NovelToon NovelToon
Cinta Halal Sang Senior

Cinta Halal Sang Senior

Status: tamat
Genre:Contest / Cintamanis / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:586.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kokoro No Tomo

Sekuel dari 'Romansa Cinta Senior Junior'

Kelanjutan kisah Rendra dan Dita yang menikah muda dengan segala keromantisannya. Serta lika liku kisah Adi yang mencintai Adelia dan ingin menjadikannya istri.

💞💞💞💞💞

"Kenapa Mas Adi memilih saya yang pernah melakukan zina? Padahal masih banyak wanita lain yang jauh lebih baik daripada saya?" ~ Adelia

"Karena Allah yang memantapkan hatiku. Dan masa lalumu sudah berlalu, jangan diingat lagi. Yang terpenting kamu yang sekarang mau berubah jadi lebih baik." ~ Adi

Apakah Adelia akan menerima Adi sebagai suaminya? Di saat yang bersamaan mantan tunangan Adelia mengusik kembali hidupnya. Siapakah yang akan Adelia pilih?

Bagaimana rumah tangga Rendra dan Dita selanjutnya? Apakah selalu manis atau ada kerikil yang akan menganggu?

💞💞💞💞💞

Mohon dukungan, kritik dan juga saran yang membangun. Terima kasih 🙏

Kokoro No Tomo
IG @kokoro.no.tomo.82
FB kokoronotomo82

💞💞💞💞💞

Mau masuk Grup Chat?

WAJIB ada jejak like dan komentar ya �

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokoro No Tomo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rentetan Pesan

Adi masuk ke kamarnya setelah memastikan semua pintu terkunci dan memadamkan lampu yang tidak terpakai. Malam ini dia di rumah sendiri karena Dita dan Rendra pulang ke rumah sebelah, sesudah dari rumah Adelia.

Dia duduk di depan meja kerja dan membuka salah satu laci tempat menyimpan gawai lamanya. Dia mengambil simcard Adelia dari dalam dompet lalu dipasang ke gawainya. Dia lalu mengaktifkan gawai sambil mengecek kondisi baterai yang ternyata masih tersisa 50%.

Dia membuka aplikasi WhatsApp dan mengetik nomor Adelia untuk masuk ke akun WhatsApp. Setelah dipastikan masuk dan mengatur beberapa pengaturan, dia meletakkan gawai di atas nakas. Kemudian dia beranjak mengambil baju tidur dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga berwudu.

Sepuluh menit kemudian dia ke luar dari kamar mandi dan langsung naik ke atas ranjang king size-nya. Dia duduk sambil bersandar di headboard usai mengambil gawai lamanya. Keningnya berkerut karena mendapati beberapa pesan masuk yang sepertinya dari Restu.

'Malam, Yank. Apa kabar? Aku kangen.'

'Aku ingin ketemu kamu, Yank. Besok Sabtu aku pulang, kita ketemu ya.'

'Aku masih cinta kamu, Yank.'

'Please jangan blokir nomorku lagi, Yank.'

Adi membaca satu per satu pesan yang dia yakini dari Restu. Dia merasa geram pada Restu tapi tetap berusaha mengendalikan dirinya. Dia tidak akan membalas pesan itu atau memblokir nomornya. Dia ingin melihat apa yang akan dikirim Restu lagi nanti.

Dia lalu ingat akan mengirim pesan pada Arsenio ingin meminta nomor Pak Lukman. Sebelum nanti lupa lagi, dia segera mengambil gawai barunya dan mengetik pesan untuk Arsenio lalu mengirimnya. Tanpa menunggu jawaban, dia meletakkan kedua gawainya di atas nakas kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang untuk tidur.

...---oOo---...

'Pagi, Yank. Aku hepi nomorku enggak kamu blokir lagi. Apa ini pertanda baik, Yank?'

'Aku jadi semangat kerja hari ini, Yank.'

'Enggak apa-apa enggak dibalas. Udah kamu buka dan baca aja aku udah seneng, Yank.'

'Miss you, Yank. See you on Saturday 😘.'

Adi mendengkus kesal membaca semua pesan yang dikirim Restu pagi ini. Tadi selepas mandi, dia hanya iseng mengecek gawainya, ternyata ada pesan dari Restu. Dia lalu melempar gawainya sembarangan ke atas ranjang. Jangan sampai mood-nya hancur hanya gara-gara pria berengsek itu.

Dia mengecek gawai yang satu lagi, ada balasan pesan dari Arsenio yang memberinya nomor Pak Lukman. Segera dia balas Arsenio dengan ucapan terima kasih, setelah itu dia menyimpan nomor ponsel Pak Lukman. Nanti saat istirahat siang, dia akan menghubungi calon mertuanya itu.

"Assalamu'alaikum, selamat siang Om. Ini saya Adi," salam Adi setelah Pak Lukman menerima panggilannya usai menjalankan salat Zuhur.

"Wa'alaikumussalam, siang Nak Adi," balas Pak Lukman dari seberang telepon.

"Maaf sebelumnya, apa saya menganggu pekerjaan Om?"

"Oh, enggak. Lagian ini juga jam istirahat. Ada apa, Nak Adi?"

"Begini Om, ini ada kaitannya dengan masalah Restu. Saya ingin bertemu dengan Om sendiri atau berdua dengan Tante tapi tanpa Adelia. Ada yang ingin saya bicarakan." Adi mengungkapkan alasannya menelepon Pak Lukman.

"Berarti kita bertemu di luar ya, tidak di rumah?"

"Iya, Om. Bisa sekalian saat buka puasa kalau Om berkenan."

"Bisa, bisa. Kapan dan di mana ya?"

"Saya ikut Om saja waktu dan tempatnya."

"Oke, nanti Om bicarakan dulu dengan mamanya Adelia. Nanti Om hubungi untuk waktu dan tempatnya."

"Baik, terima kasih, Om." Mereka masih mengobrol beberapa saat sebelum mengakhiri panggilan.

Adi merasa lega, dalam hati dia berdoa semoga saja bisa segera bertemu dan bicara dengan kedua orang tua Adelia. Karena semakin cepat akan semakin baik. Selama dia belum menikah dengan Adelia, dia masih belum merasa tenang.

Hari ini dia pulang kerja tepat waktu tanpa lembur seperti biasa. Sebelum pulang dia membeli makanan untuk buka puasa. Dia sudah menghubungi adik semata wayangnya untuk menemaninya berbuka di rumah. Entah kenapa rasanya dia malas buka puasa sendiri. Untung saja adiknya mau menemaninya.

Sebenarnya tadi dia juga menghubungi Bara, mengajaknya buka puasa bersama sekaligus ingin mengorek keterangan soal Restu. Tapi karena Bara sudah ada janji dengan orang lain, jadi tidak menyanggupinya. Meski begitu Bara janji akan datang nanti sekitar pukul 08.00 malam ke rumahnya.

Saat Adi sampai di rumah, ternyata Dita sudah ada di sana, duduk di ruang tengah sambil menonton televisi. Setelah mengucap salam dan melakukan ritual setiap baru bertemu, Adi duduk di samping Dita. Dia meletakkan makanan yang tadi dia beli di atas meja.

"Kok sendiri, Dek. Rendra mana?" Adi celingukan mencari adik iparnya.

"Mas Rendra buka puasa sama teman-teman seangkatan yang satu jurusan."

"Sama Bara dan Adelia dong, Dek." Adi menoleh pada Dita.

"Mbak Adel enggak ikut, Mas. Dia jadi takut pergi-pergi sekarang."

Adi menghela napasnya. "Mas salah ya, Dek, jadi buat Adelia takut."

"Enggak, Mas. Kan semua juga demi kebaikan." Dita tertarik membuka kantong makanan yang tadi Adi beli. "Ini beli apa aja, Mas?"

"Lihat aja, Dek. Habis ini disiapin ya. Mas mau mandi dulu." Adi membelai kepala adiknya.

"Siap, Mas." Dita segera membawa kantong makanan ke dapur setelah Adi masuk ke kamar untuk membersihkan diri dan berganti baju.

Adi dan Dita buka puasa berdua. Mereka menikmati quality time yang sangat jarang mereka dapatkan sekarang.

"Mas, boleh lihat pesannya Restu?" tanya Dita setelah makanan di piring mereka ludes tanpa sisa.

"Lihat aja, Dek, kalau mau. Mas ambilin hp-nya dulu." Adi beranjak dari duduknya setelah minum segelas air putih hingga tandas.

Sementara menunggu kakaknya, Dita membereskan alat makan mereka dan langsung dicuci di wastafel. Setelah itu dia duduk di sofa ruang tengah.

"Mas, ngapain? Kok lama?" teriak Dita karena Adi belum juga keluar kamar.

Adi tidak menjawab, dia ke luar kamar dengan wajah memerah sambil menggenggam gawainya.

Dita melihat ada yang tidak beres karena ekspresi kakaknya yang terlihat menahan amarah. Dia menghampiri kakaknya, lalu merangkul lengan kirinya, menuntun untuk duduk di sofa.

"Mas, kenapa?" tanya Dita dengan wajah khawatir.

Adi tidak menjawab, dia menyerahkan gawainya pada Dita. "Baca, Dek."

Dita segera membaca pesan yang baru saja dibuka kakaknya.

'Sore, Yank. Lagi ngapain? Aku kangen.'

'Aku kangen ngabuburit bareng kamu, Yank.'

Restu mengirim foto saat pipinya dicium Adelia.

'Aku juga kangen dicium kaya gini, Yank.'

'Can't wait to see you on Saturday, Yank 😘.'

Dita terkejut membaca semua pesan Restu dari awal. Pantas saja kalau kakaknya sampai menahan amarah karena melihat foto dan pesan terakhir Restu. Pria mana yang rela calon istrinya dirayu dan didekati pria lain.

"Mas ini dihapus saja ya foto sama chat-nya?" Dita meminta persetujuan kakaknya.

Adi menggeleng. "Udah, biarkan begitu saja, Dek. Mas mau ngumpulin bukti, siapa tahu nanti berguna. Mas ingin tahu sejauh mana dia coba merayu dan mendekati Adelia lagi."

"Meski Mas nanti akan sakit hati dan cemburu?"

Adi mengangguk. "Enggak apa-apa. Insya Allah, mas masih bisa menahannya."

"Terus ini mau dibalas enggak, Mas?"

"Enggak perlu. Biarkan dia merasa senang dulu."

...---oOo---...

Jogja, 100621 23.59

Cerita ini mengikuti kontes You Are A Writer Seasons 5, mohon dukungannya 🙏🤗

Kalau ada masukan, kritik dan saran yang membangun, boleh via kolom komentar, PC atau DM di instagram @kokoro.no.tomo.82

Jangan lupa ritual jempol atau like-nya setelah membaca ya, Kak. Karena satu jempol atau like sangat berarti. Terima kasih 🙏🤗

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
baru mampir Thor di kisah mas Adi.

sebenarnya udah baca cerita Rendra-dita 3 tahun lalu tapi gak ada komen apa2 saking fokus baca.

karena udah lama hiat juga karena kesibukan, baru ada waktu untuk baca cerita mas Adi... 😍
Ayaka | IG @kokoro.no.tomo.82: Makasih, Kak 🫰🏻
total 1 replies
Marmi Febriani
kasian adelia tor
Marmi Febriani
bagus banget cerita nya
fifi
ini udah setahun yang lalu abu baru baca ending nya
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
pengganggu modelan gini bikin rendra merusuh🤮🤮
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
udah ku titip kembang ya thor🌷
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
berasa ikut traveling...makasih ya thor udah jadi tour guidex mas ren n readers🥰🥰puas deh explor mekah n madinah langsung explor dubai.
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
ya Allah semoga author n readers di mudahkan langkahx utk bisa mengikuti jejak mas ren sekeluarga utk melaksaksanakan ibadah umroh..aamiin.
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
tuh kan song joong ki kw..karena obsesi gila mu akhirx kau berakhir di hotel prodeo...maaf ya kalau ternyata semesta tdk mendukung mu.
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
tapi sayangx semesta berpihak pada adi😜😜
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
mas polisi kayakx taqdirx mbk sasa deh😊😊
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
wah mas ren ren tok cer ya😘😘..ayo mas adi juga gk mau kalah saingkan?
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
mas adi kan udah bayar tunai kenapa mesti nyicil..tanggung ah😁😁tunggu sebentar lg biar adel setorx juga tunai🤣🤣
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
si kamvret udah di tangani sama 2 senpai..
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
itu bukan mimpi bambang...lo nya aja yg masih molor kgak mau bangun bangun😤😤
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
gimana song joong ki kw😁😁?pasti mulut lo mangap mangap tuh lihat kenyataan🤣🤣
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
tunggulah restu sebentar lg kau akan mendapatkan kejutan yg sangat besar..berjumpa dgn senpai adi😁😁
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
tak rela aku restu mirip song joong ki..
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
jangan jangan arsen satu sekolah sama nisa lg?
Lia Wardani
ceritanya seru Thor..Adelia terima niat Adi untuk bertaaruf sama kamu .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!