NovelToon NovelToon
Sanggana 6 Perjanjian Muara Jerit

Sanggana 6 Perjanjian Muara Jerit

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Ahli Bela Diri Kuno / Pusaka Ajaib / Tamat
Popularitas:227.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rudi Hendrik

Dalam menghadapi ancaman serangan Negeri Tanduk dari seberang lautan, Prabu Dira Raja Kerajaan Sanggana Kecil, memerlukan benteng di wilayah pesisir dan angkatan laut. Karena kerajaannya berada di tengah daratan, Prabu Dira tidak memiliki angkatan laut dan wilayah kekuasan di pesisir.

Kerajaan Sanggana Kecil merencanakan kerja sama dengan Kerajaan Pasir Langit dan Kerajaan Werang. Langkah pertama Prabu Dira jalankan adalah menjalin kerja sama dengan Kerajaan Pasir Langit.

Namun, raja Kerajaan Pasir Langit menolak proposal kerja sama Prabu Dira mentah-mentah. Raja Kerajaan Pasir Langit merasa sebagai kerajaan yang kuat dengan angkatan laut yang besar, jadi tidak membutuhkan bantuan kerajaan lain.

Prabu Dira pun mencari cara bagaimana supaya bisa memiliki angkatan laut dan membangun benteng pertahanan di sepanjang wilayah pesisir.

Mampukah Prabu Dira menaklukkan Kerajaan Pasir Langit yang merasa hebat? Hanya di novel “Sanggana 6 Perjanjian Muara Jerit” jawabannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemuji 22: Serangan Berbahaya

*Perjanjian Muara Jerit (Pemuji)*

Kemunculan tiba-tiba enam orang berpakaian putih-putih itu membuat Putri Ani Saraswani dan Rincing Kila bangkit bersiap. Rincing Kila sudah meloloskan pedangnya. Saat itu juga mereka melupakan Joko Tenang karena fokus pada penyerang.

Dalam kondisi kuyup dan tanpa pakai gaya-gaya lagi karena memang tidak ada kamera, keenam orang berpakaian putih maju dengan pedang di tangan kanan dan telapak tangan kiri membara biru.

“Ada penyerang!” teriak seorang prajurit jaga.

Terkejut semua prajurit yang mendengar teriakan itu dan melihat ke arah bagian rumah makan yang berada di atas air. Mereka serentak berlari terbirit-birit untuk membantu junjungan mereka.

Tang ting ting! Tang ting ting!

Rincing Kila dan dua orang penyerang beradu pedang berulang kali. Pada aduan pertama, Rincing Kila mendelik dan mengerenyit samar karena merasakan hantaman pedang lawannya sangat berat, membuat genggaman pada pedangnya gemetar.

Rincing Kila langsung menyimpulkan bahwa kondisinya akan berbahaya jika terus mengandalkan pedangnya karena kekuatan lawan lebih tinggi. Karenanya, Rincing Kila mengeluarkan ilmu Pagar Nyawa dan Tinju Tanpa Lawan.

Tang!

Pada akhirnya, satu peraduan pedang membuat pedang Rincing Kila terpental karena memang genggamannya sudah tidak kuat. Setelah itu, dia bertarung dengan tubuh di kelilingi oleh lapisan sinar hijau yang fleksibel dan kedua tinjunya berwarna merah gelap.

Sementa itu, Putri Ani Saraswani juga bertarung dengan sengit tanpa senjata. Dia dikeroyok oleh dua orang penyerang.

Adapun dua penyerang lainnya menyambut datangnya para prajurit dan dua orang pendekar keamanan rumah makan.

Di sisi lain, Joko Tenang menggeser tempat duduknya jadi menghadap ke arah lokasi pertarungan. Jadi, dia makan sambil menonton. Joko Tenang berpikir, jumlah yang banyak pasti akan menguntungkan pihak sang putri.

Para prajurit yang datang berguguran satu per satu. Dua orang berpakaian putih terlalu tangguh dan gerakannya sangat cepat. Para prajurit dibuat seperti orang-orang yang baru belajar bertarung. Selain mati oleh pedang, para prajurit itu juga mati oleh pukulan yang membuat dada mereka hangus dan remuk tulang-tulangnya.

Perlawanan cukup ulet ditunjukkan oleh dua pendekar keamanan rumah makan.

Kondisi para prajurit itu membuat Pantri Ewa khawatir karena para penyerang sangat handal, bahkan kedua pendekar keamanan dalam waktu singkat dibuat terdesak.

Joko Tenang pun jadi merubah penilaiannya.

Sert sert!

Pakk!

Dua sabetan pedang menyerang Rincing Kila, tetapi sabetan pedang mengenai lapisan sinar hijau, menimbulkan percikan sinar hijau tanpa melukai.

Rincing Kila dengan cepat melesatkan tinjunya sebagai serangan balasan. Namun, Tinju Tanpa Lawan itu ditantang oleh telapak tangan sinar biru lawan.

Hasilnya, Rincing Kila terjajar dua tindak, sementara lawannya tidak. Kedua lawannya justru dengan cepat melancarkan kembali dua pukulan secara bersamaan.

Paks paks!

“Hukr!”

Dua pukulan telapak tangan lelaki berpakaian putih mendarat keras pada lapisan sinar hijau yang melindungi tubuh Rincing Kila. Pukulan yang tadi mengalahkan Tinju Tanpa Lawan itu, membuat Rincing Kila terdorong mundur dengan mulut menyemprotkan darah kental.

Dua hantaman itu juga membuat ilmu Pagar Nyawa Rincing Kila padam. Kondisi itu cepat dimanfaatkan oleh kedua lawannya.

Dua tusukan pedang menyerang Rincing Kila. Dalam kondisi terluka dalam parah, dia masih bisa menghindar dari kematian. Namun tidak juga seterusnya, karena kedua pengeroyok itu tidak mengurangi keagresifan serangannya.

Telapak bersinar biru terus memburu Rincing Kila yang kian terdesak. Rincing Kila masih mencoba mengadu Tinju Tanpa Lawan miliknya.

Pakk!

Tinju merah gelap dan telapak bersinar biru beradu lagi. Seperti sebelumnya, terlebih Rincing Kila telah terluka dalam, pengawal sang putri itu terlempar dengan darah kian banyak keluar lewat mulutnya.

Terlemparnya tubuh Rincing Kila dikejar oleh satu penyerang yang berniat menusuk tubuh wanita itu. Rincing Kila sudah tidak berdaya dalam waktu singkat itu. Dia sudah pasrah ditusuk, semoga saja tidak membuatnya mati. Itu harapan singkatnya.

Dalam kondisi kritis bagi Rincing Kila itu, tiba-tiba muncul begitu saja sosok lelaki berambut panjang berompi merah terang yang menangkap pinggangnya dan menariknya, sehingga pedang menusuk ruang kosong dan dia masuk dalam pelukan si penolong.

Rincing Kila bisa melihat dengan jelas wajah tampan berbibir merah orang yang menolongnya, orang yang muncul tiba-tiba tanpa terlihat kedatangannya.

Lelaki berpakaian putih juga terkejut dengan kemunculan Joko Tenang. Gagal tusukannya terhadap Rincing Kila, dia melanjutkan dengan sabetan kencang kepada Joko.

Ting!

Joko dengan gerakan tenang menangkis dengan sentilan jari tanpa harus menggeser posisi tubuhnya yang memeluk pinggang Rincing Kila, mirip adegan di film-film saat jagoan menyelamatkan sang putri.

Terkejut lelaki berpakaian putih saat pedangnya disentil dengan tenang. Pedang itu langsung terpental jauh ke air sungai yang mengalir.

Karena merasakan tangan kanannya gemetar, lelaki berpakaian putih melesatkan telapak tangan kirinya yang bersinar biru.

Paks! Brakr! Jbur!

Joko Tenang memilih mengadu telapak tangannya yang terbebas. Telapak tangan itu berwarna hijau dari ilmu Tinju Dewa Hijau.

Dan ketika tinju hijau dan telapak sinar biru bertemu, tubuh lelaki berpakaian putih langsung melesat mundur menghantam pagar tepian rumah makan hingga hancur, lalu jatuh sampai ke tengah sungai.

Alangkah terkejutnya rekan setim lelaki berpakaian putih melihat rekannya bisa terpental sedahsyat itu. Dia bangkan terdiam menunggu tubuh rekannya muncul ke permukaan. Ternyata rekannya timbul dalam kondisi mengambang tanpa gerakan di air yang menuju muara.

Durasi terperangah si lelaki berpedang itu membuat Joko Tenang berkesempatan melepas dan mendudukkan Rincing Kila.

“Terima kasih, Joko,” ucap Rincing Kila lemah.

Pada saat itu, Putri Ani Saraswani yang bertarung mengandalkan ilmu Kipas Cahaya dalam posisi terdesak. Dia bisa menangkis serangan-serangan pedang menggunakan dua kipas sinar putih yang berenergi padat. Dia pun bisa menangkal serangan telapak tangan bersinar biru dengan ilmu itu. Namun, hampir sama seperti Tinju Tanpa Lawan milik Rincing Kila, kekuatannya masih kalah sedikit.

Yang membuat Putri Ani Saraswani terdesak hebat adalah bertambahnya orang yang mengeroyoknya menjadi tiga orang. Satu orang penyerang berasal dari dua orang yang menghabisi para prajurit dan telah membunuh satu pendekar keamanan. Jadi, tinggal satu orang berpakaian putih yang melawan pendekar keamanan rumah makan.

Karena serangan pedang tidak berfungsi, kedua pengeroyok sang putri memilih menyarungkan pedangnya, lalu mengagresi sang putri dengan kedua telapak tangan yang bersinar biru.

Putri Ani Saraswani menangkis dengan kipas sinar putihnya. Kuatnya hantaman telapak tangan yang datang susul-menyusul, membuat Putri Ani sulit bertahan dengan kuda-kudanya.

Paks!

Hingga suatu ketika, dua telapak tangan bersinar biru datang bersamaan kepada Putri Ani. Meski bisa ditangkis dengan kedua kipas sinarnya, tetapi sang putri harus terdorong keras ke belakang dan kehilangan keseimbangan.

Paks!

“Aaak!” pekik nyaring Putri Ani Saraswani karena tahu-tahu punggungnya ada yang menapak dengan keras.

Tubuh Putri Ani Saraswani jadi kembali terdorong ke depan dengan kipas sinar putih yang mendadak padam. Meski serangan bokongan tadi sudah bisa membunuh Putri Ani, tetapi kedua lelaki penyerang tetap memanfaatkan momentum untuk mendaratkan dua telapak bersinar birunya ke tubuh depan sang putri.

“Gusti Putriii!” teriak Rincing Kila histeris saat baru saja didudukkan oleh Joko Tenang.

“Gusti Putriii!” teriak Pantri Ewa dan para pelayannya pula melihat keadaan junjungan mereka.

Clap!

Seperti ketika muncul menolong Rincing Kila, Joko Tenang tahu-tahu muncul seperti setan di tengah-tengah pertarungan. Posisi berdirinya menghadap kepada Putri Ani dan membelakangi kedua lelaki berpakaian putih.

Bluk! Paks!

Akibat kemunculan Joko Tenang itu, Putri Ani menabrak tubuh depan pemuda berbibir merah itu. Pada saat yang bersamaan, kedua telapak bersinar biru lelaki berpakaian putih menapak punggung Joko Tenang yang dilapisi Rompi Api Emas. (RH)

1
Idrus Salam
Kekaguman seorang raja atas wanita menimbulkan rasa yang baru di hatinya akankah berdampak pada kebijakannya. Sementara pada ujung yang lain ada pembatasan yang diminta oleh salah satu permaisurinya.

Bukannya pada beberapa episode yang telah lalu Ratu Tirana sebagai lalu lintas perjalanan cinta sang prabu...
Idrus Salam
Kelancangan memang tidak baik untuk dibiarkan karena akibat lainnya akan datang jika kurang mendapat suatu tindakan yang membuat jera pelakunya. Siapa sangka hal ihwal kurang ajar sering berlalu dalam sendi penyelewengan buat akibat yang mungkin terabaikan.

lam
Idrus Salam: Hehe
terlalu yah Om
"paralun" Gusti
total 2 replies
Idrus Salam
Sungguh tindakan terlalu berani meminta istri seseorang yang memiliki segalanya, tapi bukankah yang terlalu itu tidak dianjurkan, bahkan sebaiknya layak untuk dihindari...
Idrus Salam: lebih baik pertengahan, iya kan Om
total 2 replies
Bimo
Luar biasa
asta guna
pinjam dulu seratus
asta guna
anjay ... sama emak2 usia seabad jg Ayuk aja nih si perempuan berjakun
Om Rudi: tergantung kebutuhan Kakak/Smile/
total 1 replies
🏡s⃝ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌
aku pingin mendekati tapi tak berdaya
🏡s⃝ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌: wkwkwk🤣🤣🤣
total 2 replies
Hadijah Nadia
👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹🌹
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
Kak Dewi Bunga? wah wahh pasti cantik e😍😍😍
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
bukan KW dong ya, bersertifikat halal dan BPPom juga gak Om?
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
ini prabu yang bini nya buanyak kmrn ya Om?
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
nah leluhur saya pula itu, emak2 Ghibah Generation 🤣🤣🤣
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
welah sangar dari LN ceritanya
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
hadehh tanggal lahir gimana mau janjian , kecuali caecar om pas hari brojolnya
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
nah kan kalkulator beraksi
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
yang dibersihkan memang yg ter penting itu wajah+ketiak, anggap aja udah mandi
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
btw sering ditemukan jubah berwarna ungu, ini khas banget loh
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
Assalamualaikum hadir Om
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
selamat ya sangka Buana akhirnya km dpt menikahi salah satu permaisuri dari delapan Dewi bunga ya 🤭
Tabah P
kecewa berat bg....🙏🙏🙏😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!