Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!
Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Emosi Justin.
Keesokan harinya.
Semalam Camilla menghabiskan waktunya untuk mengerjakan tugas kelompok via internet. Padahal tugas itu bisa dikumpulkan dengan batas waktu minggu depan. Untungnya Camilla tidak sekelompok dengan Jack, yang ia yakini seorang leader Red Dragon itu.
"Cam! Bangun!" Mama Eva berulangkali mengguncangkan tubuh Camilla yang tak kunjung bangun itu.
"Euhmm." Camilla menggeliat lalu mengambil posisi nyaman untuk kembali tidur.
"Cam! Red Dragon nyerang rumah kita!" Teriakan Mama Eva barusan membuat mata Camilla membulat, ia langsung bangun.
"HAH! PISTOL! PISTOL! PISTOL MANA PISTOL!!" Camilla langsung panik, berlari ke sana kemari mencari pistol yang ia simpan di kamarnya. Mama Eva yang melihat itu pun langsung tertawa keras.
Camilla yang mendengar itu pun menyatukan alisnya, "Mama bohong!!!" Camilla langsung mendekati Mamanya dengan bibir yang mengerucut.
"Udah sana mandi! Ini udah jam delapan tau nggak!" Mama Eva langsung pergi dari kamar dari kamar Camilla. Sebelum itu, Mama Eva melemparkan handuk tepat mengenai wajah Camilla dan langsung tertawa.
"Ck! Males banget.." Dengan langkah malas, Camilla berjalan ke kamar mandi. Setelah memakai mandi dan memakai seragam, Camilla segera turun ke bawah untuk sarapan.
"Udah pada berangkat semua ya, Bi?" Tanya Camilla pada pelayan yang kala itu sedang menyiapkan sarapan.
"Iya, Non. Kalau Nyonya baru saja berangkat." Jawab pelayan itu kemudian membungkukkan badannya dan segera pergi.
***
"Sial! Gerbangnya udah ditutup!" Camilla pun memarkirkan mobilnya di depan sekolah. Ia turun kemudian melangkahkan kakinya ke depan gerbang. Diamatinya gerbang itu dari atas hingga bawah, "Nggak tinggi-tinggi amat!"
Camilla mundur tujuh langkah. Setelah itu langsung berlari melompati gerbang yang tingginya 2 - 3,5 meter itu.
Bruk!
Camilla mendarat dengan sempurna. Tidak ada satupun bagian tubuhnya yang lecet ataupun terluka. Seseorang yang baru saja datang tercengang melihat aksi Camilla baru saja. Tapi ia langsung menampilkan ekspresi datarnya.
"Cari mati?" Tanyanya pada Camilla yang sedang membersihkan telapak tangannya. Camilla menoleh pada orang itu, "Ck! Si ketos ikut campur aja!"
"Kalau lo jatuh gimana? Apalagi kalau kepala duluan yang kena tanah? Mau mati? Nyusahin diri sendiri tau nggak sih lo?" Ketus Justin dengan alis yang menyatu. Nada bicaranya naik satu oktaf. Camilla yang mendengar itu pun mengernyitkan dahinya.
Justin mendengus kesal, "Jangan gr! Gue ngomong gini bukan berarti perhatian sama lo! Enak aja! Gue kayak gini karena gue nggak mau ambil resiko! Pasti nanti gue juga bakal kena kalau lo kenapa-napa, karena keselamatan para siswa juga gue yang nanggung!" Camilla hanya terdiam dan menatap datar Justin.
"Heh, Kalau gue mati, lo tinggal sembunyiin jasad gue aja! Jadi kan lo nggak kena resikonya nanti!" Ketus Camilla ikutan kesal, lalu segera memakai tas ransel yang tadi dibawanya.
Baru saja berjalan tiga langkah menuju kelas, Justin menarik tangan Camilla hingga gadis itu membalikkan badannya. "Ikut gue ke BK! Atau.."
"Atau apa!" Ketus Camilla langsung melepaskan tangan Justin.
"Lo harus dihukum karena terlambat! Apalagi ini udah jam setengah sembilan!" Justin langsung menggeret tangan Camilla menuju BK. Camilla yang tidak ingin meladeni itu pun hanya mengikutinya saja.
"Dasar ketos pengadu." Gerutu Camilla sambil memutar bola mata.
"Apa kamu bilang?!" Justin tak menghentikan langkahnya, ia semakin cepat menarik Camilla.
Camilla hanya menatap Justin datar dari belakang. Tiba-tiba muncul ide dari benaknya, ia tersenyum manis. Camilla mendadak langsung berlari dengan kecepatan tinggi.
Membuat Justin seperti terseret, Justin terjatuh mendadak. Untung saja sikutnya segera menumpu tubuhnya. Hingga sikutnya itu lecet dan berdarah.
"Argh!" Justin membalikkan tangannya untuk melihat sikutnya yang lecet dan mengeluarkan darah. Kala itu Justin tidak memakai jas OSIS, sehingga sikutnya langsung mengenai tanah yang sedikit berkerikil itu.
Sementara, Camilla yang melihatnya hanya menatap Justin datar dengan aura dingin. Dalam hati ia tersenyum senang.
"Sakit ya? Maaf tadi sengaja." Camilla yang sedang memasangkan wajah datar itu mengulurkan tangannya, hendak membantu Justin berdiri. Tapi langsung ditepis oleh Justin.
"LO INI APA NGGAK BISA MENJADI ANAK BAIK SEHARI SAJA GITU?!"
Camilla yang baru pertama kali melihat Justin emosi pun hanya mengangkat kedua alisnya. "Apa ini bisa dibilang sedang marah? Wow, gue nggak takut!" Batin Camilla tertawa dalam hati.
"Lo mau coba marah sampai level 100 gue nggak bakal takut. Anak baik ya? Itu cuma buat level rendahan." Camilla tersenyum remeh, ia memainkan kuku jarinya.
"LO ITU CEWEK YANG PALING NAKAL, PALING JAHAT, PALING NGGAK SOPAN, PALING--... LO CEWEK YANG PALING MEMALUKAN YANG PERNAH GUE TEMU! KERJAAN LO TU CUMA BISA MEMALUKAN SEKOLAH! NAMA SEKOLAH BISA TERCORENG KARENA KELAKUAN LO YANG NGGAK PERNAH BENER! Huftt. Lo cewek yang paling memalukan!"
Justin menghela napas kasar. "Cepetan ke BK!" Kata Justin masih dengan nada tinggi, ia melanjutkan langkahnya menuju ruang BK, mengabaikan luka di sikutnya.
Camilla mengernyitkan dahinya, baru pertama kali ini ia melihat Justin marah, semarah itu. Camilla memutar bola matanya malas, ia berjalan cepat mendahului Justin. Justin yang melihat itu pun semakin geram, ia menatap tidak suka kepada Camilla, benci.
BRAK!
"A-astaga!" Bu Etty memegangi dadanya, terkejut dengan pintu yang tiba-tiba di dobrak.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE 🤩
---Rara Tania
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃