NovelToon NovelToon
Penantian Cinta Ustadz Riza

Penantian Cinta Ustadz Riza

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ist

"Aku suamimu. Aku akan buat kamu jatuh cinta padaku." Kata Riza membuat Sang Istri menghentikan langkahnya.

Gadis itu membalikkan badan menatap Riza dengan wajah datar. "Jangan terlalu berharap banyak dalam pernikahan ini. Aku tidak mencintaimu." Kata Jihan penuh penekanan dan segera pergi.

"Ku mohon cintailah aku." Lirihnya menatap sendu kepergian Sang Istri. Cintanya tak terbalas. Namun Ia akan selalu berusaha untuk mendapatkan hati gadis yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidup Masing Masing

Jihan menatap bangunan di depannya. Ini adalah tempat yang Ia beli dengan susah payah untuk membuka cafe dan restoran. Letaknya yang strategis dekat dengan kampus dan perkantoran membuat Ia harus bernegosiasi tantang harga yang berlangsung cukup lama. Gadis cantik itu masuk ke dalam setelah memarkirkan motornya. Semua barang keperluan masih terbungkus rapi dan dia harus mengerjakannya sendiri untuk menatanya.

Jihan dengan cekatan menyapu dan mengepel seluruh bagian hingga bersih. Bukan waktu yang singkat. Ia membutuhkan sekitar dua jam untuk melakukan dua kegiatan itu. Selesai dengan urusan lantai, Gadis itu beralih membuka bungkusan meja dan kursi lalu menatanya hingga rapi. Hal yang sama juga Ia lakukan pada ruangan VIP di lantai atas yang Ia sediakan untuk ruang privat jika pengunjungnya inginkan.

"Lelah." Gadis itu membanting tubuhnya di sofa setelah menyelesaikan semua pekerjaan. Ia sudah terbiasa seperti ini. Dulu saat tinggal dengan neneknya Ia bekerja part time sembari kuliah dan membantu sang Nenek mengurus beberapa bisnis termasuk bisnis kayu di perkebunan. Memang keluarganya mengirimi uang. Namun sang Jihan dan Neneknya selalu mengembalikan. Mungkin wanita tua itu juga sepemikiran dengan cucunya.

"Nona." Panggil tiga orang gadis membuat Jihan mendongak. "Ya." Jawabnya sembari menegapkan duduk. "Kami melihat brosur dan ingin melamar bekerja disini." Jihan tersenyum kemudian mempersilahkan mereka untuk duduk. Ia mengecek profil ketiganya dan mengangguk ketika membaca identitas mereka. "Baiklah. Kalian di terima." Putusnya tanpa berpikir panjang. Mereka tampak senang dan tak berhenti berterimakasih. "Jika ada teman kalian yang laki laki. Bisa bergabung. Aku masih membutuhkan beberapa." Kata Jihan dan mereka mengangguk.

Jihan menajamkan penglihatannya ketika selesai mengunci pintu. Ia curiga dengan mobil yang sedaritadi parkir di depan tempatnya. Gadis itu berjalan mendekat membuat seorang yang berada di dalam panik. Belum sempat menyalakan mesin. Tiba tiba sebuah ketukan kencang di kaca mobilnya mau tak mau membuatnya turun.

Rumah keluarga Al Rasyid.

Jena sedang menjelaskan pada keluarganya jika persiapan pernikahan sudah hampir selesai. Gadis itu tampak senang setiap kali membahas tentang hari bahagianya yang sebentar lagi akan tiba. Namun Ia berhenti sejenak. Senyuman luntur seketika tatkala mengingat adik perempuannya. Jena tak yakin nanti Jihan akan hadir. "Jangan khawatir. Nanti Bunda akan bicara dengannya." Kata wanita itu sembari menggenggam tangan anaknya. Jena memaksakan senyum meskipun tak yakin. Bukan bermaksud untuk berburuk sangka. Namun semua yang membujuk Jihan akan sia sia kecuali Nenek mereka yang kini telah berpulang. "Jihan membuka restoran." Kata Ayah mengalihkan topik pembicaraan. Bunda tidak berekspresi. Wanita itu hanyut dalam pemikirannya sendiri karena Jihan tak mau menerima sepeserpun uang dari keluarga. Air matanya menetes ketika mengingat gadis itu harus bekerja keras di sela kegiatan kuliahnya. "Sudah Bun." Kata Ayah mencoba menenangkan Sang Istri.

Pintu ruang keluarga tempat mereka berbincang terbuka lebar. Sosok gadis tengah memaksa seorang laki laki masuk ke dalam. "Adek. Ada apa?" Tanya Bunda melihat kedatangan putrinya. "Berhentilah memata mataiku." Katanya dengan dingin lalu mendorong tubuh laki laki itu mendekat pada tuannya. "Pak. Saya....." Katanya terbatas bata. "Sudah. Kau boleh pergi." Sahut Ayah membuat laki laki itu langsung keluar. Ini bukan pertama kalinya bagi Jihan memergoki orang suruhan keluarganya. Ia sudah memperingati beberapa kali dan diabaikan membuatnya marah. "Dek. Ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Kami hanya ingin tau kegiatan kamu dan agar kamu aman saja." Pria itu mencoba menjelaskan. "Apapun alasannya aku tidak suka. Biarlah hidup kita masing masing seperti biasa." Jawab Jihan membuat hati mereka tertohok. "Kita kelurga Dek. Tidak mungkin itu terjadi. Kita harus bersama sama." Jaafar berkata sangat lembut untuk menuturi si bungsu. "Keluarga mana yang membuang satu anggotanya untuk kepentingan anggota yang lain? Aku tidak pernah mendengar itu. Kecuali...." Ia menjeda kalimatnya lalu berbalik menatap mereka satu persatu. "Keluarga ini." Lanjutnya lalu melangkah pergi.

Di sisi lain seorang pemuda baru saja selesai sholat. Ia mendudukkan diri di kursi sembari membaca kembali surat wasiat dari sang Ayah. "Riza telah bertemu dengannya Yah." Gumamnya sembari menyandarkan punggung dengan nyaman.

1
Nur Hasanah
Sehebat apapun yg menggoda istri km, klo istri km ga bangga punya, knp harus pusing sich
Ratna Rahayu
/Sob//Sob//Sob/
Ratna Rahayu
Lumayan bagus
Nur Hasanah
ya iyalah, dia yg syg dn jagain jihan
Nur Hasanah
dulu diserahkan ke neneknya tuk diasuh, skrg dipaksa dinikahkan biar ada yg mendidik.. haduhhh
Nur Hasanah
knp baru skrg, mengkhawatirkan jihan
Nur Hasanah
makanya di didik pak, jgn dititipin ke orang lain, wlopun neneknya sendiri
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
Qaisaa Nazarudin
Selalu kata2 itu yg keluar dari awal pernikahan sampe sekarang,Udah muak aku mendengarnya,Udah basi..🙄🙄
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Harusnya othor bikin komplik Jihan di kejar2 pria lain,Biar Riza ketar ketir sendiri,Jangan selalu Jihan yg mengalah mulu..
Qaisaa Nazarudin
Terus kamu pengen MENJADAKAN istri mu demi JANDA lain,Katanya ustad tapi kok bisa keluar berdua yg bukan muhrim,Munafik semuanya,gak keluarga Jihan gak Riza,Semuanya bulshit..EGOIS..BERTOPENGKAN AGAMA,MEMALUKAN SEKALI..Jihan juga bodoh,gampang banget memaafkan,Makanya setiap kali bikin kesalahan minta maaf dgn air mata buayanya,ogeb si Jihan..
Qaisaa Nazarudin
Udah tau kan dari dulu kan Jihan kek hitu,Bulannya belajar dari pengalaman lalu,Tapi masih aja diulang2,Apa lagi keadaan Jihan saat ini lagi hamil,pasti mood nya buruk,di tambah lg dituduh gitu,Siapa juga yg gak marah,
Qaisaa Nazarudin
Aku setuju dgn kata-kata Jihan 10000%👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Heran aku kok Reza jadi berubah gitu..Dulu saat Jihan ingin pisah dia yg hak mau..tapi sekarang dia yg berulah..gila aja..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Ini nih alesan yg ku bilang gak masuk akal,Dimana2 novel alurnya semua sama,Disakiti dan di lukai gimana pun,Pasti hujung2 nya alesannya kek gini,Heran deh aku,..
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget Jihan,,Kenapa harus dia yg mendapatkan penderitaan yg bertubi-tubi sih,Tega banget outhor nya,Huuuaaaa😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini cuman mimpi Riza doang kan?? gak mungkin peran utamanya meninggoi..
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Riza bikin ulah lagi nih,Udah tau isteri nya gak suka,Kenapa Riza ngenyel banget sih..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sesuai banget thor,Visualnya Riza aja yg gak cocok,Kayak bukan ustad,gak keurus gitu penampilannya,Harusnya seorang ustazd itu mukanya bersih,Tapi maaf ini mukanya kayak Mafia giti..🙏🙏😄😄
Qaisaa Nazarudin
Cantik bangeett..Pantesan Riza.klepek-klepek..😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!