NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Dokter
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Baiq Intan

Galvyn dan Afifah berteman sejak lama, hingga dimana saat mereka meneruskan pendidikan perguruan tingginya, jadi mereka harus pisah namun setelah perpisahan lama itu akhirnya mereka berdua pun ketemu di Satu tempat kerja yang sama, dari sana dua insan itu memiliki rasa saling membutuhkan satu sama lain. Hingga suatu ketika, rasa dalam diam itu harus terkoyak oleh sebuah fakta; Galvyn akan menikah. Dan pernikahan itu pun sungguh Galvyn tidak menginginkannya.

Afifah pun terluka. ia merasa harus membawa rasa perihnya ke suatu tempat yang amat jauh.

Dan Afifah pun memutuskan mendaftarkan diri sebagai relawan medis ke Palestina.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiq Intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terima kasih untukmu

"Jodoh itu tidak ada yang tahu, namun jika sudah diberi satu maka setialah pada pilihan terbaik dari Rabbmu "

Flashback end

"Afifah," panggil galvyn.

Afifah yang hendak membuka pintu ruangan itu, berbalik menatap Galvyn kembali.

"Iya dok kenapa?" tanya Afifah bingung.

"Temani saya sebentar!" pinta Galvyn.

Mendengar itu, Afifah memundurkan langkahnya dan kembali duduk di sofa.

Hening sesaat, Galvyn tetap terdiam tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana. Padahal, begitu banyak yang ingin ia disampaikan pada gadis di sampingnya itu.

"Fah, makasih ya, kamu udah menyelamatkan nyawa starla untuk kedua kalinya," kata galvyn.

"Dok, saya hanya sebagai perantara, yang menyelamatkan nyawa Starla itu adalah Allah. Jadi, seharusnya dokter berterima kasih pada Allah, bukan kepada saya," kata Afifah.

galvyn pun tertegun ia kembali ingat pada kejadian tiga tahun yang lalu,di mana saat dirinya mengenal Afifah pertama kali.dan disanalah cintanya tumbuh pertama kali pada gadis itu.

"Saya juga berterima kasih pada Allah, karena dia mengirimkan kamu saat itu. Saya nggak bisa ngebayangin kalau seseorang nggak datang waktu itu," kata galvyn.

"iya dok, saya menerima ucapan terima kasih dokter," ucap Afifah akhirnya.

Galvyn tersenyum.

Lama dalam keheningan, akhirnya Afifah tertidur di sofa itu.

Waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi, Galvyn memutuskan untuk pergi menuju masjid. Menenangkan diri di masjid adalah pilihan terbaik untuknya.

Namun sebelum keluar dari ruangan itu, Galvyn membantu merebahkan tubuh Afifah di sofa. Ia tak tega melihat Afifah tertidur dalam posisi duduk. Karen tentu saja itu akan membuat tubuhnya sakit ketika bangun nanti.

...Ya Rab, saya kalut dalam situasi ini, antara harus memperjuangkan cinta saya atau menerima jodoh yang engkau sudah tetapkan....

Galvyn memandang wajah Afifah yang masih tertidur, sungguh damai hatinya ketika melihat wajah itu.

Apa mungkin dengan segera saya harus mengambil keputusan. Namun sudah pasti keputusan yang saya ambil akan melukai hati dari salah satu mereka.

--- ++ ---

Afifah terbangun ketika mendengar suara adzan subuh berkumandang. Dia menyadari kalau dirinya sedang berbaring.

...'Apa dokter Galvyn yang melakukannya?, pikir Afifah....

Afifah pun mengubah posisinya menjadi duduk. Hanya dirinya dan starla yang saat ini berada dalam ruangan bernuansa putih itu.

Afifah ingin melaksanakan sholat subuh, tapi ia ragu meninggalkan starla sendirian.

Akhirnya Afifah memutuskan untuk menunggu Galvyn datang. Beberapa menit kemudian, seseorang mengetuk pintu.

"Assalamualaikum," suara Galvyn terdengar sebelum ia masuk. Dia melihat Afifah yang sudah terbangun.

"waalaikumussalam," jawab Afifah.

"Dok saya permisi, mau sholat subuh," kata Afifah yang sudah berdiri dari duduknya.

Galvyn mengangguk mempersilahkan. Lalu dia duduk di samping ranjang starla.

"Abang bersyukur sekali, ketika kamu meminta Afifah menjadi kakkmu, dan Abang juga sangat bersyukur mempunyai adek seperti kalian." galvyn berkata sambil mengusap kepala Starla yang terbungkus hijab.

---+++---

Afifah melangkahkan kakinya menuju masjid. hari ini dia tidak ikut sholat berjamaah karena ketiduran tadi.

Dan juga dia melewatkan dinas malamnya. Untung saja hari ini dokter yang dinas lumayan banyak.

Setelah selesai sholat, Afifah memutuskan untuk kembali ke IGD. Dia merasa bersalah karena tidak ikut dinas setelah selesai operasi starla. Untunglah, dokter lain memaklumi alasan starla. Malah dokter tersebut memperbolehkan Afifah pulang lebih dulu.

Biasanya akan ada toleransi bagi dokter yang ikut melakukan operasi, yaitu istirahat setelah melakukan operasi.

"Fah, adiknya Dokter Galvyn sakit apa? Kenapa sampai di operasi mendadak?" tanya dara ketika Afifah membereskan barang-barangnya hendak pulang.

Dara juga salah satu dokter yang ikut dinas malam tadi.

"dia mengidap apendisitis," jawab Afifah.

Seketika dara membulatkan matanya.

"lalu apakah dokter Galvyn yang melakukan operasi itu?" tanya dara.

"nggak, aku melarangnya melakukan itu, keadaan dia saat itu sedang panik. Aku takut karena kecerobohannya dapat melukai pasien. Jadi, dokter Adel yang mengoperasi starla," jelas Afifah.

Dara hanya mengangguk faham.

"Huhh, aku bayangin jika dokter Galvyn yang melakukan operasi itu, sudah pasti yang jadi asistennya itu kamu fah," kata dara sambil terus menggoda Afifah.

" aku pamit pulang ya dar," Afifah berkata sambil beranjak meninggalkan dara.

"Fah, aku belum selesai ngomong." dara memanggil Afifah.

"ibu hamil nggak boleh teriak-teriak," balas Afifah yang semakin jauh.

"Ishh..." kesal dara, lalu bergabung dengan dokter lain.

Afifah terkekeh pelan mendengar dara menggerutu. Sejak hamil, dara sangat suka menggoda Afifah dan Galvyn.

----+++---

Afifah pulang ke rumah. Pagi itu dia melihat ayahnya sedang makan pagi.

"Assalamualaikum ayah." Afifah mengucapkan salam pada ayahnya.

"waalaikumussalam. Dinas malam lagi?" tebak sang ayah.

Afifah hany mengangguk senyum.

"fifah mandi dulu yah, udh gerah banget," kata Afifah lalu beranjak menuju kamar mandi.

Setelah selesai melakukan rutinitas paginya, Afifah merebahkan dirinya di kasur. Dia ingin mengganti tidurnya semalam.

Hingga pukul jam delapan pagi, Afifah mendengar samar-samar pintu kamarnya di ketuk.

Dengan wajah khas bangun tidurnya, Afifah membuka pintu kamar itu. Matanya membulat seketika.

"intan, ngapain kamu ke sini?" tanya Afifah heran ketika intan telah duduk di kasurnya.

"Hmmm emang nggak boleh ya kalau aku datang ke rumahmu?" tanya intan yang mengubah wajahnya jadi sedih.

"bukannya aku ngelarang,tapi kenapa kamu nggak langsung pulang dulu selesai dari rumah sakit?" tanya Afifah.

"aku cuman pengen kesini aja," kata intan.

"emang suami kamu udah tahu?" tanya Afifah.

"udah, lagian kalo di rumah aku sendirian, mas Rifqi ada kerjaan pagi ini. Ya jadinya aku ke rumah kamu aja," ucap intan.

Afifah hanya menghela nafasnya, mendengar perkataan ibu hamil di depannya itu.

"jangan bilang kalau kamu lagi ngidam sesuatu " kata Afifah.

Intan hanya tersenyum lalu mengangguk mengiyakan.

" kamu Sama dara gak ada bedanya, hormon ibu hamil emang aneh ya," kata Afifah sambil menggelengkan kepalanya.

"aku pengen masakannya bi yurni fah," kata intan.

Afifah mengangguk paham dengan kemauan sahabatnya itu.

"ya udah aku ke bawah dulu bilang sama bi yurni." kata Afifah hendak keluar kamar.

Namun. Saat di depan pintu kamarnya, Afifah kembali melihat intan yang lari ke kamar mandi.

Afifah pun segera menyusul intan. Disana intan memuntahkan cairan bening ke wastafel. Afifah mengusap bahu intan pelan.

"kamu tiap pagi morning sickness, Tan?" tanya Afifah ketika membantu intan kembali ke kasurnya.

"iya fah, dan ini biasanya sampai tiga atau empat bulan," jelas intan sambil mengusap perutnya yang sudah membuncit.

"ya sudah Tan, kamu berbaring aja dulu, nanti kalo makanannya udah siap aku bawain ke kamar," kata Afifah membantu intan untuk berbaring.

"Aku ke bawah dulu, aku mau kasih tau bi yurni untuk masak yang spesial buat ibu hamilku yang satu ini," kata Afifah sambil mengusap perut intan.

Intan mengangguk sambil mengacungkan jempolnya ke arah Afifah.

1
Sri Astutik
lanjut
Sri Astutik: lanjut
total 1 replies
Elisabeth Simarmata
so far 👍
Yeni Erlinawati
semangat Kak 💪 lanjut🤗
Erwan Rulyawan
guus
Roudatul Jannah
Bagus
Roudatul Jannah
enak ya punya teman kek gitu😍
Roudatul Jannah
Aaa mendadak pengen jadi afifa😌
Roudatul Jannah
Aku mau daftar dong jadi adik nya afifa☺😌
Roudatul Jannah
kapan ya dpt abg seperti itu😍
Roudatul Jannah
Masya allah ayah nya afifah sangat mengerti ya☺
Roudatul Jannah
Uuu seru banget si😍
Roudatul Jannah
Andai punya adik ipar seperti starla😂
Roudatul Jannah
Seru banget😍
Roudatul Jannah
seru😍
Roudatul Jannah
Andai aku punya abg seperti itu😌
Roudatul Jannah
Nyesek 🤧
Roudatul Jannah
Duuh nyesek kek nya🤧
Baiq Laela: bayangin kakk jdi Afifah gmnaa
total 1 replies
Roudatul Jannah
Sedih ya jadi afifa😌
Roudatul Jannah
Semangat terus thor☺
Roudatul Jannah: Iya jgn lupa mampir ya🙂
total 2 replies
Roudatul Jannah
Semangat thor☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!