NovelToon NovelToon
Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Suami Tak Berguna / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ana Azzura

"Rasya! Berikan suamimu pada kakakmu, dan ambil bekas suami kakakmu!"

Seperti sebuah sambaran petir yang mampu menghancur leburkan tulang belulangnya. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba sang papa menyuruh menukar suami atas permintaan kakaknya.
..

Tidak tahu mengapa orang tua Rasya selalu memperlakukannya begitu buruk, hanya mendapatkan barang bekas dari kakak kandungnya untuk bertahan hidup. Suatu ketika, Rania meminta papa nya untuk menukar suaminya dengan suami adiknya yang langsung diiyakan oleh papahnya.

Hancur sudah hidup Rasya, sebelum akhirnya dia menyadari satu kebenaran bahwa kakaknya sudah mengambil sang suami yang sudah menjadi barang bekasnya.

Sedangkan suami baru Arasya ternyata belum pernah menyentuh Rania, dan untuk pertama kali dia mendapatkan barang baru.

Bukan hanya itu, fakta lain tentang kehidupan suaminya juga terkuak seiring berjalannya waktu dan yang lebih mengejutkan ternyata Saka adalah seorang crazy rich!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesona Rasya

"Terimakasih, pak." Rasya turun dari motor dengan tergesa-gesa dan langsung berlari untuk masuk.

Namun sebelum bisa masuk, tangan nya ditarik kasar oleh seseorang.

"Bisa-bisanya jam segini baru masuk! Dasar tidak disiplin!"

Jelas saja Rasya tersentak saat tangan nya di cekal kuat bersamaan dengan suara keras yang jelas-jelas ditujukan kepadanya. Dia tahu siapa pemilik suara itu. Meski hati nya sangat enggan berdebat, tapi akhirnya tetap berhenti dan menatap kearah orang yang baru saja bersuara.

"Memang nya kenapa kalau aku datang terlambat? Toh bukan kamu yang menjadi bos ku." Rasya sangat sedikit tidak senang dengan Rania yang sok mengatur nya seperti bos. Bukan itu juga, yang sebenernya tergesa-gesa untuk masuk ke kantor, mau tak mau harus membuang-buang waktu karena tangan nya masih dicekal dengan kuat.

"Berani nya kamu berkata seperti itu!" Bentak nya semakin marah. "aku ingatkan baik-baik, Rasya! Kalau kau meninggalkan kesan buruk di sini, maka nama ku dan mas Dimas juga akan terseret karena kau keluarga ku! Jadi ku ingatkan sekali lagi! Jangan pernah berbuat yang tidak baik karena akan mencemarkan nama baik keluarga!"

Tentu saja Rasya mendengus kesal waktunya habis untuk mendengar kata unfaedah kakak nya.

"Sudahlah, mbak. Sekarang aku sedang buru-buru, kalau mbak Rania mau menceramahi ku, tunggu sampai jam istirahat kerja." Sahut nya seraya melepaskan cekalan tangan, namun justru semakin merapat. "Bukan kah mbak Rania seharusnya juga sedang waktunya bekerja?" Tanya nya seraya menaikan satu alis.

Rania semakin marah, "Kau..!" Perkataan nya terhenti saat menyadari Rasya berhasil melarikan diri.

Jari telunjuk nya yang diacungkan ke depan wajah Rasya, tentu saja dimanfaatkan Rasya, karena sebelumnya tangan Rania masih mencekal lengannya, dan setelah melepaskan tanpa sengaja, Rasya langsung berjalan menjauh. Jelas saja itu membuat Rania semakin meradang. Dia marah besar! Namun Rasya tetap mengabaikan begitu saja, lagian sejak kapan kemarahan Rania menjadi urusan nya?

"Rasya! Awas kau!" Teriak nya setelah Rasya berhasil menjauh.

"Arrghh..! Siall! Dia semakin berani pada ku!" Gumamnya seraya merapatkan kepalan tangan nya. Dengan amarah yang masih menggebu-gebu, dia tetap meneruskan jalannya ke tempat yang ingin dituju.

.

.

.

"Selamat pagi, pak. Maaf saya datang terlambat." Kata Rasya setelah membuka kasar pintu ruangan meeting. Semua orang yang sudah berada di sana menatap kearah Rasya dengan tatapan berbeda-beda. Tentu saja Rasya tak berani memindai wajah mereka satu persatu karena merasa canggung dengan kedatangan nya yang terlambat dan membuat mereka menunggu.

"Akhirnya kau sudah datang, Rasya. Kami sudah menunggu mu."

Bukan suara Andreas yang masuk ke indra pendengaran Rasya, namun laki-laki yang menjadi asisten Andreas lah yang berkata. Tentu Rasya mengalihkan tatapan nya ke sana, Rasya dapat melihat jika kursi yang seharusnya ditempati Andreas masih kosong, namun disebelah nya sudah ada Keanu yang sepertinya sedang memandu jalannya rapat pagi ini.

Rapat kali ini memang dadakan semalam Andreas baru mengabari di grup, mereka yang terlibat di proyek pembangunan salah satu mall itu lah yang mengikuti rapat berhubung siang ini akan mengunjungi proyek.

Buru-buru Rasya berjalan ke kursinya, dia segera duduk di sana dan meletakkan berkas ke meja.

"Maaf, pak. Saya ada masalah yang menyebabkan terlambat datang." Katanya se-dki berbisik, kebetulan tempat duduk Rasya dan Keanu berhadap-hadapan, jelas Keanu tahu saat wanita itu berkata pada nya meski menggunakan intonasi rendah.

"Sudah tidak apa-apa, pak Andreas sudah mengatakan nya kalau hari ini kau izin masuk telat." Sahutnya yang juga memelankan suaranya.

Hah?

Tentu saja hal itu membuat Rasya terkejut, dia bahkan sampai terbengong-bengong menatap wajah Keanu. Kapan dia memberi tahu Andreas kalau akan datang terlambat? Sungguh mengherankan! Dan keheranan ini benar-benar menjadi sebuah pertanyaan besar bagi Rasya. Apakah bos nya ini sedang memata-matai nya?

"Kenapa bapak bisa tahu?" Setelah dipikir-pikir, Rasya lebih memilih bertanya untuk mengobati penasaran dibenaknya kali ini. Dia menunjukkan tanda keterkejutan itu di hadapan banyak orang.

Bukan nya menjawab, sesaat Keanu justru terlihat gelagapan, namun itu hanya sebentar. Pria datar itu memang sangat pintar menyembunyikan ekspresi nya, dalam sekejap dia bahkan kembali menunjukkan mimik muka datar tanpa ekspresi seperti biasanya.

"Tidak, maksud saya bukan kamu yang izin datang telat. Tapi pak Andreas yang datang terlambat dan menyuruh saya memandu rapat, tapi karena tidak fokus saya malah ingat nya kau juga sudah izin." Sahutnya yang sungguh sebenarnya tak masuk akal sama sekali. Untunglah Rasya bukan wanita yang tak selalu mempercayai perkataan orang, Rasya justru bernafas lega setelah mendengar perkataan Keanu karena menganggap apa yang dikatakannya memang benar. Itu artinya dugaannya bahwa Andreas memata-matai nya tidaklah benar.

"Oh, seperti itu rupa nya." Sahut Rasya seraya menerbitkan senyum.

Sebuah senyuman yang mampu membuat seorang pria yang sejak tadi menatap Rasya dengan penuh kekaguman serta cinta itu semakin menimbulkan gejolak rasa. Pria itu terus menatap wajah Rasya yang terlihat semakin bertambah cantik berkali-kali lipat dari sebelumnya. Wajahnya bersinar tanpa ada satu pun bekas jerawat, tubuh nya terbungkus dengan pakaian mahal membuat nya semakin terlihat berkelas dan tentu saja menggoda iman nya. Tiba-tiba saja, sebuah rasa muncul kembali yang membuat nya merasa sangat menyesal dengan keputusan nya.

Di relung hatinya, dia juga merasa kesal serta cemburu melihat Rasya yang terlihat sangat cantik. Seharusnya kecantikan itu hanya untuk dirinya, namun kini sudah berbeda, dia tak memiliki hak apapun untuk dirinya.

Rambut itu semakin indah kala jepit rambut yang bertengger menghiasi kepala nya. Kemudian tumbuh rasa kesal saat Rasya sejak tadi tak sekalipun menatap kearah nya. Terlebih ketika Keanu dan Rasya saling berpandangan dan seperti membicarakan sesuatu yang terlihat dekat, membuat hatinya benar-benar terbakar api cemburu.

"Ternyata kau masih menempati hati ku, Rasya." Gumam pria itu dalam hati setelah menyadari dirinya sedang cemburu.

"Sudahlah, lagian aku yakin Rasya masih sangat mencintai ku. Aku akan membuat mu kembali kepada ku, Rasya." Pria itu menampilkan seringai tipis diwajahnya dengan tatapan yang masih tertuju pada Rasya, hingga tak menyadari wanita yang tadi berada di samping Dimas terlihat sangat kesal karena sang suami justru tak mengalihkan tatapan nya dari mantan istri nya. Tentu saja Rania sangat tahu arti tatapan itu sebuah tatapan yang seharusnya hanya diberikan seseorang yang sedang jatuh cinta.

"Maaf, Saya terlambat." Suara bariton itu berhasil membuyarkan pemikiran semua orang.

...🌺🌺🌺...

Maaf banget teman-teman, untuk hari ini dan kemarin aku slow update. Untuk kedepannya mungkin bisa up lebih rajin lagi.

Btw aku minta tolong like& komen sebanyak-banyaknya ya... Supaya novel ini semakin naik untuk memotivasi ku agar tambah semangat update.

Semua komen kalian selalu ku baca dan membuat ku semangat update, Terimakasih banyak ya.😍

1
Rita Juwita
/Good/
Linda Liddia
Sayang bgt udh buat cerita tapi gak sampe tuntas..
Djoko Hariyanto
Kecewa
Djoko Hariyanto
Buruk
Irmawati
rasya bukan anak kandung
Amey Sumaidah
Luar biasa
citra marwah
Halu nya gak ketulungan...ya kali mau pura2 miskin nyampe bawa uang 3M buat mahar saka k Rania,trs itu masa ambil apa pun kaya org kesetanan😅😅🤭
Venny Merliana
ngakak baca novel ini🤣🤣🤣
Venny Merliana
huawkwkwk/Joyful/🤣😂😂😅🤣🤣konyol
Venny Merliana
perutku smpe sakit nahan tawa😀😅😂🤣🤣🤣🤣🤣
Venny Merliana
cerita nya gantung dibuat tamat kumaha atuh Thor
Ig : Author_fanie.liem
hai guys slg follow dan mampir yaa di the golden umbrella thx
Nie
saka nyamar jd andreas ya
Elok Pratiwi
tidak ada kah dg jalan cerita yg lain selain dg cerita yg sebenarnya laki2 nya kaya itu kaya tp dia menyembunyikannya dr istri nya dg menjadi laki2 yg miskin dan tinggal di gubuk reot ... apakah dikehidupan nyata ada yg seperti itu ... jadi tidak menarik cerita nya
Lala Trisulawati
kok ending nya ngambang..
.
Mella Dewiswita Diningrat
jln serita novel ini semakin lama semakin nggk ngerti dgn kata2 jorok nd semakin ngawur kata2nya...aneh
bunda
Luar biasa
meE😊😊
emg itu uang yg dr mas kawin d kmnain? klo g slh bca mas kwin y uang 1m bkn? ap d kuasai sma papa mama y??
meE😊😊
ap mngkn itu prushaan saka?
meE😊😊
udh mau sneng tau saka maih ori ehh trnyta bekasan bnyk orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!