NovelToon NovelToon
Sweet Cake Memories

Sweet Cake Memories

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:132.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Sri Wahyuni

MAAF... SEDANG PROSES REVISI ULANG ..


Rizal membuka Cafe bersama sahabat kuliahnya di Yogyakarta. Ketika usahanya dalam masalah dan mereka sangat membutuhkan pekerja baru. Dia tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis desa yang bernama Tasia, yang kebetulan dia memiliki keahlian di bidang Tata Boga. Lalu Rizal menawarinya pekerjaan di tempatnya. Sehingga Tasiapun akhirnya mau bekerja di tempatnya sebagai koki mereka.

Hingga pada suatu waktu tumbuhlah benih-benih cinta diantara Rizal dan Tasia sehingga akhirnya mereka menjalin hubungan asmara.

Rizal Agung Permana adalah putra kedua pemilik Perusahaan Tambang terbesar di Jakarta.

Namun cobaan datang menghalau cinta mereka, ketika suatu hari diapun disuruh untuk menggantikan posisi kakaknya Raffi sebagai direktur di perusahaan Ayahnya, Hendra Permana Wijaya. Rizal pun yang harus dipaksa menikahi wanita pilihan Ayah dan Tantenya demi keuntungan Perusahaan milik turun-temurun keluarganya. Namun dia masih tetap bertahan dengan Tasia.

Bagaimanakah akhir Kisah Romantika mereka selanjutnya? akankah mereka bisa bersama kembali?

Semua ceritanya dapat kita baca di Novel Roman "Sweet Cake Memories" yang satu ini.

Yuk, ikuti terus kelanjutan ceritanya..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sri Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

...Bab 21...

...Cemburu...

Setelah mereka berpesta makan kue. Tasia kembali merapikan piring-piring dan gelas-gelas bekas makan itu lalu membawanya ke dapur dan segera mencucinya. Yogi juga membantu membersihkan dan membereskan peralatannya juga.

"Aku tidak menyangka, kamu bisa membuat kue seenak itu" sahut Yogi masih terkagum padanya, sambil mengelap piring-piring dan gelas yang sudah di bersihkan Tasia.

"Kau terlalu berlebihan, semua orang juga pasti bisa melakukannya, asalkan dia mau belajar dan berusaha!" jawab Tasia menoleh sebentar ke Yogi di sampingnya dan melanjutkan lagi cuciannya yang masih menumpuk.

Yogi ingin sekali berbicara, namun dia sedikit ragu untuk menceritakan kejadian di rumah makan waktu itu. Tapi dia memberanikan dirinya karena merasa tidak enak hati pada Tasia dari kemarin.

"Hmm..Tasia,~"menghentikan dulu kerjaannya. "Ini uang yang kamu berikan di restorant kemarin... Aku tak memakai uangmu sama sekali, soal kemarin aku benar-benar meminta maaf karena makan siang kita jadi terganggu dengan ulah mantan kekasihku itu!" ujar Yogi merogoh uang milik Tasia di dompetnya.

Tasia terkejut dan langsung menolaknya.

"Tidak usah dikembalikan, itu buat kamu saja..anggap saja itu ucapan terimakasihku padamu dan juga Rizal yang sudah menyelamatkan aku dari perampok dulu, aku mau bekerja disini juga karena budi baik kalian selama ini.!" sahutnya lagi.

"Tidak, aku tidak mau menerima pemberian apapun dari seorang perempuan, aku tahu ini hasil kerja kerasmu berdagang. Lebih baik kamu simpan untuk dirimu sendiri.."terangnya, lalu pria itu meraih tangannya dan melipatkan uangnya di genggamannya Tasia.

Seketika itu Rizal pun masuk ke dapur hendak memberitahukan Tasia dan Yogi sesuatu hal penting. Tetapi matanya, sudah melihat ke arah mereka yang sedang berbicara saling berhadapan serta tangan Yogi yang memegang erat tangannya Tasia.

"Ehm! uhukk uhukk!" Rizal berpura-pura batuk di depan mereka, dan suara batuk Rizal mengejutkan mereka berdua, Yogi segera melepaskan tangan Tasia.

"Ada yang ingin kusampaikan pada kalian berdua..."sahutnya tiba-tiba.

"Apa?" tanya Yogi, langsung membelakangi Tasia.

"Dalam satu bulan ke depan ini, aku mungkin akan sibuk dengan akhir ujianku nanti, aku tidak bisa terus berada di Cafe ini. Aku mempercayakan kau dan Tasia di Cafe ini. Lia dan Revan juga akan ujian semester. Kalian berdua apa bisa melakukannya berdua?" ujarnya.

"Tentu saja bukankah begitu Tasia?" sahut Yogi, tentu saja Yogi merasa senang, karena dirinya akhirnya bisa sering berduaan saja dengan Tasia.

"Rizal, ayo! tadi kamu bilang mau jalan bareng ke kampus? kamu yang menyetir mobilku ya..." tiba-tiba Lia muncul masuk ke dapur, lalu melirik matanya ke Tasia, dan memberikan kunci mobilnya itu ke Rizal.

Lia sengaja memamerkan keakrabannya bersama Rizal di depan Tasia.

Tasia hanya terdiam terpaku melihatnya. Lalu dia segera mengalihkan pandangannya pada yang lain.

"Ya sudah, Yogi tolong kamu dan Tasia jaga Cafe ini sebentar. Nanti sore kami kembali kesini.." sahutnya. Rizal menatap Tasia penuh kekhawatiran.

"Tasia tidak apa kan kami tinggalkan kamu dulu, di hari pertamamu ini bekerja?" ujar Rizal. Tasia mengangguk-angguk kepalanya pelan.

"Tidak apa-apa. tidak usah khawatir kan aku!" gumamnya, tidak berani menatap wajah Rizal yang lengan tangannya di pegangi Lia terus dari tadi.

Rizal menatap heran Tasia, dan bertanya-tanya pada dirinya 'kenapa dia tidak mau melihat ke arahku?'

Lalu Rizal dan Lia lekas pergi keluar Cafe, dan berangkat ke kampus mereka. Yogi yang masih melihat Revan di ruang kerja, langsung mengusirnya dari Cafe.

"Hei Van, kau masih belum berangkat?!" tanya Yogi melihat Revan merasa terganggu.

"Kenapa, rasanya kau ingin sekali cepat-cepat aku pergi?" celetuk Revan sambil merapikan buku belajarnya dan memasukkannya ke dalam tasnya.

"Hahh..biasanya kau suruh ini itu, sekarang tumben-tumbenan suruh cepat pergi?" sindirnya lagi, mencurigai sikapnya Yogi. Yogi hanya melirik tajam matanya ke arah Revan supaya dia cepat pergi.

"Hei... jangan-jangan?" gumam Revan mengerutkan dahi mendekat ke Yogi dan berbisik.

"Kau hanya ingin berduaan saja sama kak Tasia kan,.ngaku loh" ucapnya pelan, wajah Yogi jadi memerah. Tasia di belakang mereka bertanya-tanya dengan apa yang sedang dibicarakan oleh mereka.

Yogi kesal karena rencananya ternyata diketahui Revan, dia langsung menendang bokongnya Revan menyuruhnya cepat pergi.

"Sudah cepat pergi sana, nanti kau bisa telat masuk kuliah!" geramnya.

"Ha ha ha..." Revan tertawa meledek dan berlari ke arah parkiran motornya.

"Kak Tasia, Revan pergi dulu yaaa...Kakak hati-hati ya, takutnya nanti diterkam buaya darat" guraunya lagi. Yogi langsung melemparkan sapu ke arahnya, tapi Revan keburu menghindar dan segera menaiki motornya.

"Jangan dengarkan perkataannya itu!" sahut Yogi pada Tasia menjelaskan.

Tasia hanya tertawa geli melihat polah Revan.

...***...

Tasia dan Yogi sibuk di dapur berdua, mereka saling berbagi pengalaman dan belajar, dan mereka membuat kue-kue jenis baru bersama.

"Waah, berarti Ayahmu itu juga seorang koki yaa.. pantas saja kamu mau bekerja di dapurnya Rizal, kamu pasti sudah banyak belajar dari Ayahmu itu..." gumam Tasia terkagum.

"Iya.. begitulah!" hatinya Yogi senang sekali hari itu, karena dia sudah mulai akrab dengan Tasia.

Setelah selesai membuat kue Tasia hendak mencuci kedua tangannya, tapi air di kran tiba-tiba tidak keluar.

"Ada apa dengan krannya kok airnya gak nyala?" sahutnya pada Yogi.

"Ooh, memang air di kran itu akhir-akhir ini selalu macet...biar aku yang periksa!" ujarnya menghampiri kran wastafel yang dipakai Tasia. Yogi lalu menepuk-nepuk kran itu dan memutarnya ke atas. Tapi pada saat diputar tiba-tiba putaran krannya copot dan airnya malah muncrat keluar. mereka berdua terkejut, dan airnya malah menyemprot ke arah mereka berdua.

Srooooooootttt srooooottt

"Aaaaaargghh...cepat hentikan-hentikan airnya..." teriak Tasia.

"Aduuuh aduhh...tidak bisa dihentikan!" teriak Yogi kebingungan.

"Cepat kamu matikan listrik yang disana" suruh Yogi menunjuk stop kontaknya.

"Baik!" Tasia langsung lari dan mematikannya.

Tak lama kemudian akhirnya airnya berhenti keluar. Mereka berdua lega, tapi sayangnya pakaian mereka jadi basah kuyup karenanya. Kemudian mereka saling memandang satu sama lain dan tertawa terbahak-bahak dengan peristiwa konyol itu.

bersambung...

...***...

Jangan lupa like dan komentarnya yaa...

...🌺🌺🌺...

1
Titin Novianti
Bagus banget lanjut ya
_Arse__
tetep semangat thor
Elly Watty
baru baca 1 part lgsug eneg liat karakter ceweknya yg lemah lgsug kabur
cantik
aku mapir thor, selalu semangat berkarya nya
Fransiska Siba
sdh Tasia, kayak ga diri banget mau bertahan dengan keluarga begitu apalagi suami tidak mempercayaimu lagi
Nana Athariza
aku hadir kak

Mampir juga di novel ku kak
judul Cinta Pandangan Pertana
Karya Nana Athariza

Mohon dukungan
like
coment
vote

makasih kak
Sriwati Ika Febriana
pengen takoyaki nya
Sriwati Ika Febriana
Revan gak cerita ke Rizal tentang Lia yang sengaja buat usaha cafe gak maju
Sriwati Ika Febriana
rasain kamu Yogi
Sriwati Ika Febriana
dasar si Yogi
Sriwati Ika Febriana
kalah cepat nih si Yogi
Sriwati Ika Febriana
ditolak,,,sakit rasanya
Sriwati Ika Febriana
ikut sedih bacanya
Sriwati Ika Febriana
sedih juga Tasia tanya masa lalu ibunya
Sriwati Ika Febriana
cari hiburan Tasia biar gak kesepian
Sriwati Ika Febriana
kasin Tasia
Sriwati Ika Febriana
bisa jadi jodoh ya Rizal 😁😁
Sriwati Ika Febriana
kok ditolak Tasia ?
Sriwati Ika Febriana
semoga jadi awal yang baik buat mereka
Sriwati Ika Febriana
gadis pemberani
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!