NovelToon NovelToon
Kiss The Rain

Kiss The Rain

Status: tamat
Genre:Detektif / Berondong / Mata-mata/Agen / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:614.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: skavivi selfish

Melalui kenangan masa lalu, membawanya kembali memutuskan berhubungan dengan dunia mata-mata. Misi yang awalnya Jasmine kira mudah, pada akhirnya membawanya pada kejadian yang tak terduga. Keluarga, Cinta, Pengkhianatan, Kekuatan dan Dendam semua bercampur menjadi satu.

Kemana langkah akan membawanya pergi....!


Sekuel dari story' Just Mine!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skavivi selfish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janda lebih menggoda?

Aku percaya cinta tak pernah salah,hanya hatimu saja yang tak pernah terpaku pada satu tuju.

Sebuah tempat perasingan Jasmine berukuran 3x3meter,kamar mandi dalam dan satu dipan beserta kasur busa berukuran 120cm menjadi tempat ternyaman untuk janda muda dua anak. Tapi belati tak pernah ingkar janji,masih tetap membelenggu satu.

"Anak mommy baik-baik saja kan,maaf mommy belum bisa pulang." Pikiran Jasmine berkelana, memusatkan nya pada satu titik kebahagiaan dan kelemahan seorang ibu."Mommy pasti pulang menjemput kalian,dan kita akan bersama kembali." Sunggingan palsu menghiasi wajahnya yang memucat dan sendu menderu. Nafasnya mulai sesak, seakan-akan udara hanya berputar-putar di tempat itu saja tanpa ada siklus yang berganti.

----

Ruang kedap suara kini menjadi tempat perasingan pria rapuh beranak tiga. Tubuhnya kacau sekacau tubuh Jasmine. Aroma anggur merah menyerebak dimana-mana,berkaleng-kaleng beer beralkohol tersebar dimana-mana. Matanya merah, wajahnya kusam, rambutnya semakin berantakan. "Arghhhhhhh,jika seperti ini aku tak pernah mengizinkanmu untuk pergi ke misi sialan itu. Arghhh......" Dika semakin tidak terkendali, kepalanya memberat. Tak sedikit benda di ruangan itu hancur kembali,gitar,bass,serta mereka satu set drum yang simbalnya sudah terlepas entah kemana."Baby,kau dimana....." Pekiknya hingga tubuhnya berduyun-duyun ambruk di atas permadani bergambar jerapah.

Amanda hanya bisa mengintip di balik kaca jendela buram,pintu studio musik itu terkunci rapat dari dalam. Ia hanya bisa menyaksikan prianya rapuh tak terkendali, menghancurkan tempatnya ia berlatih suara dan bermain gitar. Belum lagi, berderet-deret minuman beralkohol yang sudah terbuka tutup botolnya. "Kau masih mempunyai rasa pada Jasmine,Dika.Kau begitu khawatir." Amanda hanya bisa menutup mulutnya yang ternganga tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Apa benar pria rapuh itu khawatir dengan hilangnya Jasmine.

Apa Dika merasakan sesak di dadanya menahan rindu dan marah. Jawabku entah!

*

Hari udah menjelang sore,Tak ada kilatan senja yang masuk melalui kaca jendela. Ruangan itu terpatri dengan rapi,hanya sebuah pintu untuk keluar masuk dan lubang ventilasi berukuran 20cmx20cm berjumlah tiga lubang. Tak seperti rumah megah yang Jasmine lihat tadi,mungkin inilah rumah belakang khusus untuk tawanan seperti dirinya. "Astaga, sungguh membosankan disini. Aku hanya berbaring, berdiri,bernafas,dan berpikir kesana kesini. Sungguh lebih baik aku di hutan saja mengejar-ngejar kucing hutan atau malah di kejar **** hutan akan lebih seru dan menyenangkan. Di banding harus terkurung dan di ikat seperti kambing mau di korbankan. Huft......." Jasmine berbicara sendiri sambil menatap plafon bercat putih dan bohlam lampu yang menemani nya selain nakas dan segelas air putih. "Sudah disekap,diikat lagi.. Mana bisa minum dan ambil gayung.Huftt..... Mau bikin aku mati dehidrasi." Lanjutnya lagi. Namun ternyata ocehannya di dengar seseorang yang sedari tadi berdiri di balik pintu yang terkunci.

Klek,klek,ceklek... Pintu itu terbuka, menampakkan sosok tuan muda berdiri dengan wajah segarnya,memang nampak muda dan tentu saja bergairah. Bryan berjalan menghampiri Jasmine yang terkejut melihat mafia incaran berdiri di samping dipan miliknya sekarang.

"Apa.....?" Jasmine masih berbaring, menatap laki-laki muda didepannya dengan enggan.

"Gila!" Jawabnya.

"Gila..... Maksudmu?" Lanjut Jasmine.

"Kau bicara sendiri,itu artinya kau gila." Bryan menekan kata 'gila' sambil melipat kedua tangan di depan dadanya.

"Hahaha,aku mungkin sudah gila jika seperti ini. Lebih baik kau melepasku di hutan atau di antah berantah. Dari pada aku seperti peliharaan dalam kandang." Jasmine tersungut-sungut membicarakan keinginannya.

"Jangan berharap untuk keluar dari sini."

"Dasar anak muda tidak sopan,aku harus pulang menemui anak ku,aku harus......" Jasmine menjeda ucapannya,akan memalukan jika ia bilang harus menyusui anak bayinya di depan pria muda yang masih awan di dunia persusuan atau perumah tanggan.

"Harus apa?" Lanjut Bryan.

"Rahasia,kau tak perlu tahu. Kau bisa menawan seorang gadis perawan,jangan seorang ibu-ibu seperti ku. Tidak ada gunanya." Jawab Jasmine masih berbaring.

"Bukankah janda seperti mu lebih menggoda?" Bryan menahan senyumnya.

"Cih! Mafia kaya sepertimu tahu istilah mura*** itu dari mana?" Jasmine tak bisa lagi menahan tawanya. Ia tertawa berbahak-bahak, sungguh sajian konyol di sore hari.

"Dari bodyguard ku,mereka slalu bilang jika janda lebih menggoda." Bryan masih berdiri menatap Jasmine yang terbaring dengan ikatan borgol di pergelangan tangannya.

"Hahahaha, sungguh kau membuat perutku sakit. Kau ternyata mafia konyol, hahaha." Tawa Jasmine semakin memecah. "Aduh, perutku.Hahaha." Jasmine memiringkan tubuhnya,menahan tawanya yang semakin liar.

"Aku mafia konyol?" Tanya Bryan.

"Iya,kau harus menyaring semua yang kau dengar. Tak semua janda menggoda

Gadis perawan lebih menggoda dan cocok untukmu jika kau ingin." Berbicara dengan laki-laki muda membuat Jasmine harus menyaring juga ucapannya,bisa saja ini menjadi bumerang untuknya.

"Ingin apa? Bukannya kau janda?" Lanjut Bryan lagi yang kini sudah duduk di tepi ranjang dipan menyisakan jarak 50cm.

"Aku memang janda,tapi sory ya aku janda terhormat." Jasmine kini sudah terdiam dari tawa yang meliuk-liuk mengisi ruang 3x3meter saat tubuh Bryan sudah mendekati tubuh jasmine.

Bulu kuduk Jasmine berdiri,saat tangan Bryan menyibakkan anak rambut Jasmine ke balik telinga, sedikit usapan di leher belakang. Sebelum tubuh itu mendekat dan membisikkan sesuatu yang membuat dada Jasmine bergetar.

Bryan berdiri meninggalkan Jasmine yang terpaku di tempatnya..

"Nikmati saja hari-hari mu disini,aku tak akan melepas mu dengan mudah. Dan aku akan membuat mu menjadi janda yang mengoda."

-----

^_^ Mohon dukungannya ya reader sayang,untuk tetap like vote dan koment biar ramai. ^_^

1
Ena Ariani
wawwwww
Dahniar
suka banget 👍.
Cicak Speed
cangkem mu Bry ya ampun lamissss
Arsy Mentasan
Luar biasa
Yanti Husna
penasaran sama Almira kalau prince kn ahirnya meninggal ya kk
Yanti Husna
😭😭
Yanti Husna
seruu baca lagi
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Ida
💓💓💓 untuk Mas Dika dengan segala ketengillannya🤗😅
Ida
Hebat juga ternyata Ibu 2 anak bisa membuat kakak beradik berebut CINTA Ibu Jasmine 🤗😅
Ida
🤔ku rasa supir Taxi Online Target yg dicari Ayah Kamto dan Raka
Ida
lumayan dibaca sambil nunggu KINASiH update 🤗💪
Ida
yang W,AH sekelas Kak Lasheira mampir,,, apalagi aq yg WIH ku baca Tuntas karyamu Diajeng Vi🤭👍💪
Yane Kemal
Benci sama Dika dan Manda
Dewi Indirasari
ahhhh thorrrrr,,terlaluuuuuuuu
Husnul Kholil
bagus banget
Rose_Ni
Emak-Emak kalee...gak tau apa makhluk ini ras terkuat dibumi
Rose_Ni
Jasmine menjemput jodoh 😁
Lilis Hidayanti
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!