NovelToon NovelToon
Ibu Susu Sambung

Ibu Susu Sambung

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Ibu susu / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: phoebeee

Luna Amara Kaito adalah wanita cantik yang hidupnya hancur karena dosa masa lalu kakaknya. Karena kesalahan itu, ia dipaksa menikah dengan Galen Arlan Wilson, pria tampan namun berhati dingin dari keluarga yang menuntut balas. Bagi keluarga Wilson, pernikahan itu bukan cinta, melainkan hukuman.

Galen yang memiliki pesona luar biasa tapi penuh amarah memperlakukan Luna dengan kejam. Ia memaksa Luna menjadi ibu susu sambung bagi bayi mungilnya meski Luna belum pernah melahirkan.

Namun segalanya berubah pada suatu malam ketika Galen merenggut kehormatan Luna. Sejak malam itu, Luna hidup dalam ketakutan. Ia takut hamil, takut masa depan, dan takut pada suaminya sendiri.

Hingga suatu keajaiban datang, membawa kebenaran yang selama ini tersembunyi. Luna akhirnya mengetahui bahwa perbuatan kakaknya jauh lebih kejam dari yang ia bayangkan. Dan satu fakta mengejutkan, bayi yang selama ini ia rawat ternyata anak kandung Kakanya.

Apakah itu anak kandung Galen juga? akankah luluh pada Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phoebeee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Penjelasan

Luna tertegun, ia menatap Galen dengan bingung. Ia diusir begitu saja setelah jauh datang ke sini?

“Akhh, keluar!! bagaimana bisa kamu ada di sini?” ujar Galen memegang kepalanya yang terasa berat.

Semua terasa berputar di kepala Galen. Pandanganya terasa kabur, bahkan Luna terlihat dua di matanya. Badanya menggigil dingin.

“Berhentilah keras kepala. Apa kamu mau mati di sini?” tanya Luna dengan emosi, ia bingung dengan sikap Galen, kenapa pria itu sangat keras kepala sekali.

“Keluar” teriak Galen sekali lagi

Luna menatap Galen tak percaya, tanganya mengepal menahan gejolak dihati. Bagaimana pria di depannya ini sama sekali tidak menghargai kedatanganya dari jauh ke sini.

“Okei, aku akan pulang sebelum kamu menjawab pertanyaanku” ujar Luna dengan lugas

Galen berusaha menahan badanya agar tetap stabil, ia memegang dinding di sekitarnya agar tidak terjatuh.

Dahi Galen berkerut bingung di alam bawah sadarnya, pertanyaan apa yang membuat Luna datang ke sini.

“Setelah kamu jawab pertanyaan ini, aku janji aku akan kembali pulang dan tidak mengganggu mu” lirih Luna

Galen terdiam, semua rasa pusing dan nyeri di badanya seketika mati rasa. Sepenting apa pertanyaan itu? Kenapa dadanya terasa sesak mendengarnya.

Bahwa Luna tidak akan peduli lagi....

“Apa, cepat katakan! setelah itu keluarlah“ lirih Galen dengan datar.

Luna menatap Galen dengan risau, tanganya spontan ingin meraih Galen yang hampir terjatuh namun menahanya, terhenti, ia tidak ingin Galen menjadi marah.

“Siapa Gean? Apa alasan kamu menikahi aku? Apa yang telah dilakukan kakaku kepada keluargamu? tolong jawab” ujar Luna dengan lirih.

Luna melihat Galen masih berdiri dengan datar berusaha tegar.

“Apa Regan anak kandungmu? Dia anak siapa? Aku sadar, wajahnya mirip sekali denganku, rambut, hidung, bentuk mata hanya beda pada warna. Ia mengingatkanku pada-”

“Apa dia anak Kak Lila? Apa dia anakmu dengan Kak Lila? atau-”

Luna tersentak saat mendengar Galen berteriak memotong pertanyaanya, wajahnya memerah menahan amarah menatapnya dengan tajam.

“Berhenti menyebut wanita menjijikan itu” ujar Galen dengan tidak senang, rahangnya mengeras seketika.

Kenapa Galen marah kepada Kak Lila?

Ada yang membuatnya bingung, Bi Tena mengatakan bahwa Regan bukanlah anak kandung Galen

Tapi sikap Galen seolah mengatakan ia adalah Ayah Regan yang telah tersakiti. Terkhianati oleh wanita.

“Berhentilah menyebutnya. Regan bukan anak wanita itu, Regan anakku. Apa hakmu menanyakan tentang status Regan?” ujar Galen dengan menusuk

Galen dengan sempoyongan mendekat ke arah Luna yang berdiri tegak di tempatnya. Jarak mereka mendekat, bau alkohol sangat tercium keras dari Galen.

Parfume pria itu sudah bercampur dengan keringat dan alkohol membuat Luna berkerut tidak senang.

“Wajahmu, wajahmu membuat aku muak. Kenapa Regan harus mirip dengan wajahmu dan wanita sialan itu? Kalian sama, sama menjijikan” ujar Galen dengan emosi.

Galen mempersempit jarak mereka menyisakan beberapa senti, ia mendekat memegang dagu Luna dengan kasar.

“Wanita murahan, yang egois dan manipulatif. Keluargamu pun juga sama, demi harta kalian rela melakukan hal keji” ujar Galen dengan penuh emosi.

Luna berusaha melepaskan cengkraman Galen pada dagunya. Matanya berlinang, melihat bagaimana Galen berbeda seperti ini membuatnya takut.

Mata yang penuh kebencian, emosi yang membara dan rasa dikhianati terlihat di Galen.

“Licik dan pembunuh” cengkraman Galen semakin keras.

“Akhh, lepas” lirih Luna dengan mata berlinang.

Galen tersentak, kesadaranya seketika muncul saat melihat air mata Luna jatuh membasahi pipinya hingga mengenai pergelangan tangan cengkraman Galen.

Cengkraman itu seketika melemah, merasa penuh salah dan takut.

Matanya menatap Luna dengan ragu dan tidak percaya.

“Sakit” lirih Luna

Galen terkejut, Galen langsung melepaskan cengkraman pada Luna. Ia menatap telapak tanganya tidak percaya, kemudian melihat ke arah Luna yang masih menatap lurus ke arahnya dengan mata berlinang.

“Berhentilah menangis” ujar Galen mengalihkan pandangannya ke arah lain selain ke arah mata Luna.

“Setidaknya-”

Galen menoleh ke arah Luna saat kembali berbicara, ia melihat wanita itu masih berlinang air mata. Ia menatap lurus ke arah dirinya.

“Berikan aku penjelasan. Aku juga lelah dengan semua ini. Apa aku tidak layak bahagia?” tanya Luna dengan lirih.

“Kamu bilang bahwa aku pembunuh, aku licik, aku menipulatif dan juga jahat. Tapi apa yang sudah aku lakukan? Apa yang sudah keluarga, Kakaku, lakukan? Aku tidak tahu” frustasi Luna dengan air mata jatuh membasahi pipinya.

“Tanyakan pada keluargamu” sentak Galen dengan kasar mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Kenapa ia tidak suka melihat Luna menangis?

“Aku tahu kamu pernah mengatakan bagaimana keluarga tidak tahu sama lain, kan? Tapi aku bukan keluarga mereka!” teriak Luna bagian akhir

Luna mendekat ke arah Galen, Ia menunjuk pria itu dengan sesak mengatakan, “Mereka membuang aku saat umur lima tahun. Mereka mengatakan aku pembawa sial, mereka memisahkan aku, mengasingkan aku”

“Mereka mengatakan aku membuat Lila sengsara, mereka mengatakan aku penyakitan. Mereka mengatakan aku tidak lebih baik dari Lila, Aku hanya membuat Lila cemburu, tidak diperhatikan. Lila lebih penurut sedangkan aku pelawan, Lila lebih pintar sedangkan aku bodoh. Lila lebih cantik sedangkan aku buruk” ujar Luna dengan membara

“Tapi apa bedanya aku? Wajah kita mirip, kenapa mereka mengatakan aku buruk? Aku dibuang dan tinggal dengan Nenek Kakek di desa, saat itu aku baru merasakan rumah, merasakan bagaimana arti peduli dan sayang. Bagaimana hidup, meninggalkan kota”

“Tepat saat mereka meninggal dunia akibat kecelakaan. Bunda dan Ayah datang, ku kira mereka peduli, melayat, ternyata tidak-”

“Mereka memintaku kembali, ku kira mereka mulai sadar dan peduli, ternyata juga tidak. Mereka datang memintaku menggantikan Kak Lila, mereka menyuruhku menikah dengan pria yang tidak aku ketahui siapa dia-”

“Setelah memberikan aku neraka dan memasukkan aku ke surga kemudian mereka mengambil kembali untuk dimasukan ke neraka. Awalnya aku tidak tahu bahwa Kak Lila dimana, sampai sekarang aku tidak tahu dia dimana. Ayah maupun Bunda tidak mengatakan apapun, mereka hanya menyuruhku menikah denganmu sebagai balas jasa yang telah mereka berikan”

“Tapi jasa apa? Jasa apa yang telah mereka berikan? Trauma, kerendahan, penyiksaan, hinaan?”

Luna terkekeh pelan, ia memukul pelan dada Galen dan tersenyum lirih. Air matanya masih mengalir mengingat semua yang terjadi, bagaimana ia bisa bertahan selama ini..

“Walau kami kembar namun kami berbeda. Jadi berhentilah menyamakan aku, jika kamu ingin membalaskan dendammu itu tidak masalah. Tapi aku boleh merekomendasikan sesuatu?” tanya Luna dengan senyumanya

Galen masih terdiam, tanganya mengepal, napasnya tertahan saat Luna menarik kedua tanganya menuju leher jenjang wanita itu.

“Bolehkan kamu membalasnya dengan membunuh aku?”

"Biarkan aku mati, aku juga lelah" lirih Luna

1
OneFold
mana kelanjutannya thor? lumutan ini nungguin dr 2025
Mecca Delsa
Up banyak dong thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!