke Puncak Hukum.
"Belum genap satu hari , kau memang murid paling membuatku bangga! Yan'er!"
Leluhur Wu Chen mengangguk puas.
_________