NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

BOOM!

Getaran keras dari bawah mengguncang seluruh lantai. Lampu di langit-langit berkedip liar sebelum beberapa di antaranya pecah dan jatuh berserakan ke lantai.

Wajah Liang Wei yang sebelumnya santai kini menegang, alisnya berkerut tajam. “Apa yang kau lakukan…?” desisnya.

Nathan tetap berdiri di tempatnya.

Tenang.

Seolah semua kekacauan itu tidak menyentuhnya sama sekali.

Senyum tipis terukir di bibirnya, dingin dan penuh perhitungan. “Kau pikir hanya kau yang bisa memasang jebakan?” jawabnya datar.

Detik berikutnya—

DOR! DOR! DOR!

Baku tembak kembali pecah tanpa peringatan. Anak buah Liang Wei langsung melepaskan tembakan, peluru berdesing tajam memecah udara dan menghantam dinding di sekitar.

Nathan bergerak cepat, tubuhnya menyelinap ke balik pilar beton. Pecahan tembok berhamburan saat peluru menghantam keras.

“Lindungi Tuan!” teriak Marcus.

Balasan tembakan langsung menggema. Anak buah Nathan tidak kalah cepat, suara senjata saling bersahutan, menciptakan kekacauan yang semakin liar.

Nathan melirik sekilas ke arah Liang Wei yang mulai mundur perlahan, namun matanya tetap tajam mengawasi situasi.

“Jangan biarkan dia kabur,” perintah Nathan dingin.

“Baik, Tuan!”

Tanpa ragu, Nathan keluar dari perlindungannya. Gerakannya cepat dan presisi, seolah setiap langkah sudah diperhitungkan.

DOR!

Satu orang tumbang.

DOR!

Yang lain menyusul jatuh tanpa sempat bereaksi.

Nathan terus maju, menembus kepungan tanpa sedikit pun ragu.

Namun di saat yang sama Liang Wei menekan sesuatu di tangannya.

Klik.

Senyumnya kembali muncul.

“Kau memang hebat, Nathan Han…” ucapnya pelan, mundur ke arah pintu darurat di belakangnya.

Ia berhenti sejenak, tatapannya tajam dan penuh makna. “Tapi hari ini bukan hari kematianmu…”

Senyumnya melebar.

“Dan juga bukan hari kematianku.”

Mata Nathan langsung menyipit. “Dia mau kabur.”

Tanpa menunggu, ia langsung berlari maju.

Api masih membakar lorong dan asap tebal menyesakkan napas, namun di tengah kekacauan itu Nathan tidak berhenti. Tatapannya tajam menembus kobaran api di depannya, lalu tanpa ragu ia menerobos, langkahnya cepat meski luka di tubuhnya masih terasa. Dari belakang terdengar suara Marcus memanggil, tetapi Nathan tidak menoleh sedikit pun. Baginya, hanya satu target yang tersisa—Liang Wei.

Di atas, Liang Wei membuka pintu menuju atap dan keluar ke udara malam yang dingin.

Angin malam berhembus keras di atas atap gedung, membawa sisa asap dari lantai bawah yang masih terbakar. Nathan melangkah keluar dari pintu darurat dengan pistol di tangannya, tatapannya tajam menyapu sekitar. Atap itu tampak kosong.

Terlalu sunyi.

Nathan mengangkat pistolnya perlahan, bersiap membidik ke depan...dalam sepersekian detik... sebuah bayangan bergerak dari belakang.

Cepat.

Tanpa suara.

BRAK!

Liang Wei menyerang dari belakang, menghantam pergelangan tangan Nathan. Pistol itu terlepas dan terjatuh, meluncur jauh di lantai beton.

Nathan langsung berbalik.

Liang Wei sudah berdiri tepat di hadapannya.

Begitu dekat.

Senyum tipis terukir di wajahnya.

“Terlalu lengah,” ucapnya pelan.

Tatapan Nathan langsung mengeras.

Liang Wei menyerang lagi tanpa memberi jeda.

BUGH!

Pukulan keras menghantam sisi perut Nathan.

Tepat di area luka tembak itu.

Rasa nyeri tajam langsung menjalar, membuat tubuh Nathan sedikit membungkuk. Darah yang sempat tertahan kembali merembes di balik kemejanya.

“Tch…” desisnya pelan.

Liang Wei menyipitkan mata, melihat reaksinya.

“ Kau sudah terluka, jadi jangan berharap bisa mengalahkan aku."

Serangan kembali datang bertubi-tubi. Pukulan dan tendangan diarahkan tanpa ampun, memaksa Nathan bertahan sambil menahan rasa sakit yang semakin menusuk.

Nathan menangkis satu pukulan, lalu dalam satu gerakan cepat mencengkeram kerah Liang Wei dan menghantamkan kepalanya ke depan.

DUK!

Liang Wei terhuyung mundur, darah langsung mengalir dari hidungnya.

Nathan berdiri tegak kembali. Napasnya mulai berat. Tangannya sempat menekan sisi perutnya sekilas, menahan luka yang semakin terbuka.

Matanya tetap dingin.

Ia melangkah maju lagi.

Liang Wei menyeringai, lalu menyerang balik dengan tendangan cepat ke arah dada. Tubuh Nathan terdorong mundur setengah langkah, rasa nyeri di perutnya semakin terasa.

Nathan mengabaikannya.

Dengan cepat ia menangkap lengan Liang Wei, memutarnya, lalu membanting tubuhnya ke lantai beton.

BRAK!

Benturan keras menggema di atap.

Nathan langsung melayangkan pukulan ke arah wajahnya.

BUGH!

Liang Wei menahan dan membalas, mendorong tubuh Nathan menjauh.

Keduanya kembali berdiri.

Saling menatap.

Napas berat.

Darah mulai terlihat di wajah dan pakaian mereka.

Di kejauhan, pistol Nathan masih tergeletak di lantai.

Tidak satu pun bergerak ke sana.

Pertarungan ini sudah berubah.

Bukan lagi soal senjata.

Melainkan tentang siapa yang lebih dulu jatuh.

Nathan melangkah maju perlahan, tekanan tak terlihat memenuhi udara di antara mereka.

Liang Wei menyeka darah di bibirnya, senyum tipis kembali muncul.

Liang Wei bergerak lebih dulu.

Cepat.

Pukulan lurus meluncur ke wajah Nathan.

Nathan memiringkan kepala, menghindar tipis, lalu langsung membalas dengan hantaman keras ke rahang.

BUGH!

Kepala Liang Wei terpental ke samping, darah muncrat dari sudut bibirnya.

Nathan langsung maju lebih dekat.

Sikutnya menghantam perut Liang Wei.

DUK!

Napas Liang Wei tertahan.

Dalam sekejap, Liang Wei membalas. Lututnya menghantam sisi luka tembak Nathan.

BRAK!

Tubuh Nathan tersentak. Rasa nyeri tajam menjalar, napasnya tertahan, darah kembali merembes di balik pakaiannya.

Liang Wei tidak memberi ruang.

Pukulan bertubi-tubi menghantam tubuh Nathan.

BUGH! BUGH! BUGH!

Setiap serangan mengarah ke luka itu.

Nathan mundur satu langkah.

Lalu satu lagi.

Ia tetap berdiri.

Tatapannya semakin dingin.

Dalam satu gerakan cepat, Nathan menangkap tangan Liang Wei.

Cengkeramannya kuat.

Ia memutar lengan itu dengan paksa.

KRAK!

Liang Wei mengerang pelan.

Nathan menarik tubuhnya mendekat, lalu menghantamkan kepalanya ke wajah Liang Wei.

DUK!

Darah mengalir lebih deras.

Nathan mendorong tubuh Liang Wei hingga menghantam pagar besi di tepi atap.

BRAK!

Logam bergetar keras.

Liang Wei terhuyung.

Nathan langsung mencengkeram lehernya.

Mencekik.

Kuat.

Napas Liang Wei mulai tersendat.

Liang Wei menyeringai.

Tangannya bergerak cepat...langsung menekan keras bekas luka tembak di perut Nathan.

“Ugh—!”

Tubuh Nathan menegang seketika. Rasa sakit meledak dari dalam, lebih tajam dari sebelumnya. Cengkeramannya melemah tanpa bisa ditahan.

Liang Wei menekan lebih dalam.

Tanpa ragu.

Tanpa belas kasihan.

Napas Nathan terputus sesaat, keringat dingin mulai muncul di pelipisnya.

Kesempatan itu tidak disia-siakan.

Liang Wei mendorongnya dengan keras.

Nathan terlempar beberapa langkah ke belakang.

Napasnya kini berat.

Darah mengalir semakin banyak, membasahi pakaiannya.

Liang Wei mengusap darah di wajahnya, napasnya juga berat.

1
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
Kinara Widya
iya...itu namamu Liora...
Kinara Widya
Nathan d lawan
Dini Anggraini
Marcus maaf salah tadi bunda🙏
Dini Anggraini
Nathan saat kamu menemui calista sebaiknya kamu dan Marco menyamar menjadi cewek atau apapun itu jadi saat kalian ke rumah sakit tidak ada yang mengenali kalian jangan sampai musuh2 mu menargetkan calista dan kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini: q kasihan calista bila jadi incaran musuhnya nathan kakak author dulu dia masih punya kesempatan kedua hidup lagi bila sekarang di incar kelemahan nathan q gak tahu lagi bagaimana jadi calista nanti kak. 👍👍👍😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!