NovelToon NovelToon
CINTAKU MENTOK Di WANITA MALAM

CINTAKU MENTOK Di WANITA MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aquarius97

YANG SUKA ROMCOM... MERAPAT SINI✨

PLAGIAT, BISULAN SEUMUR HIDUP YA ! 👊🏻

Restu Anggoro Wicaksono selalu menjadi bahan tertawaan ketiga sahabatnya lantaran di usianya yang hampir tiga puluh tahun, pria itu belum pernah menyentuh seorang wanita.

Jangankan menyentuh, menjalin hubungan asmara saja Restu belum pernah.

Karena itulah, ia mendapat julukan si pria beku tak tersentuh.

Sampai suatu malam, ketiga sahabatnya menyusun rencana gila. Mereka kesal melihat hidup Restu yang terlalu flat.

Akhirnya, mereka bertiga nekat mengirim Restu ke kamar VIP di sebuah klub malam.

Malam itu seharusnya hanya menjadi kenangan singkat Restu bertemu wanita sewaan ketiga sahabatnya. Tapi anehnya, wanita itu justru terus memenuhi pikirannya.

Sayangnya, wanita itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Sementara Restu terjebak dalam pencarian panjang di tengah tekanan keluarga yang terus menuntutnya untuk segera menikah.

Apakah Restu bisa menemukan wanita malam itu kembali? Yuk, ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 CMDWM

Belum sempat Restu menimpali, tiba-tiba Niko muncul. Langkahnya terhenti, ragu harus menyapa bagaimana.

Mau mundur sudah terlanjur sampai disana, ada rasa canggung, apalagi bosnya belum memberikan kode apapun.

"Pak Niko, sudah mau pulang?" Qiana yang menyapa lebih dulu.

Restu ikut tersenyum ke arahnya, membuat Niko tertegun sejenak.

"Loh, bisa senyum juga ternyata si kanebo kering!" celetuknya dalam hati.

"Iya, nih, Qiana," jawab Niko singkat.

"Kebetulan, Mas Angga juga sedang menunggu bapak, tuh!"

Niko mengangguk canggung.

"O-ohh, ya..y-yasudah yuk Ngga. Mari kita pulang!" suaranya sedikit terbata.

"Baik, Mas. Ayo..." sahut Restu sambil mengangguk kecil.

"Whattt? Pak Restu manggil gue, Mas?Ya Tuhan, aku ingin ketawa... tapi... tahan... tahan...!"

Niko hampir meledakkan tawa. Rasanya ingin ngakak sekencang-kencangnya, tapi dia berusaha mati-matian menahannya.

"Huffftt..."

Hanya hembusan napas dari bibirnya yang akhirnya lolos.

"Lea, aku pulang dulu ya. Kamu hati-hati. Sampai jumpa besok!" kata Restu pamit.

Niko dibuat heran. Dahinya mengernyit.

Pikirannya mulai dipenuhi tanda tanya.

Ada apa sebenarnya di antara bosnya dan si resepsionis itu?

Meski baru beberapa hari mengenal Restu, Niko sudah mulai memahami sifat pria itu. Restu bukan tipe orang yang mudah akrab dengan wanita. Ia cenderung menjaga jarak dan bersikap dingin pada siapa pun.

Apalagi setelah kejadian dengan Aviva

beberapa hari lalu. Niko semakin yakin bahwa bosnya bukan pria yang mudah tertarik pada seorang wanita.

Tapi dengan Qiana?

Entah kenapa semuanya terasa berbeda.

Cara Restu memandangnya, berbicara dengannya, bahkan senyum yang sesekali muncul di wajahnya terasa begitu asing.

"Apa mereka sebenarnya sudah saling mengenal sebelumnya?" batin Niko curiga.

Setidaknya, sampai hari ini ia tidak pernah melihat tanda-tanda bahwa Restu memiliki seorang kekasih.

Saat hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba terdengar suara memanggil.

"Angga... tunggu dulu!"

Restu dan Niko menoleh bersamaan.

Bu Dewi terlihat berjalan cepat menghampiri mereka.

"Untung kamu belum pulang," ujarnya sambil mengatur napas. "Ada pekerjaan tambahan. Tolong rapikan ruangan Pak Sugandi sekarang, ya."

Restu mengernyit.

"Baik, Bu. Tapi maaf sebelumnya, tadi saya sudah membersihkan ruangan beliau."

"Iya, saya tahu." Bu Dewi menghela napas pelan. "Entah apa yang dilakukan pria tua itu. Tadi ruangan itu sudah rapi, tapi sekarang berantakan lagi."

Ia menggeleng kecil sebelum melanjutkan,

"Saya cuma menyampaikan pesan beliau. Cepat ke sana saja sebelum dia naik darah," tuturnya lembut.

"Oh, baik Bu," jawab Restu patuh.

Setelah Bu Dewi pergi, Restu melirik Niko sekilas.

Hanya satu tatapan singkat.

Namun Niko langsung paham.

Bosnya sedang mendapat kesempatan masuk ke wilayah Sugandi tanpa menimbulkan kecurigaan.

"Kalau begitu saya pulang duluan ya, Ngga," kata Niko cepat memainkan peran.

"Iya, Mas. Hati-hati di jalan."

Dari kejauhan, Qiana yang masih berada di sana memperhatikan mereka. Ada sedikit rasa iba saat melihat Angga harus kembali bekerja.

"Hati-hati, Pak Niko."

"Iya, Qiana," balas Niko sambil mengangguk kecil.

Tak lama kemudian, mobil itu perlahan meninggalkan area parkir, sementara Restu berbalik arah.

"Sugandi...Mari kita lihat, sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan."

Batin Restu sambil melangkah masuk ke dalam perusahaan.

>>>

Setelah merapikan ruangan Sugandi, Restu segera turun ke area parkir.

Tadi setelah memastikan Qiana sudah pergi, Niko kembali ke perusahaan untuk menunggunya.

"Cepat antar aku ke apartemen, Nik!" titah Restu begitu masuk ke dalam mobil.

Ia khawatir Qiana sampai lebih dulu, sementara dirinya belum sempat mengubah penampilan.

"Baik, Pak!" jawab Niko sambil segera menyalakan mesin.

Selama perjalanan, Niko merasa resah. Ia ingin bertanya, tapi segan melihat Restu yang sudah kembali ke mode dingin. Sesekali ia melirik melalui kaca spion tengah, lalu buru-buru mengalihkan pandangan ketika mendapati Restu sedang menatapnya.

"Ada yang ingin kau tanyakan, Nik?" suara Restu terdengar datar, seolah sudah membaca isi kepalanya.

Niko sontak gelagapan. "Buset, cepet banget sih baliknya ke mode normal!"

"Engh... hehe," ia menggaruk pelipisnya kikuk. "Apakah Anda sebelumnya mengenal Nona Qiana, Pak?"

Pertanyaan itu, akhirnya lolos juga dari bibirnya.

Restu akhirnya jujur kepada Niko.

Ia mengakui bahwa dirinya memang mengenal Qiana. Bahkan, selama lima tahun terakhir, ia tidak pernah benar-benar berhenti menunggu wanita itu.

Tetapi, tidak semua hal ia ceritakan. Restu hanya menjelaskan seperlunya, tanpa menyentuh masa lalu Qiana yang jauh lebih rumit. Hingga saat ini, hanya Rangga, asistennya di Surabaya, yang mengetahui seluruh cerita, termasuk tentang kehidupan Qiana sebagai wanita malam.

Niko terdiam cukup lama.

Ia benar-benar tidak menyangka.

Di balik sikap dingin dan kaku bosnya, ternyata tersimpan kesetiaan yang bahkan sulit dipercaya. Selama lima tahun, Restu terus menunggu satu orang yang sama, hingga takdir mempertemukan mereka kembali di Jakarta.

Kini semuanya terasa masuk akal.

Pantas sejak awal kedatangannya, perhatian Restu selalu tertuju pada Qiana. Setiap sikapnya yang terkesan mengusik, rupanya itu hanyalah cara untuk mencari perhatian.

...🕊️🕊️🕊️...

Qiana memacu Butet dengan kecepatan sedang menuju apartemen Restu. Sebenarnya, tadi ia berencana menjemput Bu Ani terlebih dulu, karena beliau sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Namun, Bude Heni lebih dulu menghubunginya dan mengatakan bahwa mereka sudah dalam perjalanan pulang menggunakan taksi. Karena itu, Qiana pun mengiyakan saja.

Padahal, itu hanya alasan mereka yang sebenarnya tidak ingin merepotkan Qiana. Mereka paham betul betapa sibuknya wanita muda itu yang harus membagi waktu dengan berbagai pekerjaannya.

Di tengah perjalanan, Qiana menikmati suasana sore Jakarta yang masih dipenuhi kendaraan. Butet melaju pelan mengikuti arus lalu lintas yang tersendat.

Tiba-tiba, pandangannya tertuju pada seorang wanita tua yang duduk seorang diri di pinggir jalan.

Wanita itu tampak kebingungan. Sesekali tangannya menyeka air mata yang terus mengalir di pipinya, sembari menoleh ke sana kemari seolah sedang mencari sesuatu.

Refleks, Qiana mengarahkan Butet naik ke trotoar lalu memutar balik ke arah wanita tua itu.

Setelah bertanya beberapa saat, ia akhirnya mengetahui bahwa wanita itu baru saja kena jambret. Tas dan ponselnya hilang, sementara beliau juga tampak kebingungan mengingat jalan pulang.

Qiana sempat berpikir untuk mengantarnya mencari bantuan. Namun, karena sedang terburu-buru dan hari mulai sore, ia akhirnya memutuskan membawa wanita tua itu ke rumah Bu Ani terlebih dahulu.

Setelah berhasil menenangkan sang nenek, Qiana menitipkannya kepada Bude Heni.

Ia sendiri tidak bisa berlama-lama karena masih harus pergi ke apartemen Restu sebelum melanjutkan pekerjaannya di Indomaret.

>>>

Sesampainya di depan gedung apartemen, ia buru-buru naik dan menempelkan cardlock dengan langkah sedikit tergesa.

Begitu pintu terbuka, lampu ruang tamu sudah menyala. Namun, tak ada tanda-tanda kehadiran seseorang di dalamnya.

"Kemana Pak Restu?" gumam Qiana pelan.

Baru saat itu ia menyadari sesuatu.

Seharian ini mereka bahkan tidak bertemu di kantor.

Aneh. Bosnya yang biasanya gemar mencari gara-gara dan memberinya berbagai perintah mendadak justru tidak terlihat seharian ini.

Pandangannya kemudian tertuju pada pintu kamar Restu yang terbuka sedikit.

Rasa penasaran membuatnya melangkah mendekat.

Namun, baru beberapa langkah berjalan, tubuhnya langsung membeku.

"Pak Restu?!"

Mata Qiana membelalak.

Restu tergeletak di lantai kamar dengan tubuh meringkuk sambil memegangi perutnya.

Wajah pria itu terlihat pucat, bahkan napasnya terdengar tidak beraturan.

Tanpa pikir panjang, Qiana langsung berlari menghampirinya.

"Pak, Anda kenapa?" serunya panik.

...ΩΩΩΩΩΩΩ...

Wahh, Restu kenapa yaa?? Modus apa beneran kali ini?

1
Filan
Restu, ga yakin nih si Nadine ga ganggu lagi.
Filan
terlalu penasaran atau obsesi
Filan
Dia udah kesambet sih ya...
Miu.Nuha
masa lalu gk usah dibuka lagi...
Miu.Nuha
ber oh ria /Facepalm/
oh ah oh eh oh uh...
Miu.Nuha
akal2an Oma 😅
Miu.Nuha
ih kenapa pula ini Oma 🤭
apa oma kecewa Restu gk nikah2, hehe...
Miu.Nuha
hahaha ngelawak mulu neneknya 😭😭
Miu.Nuha
hilih, giliran nama cucuny aja gk mau nyebut, lupa apa niat ngelupa lagi nih 😫
Miu.Nuha
apa itu mendiang suami 🤔
Miu.Nuha
Omamu tau2 ketemu sama qiana, Res...
entah apa yg terjadi sama Oma, malah jadi akting jadi nenek pikun 😭
Miu.Nuha
mahal pak beli susu 😭😆
Miu.Nuha
mungkn saatny pk restu tampil 👍
gk mau kalah sama Angga
Miu.Nuha
calon istriku sholihah bngt, batin restu ❤
Miu.Nuha
stalker cucunya donk 😆😆😆
Miu.Nuha
takut ketauaann 😭
astagaa... bestiemu msh setia bngt Res smpe inget sama gadis yg bikin kamu gk bisa mupon...
Miu.Nuha
siap2 jadi Angga terus kamu Res kalo smpe nikah sama Qiana 😆😆
Miu.Nuha
untung bisa boong
Mingyu gf😘
heh justru itu bagus, karena se*s bebas sarang penykit
Mega Siregar
janganlah dipaksa...
jika buru2 tanpa mengenal baik pasangan yang ada hanya menimbulkan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!