Nama saya Yuda, Saya siswa SMA tahun ke 2. Kehidupan sekolah saya tidak ada yang istimewa. Tetapi ada seseorang yang sangat saya sukai dari tahun pertama sekolah, saya mengejar cintanya selama 2 tahun, namun tidak mendapatkan respon dan berujung penolakan yang menyakitkan. Sampai suatu saat saya mulai membuka mata saya, berapa banyak waktu yang saya buang sia-sia hanya untuk wanita yang tidak mencintai saya. Namun ini hanya permulaan dari cerita tahun ke 2 saya di sekolah. Dimana saya akhirnya memilih untuk melangkah maju dan berhenti membuang waktu, saya memutuskan untuk berhenti mengejar cintanya dan menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman lainnya. Berusaha mengupgrade diri dan mencoba membuka hati untuk orang baru walau rasa trauma dari orang lama masih membekas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dame Dha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23 Menentukan Pilihan
Sudut pandang Yuda -
Hari senin siang menjelang sore. Aku sedang berada di gudang rumah untuk mengambil beberapa meja dan kursi untuk di bawa ke lokasi stan.
Juga tidak lupa sebuah stan bekas yang bisa di rakit yang dulu pernah di gunakan paman berjualan sebelum membuka kafe. Aku lihat stan itu masih lumayan bagus dan masih layak pakai jadi aku akan bawa ini ke lokasi untuk di rakit disana.
Urusan perkakas seperti kompor dan perkakas lainnya akan di urus olah Raph dan Yuki. Aku akan fokus pada pekerjaan berat untuk hari ini.
Setelah mengeluarkan semua yang diperlukan dari gudang. Aku meminta bantuan paman Juna untuk membawa semuanya menggunakan mobil bak terbuka.
Aku sudah menelepon paman Juna untuk meminta bantuan dan sebentar lagi beliau akan sampai.
Setelah menunggu beberapa saat paman Juna akhirnya sampai, aku mulai memuat meja dan kursi serta stan ke dalam mobil bak terbuka. Paman juna akan menyetir menuju lokasi stan yang sudah di tentukan.
Sesampainya di lokasi aku langsung membongkar muatan, meja, kursi dan semua yang ada di bak mobil aku turunkan semua,
Selanjutnya merakit stan yang masih dalam keadaan terpisah satu sama lain, butuh waktu hampir 2 jam aku merakitnya sendiri karena paman Juna tidak bisa meninggalkan kafe terlalu lama.
- Sudut pandang Raphtalia -
Sementara Yuda mengurus pekerjaan berat seperti mengangkut meja, kursi dan merakit stan. Aku dan Yuki mengurus peralatan yang diperlukan untuk menjual makana cepat saji.
Kompor dan perkakas memasak jadi tugas ku. Sementara Yuki mengurus bahan masakan.
Karena lokasi stan tidak jauh dari rumahku. Aku berjalan kaki saja. Saat aku sampai ke lokasi, Yuda sudah ada di sama, pekerjaannya hampir selesai.
Stan sudah berdiri dan meja sudah tersusun rapi. Satu tim dengan laki-laki memang mempermudah hidup.
Aku datang sambil membawa perkakas masak.
"Yuda, semua sudah beres ya. Hebat, maaf aku tidak sempat membantu" ucapku pada Yuda
"Ah tidak apa-apa, lagi pula ini kerjaan lelaki. Aku yang ga enak kalau kamu juga ikutan jadi tukang" jawab Yuda
"Jadi kompor dan semua perkakas ini mau di letakkan di mana" tanyaku pada Yuda
"Langsung aja di susun di dalam. Aku harus memastikan sekali lagi apakah ada baut yang belum terpasang" jawab Yuda sambil menujukkan tempatnya
Aku menaruh kompor, blender, sendok, piring dan mangkok dan wajan. Ini sudah seperti penjual gorengan sungguhan.
"Ngomong-ngomong Yuki kok belum datang juga. Ini sudah jam tiga sore" tanyaku pada Yuda
"Ga tau, harusnya dia sudah selesai belanjanya" jawab Yuda dengan heran
- Sudut pandang Yuki -
Aku bertugas mengurus keuangan dan berbelanja bahan baku untuk jualan kami. Aku sama sekali tidak biasa belanja barang-barang dapur karena aku memang tidak pandai memasak.
Aku juga tidak tahu harga pasaran jadi semoga saja aku tidak salah beli. Pertama yang paling penting adalah bumbu dapur seperti garam, gula dan penyedap.
Selanjutnya minyak goreng, tepung terigu, ayam potong, tahu, tempe, telur ayam, telur puyuh dan tusuk sate.
Semua bahan sudah ku beli dan sisa uangnya sangat sedikit. Tapi aku sudah membeli semua barang yang sudah di catat oleh Yuda jadi harusnya tidak ada masalah.
Aku hampir menghabiskan waktu 3 jam hanya untuk berkeliling mencari bahan.
Setelah semua barang belanjaan beres, aku akan segera kembali karena waktunya sudah sangat molor.
Sesampainya di lokasi Yuda dan Raphtalia sudah ada disana, mereka sudah selesai dengan kerjaan mereka dan tinggal menunggu aku datang saja.
Raphtalia langsung menegurku karena terlalu lama, untung Yuda ada untuk menengahi kami.
"Lama banget sih..udah jam berapa ini" ucap Raphtalia sambil marah padaku
"Mau gimana lagi, aku ga pernah belanja di pasar" jawabku
"Haduhh dasar tuan putri" ucap Raphtalia dengan nada sinis
"Hah. Apa maksudmu berkata begitu" jawabku dengan sedikit berteriak
"Udah..udah.. kalian berdua tolong jangan egois, Masa baru hari pertama udah ribut" ucap Yuda sambil menengahi perdebatan kami berdua
"Raphtalia duluan yang mulai" ucapku pada Yuda
"Sekarang kita beresin dulu belanjaanya" ucap Yuda
Setelah kami membereskan belanjaan Yuda mulai membagi tugas.
"Baiklah, sekarang kita perlu membagi tugas. Urusan dapur serahkan saja padaku. Raphtalia tolong urus minuman dan Yuki yang melayani pelanggan. Gimana, ada yang keberatan" tanya Yuda pada kami
Kami setuju dengan pembagian tugas dan sekarang waktunya untuk pulang.
- Sudut Pandang Yuda -
Setelah semua persiapan selesai kami akan buka mulai besok pagi. Tapi sebelum pulang aku harus ngasih buku ini ke Andini.
Jam 4 sore.
"Raph, kamu tau alamat rumah Andini ga. Kalau ga salah dia tinggal di kompleks ini juga kan" tanyaku pada Raphtalia
"Oh itu rumahnya, nomor 5 sebelah kanan. Ada apa tiba-tiba nanya alamat rumah Andini" jawab Raphtalia sambil menunjukkan arah
"Oh, ini aku cuma mau ngasih barang ini" jawabku
"Apa itu, hadiah ya?" tanya Raphtalia
"Cuma buku doang, makasih ya Raph, kalian mau pulang kan. Pulang aja duluan, aku mau ngantar ini dulu kerumah Andini" jawabku
Aku tidak yakin apakah Andini ada dirumahnya. Tapi beberapa hari ini kami akan sangat sibuk. Pasti sulit sekali buat ketemuan. Lebih baik hari ini langsung ku selesaikan saja.
"Tunggu Yuda" Yuki memanggilku dari arah belakang
"Aku ikut, aku pengen tau rumah Andini juga" ucap Yuki
"Oh. Oke, Raph kami pergi dulu ya" ucapku pada Raphtalia
"Iya" jawab Raphtalia
Yuki menemani ku kerumah Andini. Tumben sekali, aku baru tahu kalau Yuki berteman dengan Andini.
Terima kasih sudah membaca cerita saya. Untuk ilustrasi karakter cerita ini bisa di cek Trending akun-
Jika ada kritik dan saran silahkan DM saya dan jangan sungkan-sungkan :D