NovelToon NovelToon
Cinta Beda Umur Juga Asik

Cinta Beda Umur Juga Asik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.


Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.

apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21.

musik maumere bergema di villa dan membuat semua orang goyang bersama.

Riko memimpin gerakan dan semua orang mengikutinya. gerakan pinggul Riko bergoyang lincah, ada yang bersemangat mengikutinya dan ada juga yang ngakak melihat tingkahnya.

" AYO SEMUANYA PUTAR KE KIRI." teriak Riko

*Putar ke kiri e

Nona manis putarlah ke kiri

Ke kiri ke kiri ke kiri dan ke kiri ke kiri ke kiri ke kiri manis e

Sekarang kanan e

Nona manis putarlah ke kanan

Ke kanan ke kanan ke kanan dan ke kanan ke kanan ke kanan ke kanan manis e*

Galang dan Bagas bersemangat mengikuti gerakan Riko walaupun mereka mengikuti dengan gerakan yang lebih absurd. Lula hanya menutup wajahnya karna malu melihat tingkah kekasihnya sebaliknya.. Bela tertawa ngakak sambil memegang perut.

setelah senam pagi ala geng "peace" usai mereka langsung berpencar. ada yang langsung membersihkan diri, ada yang ber istirahat , ada juga yang sibuk mencocokkan outfit karena siang ini mereka akan pergi ke tempat pariwisata lain.

" La outfit lu udah siap buat nanti jalan?" Tanya Bela sambil membongkar semua isi didalam koper. " lu masukin baju apa aja sih di dalem koper gue? dari kemarin gue pake bajunya random terus, atasannya warna kuning bawahan warna ijo."

" yeu masih mending gue bantuin packing baju lu, lagian salah lo sendiri di suruh packing nya malam malah bablas tidur." cetus Lula.

Bela langsung nyengir lebar. " ya mangap gue kan lagi patah hati jadinya menglelah."

Lula langsung teringat tentang perjodohan Bela yang di batalkan, makanya dari itu.. Lula sengaja mengajak Bela untuk pergi berlibur.

" Bel lo ngga mau cerita apa-apa?"

Bela yang masih berkutik dengan kopernya langsung berhenti mendengar pertanyaan Lula.

Bela berjalan menghampiri Lula dan duduk tepat di samping nya. dengan helaan nafas panjang dan raut wajah yang murung seketika, Bela langsung menceritakan semuanya.

Lula langsung memeluk Bela yang sudah menangis. sedih melihat perjalanan cinta sahabatnya tidak semulus jalan tol, Lula menepuk punggung Bela dengan pelan.. dia mencoba menenangkannya.

" sstt udah, laki-laki bukan cuman pak Arga. coba liat di sekeliling lo, masih banyak yang sayang sama lo. jadi ngga usah gegana karena cuman satu laki-laki." sambil melepas pelukannya.

Bela masih sesegukan karena menangis, dia mencoba berbicara tapi malah terbata bata suaranya.

" ka-kalo gue ga-gagal move on gimana?"

" berarti emang lo tol** , udah tau disakitin tapi malah ngga bisa move on." geram Lula.

" ya gimana dia ganteng nya kelewatan."

Di sisi lain Arga nampak ragu ragu sambil terus memegang HP nya.

dia ketik, hapus lagi, berulang kali Arga melakukan itu.

"anjir ko gue malah grogi gini ya, apa gue coba telpon aja." pikir Arga. "ah jangan. takut gue ganggu, nanti yang ada dia malah risih ke gua."

Arga mencoba mengetik pesan lagi.

-Arabella kapan ada waktu senggang? bisa ketemu saya di kafe xx?-

send, pesan terkirim.

jantung Arga berdebar kencang menunggu balasan Bela. 1 menit, 5 menit sampai 1 jam belum ada balasan dari Bela.

Arga langsung uring-uringan. baru saja dia ingin menghapus pesannya, Arga terkejut melihat pesannya baru di baca dan Bela sedang mengetik.

Arga langsung melemparkan HP nya di kasur, dia ngga berani lihat balasan bela. tapi dia juga penasaran apa jawaban dari Bela.

Arga mencoba memberanikan diri membuka HP dengan mata terpejam lalu pelan pelan terbuka.

- hari minggu saya free pak. jam berapa? -

Arga langsung mengepalkan tangannya ke atas dan bersorak senang.

" YES, akhirnya bisa ketemu lagi."

langsung dia membalas cepat pesan Bela.

- jam 3 sore, saya jemput. ngga ada penolakan.-

Arga tersenyum senang, saking senangnya dia berguling guling di atas kasur.

Ting, suara pesan masuk.

langsung buru buru melihat HP nya. senyum sumringah Arga langsung pudar seketika saat melihat chat dari seseorang.

" ck, ngerusak suasana aja." Arga mengabaikan pesan dari Ratna.

ngga lama kemudian handphone Arga berdering. satu panggilan di abaikan, kedua abai lagi, ketiga abai juga, sampai telpon yang ke 15 Arga langsung mengangkat nya.

Ratna: beb kamu mana aja sih? aku chat ngga di bales, aku telpon juga ngga di angkat sama kamu. kamu marah sama aku beb?

Arga menghela nafas panjang.

Arga: denger gue baik baik. gue ngga akan ngulang omongan, jadi denger gue baik baik.

Arga: jangan hubungin gue lagi. semenjak lo minta putus di ruang bk, itu udah akhir hubungan kita. jadi jangan menganggap kita masih berpacaran.

Ratna: t-tapi....

KLIK. telpon dimatikan sepihak oleh Arga.

----

liburan di villa sudah usai 3 hari yang lalu, hati Bela sudah tenang dan mulai mencoba melupakan Arga.

Tapi Di hari itu..di hari Bela ingin melupakan Arga, harus pupus karna hanya sebuah chat dari seseorang.

seseorang yang membuatnya jatuh cinta sekaligus patah hati. Dia ingin menolak permintaannya tapi hati dia berkata lain.

Dan pada akhirnya dia kalah dengan rasa cinta nya yang masih tersisa untuk Arga.

15:00 sore, Arga sudah tiba di rumah sederhana pak rudi. penampilan Arga kali ini berbeda dari biasanya, dia hanya memakai kaos putih dan celana jeans dengan gaya rambut yang sedikit dia ubah.

Arga berada tepat di depan pintu rumah pak rudi, dia agak gugup tapi berusaha untuk tenang. ngga pakai menunggu lama lagi Arga mengetuk pintu.

tok.. tok.. tok..

ngga sampai semenit.. suara pintu terbuka terdengar jelas di telinga Arga, itu membuat jantungnya makin berdegup kencang. dia kira yang akan membuka pintu adalah Bela, tapi sayang seribu sayang.. yang membuka pintu adalah pak rudi.

Dengan wajah yang sengaja pak rudi dingin dingin kan dan suara tegasnya itu membuat Arga gugup setengah mati.

" s-sore pak, Bela nya ada." nyengir Arga, baru kali ini dia di buat merasa gugup dan kikuk. biasanya dia yang melakukan itu kepada orang lain tapi sekarang dia merasakan sendiri.

" untuk apa kamu datang menemui putri saya yang cantik membahana itu." ucap pak rudi di buat dingin tapi ngga bisa menghilangkan ucapan konyolnya.

" saya sudah ada janji dengan Bela sore ini pak."

" untuk apa kamu ingin bertemu? bukankah seharusnya kamu menjauhi anak ku?" kali ini pak rudi benar-benar serius, dia kecewa dengan Arga. pak rudi sudah dengar semuanya tentang kenapa perjodohan ini dibatalkan oleh pak badi. sahabatnya dan ayah Arga.

Arga menunduk, dia sangat bersalah dan sudah bod** memilih wanita ular itu.

" maaf saya bersalah... sa-."

" ya emang salah. enak aja anak saya harus di sandingkan dengan wanita jadi jadian, yang jelas pasti anak saya yang menang. dia cantik, imut, gemesin dan pastinya keturunan saya." sela Pak rudi yang sudah agak emosional tapi masih sempat sempat nya dia Rasis.

Arga hanya menunduk, dia tidak bisa berkutik.

dari dalam terdengar suara nyaring.

" AYAH JANGAN MACEM-MACEM SAMA PAK ARGA.

1
Rafi Hafizh
👍
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author👍
Rafi Hafizh
semangat author.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!