NovelToon NovelToon
Hati Yang Terbagi

Hati Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:190.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: AFI_18

"Bukankah poligami itu sunnah, kamu orang yang taat agama kan pasti juga tahu, apa kamu tidak ingin menjalankan sunnah yang satu ini?" ujar Ita pada sang suami

Ammar awalnya hanya ingin menolong seorang wanita namun sebuah kejadian yang tak terduga membuat orang lain salah paham dan bahkan istrinya sendiri tak mempercayainya

Bukan, bukan karena sepenuhnya kejadian itu yang membuat Ammar menikah lagi, tapi juga karena rumitnya rumah tangga yang saat ini ia jalankan bersama istri pertamanya karena sang istri masih terbelenggu oleh masa lalunya

"Kalian hanya ingin bermain rumah-rumahan kan, ok saya akan temani kalian bermain" ujar Zofa lantang

Namun ketika Zofa telah memasuki rumah tangga Ammar dan Ita maka saat itu pula hati Ita berubah, terombang-ambing mengikuti arus permainan. Dan kini Ita baru menyadari bahwa ia telah menaruh hati pada suaminya sendiri

____

Hay semua Jan lupa mampir ke novel saya ya, jika sudah mampir tolong tinggalkan jejak kalian baik berupa like, comment maupun vote, thanks a lot guys, ala kuli sukri askuruki

follow ig 👉 habr_zayf

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AFI_18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengagumi Ciptaan Allah

"Heem"

"Heem"

Zofa dan Rara menelan ludahnya dengan susah payah, perlahan mereka membalikkan badannya dan

Uukkkhhhhh

"Mas" gumam Rara lirih ia sungguh terkejut, sedangkan Zofa bernafas lega karena dua pria ini orang yang ia kenal, coba kalau bukan pasti di tuduh mengintip para santri

"Bukankah kamu sudah tahu hukumnya apa?" tanya Azril dingin, wajahnya terlihat marah bercampur cemburu yang luar biasa kala mendapati istrinya mengagumi pria lain

"Maaf mas aku khilaf, lagian kan gak memandang dengan nafsu hanya sekedar mengagumi ciptaan Allah" ujar Rara sembari menunduk, ia menyenggol lengan Zofa meminta agar ia ikut angkat bicara

Zofa yang bingung akhirnya bertanya "Emang salah ya?" dengan polosnya

"Lagian kan gak nyentuh" lanjutnya

Ammar mengusap wajahnya kasar, ntah kenapa hatinya sedikit merasa tak rela kala mendengar istrinya memuji pria lain, bahkan tadi istrinya sempat membandingkannya dengan pria lain, namun Ammar tetaplah Ammar yang tak bisa mengungkapkan isi hatinya

"Nanti kita shalat taubat kan ra" ujar Zofa yang memecah keheningan karena hanya ada tatapan tajam dari Azril pada Rara serta tatapan kekecewaan dari Ammar untuknya

Rara mengangguk "Iya mas kak nanti kita berdua shalat taubat kok tenang aja, Allah kan maha pengampun lagi maha pemaaf" ujar Rara

"Kalian berdua.... pergi ke ndalem, jangan di ulangi lagi" ujar Ammar dengan sabarnya

"Apaan ndalem ra?" bisik Zofa

"Rumah kakek, ayo buruan"

***

"Kenapa belum tidur?" tanya Ammar yang ikut duduk di samping Zofa meski ada jarak diantara mereka

Zofa hanya melirik Ammar sekilas kemudian fokus menatap langit lagi

"Kamu nyambung ya sama Rara" ujar Ammar

"Heem, mungkin karena seumuran, orangnya gak mandang status, dan yang lebih penting gak peduli aku ini siapa, sekalipun istri kedua dari kakak iparnya" ujar Zelin yang pandangan menuju ke kolam ikan

Ammar tersenyum "Syukurlah"

"Lain kali jangan di ulangi lagi" lanjutnya

"Apa?" tanya Zofa bingung

"Yang tadi di dekat masjid"

"Oh"

Lama mereka berdua terdiam dengan pikirannya masing-masing akhirnya Zofa mengeluarkan kata-kata nya

"Allah kan Maha Pemaaf dan Maha Pengampun tuh, kalau gitu bisa dong kita melakukan banyak dosa dan melakukan banyak maksiat, terus nanti kita tinggal bertaubat deh gampang kan, daripada capek-capek berbuat baik terus" ujar Zofa

Ammar tersenyum mendengar ucapan Zofa "Kau benar Allah itu Maha Pemaaf dan Maha Pengampun"

"Tapi jangan lupa bahwa Allah juga Maha Adil"

Zofa terdiam mendengar serta mencerna ucapan suaminya

"Udah malam ayo ke kamar, tidur biar besok gak susah dibanguninnya"

"Mmmm kamu duluan aja tidurnya" ujar Zofa

"Ini hanya alasan kamu kan biar kamu bisa tidur di ruang tamu" ujar Ammar yang dapat membaca pikiran Zofa

Yups lusa kemarin diam-diam Zofa tidur diruang tamu kala Ammar sudah tertidur pulas, pukul dua pagi Ammar terbangun namun ia tak mendapati istrinya disampingnya ia keluar kamar dan akhirnya mendapati Zofa yang tergeletak di sofa ruang tamu dengan guling dalam dekapannya, Ammar membopong tubuh Zofa dengan hati-hati agar tak mengusik mimpi wanita tersebut

"Gak, siapa juga yang mau tidur di ruang tamu" elak Zofa

"Oh bukan ya, berarti kalau gitu ini alasan kamu agar saya dapat menggendong tubuh kamu lagi dan mengangkatnya ke kamar" ledek Ammar

"Iya iya ayo tidur suamiku" ujar Zofa sembari tersenyum manis, kemudian ia mengalihkan pandangannya dan secepat kilat ekspresi itu berubah menjadi kesal "Nyebelin banget sih" batinnya

Zofa berjalan memasuki rumah dari pintu belakang, diikuti Ammar yang mengekor di belakang

"Aku lapar mau makan dulu, kamu duluan ke kamar ya" pinta Zofa yang berubah haluan menuju dapur

"Kamu....."

"Aku gak beralasan apapun, beneran pingin makan roti tawar selai coklat bentar doang, tunggu di kamar ya" ujar Zofa, nadanya terdengar lembut tidak biasanya hingga membuat Ammar merasa aneh

Ammar mengangguk setuju, akhirnya ia pergi duluan ke kamar

Zofa berubah pikiran kala melihat beberapa mie instan yang berjejer di rak, tentu saja ia yang beli karena keluarga ini nampaknya tak mengonsumsi makanan seperti ini

Ia mengambil panci dan akhirnya merebus mie serta menggoreng telur oseng-oseng

"Bacaannya mie goreng tapi di rebus" gumamnya sembari menggelengkan kepalanya

Setelah matang ia mencampur bumbu menyajikannya di piring dan menaburi telur oseng-oseng

"Hmmmm aromanya bikin lapar" Zofa menghirup aroma mie instan yang begitu menggunggah selera

"Katanya cuma sebentar"

"Eh buset lu jalan apa melayang gak ada suara sama sekali" pekik Zofa terkejut

Ammar ikut mendudukkan dirinya di hadapan Zofa, ia melirik ke arah Zofa yang siap menggarpui mienya

"Mmmm enak banget" ujar Zofa sumringah, namun benda hidup yang ada di hadapannya ini sungguh mengganggunya

"Kamu mau?" tanya Zofa meski tak ikhlas

Ammar menggeleng "Itu gak sehat, jangan sering-sering makan mie instan" tegurnya

Zofa memonyongkan bibirnya sembari ia gerakkan tak jelas seakan-akan mengejek Ammar, setelah puas ia memasukkan mie kedalam mulutnya lagi

"Kamu tunggu di kamar ih ngapain di sini" ujar Zofa yang merasa risih akan kehadiran Ammar, pasalnya ia juga tak enak makan sendiri dan hanya dipandangi orang lain

"Nunggu kamu yang katanya makan roti tawar dengan selai coklat yang hanya sebentar" sindir Ammar halus

"Issss nyebelin" gerutu Zofa

"Bener gak mau, ini enak lo" tawar Zofa lagi

"Apa enaknya, itu gak baik buat tubuh" ujar Ammar

"Enak kok, nih cobain" ujar Zofa tak terima mienya di hina, ia menyodorkan garpu dengan lilitan mie

Ammar menatap wajah Zofa "Ayo cobain" ujar Zofa kala Ammar belum membuka mulutnya

Ammar membisikkan sebuah doa kemudian perlahan Ammar membuka mulutnya, menerima suapan dari Zofa, ntah apa yang Ammar pikirkan hingga ia mau memakan mie instan, padahal biasanya ia selalu menolak karena memang sedari kecil sudah dilarang oleh uminya

"Gimana enakkan?" tanya Zofa

"Biasa aja" ujar Ammar kala mie itu sudah ia telan

"Issss lidah kampungan" gerutu Zofa, ehh tunggu dulu bukannya lidah ku juga kampungan ya batin Zofa

"Alhamdulillah kenyang" ujar Zofa kala perut dan lidahnya merasa puas

"Mau pinjam tangan saya untuk di jadikan lap lagi" tawar Ammar

Zofa menatap Ammar tajam "Gak perlu" ia buru-buru mengambil tisu dan mengusapkannya pada bibirnya

"Sekarang makan roti tawar selai coklat ah" ujarnya yang mulai berdiri mencari roti

Ammar menghembuskan nafasnya, nampaknya Zofa sedang mengerjainya

"Sini biar saya yang buat, kamu cuci piring aja, biar nanti bisa langsung ke kamar" ujar Ammar yang mengambil alih roti dan selain coklat

"Ya ya ah elah gak sabaran banget sih pingin tidur berduaan sama aku"

"Kalau iya memang kenapa"

"Oh kalau begitu haruskah kita melalui malam panjang penuh gairah" ujar Zofa yang mencondongkan tubuhnya ke hadapan Ammar

Deg

***

Jan lupa like comment and klik favorit, thank for your reading, see you on the next episode byeeee 👋

1
Berlyan Syana
zofa selalu bahagia,sekolah ngak punya suami
Berlyan Syana
apa yang terjadi di kamar
Surati
semangat thor
Surati
bagus
Sri Wahyuni
s zopa emng ga mau ya punya rumah tangga yg baik klau gue mah ga mau jd janda
Gechabella
lucu and konyol padahal bertema poligami lho ini😁😁
Poppy Stellany
yg minta rumah sapa kok yg milih istri pertama
Hera sasuwe
sedihnya zofa buka kado dari iki n ternyataaa
Hanipah Fitri
kasihan Caca, merindukan kasih sayang ayah nya
Hanipah Fitri
Thor, jodohin Ita dgn laki laki yg baik, tapi jangan balikan lagi sama Amar
Hanipah Fitri
lama thor, baru up lagi hingga sdh lupa bahwa novelmu yg ini belum rampung
Wani Ikhwani
akhirnya up juga
Hera sasuwe
bener nyomplak nih si zofa
Hera sasuwe
ga dukung tuh perut zofa mo lanjutin debat 🤭😁
Hera sasuwe
panas kayaknya udah suasana gegara kekonyolan zofa
Hera sasuwe
lama2 bacanya senyum2 sendiri nih apalagi ama kelakuan zofa 🤭🤭😄
Suhartini Tien
Ada Apa Dengan Amar?
Hanipah Fitri
trims up nya thor 👃
Wani Ikhwani
kenapa tu Ammar?🤔🤔
Hanipah Fitri
thor, up lagi dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!