Reina tak menyangka kalau pria bernama Gerald itu berani melamarnya, Pria abg itu berani melamar wanita itu di depan teman-teman sekolahnya.
Gerald memang tergila-gila pada Reina,Tetangga nya yang bekerja sebagai notaris di kantor pemasaran Grand wisata Bekasi.
Siapa yang gak tertarik pada Reina? Cantik, baik, pintar, dan lembut hal itulah yang membuat Gerald jatuh cinta pada Reina.
Awal nya Gerald dapat penolakan dari Reina tapi tak menyerah dan pantang mundur.
Pada akhir nya, Reina luluh juga oleh kekuatan cinta abg tampan itu dan mau menerima lamaran pria muda itu dengan hati bahagia.
Tapi kebahagiaan itu tidak di rasa oleh Risa gadis abg yang memiliki hati buat Gerald.
Diam-diam dia ingin menyingkirkan Reina dari kehidupan Gerald.
Bagaimana nasib Reina selanjutnya? Kebahagiaan apa yang di rasa Reina setelah menikah dengan abg? Apa yang membuat Reina kagum pada Gerald?
Penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irmanika Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penasaran.
"Tak harus jadi sempurna tuk mencintaiku, karena cinta tak menuntut kesempurnaan tetapi kita yang harus menyempurnakan cinta."
"Aku tak butuh kesempurnaanmu yang aku butuh adalah kau menemaniku dalam suasana apapun."
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"Nanti lah.aku tanyakan dia, tapi perlu gak ya..di tanyakan?" tanya Ila pada dirinya sendiri, bingung.
Lalu, langsung ngacir ke cafe untuk mengganti seragam nya.
cafe masih sepi, maklum masih jam tujuh mereka bersih-bersih dulu cek sana-sini nurunin kursi, meletak kan piring, sendok, garpu,dan gelas.
Menghidupkan layar menu, mouse nya di uji lancar apa gak?
"Pagi, pak." Sambut Marwan, ramah.
"Pagi, pak." sambung yang lain.
"Pagi." sahut pak Ramu, cuek sambil bergegas keruangan nya untuk meletak kan tasnya.
"Masakan nya sudah siap?" tanya pak Ramu menuju dapur.
"Sudah, pak." jawab Afrizal yang bagian masak.
pak Ramu langsung cek n ricek.
"Hmm...masih panas ya?dan rasa nya, hmm..enak!benar-benar enak, kerja bagus." ujar pak Ramu sambil mengacungkan jempol.
"Terima kasih, pak." ucap Zylan sambil membungkiuk.
"Nasinya?bagaimana?"
Di luar cafe..
"Kita pulang yuk." ajak Gerald sambil menggandeng Rheina.
Rheina hanya mengangguk pelan.
Dia lega sudah mengungkapkan semua nya, hatinya sudah bernafas lega tidak ada rasa cemas dan takut karena, sangat mencintainya....Tulus!
Gerlad menyerahkan helm pada Rheina.
"Sudah siap?"
"Siap."
"Pegangan ya." pesan Gerald.
Tanpa ba..bi..bu tangan mungil Rheina langsung memeluk pinggang Gerald dan Gerald membalas nya dengan usapan lembutnya.
Dengan kecepatan sedang Gerald melajukan motornya, angin pun berhembus meniup rambut Rheina.
Gerald menelusuri jalan K.H.Noer lalu belok kiri ke arah jalan Ahmad yani yang terlihat sudah rame kendaraan lalu lalang.
Santai tapi hati-hati dan tetap tak melanggar rambu lalu lintas.
Kediaman keluarga Wira..
"Gerald hari ini gak kerja, bu?" tanya pak Wira, cemas.
"Ndak, pak karena di jadwalkan hari minggu Gerald libur." jawab bu Wira sambil memasak rawon kesukaan keluarga.
"Oh...gitu tho."
Di luar...
Rendi sedang memanaskan motornya sedangkan Guntur menyiram tanaman, dan pak Wira yang memanaskan mobil nya.
Di apartemen.
"Baik, aku tunggu hasilnya dari kamu." jawab Dani akhirnya.
"Jika kau gagal, aku akan mengejarmu sampai kedunia pun walau kau lari kesana!" ancam Dani, serus.
"Paham?" sentak nya.
Kediaman Risa..
"Pa..paham, kak." jawab Risa, gugup.
Membayangkan nya saja dia merasa takut sendiri.
Di apartemen
"Bagus." ucap Dani, kini dengan suara rendah.
"Kau harus berhasil, kalau tidak ingin menjadi budak nafsuku." titah Dani.
Lalu dia menutup percakapan nya dengan Risa di hp Oppo, lalu.tersenyum miring.
"Risa...Risa, kau pikir setelah berhasil menculik Rheina kau bebas jadi budak nafsuku?tidak, Risa!sebelum Rheina kau dulu yang harus kuterkam." gumam nya sambil tertawa kecil pada cermin yang menghiasi dinding kamar.
"Kediaman keluarga Handoyo.
Pak Handoyo sedang sibuk mencuci mobil, terlihat serius dengan kerjanya.
Sedangkan bu Handoyo memasak soto ayam kesukaan Rheina.
Dimana keberadaan Ivran?tidur kah?oh...ternyata tidak, kenyataan nya dia sudah pulang pada istrinya.
Perlu.di ketahui Ivran adalah C.E.O dalam perusahaan kertas minyak di PT.Oil papers dia juga pemilik 30 hotel, 87 restoran.
Sedangkan sang ayah dulu.juga seorang C.E.O pada perusahaan Garmen kini beliau harus pensiun dan penggantinya Galih.
Dulu, waktu Rheina bersama Dani dia adalah pegawai biasa karena cerdas dan kerja nya ulet akhirnya.dia naik jabatan walau dia.sendiri gak promo.
Sedangkan sang istri, Irina dia seorang pegawai negeri Departemen Imigrasi, maka nya dia selalu berpergian keluar kota walau tak sering.
"Beberapa menit kemudian...
"Sudah, kamu pulang aja, gak usah pamit." gumam Rheina.
"Tapi.."
"Sudah gak usah pakai sapi-sapi an, kelamaan kalau kamu pamit, pulang sana!" usir.Rheina, berbisik.
"Ya..sudah." Gerald menyerah.
Lalu.mengecup Rheina dari jauh sambil mengerling, nakal lalu melaju dengan speed boath eh...motornya, Rheina.menggelengkan kepalanya lalu membuka pagar besi.
"Kamu.sudah pulang, Nduk?" tanya pak Handoyo sambil tersenyum.lembut seraya membersihkan mobil dengan kanebo.
Bersambung..