NovelToon NovelToon
Luka Pernikahan

Luka Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja

Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri

Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Andra tengah sibuk diruangan nya saat terdengar pintu yang diketuk, Andra tersenyum saat melihat seorang wanita masuk dengan senyum manisnya

Hari ini Sarah terlihat menggoda dengan kemeja ketat berwarna putih serta rok span diatas lutut berwarna krem

Andra meneguk ludahnya saat Sarah mendekat dengan tubuh meliuk indah

Sarah ini tidak begitu tinggi, berbeda dari Aini yang memiliki tinggi badan 170 cm. Namun yang membuat Sarah ini menarik adalah tubuh bagian depan dan belakangnya yang menonjol

Rasanya semua pria suka dengan tubuh seperti ini, termasuk juga dirinya

"Selamat pagi pak"

"Selamat pagi Sarah" Sapa Andra dengan ramah "Ada apa?"

"Saya mau mengantarkan laporan yang harus bapak tandatangani" Ucapnya seraya menyerahkan sebuah map berwarna biru

"Apa tidak ada karyawan lain yang bisa mengantarkannya kesini?" Tanya Andra sambil membuka lembar demi lembar kertas berisi laporan itu

"Saya kan karyawan baru pak, sudah seharusnya saya melakukan ini" Jawab Sarah sambil tersenyum "Lagi pula saya suka kesini"

Andra mengangkat wajahnya, merasa aneh pada mendengar ucapan wanita cantik dihadapannya ini

"Maksud kamu?"

"Siapa sih yang gak mau ngeliat manager yang gantengnya kayak bapak ini" Ucapnya sedikit bercanda

"Ah kamu bisa saja, Sarah" Andra menggeleng guna menutupi kegugupannya

"Saya beneran loh pak, sayang aja bapak udah punya istri. Coba kalau belum"

"Memangnya kalau saya belum punya istri kamu mau sama saya?" Pria itu tertawa lalu menyerahkan map tersebut pada wanita dihadapannya

"Siapa yang gak mau sama pak Andra, saya mah mau banget" Sarah tersenyum lalu menerima map dari sang atasan "Kalau begitu saya permisi dulu pak"

Lagi-lagi Sarah menundukkan kepalanya, hal ini yang dihindari oleh Andra karena mata nakalnya yang mulai melihat kemana-mana

Setelah wanita itu keluar dari ruangannya, Andra menyandarkan kepalanya. Ada saja ujian yang harus ia hadapi

"Kalau aku tergoda artinya cinta aku gak kuat sama Aini"

Walaupun sudah meyakinkan diri, tetap saja bayangan tubuh indah Sarah terbayang. Jika terus seperti ini maka hal ini tidak akan baik

"Pak Andra" Mendengar suara teriakan, Andra membalik tubuhnya mendapati Sarah yang melangkah mendekat "Bapak mau ke kantin yaa?"

"Huh?" Andra mengumpat saat matanya kembali bergerak nakal "iya, ada apa memangnya?"

"Saya boleh ikut gak? Saya belum punya temen dikantor ini" Sarah terlihat berharap membuat Andra tidak tega untuk menolaknya

"Ya sudah, ayo" Keduanya melangkah beriringan, hal itu jelas mengundang perhatian para karyawan lain

Setibanya di kantin, terlihat Aldo sahabat Andra melambaikan tangannya. Andra lalu mengajak Sarah menuju meja dimana sahabatnya itu berada

"Siapa dia Ndra?" Tanya Aldo

"Kenalin dia Sarah, karyawan baru di divisi operasional" Sarah mengulurkan tangannya dan dengan cepat disambut oleh Aldo

"Sarah pak"

"Jangan panggil bapak, saya bukan manager kayak pak Andra ini" Aldo terkekeh seraya menggoda sahabatnya itu, membuat Andra mendengus

"Jangan dengerin dia Sarah! Dia memang sedikit aneh" Ujar Andra

"Gak apa-apa kok pak, saya malah seneng. Akhirnya saya punya temen juga"

Ketiganya lalu menikmati makan siang sambil sesekali melempar candaan. Aldo juga melancarkan rayuannya pada Sarah yang menurutnya sangat cantik

Begitu tiba jam pulang kantor, Andra meninggalkan ruangannya. Seperti biasa dirinya akan menjadi yang terakhir, hal ini biasa ia lakukan sejak dulu

Saat mobilnya keluar dari gerbang kantor, Andra berhenti didepan seorang wanita yang terlihat celingukan

Andra menurunkan kaca mobilnya lalu berkata "Sarah? Sedang apa disini?"

"Saya lagi tunggu ojek online pak, dari tadi order tapi gak dapet-dapet" Keluh wanita cantik itu

"Ikut saya saja kalau begitu! Biar saya anterin" Andra menawarkan

Sarah terlihat ragu, namun Andra memaksa dan sepertinya memang dirinya membutuhkannya

"Makasih yaa pak, saya udah nunggu cukup lama didepan tadi" Ujar Sarah seraya memasang sabuk pengamannya

"Tidak masalah, sudah seharusnya kan" Andra menyalakan mesin mobilnya lalu kendaraan roda empat itu melaju menuju alamat yang Sarah ucapkan

"Bapak baik banget, gak pernah loh ada manager yang kasih tumpangan buat karyawannya" Celetuk Sarah lalu keduanya tersenyum

"Gak baik perempuan cantik berdiri dipinggir jalan kayak gitu, nanti diculik loh" Andra sedikit bergurau lalu suara tawa mengisi kabin mobil tersebut

"Menurut bapak saya cantik?"

"Siapapun pasti bilang kamu cantik Sarah" Andra sesekali melirik kesamping dimana wanita cantik itu duduk

"Tapi buktinya saya masih jomblo, artinya gak ada yang mau sama saya" Celetuknya membuat Andra terkekeh

"Kamu ini bisa saja"

Keadaan kembali hening, Andra fokus pada jalanan didepannya "Istri pak Andra pasti cantik banget"

"Semua perempuan itu cantik Sarah. Gak mungkin kan ada perempuan yang ganteng" Keduanya tertawa lalu Sarah kembali bicara

"Maksud saya bukan begitu, saya jadi penasaran secantik apa istri pak Andra"

"Dia memang cantik, usianya masih dua puluh tiga tahun"

Sarah terkejut mendengarnya, itu berarti usia Andra dan istrinya memiliki jarak yang cukup jauh

Jika dilihat lagi, Andra ini mungkin berusia dua puluh tujuh atau dua puluh delapan tahun, karena Sarah saja sudah berusia dua puluh enam tahun

"Dia masih muda banget, makin penasaran aja saya! Tapi dia gak marah kan kalau bapak nganterin saya dulu?" Tanya Sarah

"Enggak kok, Aini itu wanita yang baik. Dia bukan tipe istri yang curigaan"

Sarah tersenyum "Dia wanita yang sempurna, bapak pasti bahagia banget"

"Begitulah" Hening kembali tercipta sebelum akhirnya Sarah menunjuk sebuah rumah

"Berhenti disini saja pak" Andra menginjak rem lalu melihat kearah rumah yang Sarah tunjuk

"Kamu tinggal sendiri disini?" Tanya Andra

"Iya, ini kontrakan saya" Ujarnya seraya membuka sabuk pengaman

"Orang tua kamu?"

"Saya merantau, orang tua saya tinggal di desa" Sarah tersenyum "Terima kasih yaa pak"

"Sama-sama"

"Bapak gak mau mampir dulu?"

"Emangnya boleh?" Andra balik bertanya

"Kenapa enggak, saya bisa buatin kopi atau teh" Sarah menawarkan, sedikitnya ia berharap jika atasannya ini mau mampir barang sebentar

"Lain kali saja, istri saya pasti udah nungguin dirumah, takutnya dia khawatir" Andra menolak dengan halus

"Maafin saya yaa pak, karena nganterin saya dulu, bapak jadi telat sampe rumahnya" Sarah jadi tidak enak

"Tidak masalah Sarah, hanya telat beberapa menit saja"

Setelahnya wanita cantik itu keluar dari mobil atasannya, Andra menekan klakson saat Sarah melambaikan tangannya

Pria tampan itu menghela napasnya, entah kenapa jantung nya terasa berdetak lebih cepat

Sayang sekali ia tidak bisa menikmati teh manis di sore hari bersama wanita seksi itu. Lain kali mungkin dirinya bisa mampir

Sesampainya dirumah, benar saja jika Aini memang sudah menunggu kedatangan suaminya

Andra tidak pernah pulang terlambat dan hal itu membuat Aini merasa khawatir

"Mas gak apa-apa kan? Pulangnya kok telat banget?" Cecar Aini

"Mas gak kenapa-kenapa kok dek, kamu gak usah khawatir gitu" Andra mengusap lengan istrinya agar wanita itu tenang

"Aku khawatir banget"

"Tadi ada pekerjaan penting makanya mas tinggal sebentar dikantor"

Apa ini? Untuk pertama kalian Andra tidak berkata jujur pada istrinya. Astaga, ia merasa seperti suami yang bermain diluar

"Ya udah, aku siapin air hangat buat mas mandi"

Andra mengangguk "Kasih gak rewel?"

"Hari ini dia anteng"

Keduanya melangkah menuju kamar tidur, Andra memang butuh mandi untuk menghilangkan pikiran-pikiran kotor yang ada di kepalanya

1
Ilfa Yarni
mari kita lihat sampe mana km bisa bertahan tristan
Ilfa Yarni
hahahaha kasian deh
Ilfa Yarni
sebenarnya tidak keterlaluan Aini itulah hukuman bagi yg suka menyakiti tp Klo km kasihan minta Tristan untuk kasih dia pekerjaan
sunaryati jarum
Memang bukan anak pengungsaha ,tapi jadi wanita simpanan suami pengusaha
sunaryati jarum
Semoga Tristan jadi bucin pada Aini
Ilfa Yarni
Aini jodohmu yg tepat tristan
Ilfa Yarni
knp ya ga di novel atau dunia nyata standar se seorang diukur dgn uang
Heny
Klau aqu jawab mau suami selingkuh mertua jahat
sunaryati jarum
Awalnya kontrak tapi nanti Tristan bucin duluan
Ilfa Yarni
kadang kita emang minder klo berada fitengah2 orang kaya
Ilfa Yarni
aini sama Tristan aja Duda dan janda premium klo yudha msh bisa dpt yg perawan
sunaryati jarum: Emak setuju
total 1 replies
Ariany Sudjana
Tristan sudah jatuh hati sama Aini, cuma ga mau mengakuinya,masih belum move on dari almarhumah istrinya.

lebih suka Aini sama Yudha saja sih, Yudha juga laki-laki yang baik
sunaryati jarum
Setia itu bagus Nak zTristan tapi dia sudah meninggal,jika kau jatuh cinta pada wanita lain bukan berkhianat
Ilfa Yarni
mknys istri udah meninggal yg diingat trus boleh kok ingat tp km kan hrs menjalani hidup jg
sunaryati jarum
Yang nkeluar dari bibirmu lain di hatimu
sunaryati jarum
Semoga Aini bisa menghancurkan benteng pertahanan hati Tristan
Ilfa Yarni
mantan aini nyelingkuhi aini krn aini dasteran aja skr aini cantik diperebutin 2 cowok kaya
Sri Angga
di sia2 kan suami direbutin duo cwo gnteng +tajir.
Ilfa Yarni
aini knp msh baik sih sama dia
Ariany Sudjana
hahaha itulah makanya Andra bodoh, menyia-nyiakan istri tercinta demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!