Ami adalah sahabat Diva. Merka berteman sudah dari semenjak SMP hingga sekarang. Diva mempunyai seorang kakak laki - laki yang sangat tampan membuat Ami jatuh cinta.
Wisnu nama kakak laki - laki Diva tengah galau dengan nasib rumah tangganya merasa terhibur dengan kehadiran Ami. Mereka mulai sering bertemu dan jalan bareng.
Hubungan keduanya semakin jauh dan tidak terkendali sehingga membuat Ami hamil. Semua keluarga Wisnu jelas saja kaget dan tidak terima. Tapi berkat perjuangan Wisnu yang menjelaskan keadaan rumah tangganya yang sebenarnya membuat kedua orang tuanya memberi restu,asalkan Wisnu terlebih dahulu menceraikan istrinya yang tertangkap basah berselingkuh dengan atasannya dikantor.
Takdir berkat lain saat Wisnu akan meminang kekasihnya tiba - tiba ia mengalami kecelakaan dan membuat memorynya tentang Ami hilang. Ami yang sudah lelah berusah memulihkan ingatan Wisnu memilih pergi.
Akankah ingatan Wisnu kembali?Bagaiman nasib Ami? Akankah cinta mereka bisa bersatu ke
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Wisnu merasa dilema,haruskah ia melakukan apa yang mamanya katakan. Ia juga takut jika apa yang ia rasakan akan menjadi kenyataan. Padahal ia sendiri juga melakukan hal yang sama di belakang istrinya.
Ditengah lamunannya ponsel Wisnu berdering tertera nama istrinya. Dengan malas Wisnu mengangkat telpon dari istrinya itu.
"Ada apa?" tanya Wisnu saat sambungan telpon terhubung.
"Barusan mama telpon ,nanti pulang kantor mama menyuruh mas Wisnu mampir ke apartemen. Ada sesuatu yang ingin mama katakan sama mas Wisnu." jelas Ima dari seberang sana.
"Iya." jawab Wisnu malas dan langsung mematikan sambungan telpon sepihak. Hatinya muali bertanya apa lagi yang akan mertuanya itu inginkan. Jika sudah ingin bertemu pasti ada sesuatu yang mertuanya inginkan.
Mood Wisnu hari ini sedikit buruk karna permintaan istrinya. Untung pacar kecilnya menelpon dirinya sehingga ia bisa semangat lagi bekerja.
"Ada,sayang? Kangen ya?" tebak Wisnu saat menerima telpon kekasihnya.
"Kalau iya kenapa. " jawab bocah itu si sebrang sana.
"Mas juga kangen kamu. Kemaren kerumah kenapa tidak menemui mas dulu sih." ujar Wisnu.
"Ooh kemaren itu aku dan Diva buru - buru,mas jadi ga sempat ketemu sama mas." terdengar tawa.si sebrang sana.
"Kapan kita jalan - jalan lagi,yang. Mas sudah kangen banget nih." rayu Wisnu.
"Kalau minggu ini kayanya ga bisa,mas. Lagi banyak tugas sekolah." jawab gadis itu jujur.
"Ya udah,kamu yang rajin sekolahnya. Mas mau lanjut kerja dulu. Love yuo sayang,Muuuaaach.....?"
"Love you too." ponsel pun langsung mati.
Wisnu senyum senyum sendiri terbayang wajah kekasih kecilnya. Gadis yang membuat hidup ya kembali bergairah dan bewarna.
Cinta itu memang gila datang tanpa di undang. Tak peduli pada siapa ia kan berlabuh,meski tau tempat itu salah. Itulah yang dialami Wisnu dan Ami. Jatuh cinta pada saat yang tidak tepat dan sangat tidak benar.
Ditengah kehampaan Wisnu kembali menemukan seseorang yang mampu mengisi kekosongan hatinya.
Tak terasa sore pun telah datang. Para pekerja sudah bersiap - siap pulang kerumah masing - masing selalu seharian lelah bekerja.
Begitukah dengan Wisnu,ia bergegas turun menuju parkiran menuju apartemen tempat mertuanya tinggal sementara.
Jalan yang macet membaut para pengendara merasa kesal. Mereka berebut ingin cepat sampai di rumah. Bertemu dan berkumpul dengan keluarga mereka tentunya.
Hampir jam lima Wisnu akhirnya samapi juga di tempat mertuanya. Ia memarkirkan kendaraannya tepat disebelah mobil istrinya.
Dengan menggunakan lift Wisnu akhirnya sampai juga di unit yang hendak ia tuju. Lalu ia memencet bel dan tak lama nampak istrinya membuatkan pintu untuk dirinya.
Didalam nampak kedua mertuanya sudah menunggu kedatangannya. Sebagai menantu yang baik Wisnu mencium punggung tangan mertuanya bergantian dengan takzim.
"Maaf aku telat,ma,pa." ujar Wisnu basa basi.
" Ga apa - apa,mama tau jalan pasti macet dirham segini." kekeh mama mertua.
Nia meletakan secangkir kopi dihadapan suaminya. " Silahkan di minum,mas."
"Makasih." ucap Wisnu.
"Kamu mau makan,nak?" tanya papa mertua.
"Masih kenyang,pa. To the point aja ma,pa. Sebenarnya ada apa aku disuruh kesini ?" Ujar Wisnu langsung pada intinya.
"Begini nak Wisnu, papa mau meminta bantuan dari kamu." ujar papa mertua terlihat tegang.
"Minta tolong apa,pa? Jika Wisnu mampu pasti Wisnu akan bantu." jawab Wisnu santai,kedua orang mertuanya terlihat saling pandang. Wisnu dan Nia menunggu apa yang akan mereka katakan.
******
Terimakasih atas like dan komennya kakak - kakak pembaca setia karya - karya aku. Tanpa kalian aku bukan siapa - siapa,tanpa kalian aku tidak akan bisa samapi di titik ini. 🙏
like dan komen dari kakak semuanya adalah penyemangat bagi author untuk menulis bawa selanjutnya 😊😚😘🙏