NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa
Popularitas:34.2k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Suasana ruang bawah tanah berubah menjadi kekacauan yang mengerikan. Tubuh ramping Alexa yang bersimbah darah segera diangkat oleh tim medis internal keluarga Alteir dan dilarikan ke rumah sakit swasta paling tertutup milik kekaisaran bisnis mereka.

Lampu operasi yang terang menyilaukan menyala selama berjam-jam. Para dokter bedah terbaik berjuang mati-matian menahan pendarahan hebat di area perut Alexa akibat tancapan pisau komando yang sangat dalam. Dinding rahim dan organ dalamnya mengalami kerusakan serius, membuat sinyal pada monitor detak jantung terus melemah secara drastis.

Setelah proses bedah yang melelahkan, dokter utama keluar dengan wajah pucat dan lelah.

Meski nyawanya berhasil diselamatkan dari ambang kematian, kondisi Alexa sangat kritis. Wanita itu dinyatakan jatuh ke dalam koma yang dalam. Di dalam ruang perawatan intensif (ICU) yang dingin dan steril, Alexa terbaring sendirian. Selang-selang medis menancap di tubuhnya yang pucat pasi, dan suara bip monoton dari monitor detak jantung menjadi satu-satunya teman di ruangan yang sunyi itu. Tidak ada anggota keluarga yang menunggunya, tidak ada genggaman tangan hangat—ia benar-benar sendirian di antara hidup dan mati.

Sementara itu, waktu bergulir hingga larut malam di mansion keluarga Alteir.

Raiden melangkah turun menuju ruang makan utama untuk makan malam. Pria itu sudah merapikan pakaiannya dan tampil sangat anggun seperti biasa. Kursi-kursi di ruang makan yang panjang terasa begitu sepi, hanya ada dirinya yang duduk di meja makan raksasa tersebut.

Sembari menyesap segelas air putih, iris mata hitamnya bergulir menatap kursi kosong di ujung meja—kursi yang biasanya diduduki oleh Alexa dengan raut wajah cemberut atau takut.

Namun, hingga hidangan utama disajikan, sosok wanita itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Dahi Raiden berkerut tajam. Rasa jengkel perlahan menyulut dadanya. Pria itu berasumsi bahwa Alexa sengaja membangkang dan bersembunyi di dalam kamar karena merajuk usai ditolak permohonan liburnya tadi pagi.

CTAK!

Raiden meletakkan gelasnya dengan dentingan keras, memecah keheningan ruangan.

"Pelayan!" panggil Raiden dengan suara rendah dan mengintimidasi.

Seorang pelayan wanita paruh baya dengan cepat melangkah mendekat, menundukkan kepalanya dalam-dalam sembari gemetaran. "I-iya, Tuan Muda?"

"Suruh Alexa turun sekarang," perintah Raiden dingin tanpa nada tawar-menawar. "Jika dia menolak atau bersembunyi di kamarnya... seret wanita itu ke hadapanku."

Mendengar perintah itu, pelayan tersebut seketika terpaku kaku. Matanya membelalak lebar, memancarkan kebingungan bercampur ketakutan yang luar biasa. Ia mengangkat wajahnya sedikit dengan bibir yang bergetar hebat.

"M-maafkan saya, Tuan Muda... B-bukankah... bukankah Nyonya Alexa saat ini sedang berada di rumah sakit?" bisik pelayan itu ragu-ragu, takut salah berbicara.

DEG.

Gerakan tangan Raiden yang hendak mengambil pisau makan seketika terhenti total.

Pria itu mendongak, menghujamkan tatapan mata kelamnya yang membeku lurus ke arah sang pelayan. "Apa maksudmu? Bicara yang jelas."

"T-tadi siang... Nyonya Alexa ditusuk oleh tahanan yang kabur di ruang bawah tanah, Tuan..." seru pelayan itu dengan suara tercekat, air mata ketakutan mulai menetes di pipinya. "Luka tusuknya sangat dalam dan Nyonya pendarahan hebat... Beliau langsung dilarikan ke rumah sakit oleh tim medis..."

Aura di ruang makan itu merosot tajam membeku hingga ke titik nol. Otak Raiden seolah dihantam oleh beban yang teramat berat. Ingatannya mendadak berputar kembali ke kejadian tadi siang di ruang kerjanya—saat seorang pengawal datang melapor dan ia mengusirnya begitu saja karena mengira Alexa hanya berpura-pura!

Belum sempat Raiden mencerna rasa kebas dan emosi yang mendadak berkecamuk di dadanya, derap langkah kaki terburu-buru bergema nyaring menyusuri lorong ruang makan.

Seorang pengawal senior berlari masuk dengan wajah yang sangat pucat pasi, jatuh berlutut di samping meja makan Raiden.

"T-Tuan Muda Raiden!" panggil pengawal itu dengan napas memburu dan suara yang gemetaran hebat.

Raiden berdiri dari kursinya, menatap pengawal itu dengan tatapan mata yang mendadak pekat dan membahayakan. "Ada apa?!"

"Baru saja... baru saja pihak rumah sakit menelpon, Tuan..." jawab pengawal itu dengan kepala tertunduk dalam-dalam ke lantai, tak berani menatap iris mata penguasanya.

"Nyonya Alexa... detak jantung Nyonya Alexa baru saja berhenti. Pihak rumah sakit menyatakan... Nyonya Alexa telah meninggal dunia."

BAM!

Suasana di dalam ruang makan yang megah itu seketika menjadi hening dan membeku total, bagaikan seluruh udara tersedot habis tanpa sisa.

"Berhenti bicara omong kosong..."

Suara Raiden meluncur sangat pelan, namun getaran kejam dan berbahaya di balik bisikan itu sanggup membekukan seluruh darah di dalam tubuh siapa pun yang mendengarnya.

Pria itu berdiri mematung di ujung meja makan. Kertas dokumen di samping jemarinya perlahan teremas hancur dalam genggamannya yang memutih. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi, tetapi iris mata hitam legamnya berkilat dingin penuh penyangkalan mutlak—seolah kabar kematian yang baru saja dilontarkan adalah sebuah lelucon konyol yang siap menuntut nyawa pembawanya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, Raiden melangkah lebar menerobos ruang makan. Derap langkah kakinya yang berat menggelegar mengancam di sepanjang koridor.

"Siapkan mobil. Ke rumah sakit sekarang!" seru Raiden dengan aura intimidasi yang begitu pekat, membuat para pengawal di sepanjang jalan bergegas mematuhi perintahnnya dengan napas tercekat.

Di dalam mobil sedan lapis baja yang melesat membelah kegelapan malam dengan kecepatan tinggi, cengkeraman Raiden pada lututnya sendiri kian mengeras. Sopir pribadi yang mengemudi bahkan tak berani bernapas terlalu keras, merasakan tekanan udara di dalam kabin mobil yang terasa menyesakkan dada. Pria itu menolak percaya. Wanita yang pagi tadi berdiri di hadapannya, merengek dan memohon dengan mata berkaca-kaca, tidak mungkin lenyap begitu saja dari genggamannya hanya karena sabetan pisau murahan.

SREEEKK!

Mobil berhenti secara mendadak tepat di depan pintu darurat rumah sakit swasta keluarga Alteir.

Raiden mendorong pintu mobil hingga terbuka kasar dan melangkah lebar masuk ke dalam gedung. Sepatu kulitnya menghantam lantai koridor steril dengan irama maut. Para perawat dan penjaga yang berpapasan dengannya otomatis mundur menempel ke dinding, menundukkan kepala ketakutan melihat sosok penguasa yang diselimuti aura membunuh absolut.

BAM!

Pintu ruang perawatan intensif (ICU) didorong terbuka secara kasar.

Seorang dokter senior yang baru saja melangkah keluar dengan raut wajah lesu seketika tersentak kaget. Belum sempat sang dokter membuka suara untuk menyampaikan laporan, sebuah tangan kekar berlapis urat menegang melesat cepat, mencengkeram erat kerah jas putih sang dokter dan mengangkatnya hingga ujung kaki pria paruh baya itu hampir terangkat dari lantai.

"T-Tuan Muda Raiden...!" teriak dokter itu tercekat, matanya membelalak penuh horor.

Raiden memajukan wajahnya. Jarak mereka hanya tersisa beberapa inci. Dari balik rapatnya giginya yang menggertak keras, Raiden berdesis rendah dengan nada suara paling mengerikan yang pernah ada.

"Katakan sekali lagi bahwa dia sudah mati... maka aku pastikan seluruh keluargamu membusuk di tanah malam ini juga," ancam Raiden penuh penekanan berdarah dingin. "Aku tidak menerima alasan atau diagnosis tidak berguna dari mulutmu. Katakan bahwa perempuan itu masih bernapas!"

Dokter paruh baya itu gemetaran hebat di dalam cengkeraman besi Raiden. Keringat dingin merembes deras membasahi pelipisnya.

"M-maafkan kami, Tuan Muda! B-bukan begitu maksud kami!" cerocos sang dokter panik, terbata-bata berusaha menyelamatkan nyawanya sendiri. " T-tadi... beberapa menit yang lalu detak jantung Nyonya Alexa memang sempat berhenti total di layar monitor! Kami sudah hampir menyerah dan hendak mematikan alat!"

Cengkeraman tangan Raiden makin mengencang, siap mematahkan leher pria di hadapannya.

"T-tapi baru saja... sungguh, baru saja kejutan jantung terakhir kami berhasil!" lanjut sang dokter dengan suara melengking ketakutan. "Detak jantung Nyonya Alexa... detak jantungnya baru saja kembali, Tuan! B-beliau berhasil melewati masa kritis utamanya dan kembali bernapas!"

Mendengar kalimat itu, gerakan tangan Raiden seketika membeku di udara.

Aura membunuh yang sejak tadi mengepul pekat dari tubuhnya perlahan mereda tipis, meski tatapan matanya tetap terasa membakar. Raiden melepaskan cengkeramannya dengan kasar, membuat sang dokter terhuyung mundur dan terbatuk-batuk sembari memegangi lehernya yang memerah.

Tanpa memedulikan sang dokter lagi, Raiden memutar tubuhnya dan melangkah masuk mendekati ranjang pasien tempat Alexa terbaring kaku di bawah hembusan dingin pendingin ruangan.

1
Diah Al Khalifi
Alexa malu sendiri JD nya🤣🤣🤣🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
double up
merry
jlsin Rey kll klo kmu yg tdr in kec bukn tiga cwo sewaan jasmine itu biar gk lompat klo kmu diam ajj ap lex bukn dr dunia in mngkin dgn bgni dia bisa balik ke dunia asli ya
Shela Pereira
lanjuut
mimief
lagi Thor...
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
Pa Muhsid
udah kejam oon lagi anak perawan orang yang sudah gak perawan lagi sama kamu kok ditinggal trauma dan ketakutan lagi kalau udah ilang baru tau rasa, Mampoos
mimief
lagian Raiden kemana si yaa
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
Shela Pereira
lanjut.
Pa Muhsid
dari kejam otw bucin setengah hidup
ketagihan kan kan 🙊🙄🙄
Diah Al Khalifi
lanjut Thor
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Raiden bikin Alexa hamil
Septi Wijaya
awwww manisnya 🥰🥰🥰
merry
untung Rey dtg cb ngk gmn ya,, lgian kn msk ke dunia novel dh bc semua nya hrs bs menghindari jebknn jasmine donk knp mlh terjebak lex,, ap permainan takdir 🤔🤔🤔🤔Xavier sikat tu jasmin dan teman teman nya
mimief
wah ..apakah terjadi yg iya iya itu?
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
Septi Wijaya
awwww....
tunjukkan kehebatan mu Raiden
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
mimief
Dahlan
siap siap besok kita liat perkedel human😱
Pelangi Jingga
iya tor perbanyak up please 💪🙏🤭
berry
terlalu pendek thor ceritanya, ayo thor semangat💪 dan up yg banyak thor😄
Melly Septian: bener nanggung bgt
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!