NovelToon NovelToon
Terikat Pak Dosen

Terikat Pak Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Friska Nanda Raisa

"Gak bisa begini. Pokoknya, bagaimana pun caranya, aku harus dapetin perempuan ini dan jadiin dia istriku. Harus!" gumam Ryu dalam hati penuh tekad.

***

"What's!? Kenapa sih ni Dosen satu maksa banget buat gue mau terima dia buat jadi pacarnya!? Aih.." gerutu Arin dalam hati.

***

Lalu, sebenarnya apa sih yang sudah terjadi pada mereka?
Kita coba baca yuk..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mencoba menghasut

Dengan segera Nenek Indah pun membacanya hingga sesaat kemudian, “I—ini!?”

Kala itu Arin tetap terdiam dan kemudian Nenek Indah pun bertanya, “Yu, maksudnya ini tuh Ayahmu yang menjodohkan kalian?”

Ryu pun mengangguk dan kemudian menceritakan semuanya kenapa hal itu sampai terjadi. Hingga akhirnya Nenek Indah pun kembali bertanya, “Tapi kamu sendiri juga cinta kan sama Arin?”

“Iya, Nek. Aku bukan cuma karena dijodohkan saja, tapi aku juga cinta sama Arin,” sahut Ryu sambil melirik ke arah Arin.

Nenek yang mendengar ucapan Ryu itu pun tersenyum dan kemudian berkata, “Bagus. Jangan karena dijodohkan dan memenuhi sebuah kesepakatan, kamu terpaksa menikah.”

Saat mengatakan hal tersebut, Nenek Indah melirik tajam ke arah Kakek Ardi sehingga membuat Kakek Ardi pun dengan mesra berkata, “Iya iya sayang. Nanti akan aku batalkan rencanaku yang itu.”

“Bagus,” ucap Nenek Indah yang kemudian tersenyum ke arah Arin dan Ryu.

Setelah beberapa lama berada di rumah Kakek Ardi dan Nenek Indah, sore harinya mereka pun memutuskan untuk pulang.

Dan ketika mereka sampai di rumah, mereka langsung dihadang oleh Tania yang bertanya, “Kenapa kalian bisa pulang bersama?”

Saat itu, Arin lebih memilih untuk diam sedangkan Ryu pun tidak menanggapi pertanyaan Tania tersebut. Dia justru langsung melingkarkan tangannya di pinggang Arin dan dengan mesra berkata, “Ayo, kita masuk aja ke dalam. Gak usah takut. Ada aku.”

Arin pun mengangguk dan kemudian dia pun menyetarakan langkahnya dengan langkah Ryu.

Tania yang mendapat tanggapan seperti ini dari Ryu dan Tania pun sontak menjadi emosi dan kemudian menarik tangan Arin agar dia menyingkir dari samping Ryu.

Setelah Arin berhasil bergeser, Tania pun langsung memeluk lengan tangan Ryu dan dengan nada manja, dia pun berkata, “Yu, masa' tadi aku kan ke kampusmu. Terus aku ketemu orang gila di sana. Lihat nih, mukaku sampai lebam seperti ini.”

Mendengar ucapan Tania seperti itu, Ryu pun menghentikan langkahnya dan kemudian berkata, “Itu bukan urusanku.”

Setelah mengatakan hal tersebut, Ryu pun langsung melepaskan pelukan tangan Tania dari lengan tangannya dan kemudian kembali meraih tangan Arin dan kemudian segera membawanya masuk ke dalam.

Sementara itu, dengan perlakuan yang seperti ini terhadapnya, Tania pun bergumam, “Kita lihat saja. Setelah aku bertemu dengan Kakek besok, aku akan buat kamu pergi dari rumah ini."

***

Keesokan harinya, saat di ruang makan. Tania pun dengan sengaja mengingatkan Ryu soal ke rumah Kakek. Dia pun bertanya, “Yu, hari ini jadikan kita ke rumah Kakek?”

Ryu pun menghentikan makannya dan kemudian berkata, “Maaf, Tan. Aku gak bisa. Lain kali aja. Aku ada banyak sekali pekerjaan.”

Setelah mengatakan hal tersebut pada Tania, Ryu pun berbicara pada Arin dengan bertanya, “Sarapannya sudah selesai?”

Arin pun mengangguk dan kemudian Ryu pun kembali berkata, “Kalau udah selesai, ayo kita segera berangkat aja.”

Ryu pun kemudian bangkit dari duduknya diikuti oleh Arin.

Tanpa menghiraukan bagaimana ekspresi wajah Tania, Ryu pun lagi-lagi menunjukkan kemesraannya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Arin.

Tania yang melihat ini pun merasakan panas di hatinya. Dengan hati penuh kesal, Tania pun memutuskan untuk datang sendirian menemui Kakek Ardi.

***

Siang itu, dengan pikiran yang optimis, Tania pun akhirnya sampai juga di rumah Kakek Ardi. Saat itu Tania melangkahkan kakinya dengan mantap menuju pintu rumah Kakek.

‘Tok.. Tok.. Tok..’

“Kakek!” panggil Tania.

Tak lama setelah itu, Kakek pun keluar.

“Tania!?” ucap Kakek terkejut.

“Iya, Kek. Apa kabar?” tanya Tania.

“Baik, Tan. Masuk sini, Tan,” ucap Kakek Ardi.

Mendengar ucapan Kakek yang mempersilakan dia masuk, Tania pun tidak segan akhirnya masuk ke dalam.

Sementara itu, Nenek yang kala itu sedang berada di halaman belakang ini pun keluar.

“Oh. Ada Tania. Ada apa Tania, kamu datang ke sini?” tanya Nenek Indah.

“Gak ada apa-apa kok, Nek. Cuma lagi merasa rindu aja sama Kakek dan Nenek. Jadinya aku datang ke sini,” sahut Tania.

“Oh. Nenek kira kamu ke sini karena mau bahas sesuatu. Soalnya kebetulan sekali, Kakek juga mau bicara sesuatu sama kamu,” ucap Nenek.

Tania yang mendengar ucapan Nenek seperti itu pun terdiam. Hingga akhirnya dia berkata, “Hehehe.. iya sih, Nek. Ada hal yang mau aku bahas dengan Kakek dan Nenek. Tapi lebih baik Kakek aja dulu yang bilang.”

Mendengar ucapan Tania seperti itu, Kakek pun spontan langsung melihat ke arah Nenek.

Dengan menghela nafas panjang, Kakek pun akhirnya berkata, “Tan, maaf. Sepertinya Kakek tidak bisa meneruskan rencana perjodohanmu dengan Ryu.”

‘Deg’

Seketika perasaan Tania pun memburuk. Yang dari awalnya sudah kesal melihat sikap Ryu padanya, sekarang ditambah dengan ucapan Kakek seperti itu.

“Tidak bisa diteruskan!? Tapi kenapa?” tanya Tania seperti tidak terima.

Sebelum menjawab pertanyaan Tania, Kakek pun lagi-lagi menghela nafas panjang dan kemudian berkata, “Maaf, Tan. Kakek gak bisa memaksa Ryu untuk bersamamu. Dia ternyata sudah punya pilihannya sendiri.”

Mendengar jawaban Kakek seperti itu, pikiran Tania pun sontak langsung teringat pada Arin.

“Ck. Sepertinya aku tahu siapa orang yang dipilih oleh Ryu. Pasti si Arin. Perempuan gak bener itu,” hardik Tania emosi.

“Tutup mulut kamu!...” bentak Nenek Indah, “atas dasar apa kamu mengatakan kalau Arin orang seperti itu!?”

“Ish, Nenek. Jangan terpengaruh wajah lugunya. Dia itu hanya pura-pura. Padahal kalau kalian tahu, sebenarnya dia itu sedang hamil entah anak siapa,” ucap Tania menjelekkan Arin.

Setelah mendengar perkataan Tania tentang Arin seperti itu, baik Kakek Ardi maupun Nenek Indah, merek berdua pun terdiam sejenak hingga Kakek Ardi pun berkata, “Untuk perihal hamil, kami berdua sudah tahu dan anak itu adalah anak Ryu.”

“Apa!? Anak Ryu? Jadi mereka mengatakannya seperti itu!? Benar-benar sudah kelewatan,...” ucap Tania, “Kek, Nek, kalian percaya dengan apa yang mereka katakan? Bisa aja kan itu hanya akal-akalan mereka hanya agar kalian mau merestui mereka.”

Mendengar ucapan Tania, lagi-lagi Kakek dan Nenek pun tidak langsung menanggapi. Mereka hanya terdiam.

Sementara itu Tania yang melihat Kakek dan Nenek terdiam seperti ini pun kemudian kembali berkata, “Kenapa Kek, Nek!? Kalian gak percaya sama ucapanku!?”

“Bukan kami gak percaya, Tan. Justru kalau kamu mengatakan hal tersebut, kami berpikir bahwa kamulah yang sudah berusaha menjelek-jelekkan mereka lantaran kami membatalkan rencana perjodohan kamu,” ucap Nenek tegas.

Mendapatkan respons seperti itu dari Nenek, lagi dan lagi tersulut emosi Tania. Dengan penuh rasa amarah, Tania pun langsung berkata, “Ya sudah kalau kalian tidak percaya. Tapi kalian jangan menyesal dengan ucapan kalian hari ini.”

Setelah mengatakan hal tersebut, tanpa berpamitan, Tania pun langsung pergi begitu saja. Hal tersebut membuat Kakek dan Nenek pun menggelengkan kepalanya.

“Kek, rasanya kita perlu meminta Ryu untuk membuktikan kalau anak dalam kandungannya itu anaknya. Bukan gak percaya, tapi lihat saja tadi. Tania sepertinya akan meminta bantuan orang tuanya dan kita harus segera menyiapkan bukti perihal siapa ayah dari anak itu,” ucap Nenek yang ternyata sudah diceritakan oleh Kakek tentang kehamilan Arin sesaat setelah Ryu dan Arin pulang kemarin.

“Ya. Nenek benar. Lebih baik sekarang juga kita segera menemui Ryu,” ucap Kakek yang kemudian diangguki oleh Nenek.

Bersambung...

1
🆁🅰︎🆅🅴🅽ᶻ
wah wah... si Arin
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Akhirnyaaa..gitu lho Rin..aahh lama amat kamu harus nunggu sampai hamil segala.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Apa yang terjadi kenapa Arin bisa jatuh sampai pendarahan 🤔
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Dalam pikiran Arin dia tidak pantas karena merasa bukan wanita yg baik buat Ryu tapi dia tidak tau kalau ternyata Ryu juga pria yg membuatnya menjadi hanya layak untuk Ryu
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Padahal berkali2 dapat teguran nggak ada kapok2nya kamu Wen..sekarang diskorsing juga masih memikirkan dendamnya pada Arin.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Jahatnyaaaa Wen Wen..Ryu kok masih mempertahankan pembantu seperti dia sih..sekali2 bikin Weni jera gitu lho Ryu.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Kapookk.sokoor..enak Wen..sok2an lu..
Tingkahmu melebihi majikan yang menggajimu.
sitimusthoharoh
suka m sikape si ryu yg gercep.
sitimusthoharoh
maksa bangey sih pak dosen nih kikikikikiki
ap gk ad cctv to dirumahmu ryu biar kamu tau perlakuan weni ke arin tu kek gimana
lanjut
sitimusthoharoh
liat aj wen kamu bakalan kapok dah ngerjain si arin kikikiki
lanjut
🍭ͪ ͩ🐣ᷡ ᷤ
moon maap ni ya Bi.. anda jg pembantu jd g usah sok belagu jg
🍭ͪ ͩ🐣ᷡ ᷤ
racun j ibu tirinya...😄
🍭ͪ ͩ🐣ᷡ ᷤ
eh.. mama macam apa ni... astaga.. balas budi balas budi tapi punya mama cam gini jadi durhaka aja dah
🍭ͪ ͩ🐣ᷡ ᷤ
weh.. mulutnya.. pinter adu domba.. 🙃 astaghfirullah
🍭ͪ ͩ🐣ᷡ ᷤ
nah kapok.. yuk kejar vbang 😄😄
sitimusthoharoh
y ampun tu pasti bjune si weni juga disuruh si arin gosokin.uh bikin esmoni mb weni
lanjut
sitimusthoharoh
is gak suka m sipate si weni
lanjut
🍭ͪ ͩ🐣ᷡ ᷤ
Hai Mbak.. Semangat terus dalam menulis ya. karya mbak ntu bagus loh.. 🤗🤗 ganbatte ya
☠ѕυнυ༄⃞⃟⚡🏡s⃝ᴿ
to the poin langsung si ryu bilang mau jadikan airin istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!