Apa jadinya jika seorang Ustadz mencintai gadis yang di anggap hanya gadis biasa tapi ternyata penuh dengan rahasia dan yang paling penting dia adalah seorang Mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Kembali Beraktivitas 2
Tasya mengajak Sasha dan Ika pergi meninggalkan Enjel yang masih setia dengan amarahnya, dan Fahmi pun juga ikut pergi dengan mereka, mereka berjalan menyusuri koridor kampus,
" Ana apa aku bisa bicara dengan mu sebentar " tanya Fahmi
" ada apa pak bicara aja" jawab Tasya
" Ana.. aku dan Ika ke perpus dulu ya ,? " pamit Sasha dan langsung mengajak Ika pergi
" ada apa pak, " tanya Tasya
" apa benar kamu pernah ke hotel " tanya Fahmi yang sebenarnya ragu untuk bertanya
" oh itu,.. iya pak Ana pernah ke hotel Asri, bahkan Ana pernah tidur di sana, tapi bapak jangan khawatir semua yang di katakan Enjel tidak benar aku ke sana hanya di minta nemenin Bu Tania, jadi aku nggak berani menolak " jawab Tasya
" syukurlah, " jawab Fahmi yang merasa lega
" begini pak kan kesempatan gitu di ajak atasan tidur di hotel mewah gratis lagi, kapan lagi Ana bisa tidur di hotel , hehehe " senyum Tasya
" emang gimana rasanya " tanya Fahmi
" rasanya tuh pak kaya tidur di awan, empuk banget " jawab Tasya sembari membayangkan tengah tidur di awan
" emang kamu pernah tidur di awan, " tanya Fahmi
" ya belum lah pak lagian mana mungkin bisa tidur di awan, itu kan cuma perumpamaan " jawab Tasya
" kamu tuh .. ada-ada saja " ucap Fahmi
sembari tersenyum
" hehehehe, " jawab Tasya dengan tertawa melihatkan giginya
" sudah sana masuk kelas, tuh kelas sudah mau mulai " suruh Fahmi
" iya pak,Ana permisi pak" ucap Tasya dan langsung pergi meninggalkan Fahmi
" kamu tuh unik Ana kamu selalu bisa membuat aku tersenyum " batin Fahmi
Waktu sudah menandakan jam sebelas siang Tasya berniat untuk pergi ke rumah sakit karena beberapa hari ini dia tak pernah ke rumah sakit sejak kejadian penembakan kemarin, Tasya berangkat di antar oleh pak Joko karena sebelumnya Tasya sudah mengabari pak Joko untuk menjemputnya
" loh itu kan Ana,?di jemput siapa dia,? kenapa sopir itu berpakaian selayaknya sopir pribadi," batin Fahmi yang melihat Tasya masuk mobil miliknya yang di sopir oleh pak Joko
Sesampainya di rumah sakit Tasya langsung pergi ke ruangan Nadira, karena ingin bertanya tentang keadaan di rumah sakit
" Hai Nadira, " sapa Tasya
" eh dokter, gimana sekarang udah sembuh " tanya Nadira
" ya seperti yang kamu lihat, gimana keadaan disini,? semua terkendali kan,? " tanya Tasya
" ya seperti biasa, dokter ada apa kesini,? tanya Nadira
" aku mau ke Laboratorium, biasa sekedar iseng-iseng" jawab Tasya
" emang dokter mau buat apa lagi sekarang " tanya Nadira
" rahasia dong, " jawab Tasya, " udah aku pergi dulu " sambung Tasya
" baik " jawab Nadira singkat
" yaAllah dok.. dok.. dokter ini sungguh luar biasa bahkan aku aja bukan apa-apa di bandingkan sama dokter " guman Nadira
Dua jam sudah Tasya berada di laboratorium miliknya dan dia sudah selesai dengan apa yang jadi tujuannya,
" akhirnya selesai juga ,pulang ah capek lebih baik ke rumah utama saja sudah lama aku nggak ke sana, Kangen sama masakan bi Inah " ucap Tasya
Tasya pun putuskan pulang ke rumah utama. begitu sampai semua penjaga dan asisten rumah tangga terlihat bahagia bisa melihat nyonya mereka setelah beberapa hari nggak melihatnya
" apa kabar semua, semua baik-baik saja kan, ? tanya Tasya pada semua isi rumah
" kami semua baik Nona, " jawab mereka serentak
" gimana kabar Nona" tanya salah satu penjaga
" saya baik pak, apa selama aku pernah apa ada masalah " tanya Tasya
" tidak ada Nona, semua baik-baik saja " jawab penjaga
" syukurlah " pak Tino di dalam mobil ada oleh-oleh, tolong bagikan ke semuanya dan juga pak Tino sendiri " pinta Tasya yang telah membelikan oleh-oleh untuk semua yang ada di rumahnya
" terimakasih Nona " jawab pak Tino
" Sama-sama pak" jawab Tasya, , oh ya bi Inah tolong masakin Tasya sesuatu ya sekarang, Tasya lapar dan juga Kangen sama masakan bibi " pinta Tasya
" baik Nona, " jawab bi Inah
" tapi jangan lama-lama ya Tasya akan kembali ke kantor soalnya " ucap Tasya, aku mau ke kamar nanti kalo sudah jadi panggil Aku ya bik " ucap Tasya
" silahkan Nona " jawab bi inah
Bi inah langsung menjalankan apa yang di perintahkan olehnya dan di bantu dengan asisten yang lain agar cepat selesai
" bi inah, Nona itu luar biasa ya udah cantik, sukses, baik hati pula " ucap salah satu asisten
" iya kamu benar sudah bertahun-tahun aku bekerja di sini, belum pernah Nona memarahi saya, dia selalu saja baik, " jawab bi inah
" kita beruntung ya bisa bekerja disini " ucap asisten
" iya, " jawab bi inah, ... alhamdulillah sudah selesai, kamu tata di meja makan biar aku panggil Nona Tasya " pinta bi inah
" iya bi, " jawab asisten itu
bi inah pun pergi ke kamar Tasya dan memberitahukan bahwa makanan sudah siap
tok.. tok.... tok....
" Non Tasya makanannya sudah siap " ucap bi inah di balik pintu
" baik bi, sebentar " jawab Tasya
setelah mendapatkan jawaban bi inah pun kembali ke bawah, dan tak lama Tasya pun juga turun dan langsung mulai memakan masakan bi inah
setelah selesai makan Tasya bergegas untuk kembali ke kantor
" Non Tasya nanti pulang kesini atau ke tempat lain, " tanya bi inah
" aku pulang ke tempat lain bi, Tasya titip rumah ya bik" ucap Tasya
" baik Non " jawab bi inah
Tasya pun segera berangkat, karena ini masih jam tiga berarti masih ada waktu satu jam untuk ke kantor, hanya butuh waktu setengah jam Tasya pun sudah sampai di kantor, Tasya masuk lewat belakang, jalan khusus untuk dirinya dan langsung pergi ke ruangan nya
" kak Tania bawa semua berkasnya kesini " ucap Tasya dari telfon di mejanya
" baik Bu bos " jawab Tania
" sejak kapan Tasya datang, "? tanya Tania pada dirinya sendiri dan langsung pergi ke ruangan Tasya dengan beberapa berkas di tangannya
" nih Bu bos, " ucap Tania
" makasih kak,, jawab Tasya
" Tasya besok ada meeting dengan pengusaha S dan dia ingin bertemu kamu, gimana kamu bisa kan " tanya Tania
" maaf kak, besok aku nggak bisa besok aku harus ke markas bertemu sama kak joe" jawab Tasya masih terus serius dengan berkasnya
" tapi Tasya, dia ingin bertemu kamu, katanya ingin bicara tentang kerja sama dengan perusahaan kita " ucap Tania
" udah ya kak, besok aku putuskan kakak yang akan berangkat menemui orang itu, dan kalau dia bertanya bilang saja aku sedang keluar kota, " ucap Tasya
" tapi Tasya, sebenarnya aku lagi males keluar " ucap Tania
" kakak ku sayang sudah jangan banyak protes ok, kakak urus semuanya besok kalau orang itu mau bekerja sama dengan perusahaan kita, besok Kakak akan aku beri bonus ok" ucap Tasya merayu
" ahh baiklah " jawab Tania sembari mengeluarkan nafas panjang nya, " ya sudah aku akan kembali
setelah ada di ruangan nya Tania mulai kembali mengerjakan semua pekerjaannya, saat Tania asik dengan kertas-kertas di depannya telfon yang ada di mejanya berdering Tania pun langsung mengangkatnya
" halo " ucap Tania
" halo mbak Tania ini di bawah ada seorang pria yang mencari cewek yang namanya Ana, katanya dia bekerja disini " ucap orang itu yang tak lain adalah pak Abu
" Ana,... ? siapa Ana, apa jangan Tasya " batin Tania
" dia namanya siapa pak " tanya Tania
" namanya pak Fahmi mbak " jawab pak Abu
" baik, suruh dia tunggu sebentar " jawab Tania
" baik mbak " jawab pak Abu
Tania pun langsung pergi ke ruangan Tasya untuk memastikan kalau orang itu mencarinya atau tidak
tok tok tok. ...
" masuk" ucap Tasya " ada apa kak" tanya Tasya setelah Tania masuk
" begini Tasya di bawah ada seorang pria dia mencari yang namanya Ana, apa kamu yang dia maksud " tanya Tania
" emang siapa kak namanya " tanya Tasya
" kata pak Abu, namanya pak Fahmi " jawab Tania
" aduh.... kenapa pak Fahmi kesini sih aku kan belum selesai " gerutu Tasya
" jadi benar Ana itu kamu " tanya Tania
" iya kak, jadi aku mohon sewaktu-waktu kakak lihat aku di luar kantor, atau ada yang bertanya tentangku panggil aku Ana Ok, "ucap Tasya
" baiklah, oh ya Tasya emang pak Fahmi itu siapa sih " tanya Tania
" pak Fahmi itu adalah dosen aku, dan kakak juga harus tau kalau dia itu adalah pewaris perusahaan Fis grup, dan yang paling penting dia adalah calon suamiku" ucap Tasya tegas
" hah suami, emang kamu udah mau nikah " tanya Tania
" ya doain aja semoga secepatnya," jawab Tasya
" ya ampun Tasya dia orang yang kaya raya dan kamu juga tak kalah kayanya, mau buat apa hartamu" ucap Tania
" aku yang mau nikah kenapa kakak jadi yang pusing, pakai mikirin hartaku segala " jawab Tasya
" iya sih,.... tapi Ana apa pak Fahmi itu sudah tau kebenaran tentang kamu" tanya Tania
" belum sih Kak , " jawab Tasya yang jadi pusing
" apa kamu akan cerita ke dia tentang siapa kamu sebenarnya " tanya Tania
" ya... belum tau sih kak, tapi cepat atau lambat aku akan memberitahu dia" jawab Tasya
" kamu yakin dia akan Terima kamu kalau dia tau siapa kamu "tanya Tania
" ya dia bilang akan menerima semua tentangku, lagian ya kak dia itu seorang ustadz jadi mana mungkin dia memainkan perasaan orang " jawab Tasya
" Apa...!!!!! ustadz..!!!!! jadi kamu kalau sudah menikah akan jadi ustadzah gitu dong, dan kamu akan memakai hijab terus, " ucap Tania kaget
" ya kalau jadi ustadzah kayaknya enggak kak, tapi kalau untuk memakai hijab kayaknya iya " jawab Tasya
" yasudah ya kak, pak Fahmi pasti sudah nungguin, aku pulang dulu dan ya jangan lupa besok ya kakak harus berhasil " ucap Tasya
" iya... iya calon ustadzah " ledek Tania
" biarin " jawab Tasya dan berlalu pergi dan segera menghampiri Fahmi
" Assalamu'alaikum pak Fahmi, sudah lama ya nunggu nya " ucap Tasya
"Wa'alaikumsalam nggak masalah , aku di suruh sama Umi buat jemput kamu, " ucap Fahmi
" ya sudah yuk pulang, Ana sudah lelah " jawab Tasya
" jadi Ana itu Bu bos, ada-ada saja ni bos " batin pak Abu**
Tasya dan Fahmi pun segera pulang karena hari sudah sore
" bapak dari rumah " tanya Tasya
" enggak, aku dari kantor, sekalian aku jemput kamu " jawab Fahmi
" tadi bilang di suruh tante " tanya Tasya
" iya tadi Umi nelfon suruh jemput kamu " ucap Fahmi
"oh jadi yang ingin tante nih" tanya Tasya
" ya sebenarnya bukan hanya Umi sih, tapi aku juga yang kepingin jemput kamu " jawab Fahmi
" oh,,, jawab Tasya singkat
" gimana dengan kantor pak ustadz, semuanya baik-baik saja kan" tanya Tasya
" Ana... Ana.. kamu nggak usah pakai Panggil ustadz segala kali, " ucap Fahmi
" ya kan memang bapak seorang ustadz , lagian seorang santri yang baik harus hormat kepada ustadz nya iya kan pak " tanya Tasya
" santri, emang kamu santri aku apa " tanya Fahmi
" ya belum sih pak tapi insyaallah akan .. hehehe' " jawab Tasya
" maksud kamu " tanya Fahmi
" iya Pak ustadz yang tampan kan sebentar lagi Ana jadi santri bapak " jawab Tasya
" maksudnya jadi santri ku, " ? tanya Fahmi bingung
'" masak bapak belum paham juga sih, begini ya pak, kan insyaallah sebentar lagi bapak yang akan mengajarkan Ana mengaji dan mengajarkan pelajaran bagaimana menjadi istri yang sholehah, jadinya Ana santri bapak dong " ucap Tasya panjang lebar
" hahahaha.... Ana... Ana kamu bisa aja, ya semoga yang kamu katakan semua benar Ana, semoga Allah meridhoi niat kita " ucap Fahmi
" Amiiiin.... jawab Tasya
" oh iya bapak belum jawab pertanyaan ku, gimana keadaan perusahaan bapak " tanya Tasya
" perusahaan sedang ada masalah Ana, " jawab Fahmi
" maksudnya " tanya Tasya
" sudah besok aku ceritain tapi sekarang turunlah kita sudah sampai " ucap Fahmi
'" baiklah " jawab Tasya dan kemudian turun dari mobil
ORG YG HEBAT BELADIRINYA AKN MMPUNYAI INSTING YG KUAT JIKA ADA BAHAYA MNGANCAM, MSKI ITU SERANGN MNDADAK DARI BLAKANG, TPI TASYA SRING KCOLONGN. DARI VITO, JONES, DN TRAKHIR EVAN & RIDWAN.
AIRIN MMG HRS DILATIH KERAS AGAR JDI WANITA KUAT & TANGGUH, TPI LIAT JUDUL NOVEL CINTA UNTUK AIRIN, DITIAP BABNYA KYKNYA AIRIN MSH BLM TANGGUH, MSH KCOLONGN..