Follow Akun IG: Oni_RA
ANINDYA VANISHA atau sering di panggil anin, harus menikah dengan kakak iparnya yang bernama KENATH ABRAHAM.
Cobaan cinta dan pengorbanan masa mudanya pun harus ia perangi demi meraih cinta sejati.
Suatu peristiwa yang menimpa kehidupan anin, membuat hidup anin berubah begitu cepat, bahkan senyum di bibir anin, cinta dan bahagia semua telah di renggut oleh satu peristiwa yang terjadi dalam sehari. peristiwa yang tak terduga merubah kehidupan anin dan menjatuhkan dirinya dengan sangat tajam.
Penasaran dengan kisah nya????
Dari pada penasaran, mending baca langsung deh...hehehe....
Jangan lupa LIKE, VOTE dan KOMEN POSITIF agar menambah semangat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oni_C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episod 19
Kenath segera memakai baju dan keluar dari kamar, karna perut nya sangat lapar kenath berjalan menuju dapur.
"Mas sudah siap mandi?" Ucap anin melihat kenath.
"Mas mau makan? biar anin siapin?" Tanya anin tersenyum.
Kenath diam dan hanya duduk di meja makan, anin segera menyiapkan makanan untuk kenath.
"Bagaimana mas rasa nya, Enak?" Tanya anin yang melihat kenath makan dengan lahap.
"Biasa saja" Ucap kenath.
"Selesai ini segera ke kamar ku!" Perintah kenath pergi dari meja makan.
"Iya mas..." Ucap anin.
❤❤❤
Tanpa menunggu lama, anin melangkah menuju kamar kenath.
Tok tok tok Anin mengetuk pintu.
"Masuk!!!" Ucap kenath dari dalam.
Anin melangkah masuk ke kamar kenath.
"Keringkan rambut ku!" Perintah kenath memberikan handuk.
Anin mengambil handuk itu dan mulai mengeringkan rambut kenath dengan perlahan.
"Urut kaki ku!!" Perintah kenath lagi.
"Terlalu pelan" Ucap kenath.
Anin mengurut kaki kenath lagi.
"Heii.....kau ingin membunuh ku?" Bentak kenath karna merasakan anin terlalu kuat mengurut kaki kenath.
"Maaf...."Ucap anin.
"Tadi katanya terlalu pelan, ini katanya ingin membunuh, ntah lah...aku memang slalu salah" Gumam anin di hati.
"Sudahlah....Tak becus" Ucap kenath agar anin menyudahi nya.
"Layanin aku!" Kenath mendekati wajah anin.
"Ta ta ta tapi mas aku belum siap" Anin terbata bata gugup karna wajah kenath terlalu dekat dengan wajah nya.
"Aku tidak perduli" Kenath ******* bibir anin.
Dan terjadilah perang ranjang antara anin dan kenath. mereka melewati malam yang panjang bersama, permainan kenath di atas ranjang sangat lembut sehingga anin hanyut dalam permainan kenath.
❤❤❤
Anin bangun lebih awal, saat bangkit anin merasakan sakit di pangkal paha nya, dengan jalan tergopoh gopoh anin menuju kamar nya untuk membersihkan diri. seperti biasa anin memasak makanan untuk kenath.
Kenath membuka dua bola matanya dan tidak mendapatkan anin di samping nya, langsung saja kenath membersihkan diri dan keluar dari kamar nya.
"Mas gak sarapan dulu?" Tanya anin yang melihat kenath ingin keluar rumah.
"Gak..." Jawab kenath berjalan terus tanpa menoleh ke arah anin.
"Mas....." Anin mendekati kenath.
"Haaiiissss...Apa!!!" Ucap kenath dengan nada kesal.
Anin meraih tangan kenath dan mencium nya.
"Mas...mau gak aku antarin bekal ke kantor nanti untuk makan siang?" Tawar anin.
"Tidak perlu..." Ucap kenath.
"Mas...." Sapa anin.
"Apasih!!!!! kamu ini MAS MAS MAS....ADA APA???" Nada tinggi kenath.
"Tidak apa apa...hati hati di jalan mas" Anin menunduk.
Kenath berjalan meninggalkan anin.
"Aku pikir sifat mu bakal berubah setelah semua yang aku beri terhadap mu...ternyata? hahaha aku salah....memang tidak mudah mengambil hati yang di hatinya sudah di miliki oleh orang lain...." Gumam anin memandang mobil kenath yang mulai melaju.
"Hahahaha....jika merasa kehilangan...aku juga merasakan...tapi jika merasakan sakit...akulah yang justru paling sakit, bukan hanyia hati tapi fisik ku juga sakit...." Gumam anin di hati.
❤❤❤
Ferro yang melihat perlakuan kasar kenath terhadap anin, ingin membuka bicara, sebenarnya bukan kali ini saja ferro melihat nya, sudah beberapa kali.
"Bos...." Ferro menyetir dan melihat kenath dari kaca.
"Ada apa?" Balas kenath.
"Maaf lancang bos...tadi gak sengaja saya lihat bos memarahi nyonya" Ucap ferro sedikit ragu.
Kenath melirik ferro dengan tajam.
"Maaf bos...bukan ingin mencampuri...tapi...bisakah bos sedikit lembut terhadap nya.." Sambung ferro
"Dia harus membayar semuanya..." Ucap kenath dingin.
"Tapi bos....nyonya sudah sangat menderita...batin nya juga terluka jika bos bersikap begitu terhadapnya..semua yang terjadi bukan karna nyonya...tapi sudah takdir kehidupan" Jelas ferro.
"Kau tidak mengerti" Ucap kenath.
"Bukankah bos sudah pernah merasakan kehilangan? jangan sampai bos merasakan kehilangan untuk kedua kali nya, karna jika wanita lelah dia akan melangkah pergi" Nasehat ferro.
"Dan saat itu kita akan merasakan wanita itu berarti untuk hidup kita, tetapi dia sudah pergi dengan sejuta kecewa, tinggallah...penyesalan dan kehilangan di hidup kita" Jelas ferro.
"Diam!!!! jika sekali lagi kamu berbicara aku potong gaji kamu ferro" Setiap ucapan kenath penuh penekanan.
"Maaf bos...." Ucap ferro fokus menyetir.
sdah retak susah untuk di sembuhkan
dia benar2 menyesal