NovelToon NovelToon
PUTRI PALSU

PUTRI PALSU

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:63.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alma Kadier Carally

Aku terpaksa meninggalkan kehidupan di kerajaan & tinggal bersama bibiku di sebuah desa terpencil, menanggalkan gelar & bahkan namaku. Kejutannya tidak berakhir sampai di sana, ternyata aku memiliki kekuatan sihir yang terpendam. Dan saat aku membiasakan diri dengan kehidupan baruku, aku melihat peristiwa mengejutkan yang membuatku bertanya-tanya, mungkinkah gadis yang datang dari Panti asuhan yang di kelola para penyihir & diakui sebagai putri yang asli juga putri palsu sepertiku. Jadi siapakah putri yang asli ?! Ayo baca biar g penasaran🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alma Kadier Carally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Tangan & lenganku terasa menggelenyar, atau bergetar, atau berdenyut, tapi sebenarnya tidak ada yang terjadi. Sesekali, tanpa peringatan apa pun, aku merasakan desakan luar biasa untuk melakukan… sesuatu. Tetapi aku tidak tahu apa, & setelah beberapa saat tidak nyaman, perasaan itu akan menghilang.

Aku tidak memberitahu siapa pun. Selain Bibi Vania, tidak ada lagi yang bisa kuberitahu. Jadi pada malam hari, saat tidak ada hal lain yang perlu kupikirkan, diam-diam aku takut aku akan gila. Apa lagi yang bisa membuatku merasa ada api di dalam nadiku, api yang ingin keluar melalui tangan, mulut atau mataku?

Aku tidak yakin Bibi Vania akan senang jika diberitahu mengenai perasaanku ini. Menerima seorang keponakan yang tidak dikenal & dilimpahkan padamu begitu saja mungkin masih diterima, tapi menerima seorang keponakan tidak dikenal & gila merupakan masalah yang sangat berbeda, jadi aku sangat khawatir sehingga memberiku pengalih perhatian dari penderitaanku, & tidak mengungkitnya.

Namun, pengalih perhatian yang kedua agak berbeda. Muncul pada saat aku berjalan menyusuri jalan utama berdebu, sambil menggenggam sekeranjang pucuk jelatang. Aku & Bibi Vania pergi mencari jelatang di semak-semak yang berderet di sepanjang jalan-jalan yang mengarah ke selatan. Kali ini aku yang pertama berhasil memenuhi keranjang, & Bibi Vania mengizinkanku pulang untuk membuat cairan celup.

Saat itu hari cerah, sangat panas hingga rambut yang terlepas dari kepangku menempel di tengkuk. Gaunku terasa basah di atas punggung, & lenganku yang tidak tertutup sarung tangan pemberian Bibi Vania terasa perih. Sambil memindahkan posisi keranjang di pinggul, aku berhenti untuk memberi jalan pada seorang anak desa yang menggiring beberapa ekor kambing lepas menyeberangi jalan & kembali ke kandangnya.

Dua orang gadis seusiaku Sella & Rena sedang berdiri di depan rumah, kepala mereka tertunduk berdekatan. Aku berusaha membuat diriku mengecil & tidak terlihat, seakan-akan aku bisa melebur bagaikan seekor gagak mungil, meskipun mereka tidak pernah bersikap kasar di hadapanku, tapi selalu terdengar banyak bisik-bisik setiap aku lewat di depan mereka, & kuharap mereka tidak menyadari kehadiranku. Namun, saat mulai berjalan lagi, ujung sepatu botku tersangkut pada sebuah batu yang menonjol di jalan.

Aku tersandung, pucuk-pucuk jelatang berhamburan keluar dari keranjang saat aku tersungkur di atas lutut. Dari seberang jalan aku mendengar tawa menggelegar.

Dengan wajah merona karena malu, aku bergegas memasukkan kembali pucuk jelatang secepat mungkin, tapi tanaman itu berhamburan ke segala arah. Sambil terus menundukkan kepala, telingaku berdenging saking malunya. aku berbalik kebelakang & melihat seorang pemuda sedang berjongkok, tangannya menggenggam sebuah pucuk jelatang.

“ Kurasa ini milikmu,” pemuda itu berkata sambil tersenyum.

“ Hati-hati,” ujarku sambil mengulurkan tangan untuk mengambilnya dari tangan pemuda itu.

“ jelatang itu akan membuat tanganmu terasa gatal.”

“ Tak seburuk itu,” ujar pemuda itu sambil menjatuhkan sebuah lagi ke dalam keranjang. Pemuda itu tidak mengatakan apa-apa lagi selama kami mengumpulkan tanaman, tapi dia tersenyum setiap kali aku meliriknya. Bahkan di bandingkan semua orang yang aku lihat di istana, aku harus mengakui pemuda ini sangat tampan.

Rambut hitam membingkai matanya yang biru cemerlang, & aku bisa melihat giginya yang putih & rata setiap kali dia tersenyum padaku. Aku tersadar bahwa tawa dari seberang jalan sudah terhenti.

Setelah kami menemukan semua pucuk jelatang, dia mengulurkan tangan untuk membantuku berdiri. Ruam samar sudah muncul di atas jemari & telapak tangannya.

1
Supriadi Adi
waalaikum salam
Dini
kk
Dini
semangat berkarya thor👍
Nabila
Keren
Pelangi
Keren👍
Ana
Keren
Ana
Author sulap jadi bidadari😀
Ana
Pasti gara2 kekuasaan nih.
Nanzkii
Keren thor🫶🏻
Nanzkii
Ciuman pertama Amelia diambil Jose😠
Nanzkii
Devan, Amelia rindu😁
Sity aminah aminah
sampai bingung mau komentar apa
Alma KC: Terima kasih sudah berkenan mampir 🙏🥰🌹
total 1 replies
Nabila
Luar biasa
Aulia
Keren banget
Adinda
Luar biasa😍👍🫶
Adinda
Kaburrr💪
Adinda
Menyelamatkan putri asli😍👍
Adinda
Luar biasa
Adinda
Perjalanan ditemani oleh Devan😍🫶
Adinda
Sukses belajarnya Amelia.💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!