Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.
Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.
Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.
Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.
Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.
Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?
Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?
Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷
BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Foreplay yang Tiba Tiba
"Om apa Om sudah kenal sama Mba Amanda sebelum hari ini?" Tanya Karin di perjalanan pulang ke Apartemennya selepas makan Malam dengan Mr Theo.
Arjuna terdiam, dan ia mengangguk, wajahnya nampak tak senang menerima pertanyaan itu.
"Oh." Ucap Karin seperti sudah menduganya.
Karin terdiam kini mukanya nampak masam, ia tak mengerti kenapa dia merasa kesal mengetahui Amanda dan suaminya sudah kenal sebelum hari ini.
Arjuna menarik nafas panjang "Sayang, kalau om cerita, apa Karin janji enggak akan marah sama om."
Karin menggeleng "Gak tau." Ucapnya sedikit malas tapi jujur dia penasaran.
"Yaudah kalau mau marah Om gak cerita."
"Iiiiiih yaudah yaudah, cerita dong." Rengek gadis manja itu.
Arjuna menarik nafasnya "Sayang, tapi ini masa lalu ya, kamu gak perlu overthinking setelah Om cerita." Katanya membuka ceritanya.
Karin mengangguk setuju.
"Om dan Amanda pernah berpacaran selama 5 Tahun." Ujarnya Pria matang yang kini menjadi suami Karin itu.
DEG !!!
Jantung Karin merasa tidak nyaman, entah mengapa kok dia merasakan hal seperti ini, apakah Karin cemburu.
"Oh" Ujar gadis itu bingung harus bereaksi seperti apa, tapi hatinya tidak nyaman sama sekali.
"Tapi itu sudah lama sekali sayang, om sudah putus 3 tahun lalu dengan dia, kini kami tidak ada hubungan apa apa, ya seperti yang kamu lihat saat ini kan om sama kamu." Ucap Pria itu lembut, ia mencoba memberikan senyuman hangat pada istrinya.
"Tapi kan Om gak pacaran sama Karin." Celetuk gadis itu kesal.
"Kan sekarang kita lagi pacaran, seumur hidup kita akan pacaran Rin."
Arjuna mematikan mesin mobilnya di sisi kiri jalanan, lelaki dewasa itu menyadari bahwa Karin tidak nyaman dengan ceritanya.
"Sayang kamu gak lagi cemburu kan?"
Karin menggeleng "Enggak lah, om Yayang pede banget." Sangkalnya berbohong.
"Rin, kamu tau gak kenapa om pengen nikah?"
Karin menggeleng.
"Karena ada Karin, kalau bukan Karin Om juga gak akan nikah sampe sekarang."
Karin melongo "Kok bisa?"
"Om, jatuh cinta sama Karin, dan perasaan om ini gak bisa om bendung, semakin hari semakin bertambah." Ucapnya sambil kini menggenggam jemari istrinya.
"Tapi dulu Om Yayang suka ngusir Karin kalau Karin mau ikut sama Om dan Om Danu." Karin mengingat kejadian dia sering di usir usir oleh kedua Omnya itu.
Arjuna terpingkal "Ya dulu kan kamu masih bocil banget, nyebelin dan ganggu."
"Tuh kan, bisa bisanya sekarang bilang jatuh cinta segala." Tukas Karin sambil memajukan bibir kecilnya imutnya.
CUP
Arjuna mengecup bibir istrinya itu.
"Sayang sekarang udah beda, sekarang Om kecintaan banget sama bocil ini gimana dong, tolongin." Arjuna menggoda sambil mencubit hidung istrinya itu, karena benar memang itu yang dia rasakan.
Karin tersipu malu "Ah masa sih, tapi Mba Amanda kan cantik banget." Karin mengalihkan pembicaraan.
"Dia perempuan jahat Rin, lebih baik kita gak usah bahas bahas dia." Muka Arjuna yang tadinya berseri jadi terlihat malas, sepertinya dia memiliki dendam dan rasa sakit hati yang besar pada perempuan itu.
Karin mengangguk "Iya deh Karin gak akan bahas lagi."
Arjuna tersenyum "Gitu dong anak pinter."
Karin jadi geli "Om Alay." Ledeknya.
"Biarin."
"Om sekarang kayak bukan Om yang Karin kenal tau."
"Emang tadinya gimana?"
"Cuek, asbun, dingin, nyebelin, galak, cerewet lagi!"
Arjuna terbelalak masa iya dia seperti itu dimata istrinya dahulu, ia menyangkalnya "Itu mah si Danu kali, emang om juga gitu?"
Karin ngangguk ngangguk "Ya gitu, tipe tipe om nyebelin."
"Hahaha" Arjuna tertawa karena kejujuran Karin, "Nah kalo sekarang?" Tanya nya.
"Sekarang Om jadi beda"
"Ya Bedanya gimana sayang."
"Itu bedanya, tiba tiba aja Om jadi panggil panggil Karin Sayang, manjain Karin, nikahin Karin terus om juga suka cium cium." Karin menutup wajahnya malu.
Arjuna ngakak "Ya ini sikap lelaki yang benar ke orang yang dia cintai Rin, masa gak ngerti sih."
"Ya ngerti, tapi kan kaget, kemarin kemarin kita masih cuma kenalan biasa, Om temen Om Danu dan Karin Ponakan Om Danu."
"Itu namanya apa coba?" Lelaki dewasa itu malah memberikan Karin teka teki.
"Entahlah." Kata Karin singkat.
"Itu namanya Jodoh Rin, kamu harus percaya kalau sejak dikandungan Bundamu dulu kamu dan Om Yayang memang sudah ditakdirkan berjodoh, setiap rasa cinta itu pasti ada tujuannya, dan inilah tujuan rasa cinta om yang datang tiba tiba ke Karin, karena Tuhan suruh om untuk berpasangan biar hidup om jadi lebih sempurna lagi, kamu akan melengkapi Om Rin."
Karin terhenyak, kalimat yang di utarakan suaminya itu menyentuh hatinya sampai bagian yang terdalam, selama ini Karin tidak pernah menyangka bahwa ternyata lelaki di hadapannya ini serius sekali padanya. Beberapa hari lalu Karin hanya merasa benci dan kecewa padanya.
"Om beneran jatuh cinta sama Karin, jadi Om gak dipaksa Ayah?"
Arjuna mengangguk. "Om yang bilang ke Ayahmu, kalau Om jatuh cinta sama anaknya."
Karin melongo, tadinya Karin menyangka Ayahnya menikahkan dia hanya karena takut Karin terjerumus ke pergaulan bebas, dan takut kalau Karin dan Kai berpacaran semakin jauh.
"Om beneran jatuh cinta sama Karin?" Karin bertanya lagi karena tak benar benar percaya pada suaminya.
Arjuna mengangguk sekali lagi. "Butuh bukti?"
Karin menggeleng.
Tapi Pria itu ingin membuktikannya.
Di lepasnya safety belt yang terpasang di badannya, kemudian ia juga membuka safety belt milik Karin.
Arjuna menggendong istrinya itu untuk duduk di pangkuannya. Kini mereka berhadapan Karin berada di atas tubuh pria kekar itu.
Karin terkaget kaget "Om ini mau ngapain".
Arjuna meletakan tangan Karin melingkar di lehernya seperti memandu Karin, lalu lelaki itu berucap "Mau mesra mesraan sama istriku yang cantik."
"Om Malu ah."
"Gak ada siapa siapa sayang." Pria itu membuka pelan kancing baju Karin dan mulai menciumi area atas bagian bulat di dada gadis itu, kemudian mencium mesra lehernya.
Tangannya juga bergerak kesana kemari kepunggung dan bokong Karin membuat Karin merasakan sensasi aneh dalam dirinya ia tak kuasa menahan diri dan mendesah lebih syahdu dari tadi pagi.
"Aaaaaahhhh" Desah Karin tangannya bertumpu pada leher suaminya itu "Om jangan, udaaaaah."
Tapi Arjuna tidak mendengarkannya ia malah berkata "Tadi pagi om denger istriku suka om cium di leher kan sayang desahannya bikin om candu." Ia berkata di telinga gadis itu sambil terengah dan terus menciumi Karin.
Setelah itu Ia menatap lekat lekat bola mata Karin, mulai mencium bibirnya lembut, aroma nafasnya yang khas membuat Karin mulai menyukai aroma suaminya.
Mereka berciuman mesra hingga Arjuna menyudahi ciuman itu entah karena apa.
"Sayang kayaknya Om udah gak bisa tahan lagi."
"Maksud Om?"
"Kamu masih Mens?"
Karin menggeleng "Enggak."
Dia tersenyum simpul "Sayang, malam ini kamu milik Om, ayo kita pulang."
DEG! Karin terpaku apakah harus terjadi secepat ini, namun tadi dia juga menikmati kegiatan foreplay bersama suaminya itu, bukankah Karin memang harus bertanggung jawab.
Karin si pecinta drama Cina dan Korea itu sangat tau, setelah ini apa yang akan terjadi pada dirinya.