NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benalu di balik kemegahan

Hari pertama Elric di sekolah barunya menjadi tonggak perubahan bagi keluarga kecil itu. Ravion tidak main-main dengan janjinya; ia mendaftarkan Elric di salah satu SMA swasta internasional terbaik di Jakarta. Pagi itu, Elric tampak gagah dengan seragam baru yang rapi, meskipun matanya masih memancarkan sedikit kecemasan.

"Jangan takut, El. Belajarlah yang rajin. Jika ada yang mengganggumu karena kamu murid baru, segera beri tahu Kakak," ucap Elfesya sambil merapikan kerah baju adiknya di lobi apartemen.

"Atau beri tahu aku," sela Ravion yang baru saja keluar dari kamar dengan setelan jas kerjanya yang kini kembali klimis, namun ada aura yang lebih tenang. "Aku sudah bicara dengan kepala sekolah. Kamu di sana untuk mengejar ketertinggalanmu, bukan untuk diintimidasi."

Elric mengangguk, lalu menatap Ravion dengan pandangan yang jauh lebih lunak. "Terima kasih, Kak Ravion."

Setelah mobil yang mengantar Elric berangkat, Ravion mencium kening Elfesya singkat—sebuah gestur yang kini mulai sering ia lakukan tanpa rasa canggung. "Aku harus ke kantor untuk menghadapi para pemegang saham. Kamu tetaplah di sini, atau pergilah ke mal jika bosan. Pakai kartu yang aku berikan, jangan membantah."

Elfesya hanya tersenyum tipis. "Hati-hati, Ravion."

Namun, ketenangan Elfesya tidak bertahan lama. Dua jam setelah Ravion berangkat, bel pintu penthouse berbunyi. Elfesya mengira itu adalah kurir makanan atau petugas kebersihan yang dijanjikan Ravion. Namun, saat layar interkom menyala, wajah yang sangat ia kenali muncul di sana.

Calista Ziva.

Elfesya menarik napas panjang. Ia tahu wanita ini tidak akan menyerah begitu saja. Dengan tenang, ia membuka pintu. Calista berdiri di sana dengan kacamata hitam besar, tas bermerek edisi terbatas, dan aroma parfum yang menusuk hidung—aroma yang dulu sempat membuat Elfesya merasa rendah diri.

"Jadi, rumor itu benar," ucap Calista sambil melangkah masuk tanpa diundang, matanya menatap berkeliling ke setiap sudut apartemen mewah itu dengan iri. "Si gadis miskin berhasil merayu Ravion untuk membawanya kembali ke istana."

Elfesya menutup pintu dengan tenang. Ia tidak lagi gemetar seperti saat di kantor dulu. "Jika kamu datang untuk mencari Ravion, dia sedang di kantor. Dan jika kamu datang untuk menghina, sebaiknya kamu simpan energimu untuk mencari pekerjaan baru."

Calista melepas kacamata hitamnya, menatap Elfesya dengan kebencian yang mendalam. "Jangan sombong, Elfesya. Kamu pikir Ravion benar-benar mencintaimu? Dia hanya merasa bersalah. Dia itu pria yang terbiasa dengan kemewahan dan kesempurnaan. Sekarang mungkin dia sedang 'bermain peran' jadi pahlawan, tapi tunggu sebulan lagi. Dia akan bosan denganmu dan kembali mencari wanita yang selevel dengannya."

"Selevel?" Elfesya mendekat, menatap Calista tepat di mata. "Maksudmu wanita yang hanya peduli pada saldo rekeningnya? Wanita yang bahkan tidak berani menginjakkan kaki di tanah becek demi pria yang katanya dia cintai?"

"Kamu—!" Calista mengangkat tangannya, hendak menampar Elfesya.

Namun, Elfesya dengan cepat menangkap pergelangan tangan Calista. Cengkeramannya kuat—hasil dari berminggu-minggu mengangkat keranjang ikan berat di pesisir. Calista meringis kesakitan.

"Dengar, Calista," bisik Elfesya dengan suara yang rendah namun mematikan. "Aku sudah melewati badai yang sebenarnya di laut. Aku sudah melihat bagaimana rasanya kehilangan segalanya dan membangunnya kembali dari nol. Kamu pikir gertakan murahanmu ini bisa menakutiku? Ravion mencintaiku bukan karena apa yang aku punya, tapi karena siapa aku saat dia tidak punya apa-apa."

Elfesya melepaskan tangan Calista dengan sentakan kuat hingga wanita itu terhuyung.

"Keluar dari sini sekarang. Sebelum aku memanggil keamanan dan memastikan namamu masuk dalam daftar hitam di seluruh properti Arshaka Group. Dan satu lagi, parfummu ini sangat mengganggu pernapasan. Di rumah ini, kami lebih suka aroma kejujuran."

Calista tampak gemetar karena marah dan malu. Ia tidak menyangka Elfesya yang dulu pendiam kini bisa begitu dominan. Tanpa kata lagi, ia menyambar tasnya dan keluar dari apartemen itu dengan langkah terburu-buru.

Efesya bersandar di pintu, jantungnya berdegup kencang. Ia tidak menyangka akan seberani itu. Namun, ia menyadari satu hal: ia bukan lagi Elfesya yang rapuh. Perjuangannya bersama Ravion di desa nelayan telah menempanya menjadi baja.

Tepat saat itu, ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari Ravion.

"Rapat selesai. Aku menang. Sore ini aku pulang cepat, aku ingin kita bertiga makan malam di luar. Elric bilang dia ingin makan steak yang besar. Aku merindukanmu."

Elfesya tersenyum, kali ini tanpa beban. Ia tahu benalu seperti Calista akan selalu ada, namun selama akarnya kuat bersama Ravion, tidak ada yang bisa merobohkan rumah yang sedang mereka bangun kembali ini.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!