NovelToon NovelToon
Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Romansa
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Scrpn

Alexander "Alex" Ar-Rasyid (30 Tahun)

Seorang CEO muda yang dingin, perfeksionis, dan workaholic. Ia memegang kendali penuh atas Ar-Rasyid Group, sebuah konglomerat raksasa di bidang properti dan investasi. Baginya, pernikahan adalah bentuk kerja sama bisnis yang tidak penting, hingga sebuah perjodohan keluarga memaksa hidupnya jungkir balik.

Keisha Azalea Pramesti (25 Tahun)

Seorang fashion designer berbakat, mandiri, dan memiliki idealisme tinggi. Ia pemilik butik haute couture Azalea Label. Di balik senyum lembutnya, Keisha adalah wanita tangguh yang menolak dipandang sebelah mata dan sangat mencintai dunianya—sketsa, kain, dan jarum jahit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scrpn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Lampu gantung kristal raksasa bermodel antik di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan memantulkan cahaya keemasan ribuan watt, menciptakan kilau kemewahan yang memenuhi seluruh penjuru ruangan. Malam itu, asosiasi desainer nasional menggelar acara Annual Fashion Gala & Awards 2026, sebuah gelaran bergengsi yang dihadiri oleh para tokoh penting dunia fesyen, sosialita papan atas, serta para petinggi korporasi multinasional.

Di antara kerumunan tamu undangan yang mengenakan gaun malam rancangan rumah mode internasional ternama, pintu utama ballroom mendadak terhening ketika dua sosok figur publik yang paling banyak dibicarakan dalam sebulan terakhir melangkah masuk.

Alexander Ar-Rasyid melangkah tegap dengan balutan tuksedo hitam tailored buatan Italia yang melekat sempurna di tubuh atletisnya. Aura kepemimpinan yang dingin dan berwibawa menguar dari setiap langkah kakinya, membuat siapa pun yang berpapasan secara otomatis menunduk atau memberikan jalan. Namun, pusat perhatian malam itu tidak hanya tertuju pada sang CEO, melainkan pada wanita yang berdiri anggun di sampingnya dengan tangan melingkar di lengan kokoh pria itu.

Keisha Azalea Pramesti mengenakan gaun malam panjang berwarna emerald green berpotongan mermaid yang menjuntai anggun di lantai. Bagian punggung gaun tersebut terbuka dengan aksen bordir benang perak buatan tangan yang membentuk pola rantai daun pakis—sebuah karya orisinal rancangannya sendiri yang merepresentasikan ketahanan, keindahan, dan kebangkitan. Rambut cokelat panjangnya ditata dengan gaya updo klasik, memperlihatkan jenjang lehernya yang indah serta sepasang anting berlian minimalis yang berkilau lembut di bawah temaram lampu pesta.

Bisikan-bisikan kekaguman langsung bergemuruh pelan di antara para tamu undangan.

"Ya ampun, siapa wanita itu? Gaunnya luar biasa menawan..."

"Itu Keisha Azalea, pendiri Azalea Label. Istri dari Alexander Ar-Rasyid. Kudengar dia baru saja membersihkan butiknya dari skandal tiruan yang disponsori musuh keluarga mereka."

"Mereka terlihat sangat serasi. Dingin di luar, tapi auranya benar-benar mendominasi ruangan."

Keisha berjalan dengan kepala terangkat tinggi, memancarkan kepercayaan diri yang mutlak. Meskipun beberapa bulan lalu ia sempat diremehkan sebagai seorang perancang busana independen yang dianggap tidak selevel dengan standar aristokrasi korporat, malam ini ia berdiri sejajar dengan para tokoh paling berpengaruh di negeri ini—bukan sebagai seseorang yang menumpang nama suaminya, melainkan sebagai seorang desainer sukses yang membuktikan kualitas karyanya sendiri.

Alex menoleh sekilas ke arah istrinya. Sorot mata kelam pria itu dipenuhi oleh kilatan kebanggaan yang luar biasa. Ia merapatkan genggamannya pada jemari Keisha yang bertumpu di lengannya, lalu membisikkan sebuah kalimat pendek tepat di dekat telinga wanita itu.

"Kau melihat bagaimana mereka menatapmu, Keisha?" bisik Alex dengan suara bariton yang rendah dan memabukkan. "Seluruh ruangan ini tahu, malam milikmu."

Keisha menengadahkan wajahnya, membalas tatapan intens suaminya dengan senyuman tipis penuh kemenangan. "Dan kau adalah alasan mengapa aku bisa berdiri di sini tanpa rasa gentar, Alexander."

Mereka berjalan menuju meja kehormatan di bagian depan ruangan, tempat para petinggi asosiasi fesyen dan beberapa mitra bisnis strategis Ar-Rasyid Group telah menunggu kedatangan mereka. Sepanjang perjalanan, beberapa desainer senior dan kolega bisnis mendekat untuk memberikan ucapan selamat serta pujian atas kesuksesan koleksi terbaru Azalea Label yang penjualannya meroket tajam di pasaran.

Namun, di tengah kemeriahan acara tersebut, di sebuah sudut ruangan yang agak tersembunyi di balik pilar marmer putih, sepasang mata mengawasi setiap gerak-gerik mereka dengan tatapan penuh kebencian yang mendalam.

Jessica Pranata—yang baru saja dibebaskan dari tahanan sementara berkat jaminan hukum orang tuanya setelah agensi humasnya hancur terseret kasus pencurian data—mengepalkan kedua tangannya hingga kuku jarinya menancap ke dalam telapak tangannya. Mengenakan gaun merah menyala yang kini tampak mencolok dan kehilangan kelasnya di hadapan kemewahan gaun emerald Keisha, Jessica merasa harga dirinya diinjak-injak secara brutal.

"Menikmati malam kejayaanmu, wanita jalang," desis Jessica pelan penuh geram, berbicara pada dirinya sendiri sambil menyesap gelas champagne-nya dengan kasar. "Kau pikir kau sudah menang? Permainan ini belum benar-benar berakhir."

Sayangnya bagi Jessica, di dunia yang kini dikuasai oleh Alexander Ar-Rasyid, tidak ada lagi ruang bagi langkah-langkah ceroboh atau ancaman tersembunyi. Tim keamanan internal korporasi yang mengenakan pakaian sipil telah memantau setiap gerak-gerik wanita itu sejak ia menginjakkan kaki di area hotel.

Di meja kehormatan, acara puncak malam itu akhirnya dimulai. Lampu utama ballroom diredupkan, menyisakan sorotan lampu panggung utama tempat ketua asosiasi desainer nasional berdiri di balik podium mikrofon untuk mengumumkan penghargaan paling bergengsi tahun ini: The Innovator Designer of the Year.

"Sebelum kita menutup acara malam ini," suara ketua asosiasi menggema ke seluruh ruangan melalui pengeras suara, "saya ingin memanggil seorang desainer muda yang tidak hanya menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap seni busana haute couture, but also demonstrated unbreakable integrity and resilience in the face of adversity..."

Ketua asosiasi menarik napas sejenak, lalu tersenyum lebar ke arah meja kehormatan.

"...Mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk pendiri Azalea Label, Nyonya Keisha Azalea Pramesti!"

Dentuman tepuk tangan gemuruh langsung meledak di seluruh ballroom. Puluhan lampu sorot otomatis bergeser menerangi meja tempat Keisha dan Alex duduk.

Keisha tertegun sejenak. Meskipun ia tahu koleksinya sukses besar, ia tidak pernah menyangka akan mendapatkan penghargaan tertinggi tingkat nasional di tahun pertamanya berekspansi secara luas. Ia menoleh ke arah suaminya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca karena rasa haru yang mendalam.

Alex tersenyum hangat. Pria itu menangkup pipi Keisha dengan lembut menggunakan telapak tangannya, lalu mengecup singkat puncak kepala istrinya di hadapan ratusan pasang mata yang memandang.

"Pergilah ke atas panggung, ratuku," ucap Alex penuh kebanggaan. "Ambil apa yang memang sudah menjadi hakmu."

Dengan langkah anggun dan senyuman yang merekah sempurna, Keisha berjalan menaiki tangga panggung diiringi sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan. Ia menerima plakat penghargaan kristal berlapis emas dari tangan ketua asosiasi, lalu berdiri di depan mikrofon untuk menyampaikan pidato kemenangannya.

"Terima kasih," suara Keisha terdengar tenang, jernih, dan penuh wibawa ke seluruh ruangan. "Setahun yang lalu, Azalea Label hanyalah sebuah mimpi kecil di sudut kota. Dan beberapa minggu lalu, mimpi itu hampir dihancurkan oleh mereka yang mencoba mencuri karya dan menjatuhkan integritas kami di dalam kegelapan. Tapi malam ini, di hadapan Anda semua, saya berdiri di sini untuk membuktikan satu hal: bahwa karya yang lahir dari ketulusan dan kerja keras tidak akan pernah bisa dihancurkan oleh intrik murahan."

Keisha mengalihkan pandangannya dari kerumunan penonton, langsung mengunci tatapannya pada sosok pria bertuksedo hitam yang berdiri di barisan depan penonton—Alexander Ar-Rasyid, suami yang menatapnya dengan penuh cinta dan kekaguman tanpa batas.

"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk butik saya, untuk para pelanggan setia saya, dan... untuk seseorang yang berdiri di sana, yang menjadi perisai terkuat saya saat badai menghantam dunia kami," lanjut Keisha dengan suara yang sedikit bergetar namun penuh ketulusan. "Terima kasih, Alexander. Kemenangan ini adalah milik kita bersama."

Tepuk tangan kembali bergemuruh jauh lebih riuh dari sebelumnya. Di sudut ruangan, Jessica Pranata yang tidak sanggup lagi menyaksikan pemandangan tersebut membanting gelas champagne-nya ke lantai hingga pecah berkeping-keping, lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan ballroom dengan rasa malu dan frustrasi yang mutlak. Keamanan gedung dengan sigap mengantarnya keluar gerbang area hotel tanpa perlu menciptakan keributan besar.

Acara gala ditutup dengan dansa malam pertama. Di lantai dansa yang luas, diiringi oleh alunan musik klasik orkestra yang lembut, Alex melingkarkan lengannya di pinggang Keisha, menarik tubuh wanita itu merapat ke dadanya. Mereka berdansa perlahan mengikuti irama musik, dikelilingi oleh lampu kristal yang berkilauan indah.

"Kau melihat wajah Jessica saat namamu dipanggil tadi?" bisik Alex dengan senyuman miring yang berbahaya di dekat telinga istrinya. "Wanita itu sepertinya benar-benar kehilangan akal sehatnya."

Keisha menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang Alex, menikmati kehangatan dekapan sang suami. "Biarkan dia pergi, Alexander. Kita sudah memenangkan perang ini."

Alex mengecup lembut puncak kepala Keisha. "Kita tidak hanya memenangkan perang, Keisha. Kita baru saja memulai lembaran hidup yang paling indah."

Di bawah cahaya gemerlap lampu kota Jakarta malam itu, lembaran kontrak pernikahan dingin yang dulu mengikat mereka kini telah berubah menjadi sebuah kisah cinta abadi—sebuah kisah tentang dua jiwa kuat yang saling menemukan, saling melindungi, dan menaklukkan dunia bersama-sama sebagai satu kekuatan yang tak terkalahkan.

1
Exo L
kakk tulisannya, fashion gak sih?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!