Kehidupan Andromeda yang semula datar dan biasanya saja berubah dalam sekejap setelah menyelamatkan seorang gadis remaja bernama Titania yang hendak bunuh diri. Kesalahpahaman akan nasib Titania dan bosan dengan ucapan sang ayah membuat Andromeda menikahinya.
Karena ingin keluar dari kehidupan nya yang menyedihkan membuat Titania menyetujui begitu saja menikah dengan Andra tanpa mengetahui bagaimana sifat, karakter dan kehidupan Andra.
Titania sama sekali tidak mengetahui jika kehidupan Andra penuh bahaya.
seorang gadis remaja berusia 18 tahun menikah dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun. Sanggukah Titania bertahan disisi Andra yang penuh bahaya?? Bisakah Andra menumbuhkan rasa cinta dalam pernikahan nya yang tidak dia sangka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lo kenal sama suami gue?
Begitu bel pulang berbunyi, Tania langsung membereskan buku dan alat tulisnya. Semua di masukkan ke tas miliknya dan jangan sampai ada yang tertinggal. Tak lupa Tania mengajak Anya dan Gilbert untuk pulang bersamanya ke apartemen Andromeda. Sebelumnya dia sudah mengirimkan pesan dan meminta izin untuk mengajak temannya ke apartemen suaminya.
Setibanya di luar gerbang sekolah mata Tania selingan menunggu kedatangan mobil milik suaminya itu. Anya dan Gilbert saling terdiam tak banyak bertanya, niatnya nanti saja jika sudah sampai di tempat tinggal Tania yang baru
Tak lama sebuah mobil C*V berwarna hitam berhenti tepat di depan Tania berdiri. Tania yang awalnya tidak mengenali mobil milik Andromeda karena menggunakan mobil yang lain.
"Om An," pekik Tania girang, Andromeda membuka kaca di sebelah kiri agar Tania dapat melihatnya.
Baik Anya dan Gilbert saling lempar pandangan, mereka langsung berpikiran buruk dengan sahabat. Bagaimana bisa Tania nampak akrab dengan seorang pria dewasa.
"Ayo masuk," ajak Tania, dia membuka pintu belakang agar kedua temannya masuk.
Anya dan Gilbert pasrah masuk kedalam mobil, Anya sempat berpikiran buruk akan menjadi korban penculikan atau perdagangan organ manusia. Tetapi dia sedikit merasa tenang karena Gilbert ikut bersama nya.
Beberapa saat setelah mobil melaju, suasana begitu hening. Tak ada satupun yang berbicara diantara mereka berempat. Tetapi Anya justru sibuk menelisik wajah Andromeda yang tampak tidak asing. Anya merasa jika dia sering melihat wajah Andromeda namun tak tahu dimana.
"Om An, Om An," gumam Anya dalam hati. Berusaha mencari jawaban atas rasa penasaran nya
Anya terus bergelut dengan pikirannya, memikirkan nama panggilan yang diucapkan sahabatnya Tania. Kemudian Anya melihat kembali ke arah kaca spion, menelisik wajah Andromeda.
"Aaahhhhh... Tuan Andromeda!!!! Andra Tuan Andromeda kan???" pekik Anya tiba-tiba.
"Loohhh Anya Lo kenal sama suami gue???" Ucap Tania keceplosan, sedetik kemudian dia sadar dan segera menutup mulutnya dengan tangannya
"HAH SUAMI???"
Kompak kedua sahabat tersebut berucap, saling memandang tak percaya juga syok. Terutama Gilbert yang memiliki perasaan lebih dari sekedar sahabat, terkejut sekaligus hilang harapan. Ah ini seperti sebuah samurai menghujam tepat di jantungnya, sakit!!
Anya langsung memberikan tatapan tajam, seolah mengatakan jika Tania harus memberikan banyak penjelasan untuknya. Situasi menjadi sangat tegang, Tania yang panik, Anya yang masih terkejut dan Gilbert yang patah hati.
"Mmm... kamu anaknya pak Wibowo ya??" tanya Andromeda memecah ketegangan.
Jalanan yang sedikit padat membuat perjalanan menjadi sedikit lebih lama
"Ehh..... iya Tu-tuan Andra," ucap Anya dengan sedikit terbata.
Ternyata ayahnya Anya merupakan anggota khusus yang bertanggung jawab untuk keamanan dan penelusuran data. Anya melihat wajah Andromeda yang ada di meja kerja ayahnya, Poto para anggota organisasi dragon black eyes. Wajahnya yang tampan menjadi fokus utama Anya saat melihat poto tersebut. Dan tak menyangka jika sekarang sahabat sudah menjadi istri dari putra sulung keluarga Rahadian.
"Jangan panggil saya Tuan. Panggil saja dengan panggilan lain, saya risih," jawab Andromeda.
"I-iya tu-eh Om," jawab Anya gugup.
Tania menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menjadi salah tingkah. Terus melihat kedua sahabatnya yang duduk dibelakangnya dengan harap-harap cemas. Tatapan Anya begitu mengancam dirinya seolah ingin mencekik lehernya saat itu juga.
"Aaaakkkhhh sakit Anya, apa yang Lo lakuin!!!" Pekik Gilbert kesakitan.
"Hehehehee ngetest aja, ini nyata atau hanya mimpi," jawab Anya sambil menyengir.
"Ya tapi ga nyubit gue juga kali. Kenapa Lo ga nyubit tangan Lo sendiri sih!!!" Gilbert menjadi kesal.
Tanpa menjawab pertanyaan Gilbert, Anya hanya menampilkan deretan giginya yang putih. Sekilas Andromeda melirik ke arah Tania yang menundukkan kepalanya, sedangkan kedua sahabatnya berselisih pandang fokus melihat jalanan yang dilewati.
Begitu sampai di gedung apartemen, mereka berempat langsung ke menuju lantai di mana apartemen Andromeda berada. Anya tidak menyangka jika seorang Andromeda akan tinggal di apartemen yang tergolong biasa saja bagi Tuan muda seperti Andra.
Anya berfikir jika Andromeda dan Tania tinggal di sebuah paviliun yang mewah, apalagi Andromeda merupakan anak dari keluarga yang sangat kaya.
"Ta, aku tinggal sebentar gapapa kan? Soalnya ada yang harus aku kerjakan dulu. Ga akan lama kok, paling dua jam. Kamu gapapa kan?" tanya Andra begitu setibanya di apartemen.
"Hemmmm. Gapapa Om An, ada Anya dan Gilbert. Mereka boleh kan berlama-lama disini," ucap Tania.
"Gapapa, yang penting kamu seneng," ucap Andra sambil menyamakan tingginya, tangannya bergerak mengelus kepala istrinya itu," aku pamit pergi dulu ya. Jangan lupa makan, yang ada di kulkas masak aja. Kalo males bisa pesan online," ucap Andra pamit untuk pergi.
"Hemmmm ia Om An. Hati-hati di jalan ya,bye," jawab Tania dengan girang.
Begitu Andromeda pergi, kedua sahabatnya langsung mengintrogasi Tania saat itu juga. Anya menarik Tania dan mendorongnya hingga terduduk di sofa.
"Jelaskan sekarang juga!!!!" Seru Anya mengintimidasi, Gilbert juga ikutan,kedua tangannya dilipat di depan dadanya
"Bo- boleh gue minum dulu ga?"
Tania sangat takut, sahabat berubah menjadi ganas.
"Ga boleh!!! Sebelum Lo cerita, Lo ga kan gue izinkan kemana-mana termasuk ke kamar mandi Titania!!!"
Glek
Tania hanya bisa menelan salivanya dengan kasar. Sabhabatnya yang satu ini memang bar-bar. Oleh karena itu sejak awal Tania memang ingin menceritakan semuanya dan tak ingin membunyikan apapun dari sahabatnya.
Tania menarik napasnya dengan sangat dalam, berusaha menghilangkan rasa gugup dalam dirinya. Sedangkan Anya dan Gilbert sudah tidak sabar menunggu Tania bercerita.
"Titania!!!!!" Seru Anya mulai kesal.
Tania menghembuskan napasnya
"Oke..okey..baiklah. kalian dengarkan cerita gua baik-baik ya. Karena gue hanya akan menceritakannya sekali aja dan tidak ada pengulangan."
...
"Selama gue bercerita kalian tidak boleh berkomentar apapun dan menyela cerita gue. Kalian hanya boleh bertanya setelah gue selesai menceritakan semuanya. Jika kalian memotong cerita gue di tengah jalan maka gue nggak akan pernah lagi melanjutkan ceritanya."
Anya dan Gilbert menganggukan kepalanya.
"Dua Minggu lalu, gue memutuskan untuk bunuh diri setelah ngerasa hidup gue terlalu sudah. Gue hilang harapan saat itu, dua hari gue ga dikasih makan oleh nyokap tiri gue dan arahnya beliau ingin menjual gue buat membayar hutang yang ditinggalkan bokap gue sebelum meninggal."
"Gue sudah merasa putus asa dan ga ada gunanya lagi untuk hidup. Gue mencoba untuk bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah gedung yang terbengkalai."
Tania menghembuskan napasnya dan menghirup kembali. Ada sedikit rasa sesak yang dia rasakan ketika mengingat apa yang terjadi padanya saat itu.
"Tapi tiba-tiba, dia datang dan meminta gue untuk tidak melompat. Dia berusaha untuk membujuk gue supaya membatalkan untuk bunuh diri. Hingga saat itu dia berkata akan bertanggungjawab dan akan menikahi gue besok. Dan itu awal kenapa gue bisa menikah dengan Om An, Andromeda," terang Tania dengan wajah yang sedikit melega.
Anya mengusap air mata yang sempat menetes, dia tidak menyangka sahabatnya semenderita itu. Sebagai seorang sahabat dia merasa sebagai sahabat yang buruk tidak mengetahui Tania dalam kondisi terpuruk. Meskipun dia tau Tania pernah bercerita jika ibu tirinya selalu menyuruh Tania untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
"Aaaahhhhh..... gue iri sama Lo.... Tania maafin gue. Gue bukan sahabat yang baik buat Lo. Huaaaaaa" Anya memeluk tubuh Tania dengan erat, menumpahkan rasa bersalahnya pada Tania.
Gilbert, hanya berdiri kaku seperti patung. Kenyataan sahabar sekaligus pemilik hatinya ternyata sudah menikah. Hilang sudah harapannya menjadikan Tania sebagai masa depannya. Padahal setelah lulus nanti Gilbert akan menyatakan perasaannya dan mengajaknya menikah. Gilbert ingin mengeluarkan Tania dari kehidupan keluarga tirinya yang Toxic. Tetapi itu semua sudah terlambat, Tania sudah menikah dengan seorang Andromeda yang jelas jauh dia atas Gilbert.
Setidaknya Gilbert tahu, Tania berada di tangan yang tepat. Meski dalam hatinya masih tidak rela jika Tania sudah menikah dengan orang lain.
"Setidaknya berkat dia kamu masih hidup hingga saat ini Tania. Senyuman mu itu masih menjadi semangat hidupku. Kelak jika ada kesempatan akan aku rebut dirimu dari tangan Tuan Muda. Meski aku harus mengorbankan segala untuk merebut dirimu dari sisi tuan muda. Memiliki dirimu menjadi harta termahal yang akan aku dapatkan."
sedih banget pasti Tania., /Frown/
tp kayaknya sih babang Andra bakalan datang...
dia kann pahlawan 🤗
siap meluncur Thor... 😁😁😁
sekarang aku mode pengangguran karena edi /Curse//Curse//Curse/