Gadis berusia 18 tahun jauh-jauh merantau menuju ke kota besar untuk mewujudkan mimpinya. Impian untuk melanjutkan pendidikannya setinggi-tingginya. Namun saat ia ingin membuka jalan untuk mencapai itu, datang seseorang yang awalnya bersedia untuk membantunya tapi tidak cuma-cuma.
Pernikahan yang diinginkan orang itu, gadis ini menyetujui dan akhirnya mereka berdua jatuh cinta. Persyaratan diawal sudah tidak berguna. Tetapi untuk benar-benar bersatu perjalanan mereka tidak mudah. Banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi.
Akankah gadis ini bisa menjalaninya dan mereka berdua bisa bersatu kembali ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duapuluh dua.
Bening dan Anissa pun keluar dari mall itu dan menuju ke halte bus trans Jakarta untuk pulang ke kostan mereka. Saat sedang menuju ke halte Bus dengan berjalan kaki, terlihat semua pandangan orang tertuju kepada Bening. Bening yang menyadari kalau dirinya tengah menjadi perhatian orang pun merasa malu sendiri dan ia ingin cepat-cepat sampai di kostan.
"Nisa, penampilanku aneh ya? semua orang ngelihatin aku dari tadi," ucap Bening kurang percaya diri.
"Enggak ada yang aneh. Semua orang ngelihatin, soalnya penampilan lo bener-bener sempurna," ujar Anissa mencoba menenangkan sahabatnya.
"Tapi, cara menatap mereka seperti itu."
"Udahlah gak usah dipikirin. Acuhkan saja mereka. Percaya sama diri lo dan omongan gue. Lo itu bener-bener cantik," ujar Anissa.
Bening dan Anissa pun sampai di halte bus dan mereka pun menunggu bus yang akan membawa mereka pulang.
...****************...
Di ruangan kantor Dave, terlihat Riri yang sedang asyik bermain handphone. Keberadaan Riri di kantor Dave hanya untuk menunggu acara nanti malam.
Disisi lain ruangan kantor itu, terlihat Dave yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya dan dengan laptop yang ada dihadapannya.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari pegawai kantor itu sekaligus teman dekat Dave. Orang itu adalah Darren, sahabat Dave waktu di SMA yang sekarang kerja di kantor sebagai orang kepercayaannya Dave.
Ketukan pintu dari Darren membuyarkan semua aktivitas yabg dilakukan Dave dan Riri.
"Masuk!" suruh Dave.
Darren pun masuk ke ruangan Dave dan menuju ke meja Dave. Sepertinya ada sesuatu yang ingin Darren beritahu kepada Dave.
"Dave, gue mau ngomong soal perintah lo yang tadi. Soal cewek yang lo minta gue cari tahu," ucap Darren bisik-bisik.
Mendengar ucapan temannya itu Dave pun segera bangkit dari tempat duduknya dan menuju kehadapan Riri.
"Riri? Kamu tunggu di mobil, ya! Kita akan segera berangkat ke acara kantor," ucap Dave.
"Tapi, Dave sayang, sekarang masih jam berapa?"
"Kita jalan-jalan dulu," bujuk Dave.
Mendengar tunangannya berkata seperti itu, Riri pun bangkit dari duduknya dan menuju ke parkiran mobil Dave untuk menunggunya.
Setelah Riri pergi, Dave pun kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Darren mengenai gadis yang sedang dicari Dave.
"Gimana soal gadis itu? Apa yang ingin lo katakan? Apa yang lo dapatkan?" Tanya Dave.
"Gue dapet banyak informasi. Gadis yang difoto bernama Bening, usia nya 18 tahun berasal dari satu desa di Yogyakarta. Dia ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah dan dia bekerja di bar milik ibu lo untuk tabungan kuliahnya. Dia juga baru bekerja di bar itu dan nanti malam dia disuruh sama ibu lo untuk menyumbangkan suaranya, karena menurut temannya dia memiliki suara yang merdu. Disini dia tinggal bersama temannya Anissa yang juga bekerja di bar milik ibu lo," ungkap Darren
"Ok thanks informasinya. Nanti lo jangan telat! Gue mau urus Riri dulu," kata Dave dengan segera keluar dari ruang kantornya meninggalkan Darren.
...****************...
Riri yang sekarang sudah berada ditempat parkir dari kantor Global Games itu sedang menunggu tepat di samping mobil Dave terparkir. Riri tidak menunggu di dalam mobil karena Dave tidak memberikan kunci mobilnya kepada Riri oleh karena itu terlihat Riri sangat kesal.
Dave pun telah sampai diparkiran untuk menemui Riri, dari kejauhan saat ia ingin menuju ke mobilnya terlihat olehnya Riri dengan raut wajah kesal entah apa yang terjadi.
"Kamu kenapa? kok cemberut?" Tanya Dave baik-baik.
"Gimana mau gak cemberut? Kamu gak kasih kunci mobilmu ke aku, jadinya aku harus nunggu diluar kayak gini. Gak lihat makeup aku udah mulai luntur?" Gerutu Riri.
"Ya udah lah jangan marah-marah! Kita ke salon lagi. Aku antar kamu," bujuk Dave.
"Kamu beneran?" Tanya Riri.
"Iya, hari ini apa yang kamu mau aku turutin," jawab Dave.
Mendengar ucapan Dave berkata seperti itu, wajah Riri yang cemberut berubah jadi sangat senang.
Hari ini apa yang diinginkan Riri, Dave akan penuhi semua karena belum tentu besok hari Riri akan dapat semuanya. Hari ini Dave akan menyenangkan Riri sebagai tanda permintaan maaf dan terima kasihnya.
Bersambung...
Sesusah itu nyari novel yang bagus, terakhir baca novel yang bagus sekitar sebulan yang lalu, itu pun pembacanya dikit banget.
Judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung gini