Gadis bernama Fania yang rela menikah dengan sahabat kakaknya,tapi sayangnya hanya pernikahan settingan karna kesepakatan antara ricko dan reza yang sama sama menguntungkan bagi keduanya
Ricko dan reza adalah sahabat baik dari kecil,n mereka berhasil menjadi pengusaha sukses, dan suatu hari ricko mengalami masalah di perusahaannya dan butuh suntikan dana yang cukup besar.
Dan di sisi lain masalah juga menerpa Reza ibunya masuk rumah sakit dan koma,penyakitnya kambuh yang ternyata selalu memikirkan Reza yang tidak kunjung menikah ,karna hanya sibuk dengan pekerjaannya.
lalu bagaimana kisah selanjutnya..
yuks simak..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wawaarda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 21.Rencana bulan madu
Keduanya menuruni tangga bersama menuju Ruang makan.
Mery sudah menunggunya dari tadi.
"Pagi mah", Ucap Reza yang langsung dapat sahutan dari mamanya.
Giliran Fania mengucapkan selamat pagi, Mery malah melihat menantunya dengan mengernyitkan dari, terlihat jelas mata bengkak Fania walau gadis itu menutupinya dengan kaca mata bening.
"Kamu kenapa sayang", Mery beranjak berdiri dari kursinya.
"Fania gak kenapa napa mah", jawab Fania, haruskah ia berbohong pikirnya.
"Kau apakan istrimu Eza", tanya Mery dengan raut wajah kesal.
"Ada sedikit masalah mah semalam,, tapi udah kelar kok,Iya kan Sayang", Ucapnya menoleh ke arah Fania dengan tersenyum tanpa dosa.
Seperti biasa Fania membulatkan mata,Pria di Sampingnya itu selalu membuat hal yang bikin Jantung istrinya tidak baik,
APAAA,,, sayang katanya,, aq gak salah denger,pasti di sedang acting
"Apa bener itu Sayang",tanya mery
"i, iya mah,, "jawab Fania terbata bata di iringi dengan senyuman getir.
Setelah Mery mendapat penjelasan kenapa mata Fania bengkak, mereka memulai sarapan paginya.
Reza duduk di kursi utama di mana dulu menjadi tempat duduk ayahnya saat makan bersama, tapi semenjak ayahnya meninggal dialah yang menggantikannya.
Fania dan Mery duduk di sebelahnya.
"Apa kalian gak ada rencana Bulan madu,kalian kan baru saja nikah" Mery memulai pembicaraan di sela sela makannya.
Uhukz uhukz uhukz..
Fania yang mendengar apa yang di katakan mertuanya langsung tersedak makanan,
Dengan cepet Reza memberikan minum yang habis ia minum ke Istrinya dan Fania langsung meminumnya hingga habis karna air di gelas itu tinggal setengah.
Reza mengernyit menatap Fania.
"Apa", tanya gadis itu
"Itu air ku,kok di habisin",
"Maaf", Rena menyodorkan air minumannya sendiri ke Reza sebagai gantinya.
Perhitungan banget ni cowok
"Kalian lucu sekali sih,, so sweet", Ucap mery yang sedari tadi melihat tingkah anak dan menantunya.
Mamaku lebay deh, gini aja di bilang so sweet~ Reza
So sweet dari mananya coba,perhitungan gitu ~ Fania
"Gimana tanggapan kalian, mengenai bulan madu kalian", tanya mery sekali lagi.
"Aku sih terserah Fania saja mah" Reza menjawab dengan entengnya membuat Fania mengernyit menatap Reza.
Kak Reza jawab apa sih,, kita hanya menikah settingan kak, mana ada bulan madu gitu
"Gimana Fan", mery menoleh tersenyum ke arah Fania
Gadis itu terdiam, bingung mau jawab apa,otaknya sekarang tidak bisa di ajak berfikir dengan jernih
Ayo Fania,, mikir mikir,, ~ batin Fania
"Mah,, biar Fania meminta ijin cuti dulu di kantornya,".Reza berbicara sambil menatap Fania intens
Apa sih kak Reza nih,, makin ngacok aja jawabnya,, mana mungkin kita bulan madu
"ii, iiya mah,, aq usahan cuti", jawab gadis itu memaksakan senyum ke arah mertuanya.
Omg,,, Apa yang aku katakan,, ~Fania
"Bagaimana kalau ke tempat villa Om mu yang ada di Bali Za". mery memberikan solusi
"Boleh mah,, biar nanti Reza bicarain lagi sama Fania", Ucap Reza dia maunya di mana
Tauk ahh,,, aku gak ngerti dengan jalan pikiran cowok ini yang sekarang jadi suamiku ini ~Fania
Rasanya Fania tidak bisa mengunyah seperti biasanya, makanan yang tadinya enak tiba-tiba terasa hambar, mungkin karna obrolan mertuanya.
...----------------...
Fania dan Reza berada dalam satu mobil menuju kantor Fania.
seperti biasa mobil terasa hening jika tidak ada salah satu dari mereka yang memulai pembicaraan.
Okey,, kali ini Fania akan memulai pembicaraan
"Kak"
"Hemmz", jawab Reza dengan mode Fokus mengendarai mobilnya
"Kak Reza tadi hanya bercanda kan mengenai tentang bulan madu"
"Kenapa??,, Aku gak bisa menolak keinginan mama Fan, Aku menikah kan atas dasar kemauan mamaku".
Whats,,, apa pernikahan ini juga mencangkup tubuhku,jika mama butuh cucu apa kak Reza akan mengabulkannya juga
"Tapi kita kan hanya menikah settingan kak",
Reza membuang nafas kasar stelah itu menoleh ke istrinya.
"Ck.. Tenang,, kita hanya bulan madu pergi ke bali saja,, anggap saja liburan, tidak ada bulan madu seperti pasangan suami istri pada umumnya,jadi kamu jangan mikir aneh aneh". ucap Reza sedikit kesal
Syukurlah kalau gitu,, Tapi kedengerannya kok hatiku sakit ya ~Fania
Kenapa aku kesal ya sama dia,,kalau bahas masalah pernikahan settingan ~ Reza
Fania lega dengan kalimat yang di katakan Reza, tapi ia juga merasa sedih dengan kalimat itu,Ntah karna apa, Fania juga bingung dengan perasaannya,
Akhirnya gadis itu memilih diam sampai mobil yang di tumpanginya sampai di halaman kantornya.
"Aku kerja dulu kak" pamit nya
"Hemmz" Reza memasang raut wajah datar tanpa menoleh ke arah istrinya.
Jawaban pria itu membuat Fania jengkel. padahal tadi pagi suaminya itu sangat manis dan lembut, tapi sekarang dia kembali lagi pada mode dinginnya.
Tuh kan,,dia bersikap lembut tadi hanya karna dia merasa bersalah. huhh,,,tau gitu gak aku maafin
Fania turun dari mobil milik suaminya dengan perasaan jengkel
Setelah itu mobil yang di kendarai Reza melaju dengan kecepatan penuh membuat gadis itu kaget mengelus dadanya.
Saat Fania hampir sampai di depan pintu kantornya ia hampir saja menabrak tubuh seseorang.
Karna gadis itu berjalan menunduk, Satria yang sekarang ada di depannya.
"Maaf, ", Ucap Fania.
"mangkanya kalau jalan fokus ke depan jangan ke bawah", ucap Satria terkekeh. "mata kamu kenapa?,, habis nangis", mata bengkak Fania membuat pusat perhatian Satria.
"Masak sih?? masih bengkak ya".
"Habis nangis kenapa", tanya Satria.
"Kepo ih", Ucap Fania sambil berjalan, Satria tetap saja membuntutinya.
"Semalam kamu pulang sama siapa,Saat kamu pamit ke Toilet kenapa aku gak melihatmu lagi".
"Sat,, ini masih pagi kenapa kamu mengintrogasi aku,bukanya kamu tadi mau keluar", Ucap Fania melihat ke arah jam tangan yang di pakainya.
"Oke oke..aku pergi dulu,, Tapi kamu punya utang penjelasan padaku",
Fania menggelengkan kepala saat Satria berlalu pergi.
Lalu gadis itu duduk di tempat kerjanya seperti biasanya.
"Kamu habis nangis Fan", Ucap Dini yang baru datang.
Dari tadi pagi tidak henti-hentinya pertanyaan itu muncul untuk dirinya.
Fania menghembuskan nafas pelan sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
"Iya nangis karna cowok", ucapnya lirih
"Ciee,,udah punya cowok nih, siapa? ", tanya Dini penuh selidik
"Ahh,,, kamu sama Satria tidak ada bedanya sama sama kepo".
"Tapi aku kan sahabatmu Fan bedalah sama satria"
"Nanti aku ceritain,,kita kerja dulu sekarang," Ucap Fania yang sudah memulai membuka berkas kerjanya
......................
"Cerita donk,, aku masih penasaran sama cowok yang kamu maksud tadi pagi, " ucap Dini
mereka sekarang berada di kantin, menikmati semangkok sup ayam.
Apa aku curhat saja ya sama Dini,, aku butuh teman curhat,, tapi aku gak berani juga mau curhat,, kehidupanku sungguh memalukan
"Adalah,, nanti kamu bakal tau juga",
"Oke deh,, aku gak maksa," terpancar raut kekecewaan di wajah mungilnya.
"Hey,,, kalian di sini", Satria yang baru datang langsung duduk dia antara mereka berdua kebetulan masih tersisa dua kursi di samping kedua gadis itu. .
"Gak makan, " Tanya Dini acuh ke Satria
"Aku ke sini cuma mau nagih hutang penjelasan ke Fania", Ucap Satria yang langsung menatap Fania.
begitupun dengan Dini dahinya langsung berkerut menyatukan kedua alisnya.
"Penjelaan apa Sat,Udalah aku males bahas yang tadi malam",
"Tadi malam,,kenapa dengan tadi malam", ucap Dini penuh selidik menatap satria dan sahabatnya secara bergantian
Fania hanya menaikkan bahu acuh dan lebih Fokus melahap makanannya.
"Apa cowok yang kamu maksud itu Satria Fan" , kata dini lagi
Fania langsung mendongak ke arah Dini
" Satria, bukanlah", Fania terkekeh untung tidak tersedak.
"Cowok apa sih, kalian membicarakan aku di depanku", Satria merasa heran dengan kedua makhluk wanita di depannya.
"Fania sudah punya Cowok" ,ucap Dini berbisik
"Hah,, seriuss Fan", terlihat sekali raut wajah Satria sangat kecewa
"Sudah kamu jangan ngejar Fania lagi",ucap dini terkekeh
"Iya mending ngejar Dini tuh,, kalian cocok kok", Ucap Fania
Dini tersedak kuah supnya saat mendengat ucapan Fania,,Satria langsung memberinya minum ke arah Dini dan menepuk pundak gadis itu
"Cieee,,, so sweett", ucap Fania spontan.
Fania tiba tiba teringat Reza, di mana tadi pagi ia juga mendapatkan perlakuan yang sama,suaminya memberinya minum saat dirinya tersedak.
Kok,, aku jadi bilang so sweet juga ya kaya mama bilang ke aku,,tapi mereka memang benar benar so sweet kok,, tapi kalau aku dan kak Reza,, tau aaahh,, pusing.
"Paan sih Fan,, gini aja di bilang so sweet", ucap Dini tidak terima
"Iya nih,, aku ngelakuinnya karna reflek juga,,biasa akubkan punya sifat manuasiawi yang tinggi", Ucap Satria dengan bangganya.
Fania tersenyum ke arah keduanya,, terlebih lagi Gadis itu tersenyum karna mengingat Reza suaminya yang tadi pagi juga melakukan hal yang sama.
up...
up....
panjang kan???🤣🤣🤣🤣