NovelToon NovelToon
Blood Reign: Queen Bangkit Dari Abu Orangtuanya

Blood Reign: Queen Bangkit Dari Abu Orangtuanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:534
Nilai: 5
Nama Author: Nina1708

Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghadapi Gugatan

Happy Reading

❤❤❤❤❤❤

Queen duduk di lantai kelas, di antara 30 anak yang menatap nya. Untuk pertama kali nya sejak jadi Rati, Queen merasa kalah. Bukan kalah karena bom. Tapi kalah karena kertas. Kertas yang lebih tajam dari pisau.

Stella, yang duduk di pangkuan Queen, menyentuh pipi Queen yang basah air mata. "Kakak Queen, kenapa nangis? Uang 2 triliun itu banyak ya? Lebih banyak dari 200 Miliar yang kemarin di bakar?" Tanya Stella.

Queen memeluk Stella."Lebih banyak, sayang. Jauh lebih banyak." Jawab Queen.

 

Jam 14.00 siang, Queen, King, Daniel, Lucas, dan Tuan Moretti pergi ke Pengadilan Negeri Genoa, bawa 40 halaman gugatan balik setebal 50 halaman.

Judul gugatan nya: * YAYASAN STELLA vs. AL-RASHID GROUP LTD. - GUGATAN 2 TRILIUN ATAS PERCOBAAN PEMBUNUHAN DAN PENCEMARAN NAMA BAIK*

Di halaman terakhir gugatan balik itu, Queen tulis tangan, bukan ketikan pengacara:

"Saya, Queen Alessandro, umur 22 tahun, tidak punya 200 Miliar. Tapi saya punya 30 anak yang mau sekolah. Jika pengadilan Genoa memutuskan saya harus bayar 2 Triliun kepada teroris, maka silakan sita sekolah saya. Tapi tolong, biarkan 30 anak itu tetap sekolah di dalam gudang yang disita, karena mereka tidak tahu apa itu 2 Triliun. Mereka hanya tahu huruf A sampai Z. Hormat saya, Ratu Queen."

Tulisan tangan itu, yang di foto oleh wartawan pengadilan dan viral di Tik**Tok dalam 2 jam, mendapat 1 juta like.

Judul berita nya: *" RATU 22 TAHUN LAWAN TERORIS LIBYA 2 TRILIUN RUPIAH DENGAN TULISAN TANGAN"*

Al-Rashid Group di Libya, yang melihat berita viral itu, marah besar. Karena mereka tahu, di era Tik**Tok, cerita lebih kuat dari pengacara Sartu juta per jam.

Malam itu, di Sekolah Kasih Amanda, Queen tidak bisa tidur. Dia duduk di depan gudang, menatap laut pelabuhan.

King datang, bawa dua kaleng bir. "Besok sidang pertama di Genoa, Queen. Kau siap?" Tanya King.

Queen menggeleng. "Tidak. Aku takut. Aku takut kalah dan sekolah ini jadi milik teroris." Jawab Queen.

King memberikan satu kaleng bir ke Queen, meski Queen tidak pernah minum bir. " Queen, ingat waktu kita kecil, Daddy bilang apa kalau kita takut?" Tanya King.

Queen tersenyum, ingat. " Daddy bilang, 'Kalau kau takut, jangan tutup mata. Nyalakan lilin.'" Jaaab Queen.

King menyalakan korek api, menyalakan lilin kecil yang ada di depan gudang. Cahaya lilin kecil itu, di tengah kegelapan pelabuhan Genoa, terlihat oleh 30 rumah nelayan di sekitar pelabuhan.

Satu per satu, nelayan nelayan itu menyalakan lilin di depan rumah mereka juga. Untuk dukung Queen.

Dalam 10 menit, seluruh pelabuhan Genoa yang gelap, penuh dengan cahaya lilin kecil.

Bukan cahaya lampu mahal. Tapi cahaya lilin murah, yang di nyalakan oleh orang orang miskin yang Queen sekolahkan anak nya gratis.

Daniel yang melihat itu dari kapal nya, menelepon Queen. "Queen, lihat pelabuhan. Mereka semua nyalakan lilin untuk mu. Al-Rashid punya 2 Triliun. Kau punya 1000 lilin. Menurut mu, mana yang lebih terang di mata Tuhan?" Ucap Daniel.

Queen menangis lagi. Tapi kali ini bukan tangis takut. Tangis haru. Stella yang sudah tidur di dalam gudang, terbangun, keluar, melihat lautan lilin di pelabuhan.

"Kakak Queen, bintang bintang turun ke pelabuhan ya? Cantik sekali." Ucap Stella.

Ya. Bintang bintang turun ke pelabuhan. Untuk Ratu kecil yang berani lawan raksasa 2 triliun dengan tulisan tangan.

*****

 Jam 10.00 pagi, di vila Paman Cito, rapat darurat Dewan Keluarga Alessandro.

Paman Cito, 5 anggota Dewan tua lain nya, King, Queen, Lucas, Daniel, dan pengacara keluarga, Tuan Moretti, pengacara tertua di Genoa umur 75 tahun. Tuan Moretti baca 40 halaman gugatan itu dengan kacamata tebal nya.

"Secara hukum internasional, kita kalah, Ratu Queen," kata Tuan Moretti jujur. "Kontrak Herman itu memang ada stempel yayasan. Meski kontrak senjata itu ilegal di Italia, tapi di Libya, Al-Rashid Group adalah perusahaan resmi yang diakui pemerintah Libya. Jadi di mata pengadilan Den Haag, ini adalah kontrak bisnis resmi yang wanprestasi. Satu-satu nya cara kita menang adalah... buktikan bahwa tanda tangan Herman itu palsu, atau buktikan bahwa Yayasan Amal Kasih Amanda sudah bubar sebelum kontrak di tandatangani." Lanjut Tuan Moretti.

Tapi semua orang tahu, tanda tangan Herman itu asli. Dan yayasan belum bubar tahun 2020.

Paman Cito memukul meja. "Kita bisa bayar pengacara terbaik di Den Haag! Kita lawan!" Ucap Paman Cito.

Tuan Moretti menggeleng. "Pengacara terbaik di Den Haag tarif nya 1 juta per jam. Sidang ini bisa 2 tahun. Biaya pengacara saja bisa 50 juta . Kita tidak punya uang itu. Warisan 80 juta kita masih di bekukan pengadilan Italia karena kasus Herman belum selesai." Queen terdiam. Lalu dia ingat sesuatu.

"USB emas," bisik Queen. Semua menatap Queen. "Di USB emas Mommy, ada video Herman bunuh wartawan Antonio Rossi. Antonio Rossi adalah wartawan yang tulis artikel soal yayasan di pakai untuk selundupkan senjata. Kalau kita bisa buktikan di pengadilan Den Haag bahwa kontrak senjata ini adalah hasil dari pembunuhan wartawan untuk tutup mulut, maka kontrak itu bisa batal demi hukum karena di buat dengan cara kriminal." Lanjut Queen.

Tuan Moretti mata nya berbinar. "Pintar! Itu nama nya 'contract made under criminal coercion'! Kontrak yang di buat dengan paksaan kriminal bisa batal! Tapi kita butuh bukti bahwa wartawan itu di bunuh untuk lindungi kontrak ini. Video USB emas itu bukti nya! Tapi video itu di ambil diam-diam, tidak jelas wajah Herman, bisa di bilang deepfake oleh pengacara Al-Rashid."

Queen berdiri. "Kalau video tidak cukup, kita butuh saksi hidup." Ucap nya lagi.

Siapa saksi hidup pembunuhan Antonio Rossi tahun 2019?

Hanya satu orang yang masih hidup dan ada di pelabuhan malam itu. Orang yang ada di video itu tapi tidak terlihat di kamera. Orang yang bawa mobil untuk Herman malam itu.

Bruno.

Bruno adalah supir Herman malam itu. Bruno yang bawa Herman ke pelabuhan. Bruno yang lihat Herman tembak Antonio Rossi. Queen langsung telepon Bruno.

📞"Bruno, kau ada di pelabuhan malam Antonio Rossi dibunuh tahun 2019?"

Di seberang telepon, Bruno lama diam, lalu menangis.

📞" Ratu... saya... saya yang bawa mobil nya tuan Herman malam itu... saya lihat... saya lihat Tuan Herman tembak wartawan itu... saya takut... saya tidak berani lapor..."

📞"Bruno, maukah kau jadi saksi di Den Haag? Kalau kau bersaksi, kontrak 2 triliun ini bisa batal. Sekolah anak-anak selamat."

Bruno terdiam lama. 📞"Kalau saya bersaksi, Al-Rashid Group akan bunuh saya dan anak saya... mereka tidak main-main, Ratu..."

Queen tahu risiko itu. Menjadi saksi melawan teroris Libya adalah hukuman mati.Tapi tiba-tiba, suara kecil di belakang Queen berbicara.

"Aku mau jadi saksi juga." Ucap Stella. Semua menoleh. Stella. Anak 5 tahun. Stella berdiri, pegang jam Richard Mille pemberian Daniel.

"Aku lihat Ayah Daniel tanda tangan kertas sama orang Arab itu. Di kapal ikan. Aku lihat. Ayah bilang, 'Ini terakhir'. Aku ingat. Tanggal nya... 10 Mei." Ucap Stella.

Stella adalah saksi mata pengiriman senjata terakhir Daniel 3 minggu lalu. Kesaksian anak 5 tahun tidak kuat di pengadilan internasional, tapi kesaksian anak kandung tuan Russo akan jadi berita besar dan buat Al-Rashid malu.

Daniel langsung berlutut di depan Stella. "Stella, jangan... Ayah tidak mau kau masuk pengadilan... bahaya..." Ucap Stella.

Stella memeluk Daniel. "Tapi kalau Stella tidak bantu Kakak Queen, sekolah Stella akan di sita orang jahat." Ucap Stella.

Queen menatap Daniel dan Stella yang berpelukan. Dia dapat ide terakhir, ide paling gila, ide yang hanya bisa dilakukan Ratu yang sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan.

"Tuan Moretti," kata Queen, "Bagaimana kalau kita tidak lawan gugatan 2 triliun ini di Den Haag?"

***********

Happy Reading Guys. 🥰🤗

1
🙈
karyanya bagus banget 😍
🙈
semangat nulisnya kak, 🤭, yokk intip karyaku kak 🤭, like komen yukk🤭
🙈: aman kak, yok nilai punya ku bestie,😋
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!