Setelah diet ketat yang dilakukan oleh Crystal akhirnya gadis itu mempunyai badan ideal bak Lisa Blackpink idolanya.
Crystal ingin meninggalkan masa lalu atas pembully an yang dialaminya di sekolah lamanya.
Nona muda itu pindah sekolah di Sky High School yang ternyata di sekolah itu, Crystal bisa mewujudkan cita-citanya yaitu mempunyai dua pacar sekaligus.
Bagaimana cerita Crystal dengan dua pacarnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MATB BAB 19 - Dua Kunjungan
Malam harinya, Crystal menghabiskan waktunya berbaring di kamar untuk berbalas chat dengan Raven dan Dexter.
Ada kabar baik yang gadis itu terima, pertama Dexter yang sudah tinggal bersama sang mommy, kedua keadaan nenek Raven yang sudah stabil.
Rasanya lega mendapat kabar itu.
Namun, ada yang membuatnya sedih karena Dexter tetap melakukan balapan liar dan Raven yang harus tetap bekerja.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Sera. Perempuan itu masuk ke kamar putrinya dan melihat Crystal melamun.
"Tidak ada," jawab Crystal yang langsung sadar.
Sera menghela nafas, dia ingin melihat kaki Crystal yang terkilir.
"Sepertinya tidak serius tapi tetap saja jangan sekolah dulu selama beberapa hari sampai benar-benar sembuh," ucap Sera.
"Huh, aku tidak bisa bertemu dengan ketua dan kapten kalau begitu," gerutu Crystal.
Kali ini gadis itu menurut untuk tidak sekolah sampai kakinya benar-benar sembuh dan bisa berjalan normal seperti biasanya.
Dan hal tak terduga terjadi ketika Crystal izin untuk tidak masuk sekolah.
Hari itu, Raven dengan berani datang ke mansion Aldeguera. Pemuda itu beralasan ingin mengajari Crystal supaya tidak tertinggal mata pelajaran.
"Masuklah," Sera mempersilahkan pemuda itu masuk.
Raven datang tidak dengan tangan kosong melainkan dengan buah-buahan untuk Crystal.
"Kau perhatian sekali, ya," ucap Sera ketika menerima buah itu.
"Akan ku panggilkan Crystal, tunggulah!"
Sera pun bergegas ke kamar Crystal untuk memberitahu putrinya atas kedatangan Raven.
"Benarkah, Mom?" Crystal terkejut setengah mati. Gadis itu bergegas berganti baju dan berdandan kemudian turun ke lantai bawah dibantu oleh sang mommy.
"Ketua..." panggilnya.
Raven jadi malu, untuk pertama kalinya dia bisa nekat mendatangi seorang gadis karena mencemaskan keadaan Crystal yang tidak masuk sekolah.
"Aku tidak ingin kau ketinggalan pelajaran," ucapnya memberi alasan.
Akhirnya hari itu, Raven dan Crystal belajar bersama lagi, Sera jadi sibuk menyiapkan camilan, jarang-jarang dia bisa melihat putrinya belajar.
"Ini supaya kau bisa mengingat lebih cepat," Raven memberikan tabel yang berisi rumus buatannya.
Crystal menerima tabel itu, kepalanya berasa pusing karena melihat banyaknya angka-angka rumit.
"Kau tidak perlu repot-repot begini, justru hal seperti ini akan membuatku tidak mau belajar," ungkap Crystal.
Bukannya tersinggung, Raven justru terkekeh.
"Memang rumus ini tidak akan kau gunakan di kehidupanmu selanjutnya dan beberapa pelajaran lainnya tapi pola pikir kita yang akan berubah saat kita berhasil memecahkan masalah, untuk sekarang hanya soal tapi di kehidupan nanti adalah masalah hidup," jelas Raven.
"Kau pasti berpikir nanti dipikirkan nanti, 'bukan?"
Crystal menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu persiapkan diri untuk nanti, pola pikirmu harus matang jadi setiap ada masalah nanti kau tidak akan lari tapi maju menghadapinya," lanjut Raven.
Ah, Crystal semakin menyukai pemuda itu. Tanpa banyak protes lagi, gadis itu melanjutkan belajarnya sampai selesai.
"Ini ada beberapa makanan, bawalah dan makan di asrama," ucap Sera seraya memberikan beberapa kotak makanan sebelum Raven pulang.
"Terima kasih," Raven jadi tidak enak hati.
Namun, demi menghargai Sera, pemuda itu menerima makanan pemberian ibu dari Crystal itu.
Sepulang Raven dari mansionnya, Crystal berguling-guling di kamarnya karena kesenangan ternyata tidak sampai di situ.
Bukan hanya Raven yang berkunjung tapi Dexter diam-diam menyelinap masuk mansion Aldeguera dan memanjat balkon kamar Crystal.
"Kapten..." Crystal rasanya tidak percaya kalau pemuda itu berada di kamarnya.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Dexter ketika berhasil masuk.
"Ba... baik, tapi jantungku yang tidak baik," jawab Crystal terbata.
penasaran banget sama ending ceritanya..
tapi apa boleh buat..
semoga suatu saat kak dhevis masih mau ngelanjutin cerita2 yg hiatus walopun tanpa kompensasi apapun..
stay healthy and keep fighting.. 😘😍🥰🤩