Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
"Oke. Sekarang kita masak, masak apa aja ya?" bingung Gita
Gita mengeluarkan beberapa macam olahan masakan.
"Ah seli kan suka sama gurame asam manis, terus pak Edward suka iga bakar, Bu nila gak tau kalo Zeda sukanya sama ikan bakar sih. gak papa lah kalo buat Bu nila, nanti masak makanan yang lain juga aja semoga aja suka" gumam Gita
Gita mengambil beberapa sayuran dari dalam ruang dimensi, karena sudah banyak sayuran yang sudah tumbuh dengan baik.
Dan paling penting sayuran yang di tanam Gita di dalam ruang dimensi tidak akan bisa membusuk, telur pun sama.
Semua makanan, sayuran dan minuman seperti susu dan yang bisa basi tidak akan bisa membusuk ataupun basi jadi aman terkendali bukan karena ada lemari es tapi memang sistem mendesain ruang dimensi seperti itu..
Sayuran pun sama seperti telur, sistem akan menyimpannya saat Gita memanen nya, namun jika Gita lupa memanen sayuran tidak menjadi masalah juga karena tidak akan membusuk walupun tidak di panen.
Jam 7 Malam
"Udah mandi udah wangi. makanan juga udah siap, tinggal nunggu keluarga pak Edward Dateng deh" ucap Gita.
Gita pun kembali menyusun piring, gelas, sendok di meja makan dengan rapih dan mengisi gelas dengan air.
Saat Gita sedang melihat meja makan yang sudah rapi tiba - tiba ada notifikasi di ponselnya.
Tring!
Notifikasi dari lift jika ada yang ingin bertamu ke unit apartemen nya dan itu adalah pak Edward
Klik
Gita langsung menyetujui dan lift pun naik ke lantai 20.
"Udah datang mereka. Untung udah selesai" gumam Gita
Gita pun menunggu di depan pintu, pintu juga sudah di buka oleh Gita jadi mereka langsung bisa masuk.
Ting!
Lift sampai, pintu lift terbuka dan keluarga pak Edward pun langsung keluar dan menghampiri Gita.
"Selamat malam nona Gita" sapa pak Edward
"Malam pak. Silahkan masuk" balas ramah Gita
Mereka masuk ke dalam apartemen Gita, mereka sedikit terkejut karena apartemen gita yang sangat modern dan terlihat sangat bagus sekali.
"Wah rumahnya bagus banget ya bang" bisik Seli
"Pasti lah dek" balas Zeda
"Mau makan langsung apa kita ngobrol - ngobrol dulu pak?" tanya Gita
"Terserah nona aja. Kita ikut saja" jawab pak Edward
"Yaudah kalo gitu, kita makan aja dulu ya pak, takut nya kalo kita ngobrol dulu bisa kemaleman makannya. Nanti kita bisa ngobrol di luar sambil bakar jagung" balas Gita
"Baik nona" ucap pak Edward
Mereka pun langsung duduk di kursi, dan mulai makan.
"Wah kak ada ikan gurame asam manis, kesukaan aku ini" bahagia Seli
"Memang gurame buat kamu itu. silahkan makan terima kasih sudah mau datang" ucap Gita
"Kita malah yang harus terima kasih kepada nona karena sudah mau mengajak kami makan malam" balas Bu nila
"Ey. ya udah kalau begitu kita saling berterima kasih saja, hehehe" bercanda Gita
Mereka pun tertawa bersama, namun dari gedung sebelah keluarga Reza yang sedang sangat menghemat makanan sangat iri melihat Gita dan keluarga Edward yang makan dengan makanan yang lezat dan bergizi.
"Kenapa waktu itu kita gak belanja banyak sih pak, kan kak Livy udah kasih tau kita kalo kita harus menimbun Makana" oceh Julia
"Ah. kita harus menghemat uang Julia, nanti uangnya bisa gunain yang lainya. sebentar lagi juga situasinya kembali normal ah" balas Reza dengan acuh.