NovelToon NovelToon
Terjerat Hati Adik Ipar

Terjerat Hati Adik Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Thanaya Radiva dikira menikah adalah akhir dari kesepiannya. Arkan lelaki yang selalu setia mendengarkan keluh kesahnya setiap malam, selalu membuatnya bahagia.

Tapi setelah menikah, malam pertamanya jadi malam terakhir Arkan menyentuhnya. Akhir dari sikap hangatnya, semuanya telah berubah.

Sampai Naya tau, Mertuanya yang ternyata bermuka dua dan kehadiran Bara, adik Arkan, jadi bumerang dalam rumah tangganya. Bara lelaki dingin berhati hangat, siswa populer di sekolahnya dulu, menyimpan sejuta rahasia yang Naya ingin bongkar. Semakin Naya tahu, semakin ia terjebak dalam hati Bara.

Akankah Naya terus terjerat dalam cinta yang salah dengan adik iparnya? Atau ia akan mengakhiri jeratan itu demi suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24•Keberanian Ditengah Pengkhianatan

Lima menit setelah pintu menelan kepergian Arkan, pintu kaca itu kembali terbuka.

Bara keluar.

Sejak pulang kerja ia mencari Naya, tapi terperangkap di ruang tengah bersama Jeslyn dan Ibu Desy. Kini, begitu melihat Naya duduk sendirian di ayunan taman belakang, wajahnya berubah. Seluruh lelahnya runtuh hanya karena satu pemandangan itu.

Naya tau itu Bara dari irama langkahnya. Tapi ia tidak menoleh. Tatapannya tetap lurus ke kegelapan di depan.

Bara berjalan pelan, lalu duduk di ayunan sebelah Naya. Jarak mereka dekat untuk membuat jantungnya yang tadi sempat diam, berdetak lagi. Detak yang sama seperti lima tahun lalu. Perasaan yang seharusnya sudah ia kubur. Tapi perasaan yang salah tidak pernah mati. Ia hanya tidur.

“Mas Arkan baru pergi?” Suara Bara rendah, hampir tenggelam oleh angin.

Naya mengangguk. Matanya masih menatap kosong.

Bara melihat genggaman Naya di ujung ayunan. Kencang. Ia tau ada sesuatu yang patah di dalam diri Naya.

Ia menarik napas.

“Nay…”

Saat itu Bara harus memilih. Mengatakan kebenaran soal Dewi yang menjemput Arkan siang tadi, atau menelannya lagi demi menjaga Naya.

“Nay,” Bara mulai bicara, suaranya nyaris tak terdengar. “Siang tadi aku ngantar Mas Arkan ke kantor. Dia nyuruh aku berhenti di pinggir jalan.”

Bara menatap Naya lekat, lalu merogoh ponselnya. Ia memperlihatkan foto plat mobil yang sudah ia simpan. Tertera jelas nama pemiliknya, Dewi.

“Dia dijemput Dewi di situ.”

Naya tidak langsung bereaksi. Butuh beberapa detik baginya kata-kata itu meresap ke kepalanya, seperti racun yang baru terasa setelah ditelan.

Genggamannya di ayunan mengeras. Napasnya tertahan.

“Jemput?” ulang Naya pelan, seolah tak percaya telinganya sendiri.

Bara mengangguk.

“Kamu gak kenapa-kenapa, kan, Nay?”

Kali ini Naya menoleh. Matanya bertemu mata Bara. Merah, tapi kering.

Jadi bukan cuma firasatnya yang salah. Bukan cuma amarahnya yang berlebihan sampai Arkan berani mengangkat tangan kemarin.

Semuanya benar.

Taman yang tadinya hanya sepi, kini terasa sesak. Naya tersenyum tipis. Ia sudah tidak menangis lagi. Ia tau di mana ia berdiri sekarang.

“Sudah tidak ada alasan lagi kan Bar, buat aku bertahan di rumah ini?”

Bara mengangguk cepat. Ia meraih tangan Naya, menggenggamnya sebentar, lalu melepasnya.

“Aku akan bantu kamu cari bukti kedekatan mereka.”

Naya mengalihkan pandangan.

“Kenapa kamu datang saat yang tidak tepat, Bar? Lima tahun lalu, kenapa aku ketemunya sama Mas Arkan?” Ia tertawa kecil. Suara tawa yang hambar.

Bara ikut tertawa, pelan.

“Nay, kita tidak pernah tau jalan hidup ke depan. Kalau kamu ditakdirkan buat aku, akhirnya kita pasti akan bersama.”

Manik mata Bara teduh di pandangan Naya. Di tengah semua kekacauan ini, gadis itu merasakan ketenangan yang aneh. Cintanya terlarang, tapi perasaannya tulus.

Bara bangkit. Ia berdiri di belakang Naya.

“Walau terlambat, aku akan buktiin sekarang kalau Mas Arkan tidak pantas buat kamu, Nay.”

Ia tersenyum, lalu pergi. Langkahnya menjauh.

Naya hanya tersenyum tanpa menoleh. Suara langkah Bara perlahan hilang ditelan malam.

Malam itu, Arkan sudah terlelap di ranjangnya. Naya baru masuk ke kamar setelah mencuci piring di dapur. Matanya menangkap ponsel Arkan yang tergeletak di atas meja.

Tanpa ragu, Naya mendekat. Ini kali pertama dalam lima tahun ia berani menyentuh ponsel suaminya. Tangannya gemetar antara takut dan nekat.

Ia menekan layar. Memasukkan password. Salah. Bukan tanggal pernikahan mereka. Bukan tanggal lahirnya.

Naya mencoba lagi. Sekali lagi gagal. Napasnya mulai pendek.

Dengan sisa keberanian, ia mengetik tanggal lahir Ibu Desy.

Layar terbuka. Naya tersenyum singkat. Ia tidak menyangka password ponsel Arkan adalah tanggal lahir ibunya.

Dengan cepat ia mencari nama Dewi. Jarinya mengetik pesan pendek, lalu mengirimnya sebelum pikirannya berubah.

“Temui aku di kafe biasa, sekarang.”

Ia menghapus pesan itu dari daftar chat, lalu meletakkan ponsel kembali ke tempatnya, seolah tidak pernah tersentuh.

Tiga puluh menit kemudian, Naya sudah berganti baju. Jarum jam menunjukkan 11.20 malam. Di bawah sudah gelap dan sunyi. Ia membuka pintu pelan, melangkah keluar dengan hati-hati.

Sebuah taksi sudah menunggu di depan. Selama perjalanan, mobil yang sama yang Bara tunjukkan padanya sore tadi terparkir di depan kafe tujuan. Naya mengatur napasnya. Ia tidak boleh pecah sekarang.

Sepatu datarnya melangkah masuk ke dalam kafe. Aroma bir dan manisnya kue langsung menyergap. Matanya menyapu ruangan yang ramai, hingga berhenti pada kursi paling ujung. Hanya ada dua kursi di sana. Dewi sudah duduk, mengenakan gaun merah yang terlalu terbuka untuk jam segini.

Naya tersenyum tipis, lalu mendekat.

“Lama nunggu?”

Dewi terperanjat. Jelas ia tidak menyangka tamu yang datang adalah orang yang tidak ia tunggu.

“Mbak Naya…?”

Naya duduk di kursi kosong di samping Dewi. Matanya langsung tertuju pada dua gelas bir dingin dan tiramisu di atas meja. Sama persis dengan struk yang ia temukan di saku jas Arkan.

“Seleramu tidak berubah sejak dua bulan terakhir,” ucap Naya pelan.

“Ngapain Mbak Naya ke sini? Ada perlu apa?” tanya Dewi, memasang wajah polos. Atau pura-pura polos.

Naya tertawa. Hambar. Jarinya mengetuk permukaan meja kaca.

“Di sini kalian selingkuh?”

Dewi langsung berdiri.

“Selingkuh? Jangan asal fitnah!” Suaranya meninggi.

“Gak ada orang yang tidak salah malah marah-marah,” jawab Naya tenang. Ia menepuk kursi. “Kita bicara baik-baik dulu, Dewi.”

Wanita itu menurut, meski wajahnya sudah merah menahan emosi.

“Kalau kamu mau Arkan, aku tidak masalah,” lanjut Naya lirih. “Tapi jangan libatkan aku di dalam hubungan kalian.”

Dewi menatap bingung.

“Maksudnya?”

Naya tersenyum. Senyum yang penuh arti.

“Aku akan pisah dengannya setelah menemukan bukti kalian memang bersama.”

Suasana di kafe itu mendadak panas. Bir yang dingin tidak sanggup membekukan ketegangan di antara mereka. Suara Naya menggema di kepala Dewi. Otaknya berputar mencari celah. Di depannya duduk istri Arkan. Mantan pacar yang bayangannya belum pernah benar-benar pergi dari hati Dewi.

Dewi meraih gelas bir dan meneguknya. Tenggorokannya kering. Tak lama, ponselnya yag ada di atas meja berdering.

Nama yang tertera di layar membuat darah Naya berdesir. Arkan.

1
azzura faradiva
terlalu berbelit²,tinggal bilang aku ga jadi nikah aja kok susah....🙄
azzura faradiva
dasar si Arkan bunglon semoga saja pasangan gila itu mendapatkan karma,mereka tertawa bahagia diatas penderitaan dan luka hati si naya
azzura faradiva
seharusnya Naya menghilang dan pergi yg jauh,biar ga pernah bertemu lagi dgn kluarga gila itu lagi
azzura faradiva
pergi aja, ngapain juga masih bertahan di rumah syetan itu.udah di tindas harga diri di injak² masih aja mau di jadikan budak🙄
azzura faradiva
lagian jadi perempuan ga ada harga dirinya sama sekali,udah tau di budakin dan di khianati masih saja bertahan tinggal disitu
Raden Saleh
💪 semangat terus berupaya, karena cinta tak selalu mulus, dan perlu di perjuangkan. 👍
senjani jingga: benar sekali😁💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!