NovelToon NovelToon
Jodoh Mama Twins

Jodoh Mama Twins

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Single Mom / Anak Kembar
Popularitas:40.6k
Nilai: 5
Nama Author: INRUMIDITAH

Elena, seorang wanita cantik berkulit putih dengan lesung dipipi kanan dan kirinya. Ia adalah seorang ibu dengan sepasang anak kembar, Cantika dan Brian.

Pernikahan Elena dan suaminya bukanlah pernikahan berlandaskan cinta. Mereka menikah karena desakan dari Ana, ibu dari suaminya.

Elena menahan diri selama tiga tahun dengan pernikahannya, Elena memikirkan kedua anaknya jika ia bercerai dengan suaminya.

Suatu hari, Elena murka dengan perilaku Rendra, suaminya. Ia pun mengajukan cerai kepada Rendra. Rendra yang tak mencintai Elena pun akhirnya menyetujui untuk bercerai.

Apakah perceraian Elena akan berjalan lancar? Bagaimana Elena menjalani kehidupannya sebagai single mom? Ayo, simak kisahnya! 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRUMIDITAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Namaku Alan

Beberapa jam kemudian, Elena kini telah sadar, ia melihat keadaan sekelilingnya. "Aku dimana ini?" gumam Elena.

"Kamu ada di rumah sakit," ucap Alan.

"Siapa kamu?" tanya Elena mengernyitkan dahinya.

"Namaku Alan, aku adalah orang yang menyelamatkanmu. Sepertinya kamu sengaja dicelakai, aku melihat mobilmu ditabrak dari belakang," jawab Alan.

"Kamu melihatnya? Ya, aku juga sudah merasa jika diikuti, memang sudah dari kemarin aku terus diganggu," ucap Elena.

"Oh iya, dimana keluargamu? Mereka pasti akan khawatir karena tak ada kabar darimu," ujar Alan.

"Ya, kamu benar, ponsel ... dimana ponselku?" Elena melihat kekanan dan kekiri.

"Orangku sudah menyimpannya, waktu menyelamatkanmu aku tak sempat membawanya, waktu itu kepalamu banyak mengeluarkan darah," tutur Alan.

"Kepala? Darah?" Elena memegang kepalanya yang dilingkari dengan kain kassa.

"Ini telepon keluargamu menggunakan ponselku." Alan memberikan ponselnya kepada Elena.

"Terima kasih." Elena mengambil ponsel Alan dan segera menghubungi keluarganya dirumah.

Setelah panggilan diangkat, Elena menceritakan keadaannya, Elena pun memberikan alamat rumah sakit kepala orang tuanya.

Beberapa saat kemudian, orang tua dan kedua anak Elena telah sampai di rumah sakit tempat Elena dirawat, mereka langsung menuju ke nomor kamar yang sudah diberitahukan oleh Elena.

Tok ... tok ... tok ....

"Masuk," ucap Alan.

Orang tua dan anak Elena pun masuk, Cantika langsung berlari ke arah mamanya yang sedang berbaring. "Mama ... Cantika sayang mama ... mama kok bisa kayak gini sih, Ma?" Cantika menangis tersedu-sedu.

"Mama baik-baik saja sekarang kok," ucap Elena sambil tersenyum.

"Om, apakah Anda yang menolong Mama saya?" tanya Brian sambil menghadap ke arah Alan.

"Iya benar," jawab Alan.

"Kalau begitu ... terima kasih banyak, kedepannya jika saya bertemu dengan Anda saat sedang kesusahan, saya pasti akan menolong Anda." Brian mengulurkan tangan kanannya hendak berjabat tangan.

"Iya, sama-sama ... saya akan menunggu saat itu." Alan mengulurkan tangannya juga, Alan dan Brian berjabat tangan.

"Jadi Anda yang menolong anak saya? Terima kasih banyak atas pertolongan Anda," ucap Henry menelungkupkan kedua tangannya.

"Iya, Pak, sama-sama ... kita sebagai makhluk sosial memang sudah seharusnya saling tolong menolong saat yang lain sedang kesusahan," respon Alan.

"Sekali lagi ... terima kasih banyak atas bantuan Anda." Clarissa juga menelungkupkan kedua tangannya kepada Alan.

"Iya, sama-sama ... kalau begitu saya permisi dahulu, saya akan pulang, wassalamu'alaikum." Alan keluar dari ruangan itu.

"Wa'alaikum salam," ucap semua orang yang berada di ruangan itu.

"Nak, kita belum meminta nomor ponselnya ... bagaimana pun juga, kita harus terus berhubung baik dengan orang yang sudah menolong kita," ucap Clarissa.

"Mama tenang saja, orang itu akan kemari lagi ... mungkin esok hari," respon Elena.

"Bagaimana kamu bisa seyakin itu?" tanya Clarissa heran.

"Mobil dan semua barangku yang ada didalam mobil, dia yang menyimpannya," jawab Elena.

"Begitu ... syukurlah kalau bisa bertemu lagi, oh iya, bagaimana keadaan kamu saat ini?" tanya Clarissa.

"Aku baik-baik saja," jawab Elena sambil tersenyum. Sebenarnya Elena merasakan sakit dikepalanya, tapi ia tidak ingin membuat kedua anaknya khawatir.

"Sayang ... kalian bersama Kakek dan Nenek dulu ya, ketika Mama dirawat." Elena membelai rambut Cantika dan Brian.

"Iya, Ma," respon Cantika sambil terisak.

"Baik, Ma, yang terpenting adalah kesehatan Mama," respon Brian.

"Anak pintar," puji Elena kepada kedua anaknya.

"Mama istirahat dulu ya, Sayang," ucap Elena sedikit menunjukkan ekspresi kesakitan.

"Elena, apa perlu Papa panggilan dokter?" Henry khawatir jika terjadi sesuatu kepada putri satu-satunya itu.

"Tidak, Pa, aku hanya perlu beristirahat." Elena membaringkan tubuhnya di bed pasien.

Brian mengajak Cantika keluar ruangan. "Dik, Kakak tahu kamu sedih melihat keadaan mama ... tapi, jika kamu terus menangis seperti ini, mama pasti akan merasa sedih karena tidak bisa merawat kamu selama mama dirawat," jelas Brian.

Deg.

Seketika Cantika terkejut mendengar penuturan kakaknya, ia pun langsung berhenti menangis." Kakak benar, Cantika harus kuat ... Cantika nggak boleh membuat mama Elena sedih. Sudah cukup mama Elena sedih karena papa Rendra." Cantika berusaha menahan air matanya yang sudah ingin mengalir.

Brian langsung memeluk adiknya, air mata mengalir dipipi kanan dan kirinya. "Kakak jangan menangis, kan kita harus kuat demi mama Elena," ucap Cantika mengingatkan kakaknya.

"Mana ada Kakak menangis." Brian langsung mengusap air matanya.

Anak-anak ini, Elena ... kamu pasti sangat beruntung memiliki anak seperti mereka, batin Alan sambil mengusap air mata yang tak terasa sudah mengalir dikedua pipinya.

Ya, Alan belum pergi dari rumah sakit itu. Tadinya, Alan hanya sedang duduk tak jauh dari ruangan Elena, ia sedang membalas beberapa pesan yang masuk diponselnya saat itu. Baru saat Cantika dan Brian keluar dari ruangan, Alan mencari tempat lain tapi masih bisa mendengar percakapan antara Cantika dan Brian.

"Sayang, kalian sedang apa?" tanya Clarissa saat keluar dari ruangan.

"Tidak apa-apa, Nek." Cantika dan Brian melepas pelukan mereka.

"Dik, ayo kita cuci muka supaya kita tidak mengantuk," ajak Brian.

"Baik, Kak." Cantika dan Brian mencuci muka disebuah wastafel yang tak jauh dari ruangan Elena dirawat.

Cantika dan Brian menghampiri nenek mereka lagi. "Nenek, aku lapar," ucap Brian sambil mengelus perutnya.

"Cantika juga lapar, Nek." Cantika ikut-ikutan mengelus perutnya.

"Ya sudah, kita cari makan ya didekat rumah sakit ini. Nenek pamit dulu dengan mama dam kakek ya." Clarissa masuk kedalam ruangan untuk pamit kepada Elena dan suaminya.

Tak lama, Clarissa pun keluar dari ruangan. "Ayo kita cari makan," ajak Clarissa kepada kedua cucunya.

"Ayo, Nek." Cantika, Brian, dan Clarissa berjalan bersama bergandengan tangan.

Alan ada niatan mengantar Clarissa dan kedua cucunya mencari makanan. Tapi, ia mengurungkan niatnya. Aku kan tadi sudah pamit, masa tiba-tiba aku masih berada disisi. Nanti, kalau tiba-tiba bertemu dengan mereka, alasan aku apa ya masih ada disini ? gumam Alan.

Alan berjalan sambil melihat kekanan dan kekiri, ia seperti seorang maling yang takut dihajar massa. Alan terus berjalan ke parkiran mobil, ia pun masuk kedalam mobilnya setelah sampai disana. Alhamdulillah, ternyata bisa sampai mobil dengan selamat, gumam Alan merasa lega. Alan langsung melajukan mobilnya keluar area rumah sakit, ia ingin segera pulang merebahkan badan dikasur empuknya.

Disisi lain, ada orang yang sedang bahagia, siapa lagi kalau bukan Clara. Clara merasa bahagia karena berhasil mencelakai Elena. "Pasti dia mati, pasti dia mati! Ha-ha-ha-ha ... akhirnya rencanaku berhasil," ucap Clara penuh kemenangan.

"Aku harus membuat pesta akan keberhasilanku ini, aku akan mengundang teman-temanku untuk berpesta di rumah pribadiku ini," gumam Clara sambil menyeringai.

1
奥布里
adik kakak saling menguatkan...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Penyesalan selalu datang belakangan Ren, sudahlah biarkan Elena menjemput bahagianya dan kamu mulai lembaran baru, belajar dari masa lalu, jadilah pribadi yang lebih baik, jadilah ayah yang bisa dibanggakan oleh Brian dan Cantika
Dewi Payang
Akhirnya Joe sadar👍
Dewi Payang
Semoga berhasil
Dewi Payang
Aku juga ngerasa sakit Elena
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Makin Seru Kk
Perjuangan Ucup mampir
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Nah lho siapa nih, sang mantan suami kah??? atau siapa 🤔🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Sabar ya Joe, semua ada waktunya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ternyata Mamanya Joe seperti ini sifatnya, sudahlah Joe, kamu enggak butuh pengakuan dari dia, jalani saja hidupmu sendiri
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Orang yang menangis itu tidak selalu cengeng Boss
ciber ara
rasa ingin menabok Joe : 📉
sabar ya elena 😬 semoga Joe segera sadar
Mia
ceritanya terlalu monoton kak..
coba diselipin kejadian apa di bbrapa moment biar lebih kelihatan nyata ceritanya
Inru: Baik, Kak. Terima kasih masukannya.
total 1 replies
Nurul Afidah Oemari
mudah2 joe lebih baik
Inru: Aamiin..

Terima kasih dukungannya kakak, sehat selalu.
total 1 replies
Erni Sari
ayo semangat
Nurul Afidah Oemari
semoga kali ini berhasil joe sadar dong
ciber ara
baru baca langsung sedih dibuat joe
kok bisa rukyah nya gagal?
Dewi Payang
Apaan si Joe
Dewi Payang
jahat ya Alya
Dewi Payang
Kebayang wajah lucu cantika😄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ya kali disuruh nginep.... mimpi Joe 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!