NovelToon NovelToon
My Berondong Husband

My Berondong Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Simiftahul Jannah

Nada Aruna Lya seorang perempuan dewasa terpaksa menikah dengan Fardanu Satya Aji seorang bocah SMA hanya karena kesalahan satu malam yang tak sengaja mereka perbuat, mereka terpaksa terjebak dalam suatu hubungan pernikahan yang menurut Nada sangatlah absurd karena dalam kamusnya tak ada pernikahan dengan seorang laki-laki yang umurnya berada dibawahnya.

Akankah pernikahan mereka akan terjalin selamanya? Ataukah hanya sementara waktu?

"Gue enggak nyangka gue bisa nikahin bocah ingusan kayak lo!!" sentak Nada kesal, namun Danu hanya menatap Nada tenang seakan tak terpengaruh akan perkataan Nada yang mengejeknya.

"Bocah ingusan yang kamu bilang ini bisa memberikanmu kepuasan loh, apa kamu lupa?" Danu tersenyum menatap Nada yang kini melotot.

Penasaran dengan kisah mereka? Ayo dibaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Simiftahul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Sakit

Nada langsung menghampiri Danu yang telah membuka matanya, perlahan-lahan mata yang semula menutup itu membuka dan yang menjadi pemandangan pertamanya adalah wajah sang istri yang terlihat begitu khawatir. Dia meringis ketika merasakan sedikit nyeri dilengan kiri serta pelipisnya, Nada yang melihat itupun langsung memeriksa keadaan Danu. Hanya Nada yang berada disini karena tadi malam dia menyuruh Papanya untuk pulang karena tidak ada yang menunggu rumah juga papanya akan tidur dimana nantinya? Kasihan Papanya jika nantinya harus tidur disofa, pasti terasa sangat tidak nyaman. Untuk itulah Nada menyuruh Papanya pulang, setidaknya kan ada Nada yang menjaga Danu jadi Papanya tidak terlalu khawatir. Kemungkinan nanti siang Papanya akan kembali kesini, Nada juga sudah izin dari kantor untuk menjaga Danu. Beruntunglah sang atasan mengizinkannya dan malah nanti akan ikut menjenguk Danu bersama teman-teman kantornya.

"Bagaimana keadaan lo? Ada yang sakit? Luka lo terasa nyeri? Atau kepala lo sakit?" Runtutan pertanyaan dari Nada membuat Danu tersenyum, namun tak berlangsung lama ketika sudut bibirnya terasa nyeri karena senyumnya yang terlalu lebar.

"Aku gak apa-apa yang, cuma ada yang sedikit nyeri." Ucap Danu sambil tersenyum jahil.

"Mana? Coba kasih tau gue." Danu menunjuk sudut bibirnya yang terluka, Nada mendekatkan wajahnya untuk meniupi luka disudut bibir Danu.

Danu menatap lekat wajah istrinya yang terlihat sangat cantik meskipun tanpa make up, dari dekat sini Danu dapat merasakan hembusan nafas Nada yang segar dan wangi sepertinya istrinya itu baru menggosok giginya.

"Lukanya tidak akan sembuh hanya dengan ditiup yang." Ucap Danu membuat Nada menghentikan kegiatannya meniupi sudut bibir Danu.

"Lukanya akan sembuh kalau kamu berikan aku satu kecupan cinta disini." Danu menunjuk tepat dibibirnya.

"Itu sih maunya lo." Karena kesal tanpa sadar Nada memukul tubuh Danu dan mengenai lengannya yang terluka, Nada yang tersadarpun langsung memeriksa perban Danu.

"Aduh sorry, ada yang sakit? Gue gak sengaja tadi, lo sih nyebelin." Ucap Nada.

"Sudah aku bilang tadi kalau yang sakit itu disini, jadi berikan aku satu kecupan. Ciuman pun juga boleh." Nada memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Danu, nih suami bocahnya ini ya dikeadaan tubuhnya yang sakit seperti ini masih saja bisa berlagak mesum.

"Lo tuh ya-..." Cup, belum sempat Nada memaki Danu, bibirnya keburu dibungkam oleh satu kecupan dari Danu.

"Makasih sayang." Ucap Danu sambil tersenyum tengil.

Nada mendengus sebal, kalau saja Danu sedang tidak sakit Nada pastikan kepala Danu tidak akan lolos dari jitakan mautnya. Namun karena Danu sedang sakit dan yang menjadi penyebabnya adalah Nada, jadilah dia hanya diam saja memendam kesal. Eh tapikan gak boleh ya kalau memendam sesuatu dalam jangka waktu yang lama? Nanti hatinya jadi rusak karena rasa benci dan kesalnya. Nada sudah bersiap untuk memaki Danu, mengeluarkan unek-unek dihatinya tapi tidak jadi ketika seorang dokter dan suster memasuki kamar inap Danu.

"Selamat pagi..."

"Pagi dok, sus." Danu tersenyum melihat Nada yang sepertinya memendam kekesalan padanya.

"Danu sudah bangun ya? Kalau begitu kita periksa dulu." Dokter mulai memeriksa keadaan Danu sedangkan suster menaruh nampan berisi nasi dan sup untuk sarapan Danu diatas nakas dekat brankar.

"Kondisi Danu sudah cukup membaik, tapi lengannya memang harus di gips dulu sampai jahitannya mengering." Jelas dokter setelah memeriksa keadaan Danu.

"Oh iya, obatnya jangan lupa diminum. Sarapannya juga dimakan, semalam darah yang keluar cukup banyak dan pasti saat ini membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, kalau begitu kami permisi." Setelah melihat kepergian dokter dan suster, Nada mengambil piring berisi nasi dan mencampurkan supnya kedalam nasi.

"Nih makan." Nada menyerahkan nasi dan sup itu pada Danu.

"Bagaimana caranya aku makan? Suapi..." Pinta Danu manja.

Ah iya ya, Nada kok bisa lupa sih? Tanpa banyak protes Nada mulai menyuapi Danu. Ketika ia akan kembali menyuapkan makanan itu, Danu menolak dan menggelengkan kepalanya seperti anak kecil yang tidak mau makan sayuran karena sayurannya itu pahit. Sepertinya Nada harus ekstra sabar menghadapi Danu, karena mungkin kemanjaan Danu akan bertambah berkali-kali lipat. Dengan sabar Nada berusaha membujuk Danu, kalau bukan karena Danu yang terluka karena menolongnya mana mau dia menyurutkan sedikit gengsinya untuk suami berondongnya ini.

"Danu, lo bukan anak kecil lagi. Jadi sekarang buka mulut lo dan kunyah makanan ini." Pinta Nada dengan sabar.

"Rasanya hambar, aku gak suka." Ucap Danu sambil menggelengkan kepalanya.

"Mau makan ini atau gue keluar sekarang!!?" Ancam Nada yang membuat Danu dengan cepat membuka mulutnya, daripada dia harus ditinggalkan sendirian dia kan tidak mau.

"Nah pinter..." Nada menepuk kepala Danu karena suami bocahnya ini sudah menghabiskan makanannya tanpa sisa, dengan paksaan Nada tentunya.

"Sekarang minum obatnya." Nada memberikan tiga butir pil kearah Danu yang diterima dan langsung diminum oleh suami bocahnya.

"Lo istirahat gih, nanti agak siangan gue lap badan lo biar seger." Ucap Nada sambil menyelimuti tubuh Danu, bukannya menuruti Danu malah tersenyum mesum pada Nada.

"Kenapa gak sekarang aja mandiin akunya?" Pinta Danu sambil tersenyum mesum.

"Mau sekalian gue siram air panas ditubuh lo?" Ucap Nada sadis membuat Danu mengerucutkan bibirnya.

"Sadis banget sih yang, sama suami sendiri. Harusnya kan disayang-sayang, apalagi aku terluka seperti ini." Ucap Danu berlebihan membuat Nada memutar kedua bola matanya malas.

"Udah sana tidur, gak usah banyak omong." Titah Nada.

"Peluk dulu." Pinta Danu manja.

"Gimana gue mau meluk lo kalau lengan lo yang terluka ada diatas perut lo, udah gak usah banyak permintaan lo. Sekarang pejamkan tuh mata!!" Titah Nada bak mandor yang mengawasi anak buahnya.

"Gak bisa, tadikan udah tidur. Sekarang maunya dipeluk, kangen sama kamu." Ucap Danu sedikit merengek membuat Nada jadi sakit kepala, nih bocah mau sakit mau sehat kenapa harus menyusahkannya dengan kemanjaannya sih? Tidak bisakah bersikap dewasa? Eh sudah ding, waktu tadi malam suami berondongnya ini menyelamatkannya dari para preman.

"Gue bukannya gak mau meluk lo, tapi sekarang lo lagi luka. Jadi tidur aja sekarang ya? Peluknya nanti kapan-kapan kalau lo sudah sembuh." Ucap Nada berusaha sesabar mungkin padahal keinginan hatinya ingin sekali memaki-maki Danu seperti biasanya

"Ya sudah kalau begitu, usapin saja kepala aku." Pinta Danu lagi dengan manja, akhirnya Nada menuruti saja untuk mengusap kepala Danu daripada suami bocahnya itu kembali rewel.

"Makasih ya lo udah nyelamatin gue tadi malam, jadi lo harus terluka begini karena gue." Ucap Nada sambil terus mengusap kepala Danu, Danu yang semula memejamkan matanya kini kembali membuka matanya.

"Makanya karena aku sudah menyelamatkanmu, kamu harus beri kasih sayang itu pada aku." Ucap Danu sedikit songong membuat Nada memaki Danu dalam hati, menyebalkan sekali!! Menyesal sudah Nada berbicara begitu pada Danu.

1
falea sezi
nada ne istri rasa. pelacur kayaknya pakaiannya gk pernah sopan pdhl uda nikah
Evi
😅😅😅😅😅😅
Pa Muhsid
katanya orang berpendidikan walaupun suami mu masih bocah tetap dia imam kamu disemua agama juga gitu kalo gak salah,,, lah ini ko ga ada harga nya sama suami istri macam apa kau
Nur Aliah
ko di skib adengannya
Zakaria
kerasa kayak sinetron indosiar tapi versi cetak, bisa dengerin dan baca Omelan dalam hati 🤣
Esih Mulyasih
menguras kesabaran tapi happy ending sich...👍🏼👍🏼👍🏼😉💪😁
Esih Mulyasih
semangat Danu..💪😁
💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖
ternyata umur memang tak menjamin kedewasaan dan pemikiran yg matang, seperti Dara walaupun dia merasa lebih tua umurnya daripd Danu tapi sikapnya dan kata2 nya lebih parah dripd Danu yg notabene nya lebih muda dri Dara... 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖
biasanya yg mnt pertanggung jawaban itu yg cwek ini kenapa yg ngotot mau bertanggung jawab malah yg cwoknya ya😄😄😄😄😄
Dewi Tarra
nada nadaa ....bukanya bagus yahh si danu mau tanggung jawab,,blom tentu laki" lain bisa nerima keadaan kamu nada
Alfatia Desi
Danu tuh laki laki yg gak punya harga diri harusnya walau ia jauh umurnya lebih muda dengan c nada tetep lakimah harus punya harga diri sbagai suami ..Coba tinggali c nada dulu biar dia ngerasa kehilangan
Ayu Nuraini
bucin abis Danu🤪🤪
Sulaiman Efendy
SUKA , MSKI BIKIN EMOSI JUGA CERITANYA..
Sulaiman Efendy
SAYANGNYA TU DANU GK HAJAR DLU TU SI ALDO,,, HARGA DIRI SBAGAI SUAMI DIMANA, DAYYUTS SUAMI YG GK CEMBURU, KLO GK DIHAJAR, GK KAPOK TU SI ALDO GANGGU2, RMH TANGGA LLO
Sulaiman Efendy
JGN DIKASI ALAMAT BARU LO, GK WAJIB...
Sulaiman Efendy
DIHAPUS DN BLOKIR SAJA NO ALDO, GK PANTAS WANITA YG UDH BRSUAMI MSH SIMPAN NO MANTAN, SALAH SATU SILATURAHMI YG TDK WAJIB UNTUK DIJALIN ADALH TTP JALIN SILATURAHMI KPD MNTAN
Sulaiman Efendy
YG HERAN2, TEMAN2 NADA TEMASUK FANI SEPUPUNYA GK TAU KLO NADA MAU DIKERJAIN ORG....
Sulaiman Efendy
PESTA PERNIKAHAN KOQ ADA ACARA2 DJ GITU, DN ADA MINUMAN ALKOHOL, YG NIKAH PSTI KAFIR TUU
Sulaiman Efendy
KASIAN SI DANU, HRSNYA NADA NGOMONG, TRMASUK DANU JUGA HRS NGOMONG TU SAMA IBUNYA ALDO
Sulaiman Efendy
BIKIN EMOSI LO THOE
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!