NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 BERJUANG DALAM BUANGAN

Kini selangkah Dinar sudah mulai tenang, dia sudah memiliki tempat tinggal, Bobby menjadi dewa penolong untuknya. tujuan sekarang adalah menyelesaikan skripsinya dan mencari kerja, waktu tinggal dua bulan lagi, dia harus memasukan daftar nama sebagai calon wisudawati.

ditengah kesibukan nya tiap hari Dinar tetap menemui adiknya yang sudah mulai kurus sekarang, sejak sebulan dia pergi dari rumah. Dut nampak tidak terurus karena pakaian yang biasa wangi dan rapi nampak kusut saat dia kesekolah, namun Dut selalu menyebutnya semua bahwa Mama Meta baik kepadanya.

Dut bercerita bahwa Mama Meta selalu masak dan dan memberi Dut masakan yang enak-enak seperti Mama kita dulu kak. Setiap mendengar cerita Dut, hati Dinar merasa tidak percaya ada yang berbeda dari cerita Dut yang dikarang dari Mimik wajah Dut yang nampak bahwa Dut yang diajar bicara dan berbohong, tak berani menatap mata Dinar.

Tapi dia belum bisa mencari kebenarannya, karena dia tidak dapat menghubungi Bik Ani dan Pak Sukri yang tidak memiliki Handphone, karena Handphone yang mereka miliki waktu itu rusak. Dinar berniat akan membelikan mereka Handphone baru agar mereka bisa dihubungi.

Hari ini Dinar, ada sesi pemotretan setelah vakum. cukup lama akhirnya kemarin temannya menawarkan Dinar untuk kembali ke dunia model, Dinar yang juga butuh biaya dan tak mungkin mengandalkan Bobby yang memberinya uang bulanan merasa segan kepada Bobby, Bobby menyetujuinya untuk kembali menjadi model asal bisa jaga diri.

"Dut mungkin kakak bisa melihat Dut seminggu cuma dua kali, sekarang kakak sudah kembali menjadi model. dan mendapat kontrak pemotretan, Dut jangan nakal ya, nanti jika Kakak sudah banyak uang kakak akan bawa Dut tinggal sama kakak"

"Iya Kak.. cepat jemput Dut ya"

"Iya sayang" Dinar memeluk adiknya itu.

***

Pikiran Dinar teringat kepada perkataan Dut, kak cepat jemput Dut ya. Kenapa adiknya bicara seperti itu. Dinar berusaha berfikir positif berharap Meta memperlakukan adiknya baik.

sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Dinar adalah keluhan Dut yang tak bisa dikatakan dalam. hatinya karena Meta mengancamnya. kehidupan Dut selama satu bulan kepergian Dinar dari rumah berganti menjadi neraka buat Dut dan Pak Sukri serta Bik Ani tak mampu menolong Dut.

"Kanapa kamu terlambat pulang bukankah sudah Mama katakan jangan telat, kamu ketemu si Dinar itu lagi" Meta mendongak kepala. Dut.

"Dasar badan saja yang gede tapi ngak punya telinga, awas kalau kamu cerita yang macam-macam sama dia"

"Kamu dengar Iqbal, sekali kamu buka mulut Mama tidak akan kasih kamu makan dan uang jajan selama satu bulan"

"Dut ngak ada bilang Ma, Dut bilang seperti Mama katakan"

"Bagus kalau gitu sekarang kamu bersihkan kamar mandi dan cuci baju kamu tuh udah banyak. dikamar mandi"

Bik Ani dan Pak Sukri hanya melihat apa yang dilakukan oleh Meta kepada anak Bosnya tersebut.

"Dengar kalian jangan ada yang bantu dia, biarkan saja dia, biar kurus dan ngak manja jika ada yang nolong saya potong gaji kalian"

"Sudah pergi sana segera kerjakan, ngapain juga berdiri disini"

Dut beranjak dari tempatnya berdiri, hati Bik Ani dan Pak Sukri sangat sakit melihat Dut diperlakukan kasar oleh Meta karena kebenciannya kepada Dinar.

"Kita harus beritahu Non Nanar Pak apa yang terjadi pada Iqbal kasihan dia masih kecil sudah disuruh mengerjakan yang tak pantas"

Tapi bagaimana Buk, kita tidak tahu dimana sekarang dia dan kita tak punya handphone menghubunginya. telpon den Iqbal pun sudah diambil sekarang"

"Dulu sebelum perempuan itu datang kehidupan Anak-anak bahagia ya Pak, Meta yang diterima baik, bahkan Buk Bunga sering membantu dia dan neneknya dibalas pengkhianatan oleh dia, sungguh wanita licik dan jahat"

"Dia ingin kaya Buk, maka semua jalan ditempuhnya, sudahlah buk sekarang kita cari jalan agar kita bisa ketemu Non Dinar"

"Iya Pak"

Hari-hari Dut seperti Neraka sekarang setiap pagi dia harus bangun sebelum subuh dan memasak air panas dan pulang sekolah dia harus mencuci pakaian dan menyapu rumah serta halaman, kurang bersih saja Meta akan memukulnya dan tak diberi makan malam.

Pak Rudiansyah yang sudah patuh seolah tak. mampu membela anaknya, karena dia mengikuti semua perkataan Meta.

Sementara Dinar kini melengkapi bab akhir dari skripsi nya, para penasehat akademis pun sudah menyetujui sidangnya untuk wisuda. hati Dinar sangat bahagia, dia dan Bobby akhirnya tamat bersama. Bobby menjadi Dokter sedangan dia. menjadi seorang Manager kelaknya. Saat ini Dinar memiliki tujuan untuk bekerja dulu dan baru melanjutkan kuliahnya ke strata yang lebih tinggi karena dia harus menyiapkan uang yang banyak untuk itu.

Dinar yang juga menjadi asisten di kampusnya juga memiliki kedekatan dengan dosen utamanya Pak Ferdian, berkat dosennya inilah dia bisa menjadi asisten dosen dan semua skripsinya berkat arahan dan bimbingan Pak Ferdian bisa selesai tepat waktu.

"Selamat ya Dinar sebentar lagi kamu akan wisuda dan tamat, semoga ilmu kamu kelak berguna di masyarakat dan memasuki dunia kerja yang sesuai. kamu inginkan"

"Makasih Pak ini berkat pertolongan dan arahan bapak juga sampai saya di titik ini"

"itu kewajiban saya sebagai dosen kamu"

"Iya Pak saya berterima kasih sekali lagi"

setelah persetujuan ujiannya disetujui, Dinar dengan giat belajar memahami setiap karya tulis yang dibuatnya agar nanti ketika sidang dia bisa menjawab setiap kasus yang di pertanyakan oleh tim penguji.

Sementara Pak Rudiansyah yang sudah kehilangan Dinar tanpa kabar mulai mengingat putri nya itu.

"Dinar bagaimana sekarang ya Meta, Mas merasa menyesal telah mengusir dia dari rumah ini entah bagaimana kabarnya sekarang" Pagi saat sarapan Pak Rudiansyah ingat kepada anak gadis nya tersebut.

"ini apa-apaan ya Mas kok ingat si Dinar itu, Dia bukannya sudah tidak menghargai Mas sebagai Papanya, terutama aku Mas bagaimana dia berbuat kasar kepadaku masih sakit hati ini rasanya.

" Meta bagaimanapun dia, dia tetap putri kandungku, dan siapapun tak bisa menyangkal itu, termasuk kamu"

"Meta nampak terperanjat atas ucapan suaminya yang tidak dia sangka" Nenek Aini yang mendengar itu nampak melihat kearah Meta.

Setelah Pak Rudiansyah berangkat Nenek Aini mulai mengasah otak Meta, agar jangan mengalah menjadi perempuan.

"Kamu harus bisa merayu dia untuk. bisa mengambil rumah ini dan menyerahkan aset aset yang lainnya. apa kamu mau terus begini melayani suami kamu tapi kamu tidak punya apa-apa"

"Sabar Nek, meminta itu pada Mas Rudi tidak mudah Nek, aku belum juga hamil sejak keguguran"

"ingat Meta kamu hanya dinikahi Siri oleh Rudi kamu harusnya menuntut janjinya untuk dinikahin resmi agar semua ini jadi milik kamu"

"Baik Nek, namun sejak Dinar pergi dari rumah ini Mas Rudi seperti memiliki rasa bersalah dan banyak termenung, setiap aku bicara ini itu dia hanya emosi."

Pokoknya kamu jangan mundur dan bodoh percuma kamu menikahi bandot tua itu tapi miskin.

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!