NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Rahasia Wajah Baru Di Turki Dan Sandera Jepit Mawar

Pagi-pagi sekali. atmosfer di kubikel kerja asisten Han sudah terusik, oleh kedatangan sesosok gadis yang sangat familiar.

Sisil, berdiri di depan meja Han dengan kedua tangan berkacak pinggang. rambut panjangnya kali ini dibiarkan tergerai tanpa jepitan, membuat penampilannya terlihat sedikit berbeda namun tetap memancarkan aura galak yang khas.

"Tuan kanebo, kering!..

Mengaku saja, jepit rambut mawar merahku, ada di mobilmu kan?!"

Semprot sisil. tanpa basa-basi, suaranya yang cempreng sukses membuat beberapa staf yang baru datang menoleh.

Asisten Han yang sedang memeriksa laporan bulanan di ipad-nya mendongak.

wajahnya sengaja dipasang sedatar dan sekaku mungkin. padahal di dalam saku celana bahan mahalnya, jemarinya sedang meraba jepit rambut mawar merah milik sisil.

Nona barbar, ini area kantor.

 Jaga volume suara anda."sahut Han dingin" suaranya tetap formal. dan jepit rambut apa

yang anda maksud?...

Saya tidak tahu menahu!

"Halah, jangan bohong!..

Semalaman aku cari di kontrakan sampai kolong kasur nggak ada!

Satu-satunya tempat yang belum aku ubek-ubek cuma di jok mobil mewah mu itu. waktu aku hampir jatuh di pasar kemarin, jepit itu pasti lepas di situ!"

Sisil memajukan tubuhnya, menatap Han dengan pandangan menuduh.

"Itu jepit rambut legendaris ku tahu! cepat kembalikan!"

Han berdehem kaku. menyembunyikan detak jantungnya, yang mendadak berdegup kencang hanya karena jarak mereka yang terlalu dekat.

' Bayangan aroma mawar dan pelukan tidak sengaja, kemarin siang kembali melintas di otaknya.'

"Saya sudah katakan, saya tidak tahu," bohong Han tanpa mengedipkan mata.

Pria kaku itu tentu saja tidak akan pernah mengaku. mana mungkin ia bilang kalau semalaman jepit rambut murah itu sengaja, ia taruh di atas meja samping tempat tidurnya.

Han bahkan memandangi jepit itu sampai tertidur. hanya untuk membayangkan wajah galak Sisil, yang anehnya mulai terasa manis di matanya.

Jepit itu sudah resmi menjadi 'sandera' pribadinya untuk menemani tidurnya yang biasa sepi.

"Awas ya kalau sampai aku tahu kamu bohong!...aku kempesin ban mobilmu pakai garpu tala!"

Ancam Sisil. sambil menghentakan kakinya, lalu berjalan pergi meninggalkan ruang asisten Han dengan bersungut-sungut.

Han yang melihat kepergian Sisil hanya bisa menghembuskan napas lega, sambil menyunggingkan senyum tipis yang sangat langka di sudut bibirnya.

Di ruang divisi pemasaran yang tertutup rapat, kevin sedang duduk berdampingan dengan salah satu ahli IT. terpercaya perusahaan yang sudah disumpah untuk menjaga rahasia.

Di layar komputer besar di hadapan mereka, sebuah panggilan video enkripsi international sedang terhubung dengan Angel dan papanya yang berada di New york.

"Kevin, Nala, Han...tim audit dan intelijen bisnis papa di Istanbul Turki, sudah menemukan jejak awal, "suara papa Angel terdengar berat dari pengeras suara.

Nama haryanto memang pernah terdaftar. mendirikan perusahaan cangkang di sana sepuluh tahun lalu. namun, lima tahun kemudian, nama itu mendadak dihapus dari seluruh data registrasi sipil Turki.

"Maksud Papa, dia sudah meninggal?" tanya Angel yang duduk di samping ayahnya.

"Bukan meninggal, tapi dia menghapus identitas lamanya!" sahut papa Angel.

"Tim IT papa di New york berhasil, meretas data medis sebuah rumah sakit bedah plastik ternama di ankara,Turki. orang bernama Haryanto ini telah melakukan operasi rekonstruksi wajah total. dia mengubah bentuk rahang, hidung, bahkan kelopak matanya agar tidak bisa dikenali oleh interpol."

Ahli IT Pt. Dirgantara megah utama yang berada di samping Kevin langsung bergerak cepat.

Menggunakan data struktur tengkorak sebelum operasi yang dikirim oleh papa Angel, ia memasukkan data tersebut ke dalam sistem pemindai berbasis Artificial Intelligence (Al) milik kantor.

"Mas Kevin, lihat ini?..."bisik sang ahli IT dengan mata melebar.

"Meskipun wajahnya sudah berubah total. menjadi pria paruh baya khas Eropa timur, struktur matriks matanya tidak bisa berbohong. Al kita berhasil mencocokkannya."

Sekarang dia menggunakan nama palsu Mr. Boris vance. dan di saat ini menjabat sebagai salah satu investor rahasia, yang memiliki beberapa aset properti mewah di kawasan antalya,Turki."

Kevin mengepalkan tangannya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Sifat humorisnya hilang sepenuhnya, digantikan oleh ketegasan seorang sahabat yang ingin membantu membalaskan dendam keluarga Adrian.

"Haryanto" sialan....dia menikmati uang hasil rampokan, papa Adrian dengan wajah baru di luar negeri."

"Kita sudah dapat nama baru dan lokasinya," ucap Kevin ke arah mikrofon, menatap papa Angel dengan penuh hormat.

Om, terima kasih banyak atas bantuan jaringan bisnis properti om di Amerika dan Turki. ini sangat berarti buat kami.

"Sama-sama kevin, jaga Nala dan Adrian di jakarta. om akan meminta tim di Turki untuk terus memantau pergerakan 'Boris Vance' ini dari kejauhan tanpa membuat dia curiga." balas papa Angel hangat.

Setelah panggilan video dengan New york berakhir. asisten Han masuk ke dalam ruangan dengan langkah sigap, mengunci pintu di belakangnya. Nala juga sudah berada di sana, menatap layar komputer yang menampilkan foto wajah baru Haryanto pasca -operasi plastik.

"Bagaimana hasilnya, kak kev,?" tanya Nala dengan raut wajah cemas namun penuh tekad.

"Kita sudah dapat wajah barunya, Nal. namanya Boris vance di Turki. dia mengubah wajahnya lewat operasi plastik." jawab Kevin serius. ia kemudian menoleh ke arah Han.

"Han, sistem keamanan kita harus diperketat. orang ini punya dana tak terbatas di luar negeri. kita nggak tahu apakah dia punya mata-mata internal di jakarta yang mengawasi pergerakan Tuan Adrian."

Asisten Han mengangguk mantap, tatapan matanya menajam. "saya akan mengurus proteksi internal perusahaan secara diam-diam. ibu Nala, mohon tetap bersikap biasa saja di depan Tuan Adrian."

Pernikahan anda tinggal tiga minggu lagi. jangan sampai tuan Adrian, menyadari penyelidikan ini dan menjadi tidak fokus pada hari bahagianya.

Nala menghelan napas panjang, menatap cincin di jarinya. "aku mengerti, kak Han. terima kasih banyak untuk kalian semua. aku tidak menyangka, persahabatan Geng three girls kita dulu, ditambah bantuan bantuan kak kevin dan kak Han, sekarang bisa menjadi kekuatan besar untuk membuka kebenaran ini!.

Angel yang masih terhubung, melalui pesan suara di ponsel kevin menimpali dengan nada manjanya yang khas namun menenangkan.

"Tenang aja, Nala sayang! kita ini Geng three girls, ditambah dua cowok pelindung di jakarta. si penghianat itu nggak akan bisa lari lagi setelah pernikahanmu selesai!"

Mendengar ucapan Angel, Kevin langsung tersenyum, melirik ponselnya dengan binar asmara yang kembali membumbung tinggi.

Sementara asisten Han. meski fokus pada layar monitor, tangannya diam-diam kembali meraba jepit rambut mawar merah. di saku jasnya -seolah mendapatkan energi tambahan dari keberadaan benda kecil milik si gadis barbar tersebut untuk menghadapi badai besar yang akan segera datang.

Aura di dalam kubikal utama lantai teratas Pt. Dirgantara megah utama terasa begitu mencekam sejak dua jam yang lalu.

Adrian duduk di kursi kebesarannya. namun fokusnya sama sekali tidak tertuju pada laporan Kuartal, perusahaan yang terpampang di layar monitor komputer jinjingnya.

Tatapan mata elangnya lurus menembus kaca transparan, mengawasi meja kerja sekretaris pribadinya Nala.

Sudah tiga kali dalam sehari ini. Adrian melihat Nala bolak-balik keluar masuk ruangan Kevin di divisi pemasaran bersama asisten Han.

Bahkan barusan, ia melihat ketiganya berdiri berdekatan di koridor sambil berbisik-bisik dengan raut wajah yang sangat serius.

Begitu Adrian melangkah keluar dari ruangannya, ketiganya langsung bubar dan berpura-pura sibuk dengan dokumen di tangan masing-masing.

Rahang Ardian mengeras. kilat posesif yang berbahaya mulai membakar dadanya.

Adrian tentu saja tidak lupa bahwa beberapa bulan lalu. sebelum ia berhasil meluluhkan hati Nala, Kevin adalah pria yang paling gencar mengejar dan menyukai Nala.

Meskipun setelah Adrian menyatakan cintanya pada Nala. secara jantan dan kevin memilih mundur, hubungan mereka telah berubah baik.

Adrian tahu betul kalau sekarang Kevin, dan dirinya sudah sepakat untuk menjaga dan menganggap Nala seperti adik perempuan mereka sendiri. bahkan mereka bertiga sudah seperti keluarga utuh.

Namun, melihat wanita yang paling dicintainya. terus-menerus berbisik rahasia dengan dua pria kepercayaannya tanpa melibatkan dirinya, ego dan sifat cemburu Adrian sebagai CEO arogan tetap saja terbakar habis.

Tok! Tok!

Nala melangkah masuk ke dalam ruangan Adrian. sambil membawa map dokumen kerja sama hotel, untuk pernikahan tiga minggu lagi.

"Sayang, ini berkas persetujuan akhir dari-"

Belum sempat Nala menyelesaikan kalimatnya. Adrian sudah berdiri dari kursinya, langkah kakinya yang lebar mengikis jarak diantara mereka dalam hitungan detik.

Tanpa suara, Adrian menyambar map dari tangan Nala. di antara kedua lengan kekarnya yang menumpu pada pinggiran meja kerja.

"Sa- sayang..." Nala terkesiap. matanya mengerjap menatap, wajah tampan calon suaminya yang kini sedatar dinding es.

"Ada yang ingin kamu jelaskan padaku, sayang?" tanya Ardian dengan suara baritonya yang rendah, terdengar seperti bisikan yang menuntut kepatuhan.

"Jelasin...soal apa?" Nala menelan ludah, instingnya mendeteksi bahwa singa jantan ini sedang dalam model cemburu tingkat akut.

"Kevin dan Han, "geram Adrian posesif. wajahnya perlahan mendekat, membuat napas hangatnya menerpa permukaan kulit pipi Nala.

"Seharian ini kamu terus-menerus mendatangi mereka. berbisik-bisik seperti ada rahasia besar yang sengaja kamu sembunyikan dariku."

Kamu lupa, kalau Kevin dulu pernah menyukaimu?

Dan kamu lupa! kalau aku adalah calon suamimu, yang berhak tahu kemanapun matamu memandang?"

Nala menahan napas. ia ingin sekali tertawa melihat betapa menggemaskannya Adrian jika sedang cemburu buta seperti ini.

Namun di sisi lain, ia harus tetap menjaga rahasia tentang pelacakan Haryanto. di Turki agar Adrian tidak mengamuk emosional menjelang hari pernikahan mereka.

"Sayang, kamu ini bicara apa sih?"

Nala memberanikan diri menyentuh dada bidang Adrian, mencoba menenangkannya.

"Kamu kan tahu sendiri. setelah kita bersama, kak kevin begitu juga kamu. kita ini sudah seperti keluarga, masa kamu masih cemburu pada adikmu sendiri?"

"Aku tidak peduli," sahut Adrian keras kepala. justru semakin mengeratkan kurungan lengannya, sebagai seorang kakak, Kevin boleh menyayangimu.

Tapi sebagai pria, aku tidak suka dia atau Han menyita waktumu lebih banyak dariku seperti hari ini.

"Katakan padaku. Nala, rahasia apa yang sedang kalian sembunyikan?"

Sebelum Nala terdesak dan terpaksa membocorkan. penyelidikan rahasia mereka, pintu ruangan Adrian tiba-tiba diketuk dari luar.

'Kevin melangkah masuk dengan santai, membawa beberapa lembar papan konsep desain panggung pernikahan.'

Begitu melihat posisi Adrian yang sedang mengunci Nala di meja, Kevin langsung menghentikan langkahnya.

Bukannya takut, sifat humorisnya justru langsung keluar. untuk mencairkan ketegangan romantis yang mencekam itu.

"Waduh!... mohon maaf tuan CEO yang terhormat, saya tidak tahu kalau jam kerja sekarang berganti menjadi jam pacaran komersial,"

Seloroh Kevin dengan kedipan mata jenaka ke arah Nala.

Adrian melepaskan kurungannya pada Nala, berbalik menatap Kevin dengan pandangan mata yang siap membunuh pria itu seketika.

"Kevin, jika alasanmu masuk ke ruangan ini tidak penting, aku akan memotong anggaran divisimu bulan depan.!"

Kevin langsung mengangkat kedua tangannya, membentuk tanda damai sambil tertawa renyah. "EITS, santai bos!"

Jangan galak-galak begitu. ini murni urusan pekerjaan!.

"Lagian, tuan Adrian, anda tidak perlu memasang muka cemburu seperti detektif begitu pada Nala."

Saya ini murni menganggap Nala sebagai adik perempuan saya sekarang, tidak ada niat tikung- menikung.

Kevin melangkah mendekat. lalu dengan berani merangkul pundak Adrian, sekilas sambil berbisik dengan nada bercanda.

"Lagi pula, selera saya sekarang sudah naik level! ke spek malaikat internasional New york. jadi, hati saya sudah aman terkendali di tangan Angel. anda tidak perlu khawatir."

Mendengar nama Angel disebut. Adrian mendengus pelan, namun ketegangan di bahunya perlahan mengendur. sifat posesifnya sedikit mereda setelah mendengar ketegasan dari sahabatnya sendiri.

"Keluar dari ruanganku!.."kevin.

Dan bawa konsep desain mu ini!

"Usir Adrian dingin, meski sudut bibirnya sedikit berkedut, menahan senyum melihat tingkah konyol sahabatnya itu.

"Siap, bos besar posesif!" kevin memberi hormat dengan jenaka. lalu melirik Nala sambil memberikan kode kedipan mata rahasia, sebuah kode yang berarti bahwa pergerakan pelacakan IT terhadap Boris vance alias Haryanto di Turki masih berjalan aman di bawah kendali mereka.

1
Iffanaya 😽
niatnya mau nyulik si kembar eh malah bakal kena jebakan si kembar 🤭
Sevda Aryan: Iya ka, si kembar terlalu Genius. karena waktu ngidam papanya Adrian Makan semur jengkol 🤣. Nanti Kevin merasa tersaingi sama si kembar dan frustasi.
lanjut di bab selanjutnya yeah ka.
total 1 replies
Dinda Rahayu
Semangat thor💪
Sevda Aryan: Terima kasih ka, atas dukungan nya .
total 1 replies
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Iffanaya 😽
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Iffanaya 😽
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Iffanaya 😽
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Iffanaya 😽: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Iffanaya 😽
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!