NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Pizza

Waktu terus berjalan. Satu minggu sudah berlalu setelah hari menginapnya Vincent di apartemen itu. Sejak saat itu, Vincent belum pernah lagi datang menemui Alina. Ia sibuk dengan bisnis dan pekerjaannya.

Alina yang kembali ditinggal sendiri pun mulai merasakan kesepian. Terhitung sudah satu bulan lebih ia dikurung di apartemen itu. Tanpa teman. Tanpa aktivitas yang berarti. Satu-satunya teman yang ia punya hanyalah Bi Siti dan dasi pemberian Vincent. Sebulan berlalu dasi yang tak sengaja tertinggal itu masih ia bawa kemana-mana. Baunya sudah mulai hilang. Sedangkan menunggu kedatangan Vincent rasanya begitu lama. Kalaupun datang, mau minta dasi juga ia tak berani. Membuat Alina makin bosan berada di hunian itu.

Siang ini. Alina yang jenuh nampak rebahan di sofa ruang tv itu. Kurang lebih sudah satu jam ia melakukan aktivitas itu. Televisi menyala, ponsel pun juga. Ia benar-benar seperti orang bodoh yang tak punya kegiatan.

"Nona..." ucap Bi Siti

"Iya, Bi?" jawab Alina malas tanpa menoleh.

"Saya mau ke supermarket. Mau belanja dulu. Nona mau nitip apa?" tanya wanita itu.

Alina diam sejenak. Lalu bangkit dari posisinya. "Emm...apa aku boleh ikut saja?"

Bi Siti tersenyum. "Maaf, Nona. Tuan melarang saya untuk mengajak Nona keluar apartemen tanpa seizin Tuan. Ini kota besar. Nona perempuan dari kampung dan sedang hamil. Tuan tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada Nona dan calon bayi kalian," jawab Bi Siti sopan.

Alina menghela nafas kasar. Ia kecewa.

"Ya sudah, Bi. Bibi berangkat saja. Saya nggak mau nitip apa-apa," ucap Alina kemudian.

"Baiklah kalau begitu, Non. Saya permisi dulu," ucap wanita paruh baya itu yang kemudian bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.

Kini, tinggal Alina seorang diri 'lagi' di bangunan mahal itu. Sepi. Sunyi. Hanya suara televisi yang sudah tak digubris lagi lah yang terdengar di sana.

Alina memainkan ponselnya. Menggeser-geser layar dengan malas dan setengah mengantuk. Hingga akhirnya ia menghentikan pergerakan tangannya saat melihat iklan pizza di layar ponsel.

Alina menelan ludah. Pizza dengan topping daging, lelehan mozarella, ah, nikmat sekali. Entah mengapa tiba-tiba ia merasa ingin makan makanan itu. Terlihat sangat enak. Keinginannya sangat kuat, sampai-sampai produksi saliva dalam mulutnya bertambah..

Alina benar-benar ingin makan pizza itu. Sepertinya itu juga salah satu keinginan bayi dalam perutnya.

Alina mengambil tangkapan layar. Ia lantas menuju aplikasi WhatsApp. Mencari nama Vincent dan mulai menuliskan pesan singkat untuknya.

"Aku boleh minta ini?" tanyanya sembari mengirimkan gambar pizza yang menggoda itu.

"Boleh. Biar ku pesankan. Biar nanti diantar ke apartemen," balas Vincent tak lama kemudian.

Alina tersenyum lebar. "Terimakasih," balasnya.

Selesai. Tak ada balasan lagi. Alina kembali merebahkan tubuhnya ditemani acara televisi. Sembari menunggu pesanan pizza datang.

Tak berselang lama, sekitar empat puluh menit menunggu, bel pintu apartemen berbunyi. Alina bangkit, dengan segera berjalan menuju pintu dan membukanya.

"Selamat siang, pesanan pizza anda sudah sampai!" ucap seorang pria pengantar pizza yang sudah berdiri di depan pintu. Seragamnya merah lengkap dengan topi. Sedangkan di tangannya sekotak pizza berukuran sedang sudah siap diserahkan pada Alina.

Alina berbinar. Dengan bahagia ia menerima pizza tersebut.

"Terimakasih," jawabnya terdengar sangat manis. Kurir pizza berkacamata itu tersenyum tak kalah manis.

"Sama-sama, Kakak. Terimakasih atas orderannya. Selamat menikmati. Dan di tunggu orderan selanjutnya dari kakak......?" Sang kurir pizza nampak sedikit memiringkan kepalanya seolah ingin bertanya dengan siapa ia berbicara.

Alina yang paham pun menatap sang kurir berparas cukup tampan itu.

"Alina..." jawabnya.

"Oh, Kakak Alina. Saya Yuda!" ucap sang kurir sambil mengulurkan tangannya. Alina diam sejenak. Padahal ia sama sekali tak memiliki niatan untuk berkenalan.

Wanita itu tersenyum ramah, lalu menyambut uluran tangan tersebut.

"Senang berkenalan dengan Kakak. Semoga suka. Ditunggu repeat order nya. Selamat siang!" ucap Yuda sembari mengeluarkan senyuman termanisnya. Alina hanya mengangguk. Laki-laki itupun lantas pergi meninggalkan tersebut. Dan Alina pun kembali masuk ke apartemen untuk menikmati sekotak pizza yang Vincent belikan itu.

.....

Sementara itu di tempat terpisah.

Di sebuah toko pakaian yang berada di salah satu pusat perbelanjaan besar di kota itu.

Seorang pria berahang tegas nampak duduk di sebuah sofa tunggu sambil memainkan ponselnya. Membuka galeri, berisi beberapa foto dan video pribadi miliknya. Sebagian hanya foto dan video biasa. Sebagian lagi adalah beberapa foto dan video yang cukup rahasia. Berisi adegan dan pose intim dirinya dengan seorang wanita. Pacarnya.

Dion mengangkat satu sudut bibirnya. Menatap gambar seorang wanita yang berpose dengan kedua kaki terbuka lebar. Menampilkan sesuatu di tengah tengah belah pahanya. Sangat jelas. Seolah memang sengaja untuk dipamerkan.

Sreekk...

Tirai ruang ganti terbuka. Seorang wanita cantik keluar dari dalam sana.

"Udah, yuk!" Ajaknya dengan beberapa potong pakaian terselampir di lengan.

Dion tersenyum. Ia kemudian bangkit, lalu berjalan beriringan dengan wanita itu. Tak lupa sebuah tepukan gemas terarah ke pa n t a t wanita itu. Membuat wanita berkulit putih yang seumuran dengannya itu nampak terjingkat namun tertawa kemudian.

1
Don't Call Me Mbak💅
lanjuttt
Don't Call Me Mbak💅
lah🤦🤦
Don't Call Me Mbak💅
🤣🤣🤣
Don't Call Me Mbak💅
najisss🤮
Don't Call Me Mbak💅
kebanyakan makan camilan sih😹
Radya Arynda
sabar Alina💪💪💪💪
Radya Arynda
kok ngak punya pendirian sih kamu cen vincen,,,,kasihan,,,alina ,,,mau di apakan dia,,,kenapa ngak nikah diam2 dulu,,,
Desyi Alawiyah
Cucu???

Wah, tanpa mama Theressa sadari, Vincent udah memberi dia cucu loh.. Di perutnya Alina.. 😜
Desyi Alawiyah
Dan pacarnya Alicia adalah Dion.. sahabatmu sendiri Vincent.. 😭
Desyi Alawiyah
Putramu itu hatinya sedang berbunga-bunga, mama Theresa 🤭
Georgia🤑
bener bener lu ya🙄
Desyi Alawiyah: Bener-bener anak durhakim tuh si Vincent 🤭🤣
total 1 replies
whiteblack✴️
pake kata itu..biar semakin jatuh cinta/Proud/
Don't Call Me Mbak💅
lanjut
Don't Call Me Mbak💅
waduh.aku ketinggalan banyak😱
Georgia🤑
entah kenapa aku terbayang bayang ibu ibu rambut mongkrok yang jualan rumah yang hanya dengam satu milyar saja....ituloh🤣🤣🤣🤣
Georgia🤑
istr jdman😊suport kerjaan suami🤗
Desyi Alawiyah
Tenang Kak, aku nggak akan kabur kok.. 🤣

Semangat yah Kak ngurus toddler nya /Determined/
Desyi Alawiyah
Semoga mamanya Vincent baik yah.. Nggak seperti orang kaya yang kebanyakkan.. 🤭
whiteblack✴️
kalau gitu nikahin lah...sampai kapan di simpan terus..dia itu bukan pajangan😒...
Radya Arynda
ternyata ke banggan vincen tidak lebih seperti pelacur,,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!