NovelToon NovelToon
Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan tentang kisah kehidupan dari seorang pemuda biasa yang hidupnya lurus-lurus saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan seorang perempuan cantik yang sekonyong-konyong mengigit lehernya kemudian mengaku sebagai vampir.
Sejak pertemuan pertama itu si pemuda menjadi terlibat dalam kehidupan si perempuan yang mana si perempuan ini memiliki penyakit yang membuat nya suka ngehalu.
Dapatkah si pemuda bertahan dari omong kosong di Perempuan yang tidak masuk akal itu?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketemu lagi di jembatan

Berhubung hari itu aku gajian jadi aku ingin berbagi sebagian dari gajiku pada orang-orang yang menurutku perlu untuk di beri.

Malam hari aku pergi ke sebuah panti dan memberikan sebagai kecil dari apa yang aku dapatkan pada mereka.

Sesudah aku jalan-jalan sebentar mumpung ini malam Minggu jadi besok libur.

Aku melangkah di trotoar jalan dengan orang-orang yang berlalu lalang di sekitarku baik pejalan kaki, pekerja, pengamen dan masih banyak lagi.

Kemudian langkahku itu menuntunku ke sebuah tempat yaitu sebuah jembatan yang tidak terlalu panjang.

Di sana gelap karena lampu penerangannya rusak.

Aku sempat melihat ke awal ke arah air yang mengalir dan di sana aku melihat sesuatu yang mengalir bersama air.

... Itu adalah sampah.

"... Yah. Sungai di kota memang seperti itu!" Aku sama sekali tidak heran dengan apa yang aku lihat itu.

Sudah biasa dan ada dimana-mana.

Namun ada satu hal yang menarik perhatianku hingga membuat kedua mataku menyipit tajam. "Hm?..."

Apa yang aku lihat di sana adalah seorang cewek cantik sedang berdiri sambil menyangga kedua siku tangannya ke pembatas jembatan yang setinggi perutnya.

Ia menatap kosong ke arah sungai yang mengalir seperti orang yang sedang depresi dan mau bunuh diri.

"Wadah?... Ini orang atau setan?!" Beberapa saat aku mengamati gerak-geriknya dan kemudian aku sadar akan sesuatu.

"Hm?... Orang ini kan yang waktu itu aku temukan pingsan di belakang kantor!" Aku melangkah mendekat padanya.

Ia yang aku dekati sama sekali tidak menoleh tapi ketika aku ada di sampingnya ia kemudian berkata.

"Apa ini hanya kebetulan saja kamu ada di sini atau sejak awal kamu mengikutiku?!" Dengan suara datar ia bertanya.

Dan tatapan masih saja kosong melihat ke sungai.

Aku sejenak terdiam kemudian ikut melihat ke arah sungai yang ada di bawa.

'Apa cewek satu ini suka melihat sampah yang mengalir?.'

"Kurasa hanya kebetulan!" Ucapku menjawab pertanyaannya yang tadi.

"Ngomong-ngomong kamu sendiri sedang apa di sini sendirian? Kalau ada orang jahat atau laki-laki bejat kamu bisa dalam bahaya!"

Ia kemudian menjawab tanpa menoleh. "Hanya ada satu laki-laki di sini dan itu kamu. Jika kamu melakukan hal yang tidak-tidak artinya kamu lah laki-laki bejat itu!"

Gak paham aku dengan apa yang ia katakan.

"Terserah apa yang mau kamu pikirkan tentangku... Tapi kamu belum menjawab pertanyaanku tadi!"

Ia hanya diam untuk sesaat kemudian mengatakan sesuatu yang membuat wajahku langsung muram.

"... Kira-kira... Rasanya mati itu seperti apa ya?!..." Refleks aku memegang pundaknya karena takut dia akan loncat. "Kenapa kamu seenaknya memegang pundakku?!"

"Takut nanti kamu akan loncat!"

"Siapa yang bilang aku akan loncat?" Baru setelah itu ia menoleh ke arahku dengan tatapan yang masih kosong. "Aku cuma mengira-ngira mati itu seperti apa?"

"Aku penasaran apa mati jauh lebih sakit daripada apa yang pernah aku lalui selama ini!" Samar-samar aku melihat ada sesuatu yang ia pendam.

Tapi itu sudah sangat dalam sekali seakan ia sudah kebal atau terbiasa dengan hal menyakitkan itu.

"... Aku tidak tahu apa yang pernah kamu lalui selama ini jadi mengatakan hal-hal yang memotivasi sepertinya tidak pantas untukku ucapkan!"

"Hanya satu hal yang mungkin bisa aku katakan padamu..."

"... Menangis lah kalau memang sakit!" Kata-kata barusan sepertinya ada sedikit pengaruh dan itu terlihat dari perubahan ekspresinya.

"Sebenarnya ini aib dan aku tidak mau cerita tapi aku rasa kita punya orang tua yang sama yaitu orang tua yang toxic!"

"Sejak kecil aku tidak pernah melihat tahu sesuatu yang di sebut kehangatan dalam keluarga!"

"Yang ada hanya kata-kata toxic, hinaan, makian dan pertengkaran di antara kedua orang tuaku sebelum mereka meninggalku!"

"Aku kira pada saat itu semua orang tidak ada yang sayang padaku dan tidak ada yang peduli hingga aku menutup diri dari semua orang!"

"Namun tak lama aku sadar kalau masih ada yang peduli padaku dan selalu ada di bersamaku dalam suka maupun duka!"

"Yang pertama adalah tuhanku dan yang kedua adalah nenekku!"

"Sejak kecil aku belajar untuk tidak mempedulikan orang lain yang mencemooh diriku, tidak peduli padaku, menghinaku, dan hanya fokus saja pada mereka yang masih menemaniku!" Setelah cerita itu aku diam dan si cewek juga diam.

Suasana di antara kami seketika menjadi hening dengan suara aliran air saja yang terdengar dan seseksi suara kendaraan yang lewat.

1
Naruto Uzumaki
Terima kasih telah menulis cerita yang menghibur, author.
Di Persingkat Saja DPS
Sabar ya, masih di periksa ulang
PetrolBomb – Họ sẽ tiễn bạn dưới ngọn lửa.
Loh kok belom update? Lanjutin dong thor, gak sabar nungguin kelanjutannya 😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!