NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Berliana Febbyola

"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.

Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.

Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.

Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"

Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.

Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.

Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Cermin yang Terlalu Jujur

Setelah Ana habis dibully, salah satu satpam di sekolah itu langsung membubarkan kerumunan dan mendapati gadis malang itu terduduk sambil menangis tersedu - sedu.

"Nak.. kamu baik - baik aja?" tanya pak satpam itu.

Ana hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya dan berusaha bangkit.

"Kamu udah ada yang jemput, atau pulang naik bus?" tanyanya lagi.

"Naik bus pak." jawab Ana singkat.

"Baiklah kalau begitu hati hati dijalan ya. Jangan hiraukan anak - anak nakal tadi, biar bapak yang urus mereka." hibur pak satpam.

"Gimana bisa pak satpam mengurus Genk Wink Beauty itu, mereka kan sangat dilindungi terlebih orang tua mereka konglomerat." batin Ana.

"Baiklah pak, kalau begitu Ana pulang dulu. Makasih pak.." sahut Ana sambil berjalan tertatih - atuh karena luka dilutut ya masih basah.

___________________

Sesampainya dirumah, Kak Citra yang juga baru datang mendapati adiknya sedang berjalan menyusuri gang besar di kawasan tempat tinggal mereka.

BIIIIIBBBB!!

Suara klakson itu mengagetkan Ana sampai - sampai badannya sedikit terloncat.

"Ya ampun, Kak Citra! Bikin kaget aja, ih!" gerutu Ana langsung mengerucutkan bibirnya.

"Oy! masuk ke mobil." sahut Kak Citra sambil mengeluarkan badannya ke jendela, sangat komedi padahal ia bisa saja keluar dengan membuka pintu mobilnya.

Jalan di gang kawasan perumahan tampak sepi. Ana berlari kecil sambil tersenyum, seakan lututnya tidak apa - apa.

"Mau beli toppoki didepan, ngga?" tanya Citra dengan antusias, walaupun ia melihat adiknya sedikit berantakan.

"Hum, boleh Kak!" girang Ana.

"Tapi kamu harus jawab dulu."

"Apa?" tanyanya bingung

Kak Citra menunjuk ke arah lutut sambil tangan yang satunya menyetir mobil.

"Kenapa?"

"Ah, ini. Aku tersandung dan jatuh, munculah mahakarya yang tidak disengaja." jawab Ana berbohong, jelas ia tidak mau menceritakannya kepada siapapun.

"Hadeuh! Gadis ceroboh. Nanti udah beli topokki, kita mampir ke apotik." sahut Citra, perhatian.

Setelah membeli toppoki dan membeli salep luka untuk Ana, mereka berdua pun tiba dirumah.

Tampak suasana rumah terlihat sepi, hanya ada Raka saja yang sedang bermain game di handphone-nya.

"Hohoh,, anak ini main game terus. Raka, dimana Ibu?" tanya Citra sambil melempar pelan bantal sofa kearah adik bungsunya itu.

Raka sambil memajukan bibirnya, meledek. "Ngga, tau."

"Ish!" gerakan tangan Citra seakan akan menangkis kepala adiknya itu.

Tiba - tiba, Ana menyela pertengkaran kecil Citra dan Raka.

"Aku pergi ke kamar dulu, Kak. Makasih toppoki dan salepnya ya." sahut Ana sambil senyum, dan acungkan jempol.

"Oke.. istirahatlah."

"Apa?! Kak Citra belikan toppoki buat Kak Najel (Ana Jelek), buat aku mana?" rengek Raka, tak terima ia tidak dibelikan.

"Sstt! Iya, nanti kakak belikan. Sekarang bereskan ruang tengah dulu! Iyuh, bahkan tikus pun ngga Sudi menginjak rumah ini." sahut Citra sambil menjepit hidung dengan tangan.

Yap, terlihat ada bekas bungkusan makanan ringan yang ada di lantai dan bantal sofa yang tidak pada tempatnya.

Raka melihat sekitar dengan ekspresi malas, sementara Ana yang sudah berada didalam kamarnya...

Melempar tas ransel sekolahnya ke atas kasur dan dengan jalan gontai, ia duduk dikursi rias.

[Melihat ke arah cermin dihadapannya.]

"Pantas aja aku diejek jelek, karena emang bener aku jelek. Cermin terlalu jujur dan kasih tau kenyataannya aku buruk rupa."

Ia pun melihat mejanya yang bersih dari makeup, tidak ada satupun barang kecantikan di meja gadis itu.

"Hum... coba aja aku bisa makeup-" belum selesai ia berbicara tiba - tiba ada notifikasi platform video tutorial merias wajah yang sempat ia ikuti di media sosialnya.

[ Ting! ]

"Wuah... Aku butuh panduan makeup. Mungkin dengan makeup bisa membuat wajahku jadi lebih cantik. Dan jerawat ini, AW!"

Jerawat merah itupun pecah, Ana langsung mengambil tissu dan membersihkannya.

"Jerawat-ku pecah.." Ana mendengus kesal, tapi untungnya Citra membelikannya masker penenang wajah, saat ia pulang dari perjalanan dinas.

"Kak Citra bawa masker ini, pas perjalanan dinas. Perhatian banget, kakakku satu satunya itu hehe." sahut Ana cengengesan, sambil membuka tutup dari pot masker jumbo.

Tap.. Tap.. Tap

Menepuk pelan wajahnya yang tadi panas, kini lebih sejuk dan menenangkan kulitnya.

"Huh sejuk banget wajahku. Ah! Apa aku ikuti cara makeup dari video ini aja? Um.. kayaknya gampang!" seru Ana.

Ia pikir - pikir kembali, ternyata tak ada satupun barang kecantikan di mejanya.

Gadis itupun menghela nafas panjang, "Bedak pun ngga punya. Gimana ya? Ah! Kak Citra.."

Dengan cepat, Ana pergi ke kamar Citra yang berada disebelah kamarnya.

"Kak. Kak Citra! Buka pintunya, plis!" sahut Gadis itu, sambil mengetuk pintu kamar Citra.

"Hem. Ada apa? Ganggu orang tidur aja!" merutuki adiknya, sambil mengucek mata.

"Kak, aku mau pinjem makeup boleh?"

"A-APA?! Ini aku masih di alam mimpi atau udah di alam nyata ya??"

"Oh ayolah, Kak..." sahut Ana sedikit mengerutkan keningnya.

"Baiklah, aku kasih pinjam ya. Tapi nanti pagi balikin. Oke?" jawab Citra sambil tersenyum bangga.

"Apa- apaan kakak ini.." melengos sambil membawa satu kotak penuh alat kecantikan milik Citra.

Ana kembali ke kamar dengan bersemangat dan langsung menutup pintunya rapat - rapat.

Mula - mula ia mengoleskan pelembab, lalu bedak dan lipstik merah di bibirnya tanpa melihat video. Kenapa? Karena ia merasa percaya diri.

Hem.. jadinya?

TADAA!!!

GAGAL TOTAL!

"Hah?! Astaga! A-aku makin jelek! Badut darimana ini? Aaaakkhhh!!!"

Ana dengan cepat, menghapus hasil make-upnya dengan kasar dan menyisakan noda - noda merah di pipi. Ia menangis tersedu - sedu sambil melihat ke arah cermin.

"Kalau aku sendiri ngga bisa menerima wajahku... bagaimana dengan orang lain?" sahut Ana, sambil menghapus air mata yang terus berjatuhan.

Gadis itu kembali menyimpan sekotak alat makeup milik kakaknya itu. Namun, mendapati Citra yang masih tertidur lelap.

"Makasih kak.." bisiknya, sambil menaruh sekotak makeup, dimeja Citra.

Kembali ke kamar, melihat jam menunjukkan pukul 7 malam. Ia pun kembali membaringkan badannya di atas kasur sambil memeluk boneka kesayangannya.

[Menatap langit - langit.]

"Apakah nanti ada seseorang yang datang dan menjadi teman-ku tanpa melihat sisi burukku? Menerima dengan tulus?" batin Ana.

Tak lama gadis itu, akhirnya terlelap tidur dengan perasaan sedih.

Keesokan paginya...

Ia ingin mencoba lagi merias wajahnya tapi dengan tipis - tipis, tidak setebal kemarin.

Pagi - pagi sekali, Ana mengetuk pintu kamar Citra. Tapi tak ada jawaban dan akhirnya Ana langsung membuka pintu tersebut.

"Lho?! Kemana Kak Citra? Kak aku pinjam lagi ya makeup-nya..."

Lantas, Ana kembali melihat ke cermin dan mulai merias wajahnya. Menarik garis alis dengan teliti dan berharap akan lebih baik dari sebelumnya dan memakai blush on tipis.

Dan, hasilnya...

#Bersambung..

1
Berliana Febbyola
Iya kah? Lebih terpontang panting kalau yang iniiii🤭
NonaMudaDesi
Ceritanya mirip drakor true beauty yah, tapi ini lebih dark nyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!