NovelToon NovelToon
Sistem Supir Angkot

Sistem Supir Angkot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Di sudut kota Bogor yang basah oleh hujan, Farrel (22 tahun) hanyalah seorang supir angkot jurusan Baranangsiang–Bubulak yang hidupnya di ujung tanduk.

Setiap hari ia harus menahan lapar, dicaci maki oleh kernet lain, difitnah mencuri uang setoran oleh mandor pangkalan, dan puncaknya: diputuskan oleh kekasihnya karena tidak mampu membelikan kuota internet. Modal hidupnya setiap hari setelah setoran hanyalah sebungkus nasi rames karet dua dan sebatang rokok eceran.

Namun, sebuah insiden pengeroyokan oleh oknum ormas di Terminal Baranangsiang mengubah takdirnya. Saat sekarat, sebuah suara mekanis bergema di otaknya: [Sistem Afeksi Kekayaan Berhasil Diaktifkan].
Sistem ini memberikan Farrel saldo tak terbatas, namun dengan syarat gila: uang tersebut hanya bisa digunakan untuk membiayai atau membelikan barang untuk wanita yang memiliki potensi afeksi (rasa suka) terhadapnya. Setiap kali persentase Favorability (tingkat kesukaan) wanita tersebut naik, saldo pribadi Farrel akan berlipat g

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 23

Perintah Farrel laksana titah dari malaikat maut. Sebelum sisa anggota Ormas Cakar Bumi sempat mengayunkan senjata mereka, pintu darurat dan celah dinding klinik yang hancur sudah ditutup rapat oleh personel elit Garuda Hitam.

Moncong senapan laras panjang mengunci setiap sudut, tidak menyisakan ruang bagi tikus-tikus pangkalan itu untuk melarikan diri.

Farrel melangkah maju selangkah demi selangkah. Di bawah pengaruh gaya bertarung militer tingkat maksimal, setiap tarikan napas dan perpindahan bobot tubuhnya menjadi gerakan mematikan yang sangat efisien.

Seorang preman bertubuh kekar mencoba menusukkan celuritnya dari arah lambung kiri Farrel.

Farrel hanya menggeser pinggulnya beberapa milimeter, membiarkan mata celurit itu menebas angin.

Tanpa membuang waktu, tangan kanan Farrel melesat, mencengkeram tenggorokan pria itu, lalu meremasnya dengan kekuatan stat 25.

Krak!

Urat leher dan jakun pria itu hancur seketika. Ia ambruk ke lantai tanpa sempat mengeluarkan suara erangan.

Dua orang lainnya menyerang bersamaan dari depan dengan parang terangkat. Farrel menekuk lututnya rendah, membiarkan kedua bilah besi itu menebas kosong di atas kepalanya.

Dari posisi merunduk, Farrel melayangkan pukulan ganda menggunakan kedua telapak tangannya ke arah dada kedua penyerang tersebut.

Bugh! Bugh!

Dua tubuh besar terlempar ke belakang hingga menghantam lemari obat dari kaca.

Pranggg!

Lemari itu hancur berantakan, menimbun tubuh mereka yang sudah tak bernyawa akibat serangan jantung instan dari tekanan pukulan Farrel yang menghancurkan tulang dada menembus ke dalam.

Melihat kengerian yang terjadi dalam waktu kurang dari tiga puluh detik, sisa sembilan preman Cakar Bumi langsung menjatuhkan parang mereka.

Senjata-senjata tajam itu berdenting riuh di atas lantai keramik yang kini mulai digenangi darah segar.

"Ampun, Bos! Kami cuma ikut perintah Suro! Ampun!" Mereka berlutut masal,

menempelkan dahi ke lantai sambil menangis histeris.

Nyali mereka yang biasanya garang di jalanan, kini menguap tak bersisa di hadapan monster berdarah dingin seperti Farrel.

Farrel tidak melirik mereka sedikit pun. Ia mengambil selembar tisu medis dari atas meja resepsionis yang tegak, mengusap setitik darah musuh yang tepercik di rahang kokohnya, lalu menoleh ke arah Amelia.

Amelia Putri masih berdiri kaku di tempatnya. Napas mahasiswi kedokteran itu memburu, membuat jas putih dokternya naik-turun dengan cepat, menonjolkan lekuk dadanya yang indah.

Matanya yang bulat jernih menatap pemandangan mengerikan di depannya dengan rasa syok yang hebat. Sebagai calon dokter, ia terbiasa menyelamatkan nyawa, bukan melihat nyawa dicabut dengan begitu entengnya.

Namun, ketika mata bulatnya bertemu dengan tatapan tajam dan dingin milik Farrel, rasa takut di hatinya perlahan terkikis oleh sebuah getaran lain yang jauh lebih pekat.

Aura karisma Farrel yang berada di level monster seolah menyelimuti kesadaran Amelia, memberikan rasa aman absolut yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Farrel berjalan mendekati meja resepsionis, memperkecil jarak di antara mereka hingga Amelia bisa mencium aroma maskulin tembakau mahal dan energi panas yang menguar dari tubuh Farrel.

Farrel mengulurkan tangannya, menyentuh dagu lancip Amelia dengan lembut namun penuh penekanan dominan, memaksa gadis suci itu menatap langsung ke dalam matanya.

"Nona Amelia Putri," bisik Farrel, suaranya berat dan seksi, menggetarkan sanubari Amelia yang paling dalam.

"Lu aman sekarang. Kutu-kutu busuk ini gak akan bisa menyentuh ujung rambut lu lagi."

【 Ting! Kontak fisik pertama dengan Target Ketiga: Amelia Putri berhasil! 】

【 Tingkat Kesukaan Amelia Putri melonjak tajam dari 20% menjadi 45% (Sangat Terpikat & Mengagumi Kekuatan Anda)! 】

【 Sistem Mendeteksi: Jiwa suci target mulai terbiasa dengan aura dominasi Pengguna, memicu naluri ketergantungan yang mendalam! 】

Amelia menelan ludahnya dengan susah payah. Kulit wajahnya terasa menghangat akibat sentuhan jari Farrel di dagunya.

 "K-Kamu... kenapa kamu tahu nama saya? Dan siapa sebenarnya kamu?"

Farrel tersenyum tipis sebuah seringai menawan yang sanggup meruntuhkan pertahanan mental wanita suci mana pun.

 "Nama gua Farrel. Dan tentang siapa gua... lu bakal tahu setelah semua kekacauan di kota ini selesai."

Farrel melepaskan cengkeramannya dari dagu Amelia, lalu berbalik menatap sembilan preman yang masih bersujud di lantai. "Tiger."

"Siap, Tuan Besar!" Tiger maju, tubuh raksasanya memberikan tekanan psikologis baru bagi para tawanan.

"Bawa sembilan anjing ini masuk ke dalam mobil. Mereka bakal jadi penunjuk jalan terbaik kita menuju markas besar Bramantyo malam ini," perintah Farrel sedingin es.

"Lalu, bagaimana dengan Nona Amelia, Tuan?" tanya Tiger.

Farrel menoleh kembali ke arah Amelia, melirik jas putih dokternya yang masih bersih tanpa noda darah.

"Bawa dia ikut bersama kita. Daerah perbatasan ini sudah gak aman untuk anak gadis seorang mantan walikota. Gua sendiri yang bakal jagain dia di kursi belakang."

Amelia ingin menolak, logikanya berteriak bahwa pria di hadapannya ini sangat berbahaya. Namun, efek dari peningkatan karisma Farrel dan status sistem membuat kakinya bergerak sendiri mengikuti langkah Farrel.

Ada keinginan bawah sadar yang kuat di dalam dirinya untuk terus berada di dekat pria yang baru saja menghancurkan malam jahanamnya.

Malam itu, di bawah guyuran hujan Bogor Utara yang kian deras, tiga Land Cruiser hitam kembali menderu membelah kegelapan, membawa sang dewi kedokteran menuju sarang singa tempat dinasti Ormas Cakar Bumi akan segera diratakan dengan tanah.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai hendra beserta keluarganya bikin hendra menyesal mencari masalah dengan mcnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai para penguasa itu bikin mcnya ambil alih
eza
apakah ini terinspirasi dari kisahnyata, ehem😙😙
Tri Wahyuni: ya bisa di bilang bgtu.hehe
total 1 replies
eza
100 buat author
Tri Wahyuni: kalau suka sama ceritanya jangan lupa Giftnya ya kak
total 1 replies
eza
buset iklan
Achmad Zaki
terlalu lebay
Aisyah Suyuti
menarik
Fajar Fathur rizky
cepat bantai juga keluarga musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dan keluarganya dengan cara paling kejam
Herman Tere
lanjuut
Herman Tere
ceritanya menarik walaupun agak berlebihan, tapi ini hiburan
Fajar Fathur rizky
cepat bantai lima puluh Preman itu bawa tubuh mereka ke musuhnya bikin musuhnya ketakutan memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai orang itu beserta keluarganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!