NovelToon NovelToon
BLACK ROSE

BLACK ROSE

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Black Rose julukannya, ada tatto mawar hitam di punggungnya. Dia agen rahasia XpostOne 06 yang paling ditakuti. Sepak terjangnya terdengar sampai belahan dunia. menyamar sebagai jurnalis dan presenter hot news di sebuah televisi swasta milik ayahnya.

Kini ia ditugaskan untuk menangkap seorang pemb*nuh bayaran yang lari ke luar negeri. Konon pemb*nuh ini sangat licik dan dilindungi oleh sindikat bawah tanah.

Mampukah dia menangkap pemb*nuh itu atau dia malah terb*nuh?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.23. DEWI SUKESY.

Semua aturan XpostOne ia tahu, tapi apa salah kalau ia ingin resign. Kadang Jhon Meyer terlalu berlebihan dan mencoba menjeratnya lewat pasal-pasal.

"Aku kena Wanprestasi, aku mengerti soal itu, dan tidak akan lalai melaksanakan kewajiban sebagaimana yang telah kau tentukan, dalam perjanjian itu." ucap Dewi dengan mata merah. Ia sangat kesal seolah Jhon Meyer mempermainkannya.

"Minggu depan kau berangkat dengan salah satu agen XpostOne."

"Bos..aku harap kau menepati janji, dan membebaskan aku dari kerjaan yang membahayakan jiwaku. Kalau sampai keluarga ku tahu tentang ini, XpostOne bisa lenyap dari bumi ini." ucap Dewi beranjak dari hadapan Jhon Meyer.

Ini misi terakhir, ia sudah muak dengan semua ini. Tapi misi ini juga bisa menjadi peluang bagus untuk mempercepat rencananya menyingkirkan Qai. Dengan lenyapnya Qai semua akan menjadi mulus.

Tidak lama lagi Berlin yang tampan dan dingin itu akan menjadi miliknya, lima persen saham perusahan milik kakek juga akan jadi miliknya. Dan Ende Raharja akan menyerahkan perusahannya. Semua itu akan ia dapatkan setelah pernikahannya dengan Berlin.

Hidup di rumah keluarga Raharja sangat nyaman. Segalanya ada, ia tidak perlu banting tulang dan berpikir keras. Uang dan hadiah terus mengalir untuknya.

Dewi melanjutkan langkahnya menuju tempat parkir, ini hari terakhir ia datang. Setelah pulang dari Thailand ia akan mengabdikan diri menjadi salah satu bagian dari keluarga Raharja.

Setelah kepergian Dewi Jhon Meyer menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa, ia merasa tidak berguna. Selama ini ia mendidik Dewi tata krama dan kejujuran. Hari ini ia melihat Dewi menjadi arogan seolah berencana menusukan ujung belati ke XpostOne.

Argh...

Jhon Meyer menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. Selama ini Dewi orangnya baik tidak pernah neko-neko, namun hari ini ia melihat Dewi berubah seratus persen. Tidak disangka materi membuat orang sombong dan tidak tahu aturan.

"Bos, aku merasa aneh. Apa bos percaya dengan Dewi, kita harus selidiki jangan sampai ia mata-mata musuh."

"Kalau dia mengaku dari keluarga Raharja sulit untuk diselidiki, akses keluarga itu tertutup sulit ditembus, mereka punya peretas handal dari luar negeri."

"Oh begitu..apa kita menyuruh Qai untuk mengambil sikap? Tidak ada jalan lain kecuali melenyapkannya."

"Masalah ini perlu adanya respon positif dari Qai, mengingat Dewi dan Qai adalah teman sejati. Aku meragukan sikap Qai, lebih baik kau menemani Dewi ke Thailand."

"Apa...kenapa harus aku?" tanya Adi dengan mata melotot.

"Siapa lagi yang di suruh, semua sudah berangkat menjalankan misi." ucap Jhon Meyer tersenyum tipis.

"Ada Agung.."

"Aku ada misi ke Afrika, apa kau mau tukaran?" ucap Agung bertolak pinggang.

"Ah..tidak..aku ikut Dewi saja."

"Hahaha...."

DIKEDIAMAN KELUARGA RAHARJA.

Dewi baru saja datang dari kantor XpostOne ia sudah disambut oleh Emely dengan senyum sinis. Perempuan setengah baya itu menyindirnya dengan ucapan menusuk hati.

"Sudah dikasi hati minta jantung, betul-belul kampungan dan masa bodoh."

"Siapa yang tante sindir, aku?"

"Kau merasa tersindir, berapa umur mu sekarang? Apa didikan Wijaya begini?"

"Maksud tante apa, to the point saja. Kita disini levelnya sama, jika kau berani berbuat aneh-aneh aku tidak segan-segan men*nam kau hidup-hidup." ancam Dewi lalu naik ke lantai dua. Aku adalah agen rahasia, membunuh dan menyiksa orang adalah kerjaan ku.

Dewi merebahkan tubuhnya di ranjang, ia tak kuasa menolak perintah Jhon Meyer untuk pergi ke Thailand, sebelum pergi ia ingin bertemu dengan Berlin.

Susah banget bertemu dengan pria itu, ada saja alasannya kalau Dewi mengajak kencan. Apa Berlin tidak suka padanya, jangan-jangan dia itu sudah punya pacar.

Tidak mungkin, Berlin selalu sendiri setiap ada pertemuan keluarga. Tuan Ende juga tidak pernah menyinggung pacar Berlin. Memikirkan Berlin hatinya menjadi kacau.

Dewi bergegas keluar dari kamarnya, ia harus bertemu Berlin sebelum berangkat ke Thailand.

"Kau mau kemana lagi, ayah mu sakit kau tidak tengok." kembali tante Emely nyinyir.

"Tante sentimen padaku, ayah tiap hari sakit, aku hampir setahun merawatnya aku capek. Sudah ada perawat juga. Kalau tante kasihan pada ayah, tante saja yang rawat." ketus suara Dewi.

"Dasar anak durhaka, rugi mendidik mu lima belas tahun, tidak ada sopan santu."

"Aku bersikap baik tergantung lawan ku, jika orangnya baik aku akan baik, jika lawan ku jahat, aku akan lebih jahat."

"Dasar tak berguna, setiap hari hilang melulu, pergi malam pulang pagi, maumu apa sih. Jangan hancurkan keluarga Raharja dengan tingkahmu yang liberal." ucap Emely emosi.

"Tante ..urus dulu suami tante baru ngoceh..." sahut Dewi lalu pergi.

"Dasar anak haram!!"

*****

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
wahhhh.... jangan sampai sianida itu di campur ke kopi / ke susu... bisa" kejang" yang minum
Cu
bagus
Ci
suka sama jln ceritanya
Ca
ku dukung sama dia
Bo
nice
Be
romantis
Bu
asik nih
Bi
wiuuh mantapp
Ba
cepet sembuh kek
Sin
good job
Lala
emang keren ini
90
lanjut cari
89
jangan lupa mampir
88
bisa aja nih
87
apa ya kisah selanjutnya
86
next penasaran
85
makin penasaran
84
seksi gt ya
83
wow keren banget
82
yess bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!