NovelToon NovelToon
Permainan Cinta

Permainan Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO Amnesia / Tamat
Popularitas:162.3k
Nilai: 5
Nama Author: Marthin Liem

Hidup dalam kemiskinan membuat Reina gelap mata dan akhirnya mencuri dompet pria asing bernama Richie. Tapi, kalau emang dasarnya lagi kurang beruntung ya percuma! Dompet yang ia curi kosong dan hanya berisi rentetan ATM.

Apesnya lagi, Richie ternyata bukan pria sembarangan dan dia sudah menandai Reina yang berani merampoknya!

Dapatkah Reina berhasil kabur dari tindakan kriminalnya? Atau roda takdir berkata lain dan Richie berhasil menangkap jodohnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marthin Liem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tergigit

"Kalau di perhatikan lebih dekat, padahal wajahnya biasa saja, tiada sesuatu yang istimewa," batin Richie disaat memandangi wajah polos milik Reina, yang semakin lama, membuatnya senang dan terpana.

Senyuman yang begitu manis dan menggoda, lirikan kedua manik indah yang mampu menghipnotis meski Reina memiliki jejak buruk dalam pikirannya.

"Hei, Pak Richie..." seru Reina dengan suara lirih, membuat Richie merenggangkan kedua sudut bibirnya yang tipis. Sementara, gadis itu berusaha untuk menghindar. Entah mengapa, semua seakan menyulitkan pergerakannya ketika tubuh Richie semakin condong dan berusaha menekan, membuat tubuh Reina sedikit terjungkal mengenai permukaan sofa yang empuk.

Bibir Richie kembali menguasai bibir mungil milik Reina, gadis itu sedikit bereaksi dan menikmati setiap pergerakan lembut yang membuat aliran darahnya berdesir.

Sepasang mata yang sama-sama menyapa tiba-tiba terpejam, dengan bahasa tubuh mencoba meresapi getaran hati satu sama lain.

Permainan yang dilakukan kali ini lebih lama lagi, seakan tenggelam semakin dalam. Namun, Reina berusaha untuk menjaga kewarasannya, ia tak ingin Richie berbuat terlalu jauh.

Dengan cepat, Reina menendang kaki pria itu, sehingga Richie terhenyak dengan bibir yang tampak merekah saat menghentikan aksinya.

Tetapi, seolah itu masih belum cukup menyadarkan, Richie kembali meraup bibir Reina dengan gerakan yang lebih agresif.

Reina tak kehilangan cara, dengan terpaksa ia mengigit tepi bibir Richie, hingga pria itu berteriak, "Awww...."

"Ma...maafkan saya, Pak." Reina duduk di pojokan sofa sambil memeluk lutut. Sementara, Richie tengah memegangi tepi bibir yang sudah tergigit sambil meringis karena mengalami sedikit luka dan berdarah.

"Kenapa kau harus melakukan ini, Reina?!" kedua mata sipit itu semakin memicing kearah Reina dengan tatapan tajam.

"Saya takut Pak Richie tak bisa mengontrol diri terhadap saya," Reina terisak, kedua mata dan hidungnya terlihat memerah membuat Richie menyesal dan bersalah.

"Reina maafkan saya, karena, barusan saya tak bisa mengontrol nafsu." Richie masih mengurusi luka di tepi bibir bawahnya menggunakan tisyu, hingga mengalami pembengkakan akibat luka gigitan itu.

"Tidak apa-apa, dengan ini saya percaya, kalau Bapak adalah pria sejati," ucap Reina mencoba mengakuinya, dan Richie tersenyum karena ia merasa semua itu cukup menunjukan jika dirinya benar-benar seorang pria normal yang menyukai lawan jenis.

Reina yang masih merasa bersalah ia beranjak, kemudian mengamati luka di bibir Richie.

"Pak, sakit yah?" tanya Reina dengan wajah polosnya, Richie sedikit tersenyum dan mengangguk.

"Ya tentu saja, perbuatanmu ini sudah mirip Zombie!" guraunya, dan Reina sedikit terkekeh.

"Senang kau, hah?!" Richie membelalakan kedua mata, membuat Reina kembali terdiam sambil menutupi ujung bibirnya menggunakan kedua telapak tangan.

"Pak Richie suka nonton film zombie, ya?" tanya Reina, dan Richie mengangguk.

"Iya," jawabnya singkat, dan Reina tercengang, karena Richie memiliki kesenangan yang sama dengannya.

"Aku juga," balas Reina, membuat Richie tertawa terpingkal, pasalnya ia tak percaya gadis seperti Reina menyukai film horor macam zombie.

"Kok Pak Richie malah tertawa?" Reina mengerutkan keningnya, kini Richie menatapnya dengan remeh.

"Masa, bocil sepertimu suka film zombie?"

"Ya, memangnya kenapa?" Reina merasa tertantang.

"Oke, kapan-kapan kita nonton," tantang Richie, dan Reina mengangguk sanggup.

"Sekarang juga, ayo!" balas Reina sambil menahan tawa ketika melihat bibir bawah Richie yang mulai bengkak sehingga menjadi dower.

"Paling juga jerit-jerit, 'Awww...Awww...' hahaha." Richie berusaha meledeknya dengan ekspresi yang menggelikan membuat Reina semakin terpingkal.

"Pak Richie, coba ngaca deh!" titah Reina, dan Richie langsung terdiam sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.

"Ngaca?" tanya Richie melongo, dan Reina mengangguk cepat.

"He'em," balasnya, Richie langsung berbalik dan bercermin di permukaan dinding kaca.

"Oalah, astaga, Reina...lihat perbuatanmu!" Richie meninggikan intonasi suaranya, tetapi dengan nada gurauan.

"Maafkan saya, ih..." Reina hadir di belakangnya, dan bayangannya tampak oleh Richie terlihat dari dinding cermin tempatnya berdiri saat ini.

Richie berbalik, kemudian mendongakan pandangannya ke bawah saat menatap wajah gadis itu, karena tubuh Reina hanya setinggi bahunya saja.

"Apa kata orang nantinya kalau bibir saya dower begini? kalau orang tanya 'Pak Richie bibirnya kenapa?' saya harus jawab apa?" cecar Richie dengan pertanyaan, Reina malah terkekeh ketika menatap wajahnya yang agak konyol.

"Bilang saja habis di sengat lebah," cetus Reina tanpa berpikir.

"Oya? hmm...lebih tepatnya di sengat ratu lebah." Richie menyunggingkan satu sudut bibirnya, membuat aura ketampanannya semakin bertambah. Meski begitu, tetap saja tak mampu menggetarkan hati Reina, karena Richie terlalu matang untuknya, dan Reina lebih menyukai pria yang seumuran dengannya, dan itu adalah Melvin.

"Dia itu sebenarnya tampan, tapi sayang, ketuaan!" batin Reina sambil memutar kedua matanya jengah saat menatap wajah Richie.

"Kenapa kau memandangi saya seperti itu?" tanya Richie sembari mengangkat satu halisnya keatas, dan Reina langsung tersenyum lebar.

"Tidak apa-apa Pak, sebaiknya Bapak mandi dan beristirahat," titah Reina, Richie mengangguk, kini pandangannya tertuju pada buku pelajaran milik Reina, lalu memeriksa hasil belajarnya.

"Kau barusan habis mengerjakan tugas?" tanya Richie saat membuka lembar demi lembar buku tulis yang di genggam saat ini.

"Iya Pak," jawab Reina, Richie terus memeriksa tugas-tugas itu.

"Ini banyak yang salah, sayang," kata Richie, Reina langsung mengernyitkan dahi.

"Ah, masa sih? perasaan, saya sudah mengerjakannya dengan teliti sesuai panduan rumus," sanggah Reina yang merasa sudah mengerjakannya dengan benar dan maksimal.

"Kemari!" Richie melambaikan tangannya, sambil menunjukan beberapa kesalahan soal yang sudah Reina kerjakan.

Kemudian keduanya kembali duduk bersila di bawah lantai, dengan buku-buku yang tercecer di atas meja.

Richie mengajari Reina mengerjakan tugasnya kembali dengan benar, sedikit demi sedikit sampai Reina cukup paham.

"Kau sepertinya jarang belajar, ya?" tanya Richie, karena Reina ternyata sedikit lemot menyerap pelajaran.

"Selama ini saya kurang berkonsentrasi karena terlalu banyak pikiran," keluh Reina, seketika ia kembali mengingat masalah dalam kehidupannya, hal itu mempengaruhi konsentrasi belajar.

"Hmm..." Richie menghembuskan napas beratnya ketika mendengar keluhan Reina.

"Kau dapat rangking berapa di kelas?" tanya Richie kembali, Reina menggeleng, dan ia tak berani menjawab karena malu.

"Aku memang bodoh!" batin Reina, tak terasa air matanya kembali mengalir, Richie yang tak tega langsung mendekap tubuhnya.

"Kenapa kau harus menangis?"

"Saya akui, saya memang bodoh, saya tidak bisa mendapat rangking di kelas!" Reina tampak meluapkan segenap emosi dalam dirinya.

"Sudahlah, kau jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri. Satu hal yang harus kau ketahui, tidak ada orang bodoh di Dunia ini, yang ada hanyalah orang yang tak mau berusaha. Saya yakin, kau ini sesungguhnya pintar, kau punya potensi untuk kau gali, semangat!" kata Richie sambil tersenyum, kemudian mengusap air mata Reina menggunakan tisyu.

"Iya, terimakasih Pak," ucap Reina dengan suara yang serak dan gemetar.

Mulai saat itu Richie berniat akan terus membimbingnya, dan membantu Reina belajar.

Kini Richie tampak serius mengajari Reina, tetapi gadis itu diam-diam mencuri kesempatan untuk membalas chat dari Melvin.

"Reina!" bentak Richie ketika Reina terlihat tak serius.

"Eh, iya Pak." Reina menaruh ponselnya di bawah lantai, lalu pandangannya kembali fokus dengan pelajaran, sampai mulutnya menguap.

"Kau sudah ngantuk ya?" tanya Richie, dan Reina mengangguk dengan cepat sambil membunyikan persendian di jemarinya.

"Sebaiknya kau segera tidur." Richie membantu Reina merapihkan semua buku pelajaran itu.

"Hmm...Iya," balas Reina sambil mengetik chat untuk Melvin, dengan cepat Richie merampas ponsel milik Reina.

"Pacaran terus!"

"Eh, kebalikan ponsel saya!" pinta Reina, tetapi Richie tak mengabulkannya.

"Tidak!" Richie melengos pergi menuju kamarnya, Reina mengejar, kemudian berusaha membuka pintu yang sudah di kunci dari dalam.

"Pak..." seru Reina sambil mengetuk daun pintu itu, tetapi Richie sengaja, ia pura-pura tak mendengar.

"Eugh!" Reina semakin emosi, sementara Richie tengah membuka dan membaca isi chat Reina dengan Melvin.

"Oh, jadi begini gaya pacaran remaja zaman now." Richie tersenyum sinis meski hatinya terbakar api cemburu, karena gadis yang dianggapnya sebagai kekasih ternyata malah memiliki hubungan dengan teman sebayanya.

"Pak..." teriak Reina sambil terus mengetuk, Richie membuka pintu itu, ia langsung menatap Reina dengan tatapan intimindasi.

"Apa?!"

"Kembalikan ponsel saya, please!" Reina memohon, tetapi Richie menggeleng.

"No..No..No..."

"Please!" Reina merengek memasang wajah iba.

"Kau ingin benda ini kembali?" tanya Richie sambil mengiming-imingi benda pipih itu kepada pemiliknya, dan Reina mengangguk karena ia masih ingin membalas pesan chat dari Melvin.

"Ada syaratnya!" kata Richie.

"Apa syaratnya? katakan saja!" Reina semakin tak tahan, ia tak bisa jika tak membalas pesan dari kekasihnya itu.

"Kau temani saya tidur di kamar ini," jawab Richie.

"Apa???"

...

Bersambung...

1
falea sezi
cwek nya bodoh ngapain balikan mending cerai
Atmita Gajiwi
keren
machfud saputra
buang ke laut aja tu cewe, gak tau trimakasih
sandi Gelau
salut dgn kesetiaan Richie...walau smpt hilang ingatan tp dlm relung hatinya nm Reina.. begitu juga Reina.. ttp setia dgn Richie.. wlau Richie diuji dgn kebangkrupan nya..
icha cantiquee
awalnya seru tapi dipertengahan mulai bikin jenuh crtnya,, mendekati akhir kesannya buru2 crtnya,, btw tengkyu ka crtnya... semangat ka..😊
Kim Jong Unch: Terimakasih ya, maaf kalau kurang berkenan dan ceritanya terkesan buru-buru, karena othor gak mau ceritanya ampe muter2, jadi othor fokus sama kisah pemeran utamanya aja sampe happy ending.
total 1 replies
Wine Widianti
bagus
Kim Jong Unch: Makasih Kk
total 1 replies
Ama
keren sih, banyak yg bikin keselnya tapi, kasihan Reina nya
Kim Jong Unch
Terimakasih kembali, Kak.
Asriani Rini
Makasih juga thor banyak hikma yg bida kita ambil terutama tentang kesaran menghadapi conaan hidup
Nur Adam
lnjut,,richi yg tegas dong thor jdi suami ckck
Fitri Nuryani
kelamaan tor amnesianya,,ceritanya tambah muter2/Sob//Sob/
Aleta Ratu Adifa: kasian reinanya Thor KL kelamaan amnesianya
total 2 replies
Teteh Lia
mampir jg yuk ke karya ku. "love story in SMA"
Asriani Rini
Reina sebaiknya kamu menjauh dari rheci dulu kalau perlu kelur negri lanjutkan kuliahnu
Kim Jong Unch: Terimakasih sudah mengikuti cerita ini, Kak.
total 1 replies
Anonim
Masa iya pemeran utamanya meninggal begitu aja 😫
Anonim
Bego d piara dasar cewek gak tau diri 😡😡
Kim Jong Unch
❤️👍
Fitri Nuryani
bagus torr,,lanjut terusss
Kim Jong Unch: Makasih sudah mampir, Kak. Semoga rejekinya lancar.
total 1 replies
Fitri Nuryani
lanjut thorrr
AteneaRU.
Mantap banget nih ceritanya, thor!
Kim Jong Unch: terimakasih sudah mampir.
total 1 replies
Phedra
Terserap dalam cerita
Kim Jong Unch: terimakasih sudah mampir.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!