NovelToon NovelToon
Pokemon King Of Darkness

Pokemon King Of Darkness

Status: sedang berlangsung
Genre:Fanfic / Sistem / Transformasi Hewan Peliharaan / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:32.2k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Seorang pemuda dari Bumi modern bangun untuk menemukan dirinya di planet Blue star.
Setelah menyeberang ke dunia pararel, dia mengetahui bahwa di dunia ini hidup berdampingan dengan Pokemon.

Tapi, dia sadar dunia ini tidak lah seindah seperti yang kita tonton, karena Di setiap Sudut dunia sesuatu yang gelap sedang mengawasi, dan bagaimana dengan Arceus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

James keluar dari mobil. Begitu kakinya menyentuh trotoar, dia merasakan beban tatapan orang-orang.

Ratusan siswa berseragam biru tua sedang berjalan masuk melewati gerbang. Tawa, obrolan, dan suara Pokemon memenuhi udara pagi. Namun, saat James melangkah masuk, ada gelembung keheningan yang terbentuk di sekitarnya.

Siswa-siswa di dekatnya menyingkir, memberikan jarak yang lebar.

"Itu dia..."

"James Lee. Si yatim piatu gila."

"Kudengar dia bicara sendiri di kantin minggu lalu."

"Kasihan ya, padahal orang tuanya pahlawan. Anaknya malah jadi sampah depresi."

Bisikan-bisikan itu tidak pelan. Mereka sengaja diucapkan cukup keras agar James bisa mendengarnya. Di dunia ini, kelemahan adalah dosa. Dan James, dengan tubuh kurusnya dan mata kosongnya, adalah personifikasi kelemahan.

James menundukkan kepalanya, membiarkan poni rambutnya menutupi matanya. Dia tidak marah. Justru sebaliknya, dia bersyukur.

Teruslah meremehkanku, batinnya. Semakin kalian menganggapku sampah, semakin sedikit yang akan memperhatikan apa yang kulakukan dalam bayang-bayang.

Dia berjalan melintasi halaman sekolah yang luas, melewati lapangan latihan di mana beberapa siswa senior sedang memamerkan Pokemon tahap Menengah mereka. Seekor Ivysaur sedang mencambuk boneka latihan dengan Vine Whip. Seekor Wartortle sedang menembakkan Water Gun ke udara.

Kekuatan. Itu adalah mata uang di sini.

James masuk ke gedung utama, menyusuri lorong yang penuh dengan loker logam. Dia sampai di kelasnya—Kelas 2-B.

Suasana kelas riuh rendah. Chen Lu, si gemuk yang menjadi satu-satunya "teman" James, sedang duduk di bangku belakang sambil memakan keripik kentang.

Melihat James masuk, Chen Lu melambaikan tangan dengan mulut penuh remah. "James! Di sini!"

James berjalan mendekat, menyeret kakinya sedikit. Dia duduk di bangku di sebelah Chen Lu, meletakkan tasnya dengan gerakan lambat.

"Kau terlihat mengerikan, sobat," komentar Chen Lu jujur, menatap lingkaran hitam di mata James. "Kau tidak tidur lagi? Atau kau begadang memikirkan telur Magikarp-mu?"

"Magikarp-ku sudah menetas," jawab James pelan, suaranya datar.

"Benarkah?!" Mata Chen Lu membelalak. "Apa itu? Magikarp biasa? Atau... jangan bilang kau dapat yang emas? Shiny?"

James menoleh perlahan, menatap mata Chen Lu. Dia memutuskan untuk jujur tentang satu hal ini. "Emas."

Chen Lu tersedak keripiknya. "Uhuk! Emas?! Serius?! Kau... kau bajingan beruntung! Shiny Magikarp! Itu bisa dijual mahal sekali ke kolektor!"

"Aku tidak akan menjualnya," kata James. "Dia keluargaku."

Chen Lu menatap James dengan tatapan kasihan bercampur aneh. "Yah... setidaknya warnanya bagus. Tapi tetap saja itu Magikarp, James. Kau butuh keajaiban untuk membuatnya berguna."

Sebelum James bisa menjawab, pintu kelas terbuka dengan bantingan keras.

BRAKK!

Seluruh kelas langsung senyap.

Tuan Tang Xiao, guru wali kelas mereka yang berpenampilan santai namun memiliki aura mematikan, melangkah masuk. Dia mengenakan pakaian olahraga hijau tua hari ini, bukan kemeja formal biasanya. Di pinggangnya, sabuk yang memuat enam Poke Ball terlihat jelas.

Dia berjalan ke podium, meletakkan tumpukan kertas, dan memandang seluruh kelas dengan tatapan tajam seperti elang.

"Duduk!" bentaknya, meskipun semua orang sudah duduk.

"Hari ini kita tidak akan belajar teori tentang tipe atau efektivitas gerakan," suara Tuan Tang menggema di ruangan. "Kalian sudah bosan dengan buku, kan? Bagus. Karena buku tidak akan menyelamatkan nyawa kalian saat seekor Arbok melilit leher kalian di hutan."

Suasana kelas menjadi tegang. Semua orang tahu apa yang akan datang.

"Ujian Lapangan Semester," kata Tuan Tang sambil menyeringai lebar, menampilkan deretan gigi putih yang kontras dengan kulitnya yang kecokelatan. "Minggu depan. Lokasi: Hutan Viridian Sektor 4. Zona Liar Tingkat Rendah."

Hutan Viridian. Nama itu saja sudah membuat beberapa siswa bergidik. Meskipun Sektor 4 diklasifikasikan sebagai "Tingkat Rendah", itu masih alam liar. Ada Pokemon agresif. Ada tanaman beracun. Ada medan yang berbahaya.

"Tujuannya sederhana," lanjut Tuan Tang. "Bertahan hidup selama tiga hari dua malam. Dan kumpulkan minimal tiga 'Token' yang disembunyikan di dalam hutan. Nilai kalian bergantung pada jumlah token dan kondisi fisik kalian saat keluar."

Seorang siswa di barisan depan mengangkat tangan. "Guru, apakah kita boleh membawa perbekalan?"

"Hanya air dan kotak P3K standar. Makanan? Cari sendiri. Tempat tidur? Buat sendiri. Kalian adalah Pelatih Pokemon, bukan turis!"

Tuan Tang mengambil kertas di mejanya. "Untuk memastikan kalian tidak mati konyol, Aliansi mewajibkan pembentukan tim. Tiga orang per tim. Dan tidak, kalian tidak bisa memilih teman kalian sendiri. Jika saya membiarkan kalian memilih, si bodoh akan berkumpul dengan si bodoh dan mati bersama."

Gelak tawa gugup terdengar di beberapa sudut kelas.

"Saya sudah menyusun tim berdasarkan keseimbangan nilai akademik dan potensi tempur kalian. Dengar baik-baik."

James duduk tegak sedikit. Ini penting. Tim ini akan menentukan seberapa bebas dia bisa bergerak. Jika dia mendapatkan rekan tim yang terlalu kritis atau terlalu lemah, rencananya untuk mencari bahan kimia atau melatih Deino secara rahasia akan terganggu.

"Tim 1... Tim 2..." Tuan Tang mulai membacakan daftar nama.

James menunggu. Detik demi detik berlalu. Nama Chen Lu dipanggil di Tim 5 bersama dua siswa lain. Chen Lu memberikan tatapan sedih pada James, seolah berkata 'Maaf kita pisah, sobat.'

"Tim 7," suara Tuan Tang terdengar lebih berat. Dia berhenti sejenak, matanya menyapu ruangan dan mendarat tepat di wajah James.

"James Lee."

James merasakan puluhan pasang mata menoleh ke arahnya. Tatapan mengejek. Tatapan kasihan. Siapa yang akan sial mendapatkan si gila ini?

"Su Qingzhu."

Hening.

Kesunyian yang lebih dalam dari sebelumnya melanda kelas. Mulut Chen Lu ternganga lebar hingga keripiknya jatuh. Siswa-siswa lain saling berbisik dengan panik.

Su Qingzhu.

James menoleh perlahan ke arah barisan paling depan di dekat jendela.

Di sana, duduk seorang gadis dengan postur tubuh tegak sempurna. Rambut hitam panjangnya yang lurus jatuh seperti air terjun sutra di punggungnya. Kulitnya seputih porselen, kontras dengan seragam birunya. Wajahnya cantik, sangat cantik, tetapi dingin seperti es di puncak gunung.

Dia adalah "Dewi Sekolah". Jenius dari Klan Su, keluarga pengendali Naga yang terkenal. Dia sudah memiliki Charmander (sekarang mungkin sudah Charmeleon) dengan bakat yang dirumorkan Ungu atau bahkan lebih tinggi.

Dan dia adalah gadis yang pernah digoda habis-habisan oleh James "asli" di masa lalu hingga James dicap sebagai sampah peleceh.

Su Qingzhu tidak menoleh. Dia tetap menatap ke depan, wajahnya tanpa ekspresi, seolah-olah nama James hanyalah debu yang tidak berarti.

Tapi James bisa melihat buku-buku jarinya memutih saat dia mencengkeram penanya. Dia marah. Atau malu. Atau keduanya.

"Dan anggota ketiga..." lanjut Tuan Tang, seolah menikmati ketegangan itu.

"Ren Tao."

Seorang pemuda kurus dengan kacamata tebal dan wajah licik di barisan tengah mendengus keras. "Sial! Kenapa aku harus mengasuh bayi?"

Ren Tao. James mengenalnya dari ingatan pemilik tubuh asli. Ren Tao adalah tipe penjilat yang membenci James karena cemburu dengan kekayaan keluarganya. Dia memiliki spesialisasi Pokemon tipe Racun (Poison). Zubat atau Grimer, kalau James tidak salah ingat.

Kombinasi tim yang "sempurna".

Seorang Dewi Naga yang membenci James. Seorang pengguna Racun yang iri pada James. Dan James, si "sampah gila" yang menyembunyikan Naga buta di sakunya.

Tuan Tang meletakkan kertasnya. "Tim sudah final. Tidak ada protes. Jika kalian tidak suka rekan tim kalian, belajarlah untuk memanfaatkannya sebagai umpan saat dikejar Beedrill."

James kembali bersandar di kursinya. Sudut bibirnya berkedut sedikit.

Ini menarik. Sangat menarik.

Su Qingzhu adalah dari keluarga Naga. Dia pasti tahu banyak tentang Naga. Mungkin James bisa "mencuri" ilmu darinya. Dan Ren Tao... pengguna racun. Dia pasti tahu di mana membeli bahan kimia berbahaya tanpa banyak tanya.

Takdir sepertinya sedang tersenyum—atau menyeringai—pada James hari ini.

"Baiklah, kelas bubar untuk persiapan tim," kata Tuan Tang. "Tim 7, kalian tetap di sini sebentar."

James menghela napas panjang. Konfrontasi pertama dimulai sekarang.

1
Dimas Ryan
a
xxy1_(8773)
luar biasa
IKKY RAHMADANI
dari episode 1-68 gak selesai" tentang masalah jack nya, lama banget
Bambang Slamet
good👍👍👍👍👍👍
Kalong Super
topp markotop
Bambang Slamet
lanjut👍👍mantap
I'm Nao
keren lah bang
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!