NovelToon NovelToon
Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:206.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Danie A

dihianati suami dan adiknya, dan menjadi tameng bagi kebebrokan perilaku kedua orang terdekatnya. Afifah memutuskan untuk bercerai.

dah, gitu aja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23 - kehidupan Arga dan Putri

"Hari ini kita pindah lagi?" tanya Putri mulai jengkel dengan ajakan pindah dari Arga. Entah sudah berapa kali Arga terus mengajak Putri untuk pindah.

Semenjak diusir dari rumah yang sebelumnya, Arga dan Putri memang terlontang-lantung mencari tempat tinggal baru dan terpaksa mengontrak di wilayah yang tidak jauh dari pabrik tempat Arga bekerja. Dan sialnya, pasangan laknat itu pun harus diusir berkali-kali karena warga yang tidak terima dengan kehadiran Arga dan juga Putri di kompleks tempat tinggal mereka.

"Aku tidak mau pindah lagi, Mas!" rengek Putri pada Arga.

"Daripada kita nunggu diusir, lebih baik kita pindah sekarang saja! Orang-orang di sekitar sini masih banyak yang kenal sama kita, Put. Kamu mau hidup digunjing terus?" omel Arga.

"Tapi kita pindah ke mana dulu? Tempatnya bagus, kan? Aku nggak mau tinggal di kontrakan kumuh!" pinta Putri pada kekasihnya yang kere itu.

Arga makin dibuat pusing. Biasanya Afifah yang akan membantu keuangannya dan kekurangan finansial yang ia hadapi. Namun, kali ini Arga sendiri yang harus menanggung gaya hidup boros Putri yang membuat kantong pria itu mengering.

"Bisa tidak kamu nggak minta hal yang aneh-aneh dulu! Yang penting kita punya tempat tinggal dulu!" omel Arga dibuat makin jengkel pada Putri yang bertingkah manja sekali padanya.

"Aku capek pindah-pindah terus, Mas! Kenapa Mas tidak cari rumah baru saja! Aku tidak mau hidup ngontrak!"

"Rumah baru apanya, Put! Rumah baru itu tidak murah! Kamu tahu sendiri 'kan untuk kebutuhan sehari-hari saja Mas selalu kekurangan!" ujar Arga pada Putri.

"Ya, Mas cari pekerjaan lain, dong! Kebutuhan aku juga banyak! Mas mau kayak gini terus!"

Hidup bersama Putri hanya membuat Arga semakin stress. Setelah berpisah dari Afifah, pria itu memutuskan untuk tetap bersama dengan adiknya dan bertingkah layaknya suami istri di depan orang asing yang tidak mengenal mereka.

Namun, penggerebekan yang terjadi pada mereka pernah viral sebelumnya, dan hampir sebagian besar wilayah di Kota Semarang mengetahui tentang berita tersebut. Hal ini pun membuat Arga menjadi was-was dan cemas hidup bersama dengan Putri. Jika Arga dan Putri sampai digerebek sekali lagi, Arga akan kembali mendapatkan surat peringatan dan bisa-bisa pria itu kehilangan satu-satunya mata pencaharian yang ia punya.

"Pokoknya kemasi semua barang kamu sekarang juga! Kita pindah hari ini juga!" titah Arga tidak menerima penolakan sedikitpun dari Putri yang sejak tadi melayangkan protes.

"Ke mana, mas?"

"Ke mana aja! Ke tempat di mana tidak ada orang yang kenal sama kita!" tegas Arga.

Dengan wajah cemberut, Putri pun mengemasi pakaiannya ke dalam koper dan tas besar miliknya. Wanita itu lelah terus bertingkah seperti buron dan terus bersembunyi dari orang-orang. Putri juga mulai jengah mendengar cibiran orang-orang yang dilayangkan padanya.

"Sampai kapan kita akan hidup seperti ini, Mas?" tanya Putri dengan wajah memelas.

"Kamu pikir Mas juga tidak lelah? Mas tidak capek? Mas juga terancam kehilangan pekerjaan, Put!" seru Arga.

Arga mulai bosan mendengar keluhan putri terus-terusan. Pria itu juga pusing. Tapi sayangnya Putri tidak bisa membantu sama sekali. Yang bisa dilakukan Putri hanyalah mengeluh dan merengek pada Arga tanpa henti.

"Sudah belum? Ayo, kita pergi sekarang!" ajak Arga sembari menenteng tas yang berisi barang bawaannya untuk meninggalkan kontrakan tersebut dan menuju ke tempat baru yang sudah ia pilih.

Demi menghindari pengusiran dan juga cibiran, Arga pun memilih kontrakan terpencil yang berada di pinggir kota. Tak hanya itu, demi menghemat pengeluaran, Arga juga terpaksa memilih kontrakan berukuran kecil dan agak kumuh.

Putri benar-benar dibuat tercengang begitu ia dan Arga tiba di tempat kontrakan baru mereka. Tempat mereka memang agak jauh dari pemukiman. Dan Arga sudah memastikan tidak ada warga yang mengenali mereka. Namun, sayangnya kontrakan yang dipilih oleh Arga kali ini sangatlah jauh dari layak.

Tapi kabar baiknya, Arga bisa menghemat uangnya karena kontrakan tersebut tidak mematok tarif sewa yang tinggi. Dengan harga murah saja, Arga bisa mendapatkan tempat tinggal dan Arga bisa terbebas dari hinaan orang-orang yang mengenal dirinya.

"Mas, yakin kita akan tinggal di sini? Aku tidak mau tinggal di sini! Tempatnya kumuh dan tidak terawat! Memangnya tidak ada tempat yang lebih bagus apa?" omel Putri pada Arga.

Arga tak mau mengambil pusing omelan Putri. "Kalau kamu tidak mau tidur di sini, kamu bisa mencari tempat lain!"

"Mas, kamu tega sekali sama aku! Kenapa kamu memilih tempat yang seperti ini? Kita pindah ke apartemen saja!"

Makin lama Putri semakin kelewatan menguras kantong Arga yang tidak seberapa. Sudah hidup mereka amburadul, Putri sendiri tidak mau diajak kerjasama.

"Jangan protes! Mas sudah capek, Put!"

Arga memilih untuk mengistirahatkan badan daripada mendengar ocehan Putri. Sampai malam hari, Putri masih saja terus menggerutu hingga membuat Arga merasa jengkel.

"Mas, sudah malam! Aku lapar! Belikan aku makanan!" pinta Putri pada Arga.

Arga menoleh ke sekitar kontrakan kecil yang dihuni olehnya itu. Beruntungnya pemilik kontrakan memiliki kompor yang tidak dipakai. Setidaknya Arga bisa berhemat dengan memasak sendiri bahan makanan, daripada harus membeli makanan di luar setiap harinya.

"Kebetulan tadi pemilik kontrakannya bilang, di belakang sana ada kompor. Kompor bekas punya pemilik kontrakan. Katanya boleh dipakai untuk sementara. Masih ada gasnya. Kamu bikin mie aja!"

"Apa Mas bilang? Bikin mie? Mana bisa kenyang, Mas! Aku pengen makan ayam! Belikan aku ayam sekarang juga!"

Arga menghela nafas panjang. Pria itu sudah berusaha bersabar di depan Putri.

"Put, kamu bisa pengertian sedikit atau tidak sih ke Mas?" cetus Arga dengan wajah memelas. "Mas lagi kesusahan, Put. Kamu seharusnya membantu Mas. Bukannya semakin membebani Mas seperti ini!"

"Aku membebani Mas? Bukannya memang sudah tugas Mas mencari uang dan merawat aku? Aku hanya meminta makanan! Apa aku membebani Mas hanya karena makanan?" sungut Putri.

"Keadaan Mas sedang tidak baik. Jika sampai kita digerebek lagi di tempat ini, Mas bisa dipecat dari pabrik! Dan setelah itu apa? Mas akan kehilangan pekerjaan! Mas akan menjadi pengangguran, Put!" ungkap Arga meluapkan kekhawatirannya.

Sayangnya Putri sama sekali tidak peduli. "Terus kenapa? Mas tinggal cari pekerjaan lain saja, kan?"

"Menjadi pekerjaan itu tidak mudah, Put!"

Arga dan Putri terdiam. Kedua orang itu makin sering bertengkar setelah mereka terusir dari rumah.

"Bisakah kamu mencari pekerjaan? Tolong bantu Mas, Put!" pinta Arga pada Putri.

Tanpa pikir panjang, Putri pun langsung menolak dengan tegas permintaan dari Arga. "Maaf! Aku tidak mau! Aku tidak mau lelah bekerja! Aku harus bekerja, lalu apa? Aku juga masih harus mengurus rumah? Aku tidak mau seperti Mbak Afifah."

"Ayolah, Put! Tolong bantu Mas! Bagaimana jika Mas benar-benar dipecat nantinya? Setidaknya masih ada kamu yang bisa menopang hidup kita sementara waktu sampai mas bisa mendapatkan pekerjaan baru."

"Aku tidak mau!" tegas Putri. "Mencari nafkah seharusnya adalah tugas Mas, bukan? Aku tidak mau bernasib sama seperti Mbak Afifah!"

Makin dibuat pusing lah Arga saat ini. Di tengah kepenatan pria itu, tiba-tiba ia mendapatkan panggilan telepon dari sang Ibunda.

"Bunda?" gumam Arga ketika membaca nama yang terpampang di layar ponselnya. Arga pun menyudahi perdebatannya dengan Putri dan mengangkat panggilan telepon dari Bu Siti.

"Halo, Bun?"

"Arga, kamu bisa menjemput Bunda di terminal sekarang? Bunda saat ini berada di kota Semarang!" ungkap Bu Siti melalui telepon.

****

1
yuyunn 2706
heran ada org sebucin afifah
yuyunn 2706
Afifah ngemis cinta banget
meelove
keren polll
Tri Nindiyah
akhir jaman manusia sdh banyak yg kelakuannya kayak binatang.ayah menggauli anak kandungnya jg sdh sering terjadi beritanya.manusia sdh banyak yg tdk punya akhlak
Rita Tanti
Luar biasa
" sarmila"
kode kode afifah kode dri author buat kamu🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
" sarmila"
memang sih klu d barengi sana npsu syetan mh bro2 d dunia halu.d berta juga begitu
" sarmila"
waduuuhhh bru kali ini baca ada cerita afik sama kka berhubungn.💪💪💪💪
Erlinda
bertele tele sekali pengadilan agama udah jelas jelas banyak bukti setau aq klo bukti bukti udah ada dan saksi juga sudah ada itu sudah bisa diputuskan apalagi klo sipenuntut ga mau mediasi..
Erlinda
kok Afifah bersikap aneh dan ga profesional dlm bekerja. ngapain dia menghindar dan menolak suruhan atasan nya klo bukan ada perasaan dihati Afifah .
Erlinda
kenapa warga ga merekam perbuatan mereka dan memviralkan lewat sosial media biar tau rasa mereka..
Erlinda
ternyata buk Siti jahat juga rela menjadikan Afifah tameng untuk menutup aib keluarga nya. dan si Afifah yg super goblok seperti nya berat juga melepas suami anjiiing nya itu .maaf Thor biasa nya anjingkan sifat nya seperti itu ga anak ga adik atau pun induknya pasti dipanjat nya. inilah kelakuan Agra yg seperti anjiiing
Ran Aulia
👍👍👍👍👍👍
terimakasih author
Triyatmi
kalo sudah tiada...baru terasa...🎵🎵
bahwa kehadirannya sungguh berharga.,. wkwkkkk
Hartaty
mau rujuk biar keuangan terbantu ihhh laki apaan tuh
Hartaty
Afifah kumpulin bukti aja abis itu cerai
Hartaty
kirain adik tiri omg
Hartaty
tinggalin
Vivi Bidadari
Affifah knapa kamu bodoh banget sih sama 2 org pengkhianat lepaskan sajalah mau"nya kamu bertahan
Ika Surya Ningsih
aku koq gedek y sm afifah.. sebenarnya dia tu bodoh apa kenapa y. klw jdi aku tak tinggl pigi.. gak usah sok mau ngerubah sifat suami sm adiknya klw kmu aja bodoh afifah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!