Dendam seorang dewa tertinggi yang dikhianati orang - orang terdekatnya, dalam beberapa kehidupannya dia terus berusaha untuk bangkit kembali meraih kejayaan nya lagi meskipun terus di gagalkan mereka para pengkhianat itu.
Sekarang Rakha Syahputra adalah seorang pemuda yang baru saja di putuskan tunangannya, dia berkelahi dan dipukuli oleh keluarga Bekas tunangannya. Tanpa tersadar dia membuka sisa - sisa kenangan kehidupan masa lalunya, beberapa kehidupan pada reinkarnasi - reinkarnasi sebelumnya. Sekarang dia memulai semuanya dari nol dan akan kembali merebut kejayaannya dan membalaskan dendam nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reno Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita masa lalu
Setelah Rakha sedikit menceritakan tentang flash back masa lalunya, Friska bergetar dan menatap Rakha dengan keterkejutannya.
"Rakha, apa benar itu adalah kehidupan masa lalumu? apa benar kamu adalah reinkarnasi dari dewa Han Yuan? Friska berbicara dengan sedikit mengernyitkan dahinya seolah masih dalam keterkejutannya,
"Ya itu adalah aku, kali ini dalam reinkarnasiku ini aku yakin akan dapat bangkit kembali dan meraih kejayaan ku serta membalaskan dendamku kepada mereka yang telah menghancurkanku juga orang-orang terdekatku"
Terlihat Rakha menggenggam tangan Friska dan berbicara dengan bersungguh-sungguh
"Friska, aku memberitahu latar belakang dan bahkan kehidupan masa laluku bukan untuk menakutimu tapi aku mengatakan segalanya agar kamu dapat mengerti dan membantuku di masa depan. Aku menceritakannya agar kami tahu darimana aku berasal dan siapa sebenarnya diriku"
"Tentu saja Rakha, aku tidak akan takut apalagi menghindarimu. Aku tidak perduli siapapun kamu, atau darimanapun kamu berasal. Aku mencintaimu dan aku menyayangimu setulus hatiku, jadi aku tidak akan pernah perduli dengan latar belakangmu. Yang aku tahu aku ingin bersamamu melewati hari-hari kedepannya" meskipun Friska sedikit terkejut tapi dia mengungkapkan itu karena dia benar-benar ingin agar Rakha tidak perlu lagi menutupi semua hal tentangnya di masalalu karena apapun yang akan terjadi dia akan selalu bersamanya di masa depan
Sebenarnya bagi mereka manusia biasa akan sangat ketakutan jika dipertemukan dengan mereka para tubuh suci, belum lagi tingkatan diatasnya yang merupakan tingkatan abadi lalu tingkatan dewa dan Dewi. Sedangkan Rakha dengan gamblang mengatakan bahwa dia adalah reinkarnasi dewa dan bahkan pemimpin dari para dewa? bagaiman mungkins perang manusia biasa tidak terkejut mendengar pernyataan seperti itu.
Rakha yang mengetahui keterkejutan Friska segera memeluknya dari belakang, dia berusaha membuatnya tenang. Setelah beberapa saat akhirnya Friska kembali berangsur tenang dari keterkejutannya,
"Rakha bisakah kita terus bersikap seperti ini dimasa depan"
"Oneeennngg, tentu saja. siapapun aku dan darimanapun aku, saat ini aku adalah kekasihmu, aku akan selalu menjadi kekasihmu apapun yang akan terjadi di masa depan aku tidak akan meninggalkanmu sekalipun aku harus menghadapi si biadab Xuan Yin itu kembali aku akan tetap membawamu bersamaku" ucap Rakha tegas
"Aku tidak takut melawan siapapun di dunia ini asalkan ada kamu disampingku, sekalipun itu adalah Xuan Yin dewa tertinggi sekalipun atau raja iblis surgawi aku tidak perduli. Aku harap kamu akan selalu membawaku bersamamu dan jangan pernah meninggalkanku di masa depan"
"Friska dengarkan aku, ini adalah reinkarnasi terakhirku dan aku harus berhasil kali ini. Jika aku gagal kali ini aku lebih baik mati dan tidak dapat dilahirkan kembali, aku hanya memiliki dua pilihan di depanku mengalahkan Xuan Yin dan membalaskan dendamku atau mati ditangannya kelak sewaktu aku berusaha membalaskan dendamku. Sejujurnya aku mengkhawatirkanmu, aku mungkin tidak dapat memberikan ketenangan kepadamu dengan jalan balas dendamku tentu saja aku akan dihadapkan dengan berbagi rintangan kedepannya."
"Aku tidak perduli dengan apapun yang terjadi di masa depan, selama aku bersamamu mati di jalan balas dendamu seklipun aku bersedia." Friska meneteskan air matanya saat ini
"Aku akan berlatih dengan keras agar dapat terus menyertaimu di masa depan, aku akan berusaha lebih keras agar tidak menjadi bebanmu. Aku pastikan sekalipun aku harus mati saat bersamamu, aku rela asalkan aku tetap terus bersama denganmu dan melewati semuanya bersamamu" tambah Friska
"Sejujurnya aku sangat bersedih melihatmu menangis seperti ini, tapi didalam hatiku aku sangat berbahagia mendengar ucapanmu. Aku berjanji aku akan selalu membawamu dalam setiap langkah balas dendamku di masa depan, aku harap kamu tidak lelah dalam menemaniku" jawab Rakha sedikit bersedih
"Baiklah, kita telah berjanji dan kita tidak boleh saling meninggalkan di masa depan apapun yang akan terjadi kita akan lewati semua rintangan di depan bersama-sama " Friska membenamkan kepalanya kedalam pelukan Rakha dan memeluknya erat
Keduanya terus mengobrol disana melihat awan dan menyaksikan langit hingga metahati terbenam.
"Rakha dengarkan aku, jika kamu benar-benar ingin membawa Andini bersama aku akan coba untuk menerimanya dengan baik"
"Aku telah hidup dan membawa lautan kebencian serta dendam yang begitu mendalam di hatiku, aku sudah memutuskan untuk membawamu bersamaku. Aku tidak akan membawa orang lain untuk terjebak dalam pusaran dendamku yang begitu mendalam, Andini adalah gadis baik dan sudah memiliki kemalangan nya sendiri jika aku membawanya dalam pusaran balas dendamku aku akan terlihat seperti seorang jahat yang membawa kemalangan tambahan untuknya" jawab Rakha tegas
Mendengar pernyataan Rakha Friska sedikit merasakan tekanan pada hatinya,
"Apa yang akan terjadi masa depan biarkanlah takdir mengambil perannya, saat ini kita masih berada di tingkatan rendah bukan? masih banyak hal yang harus kita persiapkan untuk meraih balas dendamu di masa depan"
"Apa kamu memiliki gulungan lontar kosong? berikan aku satu aku akan mencoba mencari sebuah teknik yang dapat kamu asah sesuai dengan roh jiwa mu saat ini"
"Tentu saja, ini terimalah" Friska tersenyum dan memberikan sebuah gulungan lontar kosong kepada Rakha.
Rakha menggunakan kesadaran spiritual nya dan menuliskan beberapa gambaran serta langkah-langkah untuk mengajari Friska sebuah teknik yang telah dia sesuaikan dengan roh jiwanya. Dia mengingat seseorang dengan roh jiwa yang mirip sepertinya, dan dia mengingat teknik yang telah dia ajarkan kepadanya saat itu. Setelah Rakha menyerahkan gulungan lontar itu Friska segera melepaskan kesadaran spiritualnya dan melihat kedalam gulungan lontar itu.
Setelah beberapa saat Friska menarik kembali kesadaran spiritualnya dari gulungan lontar itu,
"Rakha kitab surgawi ini dibagi menjadi 36 buah tahapan apakah itu tidak apa-apa?"
"Tentu saja, kamu memiliki roh binatang buas dan roh kebangkitan serta kematian, itu cocok dengan legenda Pheonix. Dikatakan Pheonix akan dapat mengobati lukanya kembali setelah dia terluka dan bahkan dia akan dapat bangkit dari kematian jika dia menemui beberapa kematian Yang sesuai dengan prasyarat dan kondisinya."
"Kamu tidak perlu terburu-buru mencapai tingkatan ke tiga puluh enam, saat kamu telah menguasai tahapa kesembilan gerakan surgawi itu akan membangkitkan roh Pheonix dan setelah itu mereka manusia fana tidak akan berarti apa-apa jika melawanmu. Belum lagi saat kamu mencapai tingkatan ke dua belas, bahkan makhluk abadi biasa tidak akan dapat menyakitimu sedikitpun"
"Ini sangat luar biasa,"
Setelah itu tiba-tiba Friska mengeluarkan aura membunuhnya yang begitu besar,
"Setelah aku berhasil dengan tahapan kultivasi ini, aku akan segera mencari keberadaan mereka yang telah menghancurkan keluargaku. Lalu aku akan membalaskan dendam kedua orang tua serta membangun kembali kerjaanku yang telah dihancurkan oleh mereka orang-orang yang telah berani menyerbu kerjaaan ayahku!"